Kapal angkasa Zee yang telah digunakannya selama 15 tahun tiba-tiba saja mengalami error sistem dan meledak, ledakannya sangat besar hingga menewaskan Zee..
Zee pikir itu adalah akhir dari hidupnya tetapi ternyata bukan, Zee kembali terbangun tetapi dia tidak terbangun di dunianya lagi melainkan Zee terbangun di 30 tahun yang lalu dan juga tubuh yang di masuki Zee sekarang tidak tahu mengapa dia sedang dalam keadaan panas (terangsang)...
apakah yang sebenarnya terjadi pada Zee dan tubuh Zee yang sekarang??!!...
bagaimana Zee akan menangani keadaannya sekarang??!!...
apakah Zee akan mendirikan apa yang sudah dia capai dahulu??!!...
Transmigrasi wanita jenius abad 21 dan tiga anaknya yang imut akan segera di mulai!!!...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.A.Hana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Zee× Asrama Zee√
"Hae-nya selamat pagi" ucap Zee sambil memegang secangkir susu hangat yang dicampur dengan madu,
"selamat pagi, kamu bangun pagi sekali?!" ucap buyut Zee sambil melakukan peregangan ringan,
"ya, aku harus menjaga kesehatan ku, sebentar lagi aku akan melahirkan jadi aku harus lebih rajin berolahraga agar nanti proses melahirkan berjalan lancar. Hae-nya ingin minum susu madu hangat juga?atau sesuatu yang lain?" ucap Zee,
"teh hangat saja. Bagus jika kamu masih mau meluangkan waktu mu untuk olahraga sebentar saja sebelum kamu memulai aktivitas harian mu, bukan hanya saat kamu sedang hamil saja tapi juga saat kamu sudah tidak hamil juga kamu bisa kan untuk olahraga sebentar sebelum memulai harimu," ucap buyut Zee,
"ya, akan ku ingat." jawab zee sambil memberikan teh hangat yang sudah selesai dibuatnya,
buyut Zee berjalan ke arah teras untuk duduk di kursi santai yang berada di teras sambil menikmati teh hangat yang telah dibuat oleh Zee, tapi saat sedang berjalan ke teras buyut Zee merasa kakinya seperti menyentuh sesuatu dan saat ia menunduk untuk melihatnya, betapa terkejutnya ia melihat Karen yang sedang tidur terkapar di lantai,
"Astaga!! Karen ternyata! Bagaimana dia bisa tertidur di sini?!" ucap buyut Zee yang heran
"tidak usah di hiraukan Hae-nya, biarkan saja dia, dia memang seperti itu setiap kali dia menginap disini, percuma saja aku menyiapkan kamar untuknya dia lebih menyukai ruang tamuku." ucap Zee sambil berjalan ke arah kursi santai yang berada di teras yang akan dituju buyut Zee juga,
"hais,,, bagaimana pun kamu harus tetap menyuruhnya untuk tidur di kamar saja, tidak sehat jika terus-menerus tidur di lantai seperti itu." ucap penuh khawatir buyut Zee kepada Karen,
"bagaimana jika Hae-nya saja yang mengatakannya, jika aku yang mengatakannya akan percuma saja, lihatlah sofa di ruang tamuku itu,, sudah seperti kasur saja penuh dengan boneka-boneka sampai selimut juga ada di situ, sofaku sudah seperti bukan sofaku lagi ditambah bukan cuma ruang tamuku yang sudah tidak seperti punyaku lagi, Lihatlah disana itu (menunjuk ke arah sudut ruangan didekat ruang tamu yang terdapat sebuah piano,) disana sudah seperti bukan tempat untuk santai bermain piano lagi, disana sekarang malah terlihat seperti gunung dokumen-dokumen laporan penelitian," ucap Zee dengan nada mengeluh,
"hihihi,, apa Karen juga yang membuat tumpukan gunung dokumen-dokumen itu?! Yang dimana pianonya sampai tidak terlihat wujudnya lagi(karna tertutup dokumen-dokumen yang menggunung)" ucap buyut Zee sambil tertawa ringan.
"tidak bukan dia tapi asisten-ku, yang pernah aku ceritakan padamu waktu itu." ucap Zee
"oh,, asisten yang katamu itu, hasil kerjaannya seperti memperkerjakan 3 orang itu ya?!" jawab buyut Zee,
"iya benar yang itu, aku membiarkannya untuk menginap saat aku ingin dia lembur hingga beberapa hari, dan kebetulan rumahnya dia itu lumayan jauh dari Lab, jadi aku menyuruhnya istirahat di sini saja jika ada lemburan dari ku, rumah ini kan jaraknya sangat dekat sekali dari Lab, jadi gampang." ucap Zee.
