" Meskipun gue sering gonta ganti cewek, tapi lo harus tahu, Cinta dan sayang gue cuma buat lo." Aldo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
“Emang dulu siapa yang lo pikirin, Vin?” Tanya Luna. Alvin gelagapan dan mengusap belakang lehernya salah tingkah.
“Gue.” Jawab Nana singkat dan datar. Luna, Ridho, dan Rizki langsung menatap Nana dan Alvin bergantian.
“Beneran Vin?” Tanya Rizki penasaran. Alvin mengangguk meng’iya’kan.
“Wah, lo suka sama si Nana? Dari kapan?” Tanya Ridho heboh.
“Kalau gak salah dari pas kelas IX semester dua deh. Tapi dia belum yakin sama perasaannya ke gue waktu itu.” Jawab Nana, mengingat-ingat. Alvin cengengesan kaku sedangkan Sisil sudah cemberut ditempatnya, mengingat dulu kekasihnya itu sempat menyukai sahabatnya sendiri.
“Udah Na, jangan di bahas lagi, sekarang gue udah gak suka lagi sama lo. Sekarang kan gue sukanya sama Sisil,” ucap Alvin mengedipkan sebelah matanya kearah Sisil yang masih cemberut.
“Modus lo!” Judes Sisil pada kekasihnya itu.
“Gue juga dulu suka sama Alvin. Lima tahun gue mendam perasaan suka gue sama dia. Padahal gue selalu ngasih kode sama dia, tapi ya dasarnya aja dia gak peka. Yaudah akhirnya gue berpaling sama Aldo sejak saat itu.” Cerita Nana saat mengingat kejadian beberapa tahun lalu. Semua orang melongo kaget termasuk Sisil dan juga Alvin. Mereka tak percaya dengan kenyataan yang didengarnya barusan. Memang sahabat-sahabtanya tidak ada yang mengetahui perasaan Nana pada Alvin dulu kecuali Dino sang sepupu.
“Bener, Na?” tanya Alvin tak percaya.
“Iya, dan dia nangis-nangis sama gue waktu lo deket sama si - Ratna, waktu kelas satu SMP kalau gak salah.” Jawab Dino yang baru saja datang dan langsung ikut bergabung dalam obrolan mereka mengingat masa-masa dulu. Nana mendelik tajam pada sepupunya itu.
“Diam, lo!” Ketus Nana, Tidak terima masa lalunya di bongkar.
“Terus-terus?” Tanya semuanya penasaran termasuk Sisil dan Alvin.
“Lo inget gak Vin, waktu itu kita mau latihan futsal di lapangan komplek perumahan lo?” Tanya Dino pada Alvin. Alvin terdiam sebentar mengingat-ingat lalu setelahnya mengangguk.
“Nah waktu itu, ada cewe yang nyamperin, entah siapa gue lupa lagi namanya. Waktu itu gue lagi istirahat dulu di pinggir lapangan sama Nana, dan lo masih main sama anak-anak yang lain. Cewek itu manggil lo, dan lo nyamperin dia __”
“Stop Dino!” Teriak Nana menghentikan Dino yang tengah menceritakan masa lalunya.
Wajah Nana memerah antara malu dan kesal.
“Iya-iya gue inget itu waktu kita kelas dua SMP kalau gak salah. Waktu itu gue nyamperin dia dan ngelus rambut dia sedangkan dia waktu itu ngelap wajah gue yang keringetan.” Lanjut Alvin mengingat masa lalunya itu. Lalu Alvin dan Dino terkekeh geli.
“Si Nana nangis dan langsung lari ninggalin lapangan. Malamnya gue samperin dia kerumahnya, eh dia masih nangis juga. Gue deketin dan dia langsung meluk gue dan bilang gini_” Dino berdehem sebelum melanjutkan ucapannya. “No, kenapa sih Alvin jahat banget sama gue. Gue kurang apa coba, cantik? Gue cewek paling cantik di sekolah. Pintar? Gue selalu peringkat pertama dikelas, tapi kenapa Alvin gak pernah suka sama gue?” ucap Dino sambil menirukan suara Nana waktu SMP dulu, meskipun gak mirip.
“Ya udah waktu itu gue jawab aja gini ‘Lo terlalu manja, dan cengeng.’ Eh dia malah makin nangis,” lanjut Dino. Semua orang yang berada dimeja itu tertawa geli mendengar itu semua sedangkan Nana wajahnya sudah semakin memerah karena malu.
“Iya dan mulai sejak saat itu gue jadi pribadi yang dingin dan gak banyak ngomong,” ucap Nana datar. kepalang malu Nana tidak bisa lagi mengelak, karena yang diceritakan Dino memang benar adanya.
“Sampai saat ini lo masih suka sama Alvin?” tanya Sisil
“Semenjak bertemu Aldo perasaan itu perlahan hilang, dan gue gak lagi suka sama Alvin.” Jawab Nana yakin.
“Kalau gue tahu lo suka sama gue waktu itu, udah gue pacarin lo, Na,” ucap Alvin.
“Sayangnya lo telat menyadari perasaan lo itu, Vin. Dan disaat lo sadar, gue udah sama Aldo.” Jawab Nana datar.
“Iya, lo bener. Waktu itu gue gak terima lo jadian sama Aldo. Hati gue sakit. Waktu itu gue pengen banget rebut lo dari Aldo, tapi saat ngeliat raut bahagia di mata lo, gue jadi gak tega,” ucap Alvin pelan.
“Tapi sekarang Nana udah putus sama Aldo. Lo mau ngewujudin masa lalu lo itu?” Tanya Sisil pada kekasihnya itu.
“Nana juga udah ngakuin perasaannya yang juga sempat suka sama lo. Kali aja setelah kalian pada tahu, perasaan kalian bisa kembali lagi.” Lanjut Sisil. Alvin langsung menatap dalam mata Sisil. Ia melihat ada luka dan juga kesedihan di sana. Alvin menangkup wajah kekasihnya itu, menatap dalam mata indah itu.
“Dengerin gue! Lo denger sendirikan dari tadi, itu dulu. Nana suka gue dulu, begitupun juga dengan gue. Sekarang hati gue dan Nana udah punya seseorang yang lain. Hati Nana udah milik Aldo sejak tiga tahun lalu. Dan hati gue udah milik lo sejak delapan bulan yang lalu. Sekarang gue cuma sukanya sama lo, sayangnya sama lo, dan gue cintanya sama lo. Gak ada yang lain, apa lagi Nana. Dia sahabat gue sedari kecil, dan udah seperti adek gue sendiri. Perasaan yang dulu sempat gue rasain sama Nana, sekarang udah gak ada lagi,” ucap Alvin menyakinkan.
“Lo percaya kan sama gue?” Tanya Alvin. Sisil mengangguk. Air matanya menetes mendengar setiap kata yang diucapkan kekasihnya itu.
“Jadi maksudnya, lo nolak gue, Vin? Jahat banget lo.” Nana pura-pura terluka.
“NANA!” Geram Alvin. Nana tertawa geli.
“Lo gak perlu khawatir Sil, gue juga udah gak suka sama dia. Lo gak perlu takut gue bakal rebut dia. Dan lo gak perlu khawatir dia berpaling dari lo. Karna Kalau itu terjadi gue orang pertama yang akan tahu dan ngehajar dia, lo tenang aja,” ucap Nana meyakinkan sahabatnya itu.
“Kalau dia ngehianatin lo, lo tenang, masih ada gue yang siap menerima lo,” ucap Rizki yang langsung mendapat pelototan dari Alvin dan juga cubitan pedas dari Luna.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
suksses
semangat
mksh