Tak jarang persahabatan berubah menjadi cinta, begitupun yang dirasakan Kenzi dan Danti, sepasang sahabat yang harus memendam perasaannya, karena terjebak dalam friendzone. kesal, cemburu, marah terkadang mereka rasakan ketika salah satu dari mereka dekat dengan orang lain. Apakah Kenzi akan mengungkapkan perasaannya?atau akan terus bersembunyi di balik persahabatan?
Baca terus kelanjutan kisah "hujan kemarin " ya, dan jangan lupa untuk terus mendukung dengan cara like, comment, dan vote, terima kasih !
happy reading❤❤❤❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
Setelah bertemu dengan Maya, aku merasa sedikit lega aku hanya tinggal menunggu kabar darinya.
Kurebahkan tubuhku di kasur, terasa begitu nyaman, rasanya terlalu lelah membawa badan yang sebesar ini, yahh usia kandunganku sudah 7 bulan aku hanya tinggal menunggu 2 bulan lagi untuk melihat anakku ahhh rasanya sulit di percaya aku Alan memiliki anak di usiaku yang sangat muda Dan tanpa suami.
"danti.... " panggil ibu memaksaku bangun dari kasurku
"iya bu... " jawabku
"udah kamu tiduran aja, pasti kamu lelah.... " ucap ibu yang berada disampingku
"hehehe gak kok bu, memangnya ada apa? " tanyaku sambil menyansarkan tubuhku di divan
"kamu yakin nak Mau kerja?, sudah biar ibu saja yang bekerja, ibu masih kuat kok" perkataan ibu benar-benar membuat hatiku marah pada diriku sendiri
" iya bu, gak papa kok lagian aku kerjanya gak cape-cape, ibu tenang aja.. aku juga bosen bu di rumah mulu" jawabku mencoba menenangkan ibu,
"ibu bangga padamu nak, apapun yang sudah terjadi saat ini, kamu bisa menerimanya dengan ikhlas, ibu berdoa semoga kamu bahagia selalu.... " ucap ibu , memeluk tubuhku, Ada kekhawatiran dalam serial tatapannya, yahhh ibu mana yang tidak khawatir melihat anak perempuan harus menghadapi kehamilannya di usia muda tanpa pendamping
"ibu tenang aja, selama aku bersama ibu Dan adik-adik aku sangat bahagia" jawabku membalas pelukan ibu.
"tadi kamu ketemu Maya? " Tanya ibu
"iya bu, Maya Akan bantu aku cari kerjaan , kebetulan tante maya punya toko perhiasana, dan lagi butuh pekerja juga" jelasku, ibu hanya mengangguk Dan tersenyum, saat ini senyuman ibulah yang menjadi penguat bagiku,
"ohh tapi kamu tetap hati-hati ya nak" pesan ibu
"siap bu, ..... " jawabku sambil menaruh tanganku di using kening
"yasudah makan gih, ibu udah masak... adik-adikmu tadi sudah makan, lalu pergi lagi main" suruh ibu, kebetulan aku juga merasa lapar, maklum saat ini yang butuh asupan makanan bukan hanya aku saja tapi bayi yang Ada di kandunganku.
Malam ini maya mengirimiku pesan bahwa aku diterima bekerja di toko tantenya, ia menceritakan semua masalahku, membuat tantenya merasa iba dan ingin menolongku, mulai besok aku sudah bisa bekerja di toko tatanya
*****************************************
"Kamu mau pergi kemana? " tanya ibu dengan tatapan melotot melihatku sudah rapi sepagi ini
"aku mulai kerja hari ini bu, doain ya" kataku seraya mencium kening ibu
"Okk, hati-hati ya nak, jangan terlalu capek, ingat kamu lagi hamil" pesan ibu sambil mengelus perutku ahh nyaman rasanya setiap ibu menyentuh perutku yang semakin membuncit
"baik bu,,, aku berangkat ya bu"
"lohhh kamu gak sarapan Dulu? " tanya ibu
"nanti aja bu, aku gak mau tante maya menungguku" jawabku sambil mencium tangan ibu
"ya sudah kalau begitu, jangan lupa sarapan... " pesan nya
"baik bu....dahhh ibu" aku bergegas menaiki ojol yang sudah kupesan sebelumnya, jarak dari rumah ke toko membutuhkan waktu 25 menit itupun jika tidak macet.
untunglah aku berangkat pagi, jalanan begitu lancar sehingga aku datang lebih awal, kulihat toko masih tertutup rapat, belum Ada satu orangpun yang terlihat, aku memutuskan untuk menunggu di sebuah warung makan yang berada tak jauh dari toko.
Tak Lama datanglah seorang perempuan muda, yahh usianya tak jauh dariku sedang membuat rolling door toko, aku segera menghampiri wanita tersebut
"permisiii" sapaku
"ohh iya mbak... " jawabnya sambil melihatku dari atas sampe bawah
"maaf mbak, Saya danti yang akan kerja di toko ini" aku memperkenalkan diri
"ohhh I.. in. i mbak.. Danti yang bu Tami bilang? " tanyanya , ma tanya begitu memperhatikan ku tanpa henti
"iiiya mbak," jawabku gugup
"okkk tunggu ya aku buka dulu" perumpuan itu segera membuka rolling door dan merapikan beberapa etalase , diapun sedikit mengajariku Cara merapikan perhiasan-perhiasan untuk display.
for agreath love
silent love
sama little violinist