kayle Wanita Mandiri , seorang perancang pernikahan. Mau tak mau menjalani kisah pernikahannya sendiri yang jauh di luar perencanaannya. Adalah Dave, pria terhormat pebisnis Handal di dunia legal dan ilegal yang bahkan tidak pernah memilihnya sebagai pasangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENUMBUHKAN RASA
“Nona Alexa, kita tidak bisa menjalankan rencana dalam waktu dekat ini, karena kecelakaan yang Nona Kayle alami dia diharuskan beristirahat di Rumah Sakit”.
Sambil merapihkan kuku-kuku tangannya.“ Baik, kau aturlah waktu yang tepat untuk rencana kita ini, atur serapih mungkin.
Aku tidak ingin Dave curiga kepadaku bahkan jika itu hanya sebesar butiran beras”. Ucap Alexa.
Meski rencana besarnya tertunda, namun Alexa merasa senang . Karena Kayle terluka.
-------*
Ruangan Rawat inap VVIP
Selesai Tugas Jaganya, Lydia bergegas ke Ruangan VVIP tempat Kayle dirawat. Lydia memasuki ruangan Kayle dengan senyuman penuh kemenangan dan kebahagian yang paripurna.
“Kay, dewi keberuntungan memihak kita. Wanita penyihir itu sudah di pecat “. Ujar Lydia sambil melompat menari senang.
Dave telah membuat perhitungan dengan orang yang berani melukai dan membully wanitanya. Bahkan bukan hanya dipecat tapi juga memastikan tidak ada Rumah sakit yang mau menerimanya bekerja. membantah artinya kehancuran bagi Rumah sakit tersebut.
Gerakan Lydia terhenti seketika melihat Dave dan David duduk di sofa yang ada disudut ruangan.
Alis Lydia berkerut memandang mereka berdua. “Siapa mereka?,ada hubungan apa dengan Kayle”. Batinnya bertanya, sambil memalingkan wajahnya kembali kepada Kayle seakan menusuknya dengan pandangan permintaan penjelasan.
“Kay, tidakkah kau ingin mengenalkan teman-temanmu ini kepadaku”.
Sebagai sahabat terdekat Lydia merasa tercacah-cacah karena Kayle tidak pernah bercerita jika saat ini dia sedang dekat dengan pria sementara dia sudah bersedia menyusahkan diri menyusun skenario cinta untuk Kayle dan Matteo.
“Teman?, wanita ini tidak pernah bercerita jika dia sudah bertunangan”. Terlihat kilatan kemarahan dalam mata Dave.
Sebelum Kayle menjawab, Dave menyela lebih dulu. ”Perkenalkan saya Dave Adkerson, tunangan Nona Kayle”.
Lydia tampak ingin terjatuh ketika mendengar pengakuan Dave karena kaget, untunglah tangannya masih bisa meraih sisi tempat tidur kayle untuk menahan tubuhnya.
“Kay, kau ingin mengerjaiku yah. Karena selama ini aku selalu memaksamu untuk mengikuti kencan buta”. Lydia masih menganggap Kayle sedang bercanda dengannya.
Kayle menggelengkan kepala sambil menepuk jidatnya . “Huuuufh”. Kayle membatin.
Dave berjalan mendekati Kayle dan meraih tangan Kayle. “Hmm sepertinya aku perlu memakaikan cincin di jarimu, nanti kita atur jadwal memilih cincin jika kau sudah benar-benar pulih”. Ucap Dave sambil memandang Lydia, seakan-akan memberi pesan kepada Lydia jika dia bisa pensiun dini menjadi Biro Jodoh bagi Kayle.
“Tuan bisakah kau meninggalkan kami berdua untuk bicara”. Pinta Lydia kepada Dave.
David yang melihatnya, berdecak kagum dalam hati. “Wanita ini mengusir Dave Adkerson“. Batin David melirih.
Kayle menatap penuh permohonan agar Dave bersedia pergi, memberi Kayle waktu untuk memberikan penjelasan kepada Lydia agar tidak murka kepadanya.
“Baiklah , aku akan datang kembali malam nanti”. Dave dengan sopan meninggalkan dua wanita tersebut untuk bisa berbicara serius.
“Jadi Mulailah bercerita”. Ungkap Lydia sambil duduk di samping Kayle.
Lydia hanya terbengong kagum dan sedih mendengar cerita lengkap Kayle. Kagum karena dia mendapatkan pria idaman di Negara A . Bersedih karena Lydia sangat mengenal Kayle. Kaya , tampan, terkenal bukanlah standar keluarga sederhana yang selama ini dia inginkan.
“Jadi mulai hari ini, aku harus membakar file daftar pria-pria lajang yang telah ku kumpulkan untukmu”. Ujar Kayle sambil melempar tawa kepada Kayle.
“Kau tidak marah kepadaku”. Tanya Kayle kepada Lydia.
“Untuk menebusnya kita harus kencan bersama, kau dengan Dave , aku Dengan Henry”. Pinta Lydia
Kayle berfikir dalam-dalam. Baiklah kayle berfikir sepertinya bagus, ini bisa jadi momen awal menumbuhkan rasa untuk Dave. Mengingat ketulusan Dave beberapa hari ini dan lagipula Dave adalah tunangannya.
Jadi tidak ada salahnya dia mulai belajar mencintainya. Kayle tidak mengelak jika sudah merasa ada sesuatu terjadi di hatinya setiap kali Dave ada di sekitarnya. Nampaknya Kayle sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Dave yang ada di mana-mana seperti kuman.
itu yg bener kak karena udah pake did jadi say, bukan said yaa ☺