Annika, kembali setelah bertahun-tahun di asingkan oleh keluarga nya sendiri karena bisu. Takut menjadi perbincangan publik seorang anak yatim piatu yang mereka angkat malah di perkenalkan sebagai anak mereka.
Sampai saat pesta perayaan keberhasilan si putri palsu, Annika datang dan membuat semua orang bertanya-tanya siapa kah putri yang asli dan yang palsu itu.
Saksikan kelanjutan ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lafratabassum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Hei reader cinta ku, Jangan lupa like dan beri dukungan sebanyak-banyaknya ya . Terus baca semua bab nya biar retensi nya stabil dan karya ini terus berlanjut.
Terimakasih
...----------------...
Elgar seketika menjadi pening, Tania benar -benar sudah tidak waras.
Dia sudah kehabisan kesabaran, tetapi untung saja Elgar tidak kehilangan kewarasannya. Dia membuka sabuk pengamannya lalu keluar dari mobil.
Sembari menelpon sopir untuk segera menjemput nya. Di dalam Tania menatap kepergian Elgar dengan pandangan sinis serta rasa hina.
Dia sudah sampai menjatuhkan diri seperti ini, tetapi Elgar sama sekali tidak menoleh. Apa kurang dari dirinya?!.
salah seorang satpam perumahan yang sedang berpatroli mendekati Elgar yang sedang berjalan kaki. Satpam turun dari motor nya dengan segera.
" permisi tuan, apa terjadi sesuatu?" karena satpam itu melihat ada mobi berhenti tak jauh dari sana.
Elgar menatap satpam dan mobilnya secara bergantian " em.. disana ada wanita mabuk, kalian atasi, dia penghuni sini" Tidak banyak bicara, Elgar segera meninggalkan satpam dan mobil itu.
Tak lama sebuah mobil datang dan menjemput Elgar. Dengan perasaan dongkol, Elgar menutup pintu mobil dengan keras. Sopir di depan langsung cemas dan tegang.
" .. Ke apartemen!" ucap Elgar dengan kasar.
Malam ini dia sial sekali rasanya. bertemu dengan Tania yang seperti kehilangan akal. Elgar tidak tau jika sebelumnya Tania mengejarnya dan menganggap serius permintaan pertunangan itu.
Beberapa saat setelah nya, Elgar sampai di bangunan apartemen. Dia lupa jika bangunan ini sudah memiliki penghuni baru.
Dia baru ingat saat membuka pintu dan melihat barang -barang Annika di ruangan tengah. Dan tentu saja tak jauh dari sana, seorang wanita tertidur di sofa dengan di kelilingi laporan serta berkas pekerjaan.
Semua rasa amarah Elgar menghilang dengan seketika. Digantikan senyum tipis di bibirnya.
Annika, ya dia memang tinggal disini. Kenapa Elgar bisa melupakan nya. Tetapi ada untungnya nya juga. dia bisa melihat wanita pujaan hati nya.
dalam kesunyian itu, langkah ringan Elgar terdengar jelas. Pantulan lampu temaram membuat wajah Annika semakin menggoda.
Belum lagi dengan rambut panjang yang terjuntai jatuh di sisi sofa. Elgar sangat menyukai pemandangan di depannya ini.
Lelaki itu berjongkok di sisi sofa, dia menatap wajah tenang Annika serta nafasnya yang teratur. Kembali lagi, senyum senang menghiasi wajah Elgar.
Perlahan tangan itu terulur merapikan anak rambut yang menutupi wajah putih Annika, sebagai lelaki tentu saja Elgar membayang hal-hal dewasa.
Didepan ada di wanita yang dia sukai dan dalam kondisi sepi tak sadar. Tak ada siapapun disana. keimanan nya diuji.
Hingga dengan tanpa takut, Elgar mendekati pipi Annika lalu mencuri ciuman disana. Katakanlah dia lelaki pengecut dan brengsek. Elgar terima. bahkan dia juga akan dengan senang hati mempertanggung jawabkan tindakan nya ini.
Annika hanya menggeliat kecil, begitu manis di mata Elgar. Membuat lelaki itu ingin melakukan hal lebih. Sampai akal sehatnya kalah dengan godaan nafsu.
Seperti diberikan kesempatan emas, Elgar kembali mengambil ciuman tetapi kali ini tepat di bibir Annika. Awalnya hanya kecupan ringan, tetapi lama kelamaan menjadi lumatan dalam.
