NovelToon NovelToon
MOY (My Only You)

MOY (My Only You)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Vera Sagala

Dua belas tahun sudah penantian Evo menunggu cinta pertamanya.
Dua belas tahun pula janji dan mimpi itu melekat.
Mimpi di mana dia bersama cinta pertamanya berjanji untuk bertemu kembali.

Kenyataan pahit harus dia jalani, terjebak dengan permainan seorang anak dari pemimpin sebuah perusahaan ternama.
Apa yang harus dilakukan Evo?
Mencari cinta pertamanya atau harus terpaksa melayani lelaki yang sama sekali tidak dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Sagala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yes, I Do

Lebih baik dicintai dari pada mencintai.

Ketika kita dicintai, rasa mencintaipun akan datang untuk dia.

Bagas mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru. Dia berlutut, kemudian membuka kotak tersebut, "Will you marry me?"

Aku takjub dengan perubahan drastis Bagas. Dia bisa semanis ini. Aku tidak percaya. Aku benar-benar terharu. Tanpa sadar, air mataku mengalir.

" Kenapa? Kenapa malah menangis?" Bagas panik melihat aku menangis. Dia berdiri, lalu segera menghapus air mataku.

" Maaf, maaf. Aku terharu sekali," ucapku.

" Aku tidak mengira kau begitu romantis,"lanjutku.

Mendengar perkataanku, lalu Bagas duduk kembali di sampingku. Dia menghela nafas panjang.

"Aku yang harusnya meminta maaf padamu. Aku telah menyakitimu. Aku telah merebut masa depanmu." Wajah Bagas tampak sedih berkata seperti itu.

" Aku sadar caraku mencintaimu dulu itu salah, ucapnya lagi.

Aku menatap Bagas dengan dalam. Apakah aku harus memilih Bagas? Sebenarnya aku masih berharap terhadap janji itu. Janji untuk bersama dengan Karel. Apa aku terlalu naif tentang semua itu? Perkataan Maureen dan Dina menghampiri dipikiranku. Rafael dan Bagas begitu baik padaku. Mereka mencintaiku dengan tulus. Aku menarik nafas dalam.

" Bisakah kita memulai dari awal? tanyaku pada Bagas.

" Jadi, apakah aku ditolak?" tanya Bagas.

" Bukan, maksudku..., Aku...."

" Maksudmu aku diterima?" kata Bagas dengan perasaan senang.

Aku mengangguk, lalu Bagas memelukku. Dia begitu bahagia. Perkataan Maureen dan Dina menjadi motivasiku menerima Bagas. Aku harus memilih. Rafael juga baik padaku, tapi Bagas mau bertanggung jawab dengan kelakuannya.

" Terima kasih, Evo. Aku bahagia," Bagas melepas pelukan dia, kemudian ia mencium dahiku.

Semoga pilihanku tidak salah, semoga Bagas tidak berubah lagi seperti dulu. Maaf Karel, aku mengkhianatimu. Aku harus realistis, aku tidak bisa seperti ini terus.

.

.

.

.

.

.

Rumah Kontrakan.

"Baliklah ke apartemen, mari kita tinggal bersama lagi," ajak Bagas ketika dia mengantarku pulang. Ketika sore datang, kami baru sampai ke rumahku.

" Tidak Bagas. Bolehkan aku tinggal di sini? Aku tidak ingin ada orang yang membicarakan kita."

" Siapa yang berani membicarakan seorang tuan muda sepertiku?"

" Mungkin tidak ada yang berani, tetapi aku tidak ingin ada yang berkata buruk tentangmu."

" Baiklah, bila itu keputusanmu. Aku tidak memaksa." Bagas pamit pergi. Betapa bahagianya aku.

.

.

.

.

.

.

.

" Jadi mau membicarakan apa denganku?" tanya Rafael tanpa basa-basi.

" Aku menerima lamaran Bagas, Fa," kataku padanya. Aku menelpon Rafael ketika Bagas sudah pergi. Sebaiknya aku segera memperjelas hubunganku pada Rafael. Aku tidak ingin menjadi wanita pemberi harapan palsu.