"hmm,,," jawab buyut Zee sambil menyeruput teh hangat nya,
"Hae-nya nanti ingin ikut aku ke Lab tidak, sekalian aku perkenalkan kamu sama asisten ku, kamu penasaran sama dia bukan?!" ucap Zee,
"hmnn,, boleh juga, dari pada bosen nggak ngapa-ngapain lebih baik Hae melihatmu bekerja." ucap buyut Zee,
Setelah mengobrol santai di teras sambil menikmati minuman hangat masing-masing, mereka pun masuk kembali ke dalam, Zee bersiap untuk berangkat ke lab sedangkan buyut Zee yang sudah siap dari awal bangun pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan sederhana seperti roti bakar Sandwich dengan telur mata sapi dan beberapa beef,
Tepat setelah makanan telah disiapkan Karen yang mencium bau harum dari makanan buatan buyut Zee pun akhirnya terbangun dan mulai bersiap untuk sarapan, begitu pula Zee yang sudah selesai bersiap juga turun kebawah untuk sarapan bersama.
Setelah sarapan Zee mengajak buyutnya ke Lab-nya tempat dimana dia bekerja yang dimana jaraknya hanya 4 rumah dari rumahnya, sementara Karen masih dirumah tidak ikut karena dia akan ada jadwal mengajar pagi sebentar lagi, sesampainya disana Zee langsung membawa buyutnya ke ruangannya untuk menaruh tas yang berisi pekerjaan yang dibawanya pulang serta juga sekaligus mengganti bajunya dan tidak lupa juga Zee meminta buyutnya untuk mengganti bajunya juga dengan Lab Coat.
saat memasuki ruangan Lab, disana sudah ada Arthur sudah lebih dulu datang dan sudah mulai bekerja, melihat disana sudah ada Arthur, Zee pun langsung memperkenalkannya pada buyut-nya.
"Hae-nya,, perkenalkan ini adalah asisten-ku, namanya Arthur Christopher, dialah asisten yang diceritakan padamu." ucap Zee,
mendengar perkataan Zee langsung yang mengatakan bahwa dia memperkenalkan dirinya kepada buyut-nya seketika membuat telinga Arthur memerah serta jantungnya berdegup kencang, dan hal itu di perhatikan oleh buyut Zee, buyut yang melihat reaksi seperti itu Arthur seketika langsung menyipitkan matanya lalu tersenyum tipis,
"jadi dialah asisten mu itu Zoe!" ucap buyut Zee,
"ya," jawab Zee,
"pe... perkenalkan nama saya Arthur Christopher, silahkan panggil saja saya Arthur, saya adalah asisten tuan Zee" ucap Arthur,
"hai Arthur, saya buyutnya Zoe, nama saya Liu-Xi Park panggil saja Hae-nya seperti Zoe memanggil ku jika kamu masih malu panggil saja Hae Xi," ucap buyut Zee sambil tersenyum,
saat buyut Zee menyuruhnya memanggilnya dengan panggilan yang sama dengan Zee, untuk Zee sendiri yang tidak peka itu biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa tapi berbeda dengan yang dipikirkan oleh Arthur yang seakan-akan mengerti maksud buyut Zee mengatakan itu hingga itu membuatnya tambah memerah seperti tomat,
"sa....sa....sa...ya.. Akan memanggil anda Hae Xi saja," jawab Arthur dengan wajah yang memerah seperti tomat serta terbata-bata,
"hahaha... Baiklah-baiklah, silahkan panggil saja aku sesuka mu, Hae tidak akan menggoda mu lagi." ucap buyut Zee sambil tertawa,
"apa yang sedang kalian bicarakan ini??" tanya Zee bingung melihat buyutnya yang tiba-tiba saja tertawa yang padahal menurutnya tidak ada sesuatu yang lucu,
"Zoe... Kamu harus lebih banyak lagi bergaul dengan orang-orang biasa nak." ucap buyut Zee sambil menepuk pundak Zee yang masih diliputi tanda tanya(bingung).
setelah itu pun Zee mulai melakukan pekerjaannya untuk meneliti perkembangan R.00, Zee yang bertekad ingin menyelesaikan projek R.00 ini akhirnya membuat Arthur mau tidak mau harus lembur dan ini sudah 8 hari Arthur tidak pulang ke rumahnya, untunglah dia tinggal sendiri di apartemennya tidak tinggal bersama keluarganya karena jika dia tinggal bersama keluarganya, sepertinya Zee akan di tahan oleh polisi atas dugaan penculikan yang dilaporkan oleh keluarga Arthur.