Di detik terkahir, akal sehatnya kembali. Sesaat sebelum wanita itu benar -benar sadar. Elgar sudah lebih dulu meninggalkan kamar itu.
Dengan jantung berdegup kencang, Elgar berdiri di sisi luar pintu apartemennya. Tak lupa dia mengusap bibirnya dengan senyum puas.
Sedangkan didalam sana, Annika merasakan ada sebuah keanehan. Tetapi tidak bisa memastikan nya. Alhasil wanita itu menerus tidur kembali.
Pagi harinya, pertemuan antar Annika dengan perusahaan investasi berhasil dilakukan. Disana Elgar juga ikut mendampingi, membuat kepercayaan investor itu menjadi bertambah berkali-kali lipat.
Belum lagi dengan keahlian dan paparan yang Annika jelaskan. mereka tidak akan mundur dan akan menggandeng perusahaan baru dalam dunia Fashion ini.
" kami tidak sabar menunggu hari besarnya" ucap tuan Gael, CEO perusahaan investasi pada Annika saat perpisahan.
Annika tersenyum senang " tenang saja, itu tidak akan mengecewakan anda" mereka berjabat tangan lalu berpisah dengan kepuasan masing -masing.
Elgar menatap bangga pada Annika. Rasanya dia ingin sekali segera membuat Annika bisa menjadi milik nya seutuhnya.
" .. Tuan Elgar.. " panggilan Annika menyadarkan Elgar kembali.
Elgar segera merapikan diri " ah ya.. "
" saya akan menemui beberapa tim lainnya dan mencari lokasi gudang produksi. apakah anda ada.. "
" akan aku temani.. " potong Elgar percaya diri.
Annika terdiam lama, maksud nya dia sedang ingin Elgar mencarikan lokasinya. Tapi jawaban Elgar membuat Annika terdiam. Lalu dengan ragu menjawab ".. Ba.. Baiklah"
Mereka segera turun ke parkiran. Elgar terlihat begitu bersemangat, tetapi Annika merasa aneh dengan prilaku lelaki ini.
" jadi.. Kita kemana?" tanya Elgar saat menghidupkan mesin.
Annika menatap Elgar malu, " itu ... Apa mungkin Tuan memiliki ide kita harus kemana dulu?" dengan suara lirih namun cukup jelas di telinga Elgar.
Lelaki itu seketika terdiam tidak bisa menjawab, dia tidak mengetahui sama sekali kualifikasi tempat untuk gudang bisnis seperti ini.
Tetapi karena Elgar bukan sembarang orang dia dengan lihai segera menutupi ketidaktahuan " em.. Ada beberapa, namun kalau kita makan siang terlebih dahulu, sambil membuat list, bagaimana?" dengan santai dan meyakinkan.
Annika sama sekali tidak curiga " itu bukan ide buruk.. "
Elgar tersenyum sambil mengangguk beberapa kali, tanpa sepengetahuan Annika, Lelaki itu mengambil ponselnya, lalu menyuruh asisten untuk segera menyelesaikan tugas ini dan mengirimi nya data.
Kediaman Masashi
Seharian ini Tania sama Sekali tidak keluar kamar. Dia terus-menerus berbaring di ranjang. Semalam dia kehilangan urat malunya, memutus semangat hidup nya.
ddrrtt drrt
Ponselnya berdering begitu lama. Manager Dania berkali-kali menelpon Tania namun tidak ada jawaban sejak pagi.
Ddrrtt
Karena merasa terganggu, Tania dengan kesal mengangkat panggilan itu.
".. Astaga nona Tania, kemana saja nona.. ?!" Manager Dania tidak bisa menyembunyikan nada kesalnya.
Meskipun begitu, Tania juga tidak bisa memarahi Manager Dania. Wanita itu memiliki posisi penting dan berkaitan dengan uang.
".. kepala ku sakit sejak semalam, memangnya ada apa?"
" sebentar lagi akan diadakan rapat khusus, anda datanglah ke kantor siang ini"
Mata Tania membola seketika, dia tidak boleh melewatkan hal ini. manager Dania sudah membocorkan hal ini beberapa hari yang lalu.
Rapat ini sangatlah penting, akan ada pergeseran posisi penting dan dia akan diberikan posisi itu. Tania tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.