" Selamat, Vo," Rafael memberi selamat dengan tulus.

" Terima kasih, Fa. Aku harap hubungan persahabatan kita tidak akan putus karena ini."

Rafael tertawa. " Kita bukan anak SMA lagi, Vo. Aku sudah pernah bilang padamu kan, apapun keputusanmu, kita akan menjadi sahabat."

" Terima kasih, Rafael. Kamu memang hebat," pujiku tulus pada Rafael. Ya, Rafael benar-benar dewasa. Sejak awal bertemu dengan dia, aku begitu nyaman.

Drrrrt.

Ponselku berbunyi, tanda ada yang menelpon. Aku mengangkatnya.

" Evooooo, kamu di manaaaa?" tanya seseorang dengan suara cemprengnya. Aku hafal betul suara ini. Ini Suara Dina.

" Kafe biasa. Kenapa?"

" Aku bosennnnnnn!!!!!" pekik dia di sana. Ya, ampun baru saja kami pulang dari villa, wanita ini sudah bosen di rumah.

" Ya sudah ke sini saja. Aku masih lama di sini," ajakku. Mendengar ajakanku, Dina senang berbahagia. Kami mematikan ponsel.

" Siapa?" tanya Rafael sambil mengunyah sandwich yang dia pesan.

" Sahabatku, Dina."

" Dina?"

" Iya, Dina. Memang kamu tidak pernah berjumpa dengannya di kantor?" jawabku.

" Tidak, aku tidak tahu kalau kamu punya teman bernama Dina."

" Aku akan kenalkan padamu, nanti."

15 menit kemudian, datanglah Dina. Dia langsung menghampiriku dengan tampang betenya.

" Kenapa kamu?" tanyaku. Rafael sesang ke toilet.

" Biasa papa dan mama, mau menjodohkan aku gara-gara kemarin aku menginap tapi tidak izin mereka," sewotnya.

" Yee, itu memang salahmu. Bandel banget sih jadi perempuan!" kesalku.

" Ih, Evo malah ikutan marahin aku. Itu kan demi kamu, Vo. Coba kalau kita ngga jadi merayakan pesta kejutan ulang tahunmu, kamu pasti ngga akan dilamar sama Bagas," Dina membela diri.

" Tidak usah mengalihkan ke aku ya, saat ini kamu memang salah," Aku menjitak Dina.

" Aduh, sakit, Evo!"

" Dina...," panggil Rafael terkejut. Dia tidak menyangka kalau Dina sahabat Evo adalah Dina mantan pacarnya sewaktu SMA. Mantan yang tidak bisa dilupakan.

" Kamu....," Dina pun ikut terkejut, dan aku bingung apa yang sedang terjadi ini.

" Vo, aku langsung balik aja deh, kayanya aku ngga enak badan," pamit Dina buru-buru.

" Eettt, tunggu, kenapa mesti pulang buru-buru?" Aku menarik tangan Dina.

" Duduk!" perintahku

"Ih, maksa banget sih! Temannya sakit juga."

" Vo, aku pulang ya," Sekarang Rafael yang pamit pulang. Dia mengambil jaketnya.

" Lah, sekarang kamu yang izin pulang. Kamu juga duduk!" perintahku. Rafael dan Dina menurut. Ada apa dengan mereka berdua ini? Aku curiga dengan mereka.

" Ada apa dengan kalian? Sejak kapan kalian kenal?" tanyaku pada mereka.

" Dina... itu...." Rafael ingin mengucapkan sesuatu, tapi ragu.

" Iya, Dina kenapa?" Tanyaku sekali lagi. Gemes banget sama mereka.

" KEPO kamu, Evo. Rafael itu teman SMA aku. Puas?" jawab Dina kesal.

" Kenapa jadi marah? Akukan hanya bertanya," Aku membela diri. Kecurigaanku semakin besar. Pasti ada sesuatu yang terjadi diantara mereka. Kayanya aku pura-pura ke toilet aja kali ya, meninggalkan mereka berdua.

" Ya sudah, aku ke toilet dulu," pamitku.

" Eh, Evo," panggilnya. Dina diam seribu bahasa. Begitu pula dengan Rafael.

" Hai, Din," sapa Rafael membuka pembicaraan. Dina tidak menjawab. Perempuan itu diam seribu bahasa.

" Apakah kamu masih marah padaku?" tanya Rafael sambil memandang Dina penuh kesedihan. Orang yang ditanya diam saja, tidak mau menjawab.

" Maafkan aku Dina."

" Sudahlah, Fa. Sudah berlalu. Walau kau minta maaf seribu kali, aku tidak bisa melupakan kejadian itu. Maafmu sudah ku terima, tapi perbuatanmu tidak dapat aku maafkan." Dina menggigit bibir bawahnya. Dia tidak ingin air matanya jatuh.

" Tiga tahun, Din, aku mencarimu sejak kejadian itu. Tapi kamu menghilang seperti ditelan bumi."

" Sudah tidak ada gunanya kita bertemu, Fa. Aku sudah melupakanmu," Dina pergi begitu saja tanpa berpamitan padaku. Aku yang bersembunyi menyaksikan sesuatu yang tak diduga. Aku datang menghampiri Rafael.

" Kemana Dina?" tanyaku Pada Rafael.

" Pulang," jawab Rafael sedih. Aku duduk kembali.

" Boleh tanya?"

" Ya, silahkan," jawab Rafael. Lalu dia meneguk minuman lemonya.

" Ada hubungan apa kamu dengan Dina, Fa?"

" Dina, mantan pacarku, Vo," ujarnya. Mataku terbelalak. Aku terkejut mendengar perkataan Rafael. Jadi lelaki ini yang membuat Dina hidup sendiri. Lelaki ini yang membuat Dina putus asa dan tidak percaya lelaki?

1
KasmawatyKahar Arsyad
Luar biasa
Ana Bundanya FeyFa
keren
Zafora Tamimah
baru baca karna iseng googling novel terbaik di noveltoon, dan ternyata sebagus ituuuu
Dwi Atma
Luar biasa
Titin Nur
romantis 😍😍😍
Dianti Rahayu
bagus
Miftha Alma
cinta mereka sdh byk mengalami suka duka..wajar ada happy ending..
Miftha Alma
duuh ribet banget cerita nya...kpn vio dpt kepastian nikah nya...
Inayah Ramadhani
terlalu banyak typo disini 🫤
Inayah Ramadhani
🥹🥹🥹🥹🥹
Inayah Ramadhani
gas download semua bab nihh 😁😁👍🏻
💕febhy ajah💕
ye mulut mu sperti mulut kloset, sini tak bersihin dgn diterjen pemutih. ikh bikin sebelllll
💕febhy ajah💕
cerita yg bagus tp kurang peminat, semoga otornya tetap semangat. aku menetap di sini karna kisah nya membuat aku jatuh cinta
💕febhy ajah💕
sikap bagas panas dingin
Gilang Kurniawan
goblok si Evolet Regina, hilang perawan, dilakukan tidak adil, di hardik, di hina, di rendahkan, yatim piatu. blokkkk
Inayah Ramadhani: Sejak kapan namanya Evolet Regina... lu nya juga goblok tolol, ngehina karya orng bisanya.. minimal ngaca 😏😒🫢
total 1 replies
Daliah Haryati
aku sedih endingnya kk,aku pikir endingnya bkl sama Bagas,🥺,soalnya mereka begitu bnyk pengorbanannya,tp cerita kk itu bagus,wlw akhirnya GK sesuai harapan👍
Kang cilok: Mampir kak ke hantu tampan 😄
total 1 replies
Daliah Haryati
duh dilema Bagas apa Bastian🤦🤭
Daliah Haryati
ceritanya bagus Thor,tp cepet banget Jd gimana gitu bacanya,alurnya GK ke tebak,👍
TongTji Tea
apa hanya perasaanku ya yang bacanya ngos-ngosan
cepet bangeet pindah cerita.
trus bahasanya singkat dan padat.
kurang smooth perpindahan nya thor .
Ayu Ayra
🤣🤣🤣 mkanya jgn di samain dong vo..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!