NovelToon NovelToon
DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:875
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.

Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.

Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.

Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—

God Rank, ranah sang Dewa Perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Kelompok yang Aneh

Sinar matahari pagi menyelinap di antara celah-celah pilar menara asrama, membawa kehangatan baru yang perlahan mengusir sisa kabut malam di kompleks Elegrand Royal Academy. Setelah pengumuman hasil tes dasar dan sesi latihan tempur hari pertama selesai, pembagian jadwal kelas reguler pun mulai berjalan. Namun, ada satu pemandangan tidak biasa yang langsung menjadi pusat perhatian ribuan murid di koridor utama menuju gedung teori.

Empat orang berjalan bersama dalam satu barisan yang rapi. Di barisan paling depan, Elena Aurelius melangkah dengan jubah emas putihnya yang berkilau, memancarkan keceriaan seorang putri matahari yang menyapa beberapa pelayan dengan senyuman ramah. Di samping kirinya, Sylvia Frost berjalan dengan langkah pelan, sesekali merapikan buku catatan tebal di pelukannya sembari menundukkan kepala saat beberapa pasang mata menatap mereka.

Di barisan belakang, Gideon Valentine berjalan dengan kedua tangan yang dimasukkan santai ke dalam saku jubah abu-abunya, menunjukkan ekspresi tenang seolah tidak peduli dengan riuh rendah sekitar. Dan tepat di samping Gideon, Sander Duster melangkah dengan postur tegap, mengenakan pakaian kain kelabu sederhananya tanpa lambang kemewahan. Di atas bahu kiri Sander, Behemoth duduk dengan posisi melingkar, sepasang mata emasnya melirik malas ke arah kerumunan murid baru yang terus berbisik.

Kombinasi empat orang ini benar-benar tidak masuk akal di mata para murid bangsawan akademi. Seorang Putri Pertama kerajaan yang membawa darah suci takhta. Pewaris sah klan Valentine dari dataran barat yang terkenal dengan kecerdasan strateginya. Gadis berbakat dari klan Frost Utara yang menguasai sirkulasi elemen es murni. Dan di tengah-tengah mereka, berdiri anak Grand Duke yang dinilai gagal menggunakan Life Energy tradisional oleh batu penguji klan maupun akademi.

"Lihat itu, mereka benar-benar berjalan bersama lagi pagi ini," bisik seorang murid baru dari faksi bangsawan tengah saat kelompok Sander melintasi selasar jembatan batu.

"Bagaimana mungkin Yang Mulia Putri Elena dan Tuan Muda Gideon mau menghabiskan waktu bersama manusia tanpa energi seperti itu? Sungguh sebuah pemandangan yang merusak pemandangan," sahut murid lain dari klan ksatria selatan dengan nada suara yang merendahkan secara halus.

Bisikan-bisikan miring tersebut terus mengalir laksana riak air yang berisik di sepanjang koridor gedung teori. Perbedaan status ranah kekuatan yang begitu kontras di antara mereka membuat banyak murid merasa aneh dan tidak nyaman melihat kedekatan yang mulai terbangun sejak malam latihan di lapangan belakang.

Sander terus berjalan tanpa memedulikan tatapan ataupun ucapan orang-orang di sekitarnya, fokus batinnya tetap terkunci pada kerapatan energi hitam keperakan yang baru saja berdenyut di dalam pusaran tubuhnya semalaman. Namun, di dalam benaknya, komunikasi batin dari Behemoth kembali terdengar dengan suara dengkur yang penuh kejengkelan alami.

(Sander, manusia-manusia fana berkain sutra di sekitar kita ini benar-benar memiliki mulut yang sangat lancang. Mereka terus menatap kelompok aneh ini seolah-olah kita adalah binatang sirkus yang sedang melintas di tengah pasar. Jika kau memberi izin, aku bisa mengirimkan setitik saja getaran Predator Suppression untuk membuat lutut mereka semua gemetar di atas lantai marmer ini.)

Sander mengulurkan jari tangan kanannya, memberikan usapan lembut di bagian belakang telinga Behemoth melalui gerakan yang hampir tidak terlihat untuk menenangkan ego sang penguasa Hukum Devouring.

(Biarkan saja mereka bicara, Behemoth. Selama mereka tidak melangkah maju dan menghalangi jalur berjalan kita, mengabaikan mereka adalah pilihan terbaik untuk menghemat tenaga.)

Behemoth mendengus pelan di dalam kepala Sander, lalu kembali menutup sepasang mata emasnya dengan angkuh sembari menyandarkan kepalanya di atas lipatan cakar depannya.

Saat kelompok Sander tiba di depan pintu gerbang kayu ek besar yang menuju ke ruang kelas sejarah kerajaan, langkah kaki mereka mendadak terhenti. Dari arah berlawanan, sebuah kelompok murid bangsawan faksi selatan yang dipimpin oleh beberapa anak klan ksatria menengah tampak berdiri menghalangi jalan masuk. Mereka menatap kehadiran Sander dengan pandangan mata yang penuh dengan rasa tidak suka, persaingan, dan arogansi kelompok yang sangat kental.

Salah satu murid yang berdiri di barisan depan kelompok tersebut, seorang pemuda bertubuh tinggi dengan lencana klan ksatria perunggu di dadanya, melangkah maju satu langkah sembari bersedekap, menatap langsung ke arah wajah Sander dengan seulas senyuman sinis.

"Selamat pagi, Tuan Putri Elena, Tuan Muda Gideon," sapa pemuda bangsawan tersebut dengan sikap membungkuk yang sengaja dibuat berlebihan, sebelum tatapan matanya beralih menatap tajam ke arah lencana Frost Wolf di dada Sander. "Ruang kelas ini adalah tempat di mana para calon ksatria hebat kerajaan mempelajari takdir dan sejarah besar peradaban manusia. Seseorang yang bahkan tidak bisa memicu setetes energi Pawn Rank terendah di atas batu penguji sebaiknya tahu diri dan mencari tempat duduk di barisan paling belakang agar tidak mengotori wibawa faksi bangsawan lainnya."

Mendengar provokasi terang-terangan di depan pintu kelas tersebut, raut wajah Sylvia Frost seketika berubah menjadi kaku, dan sepasang mata birunya memancarkan kilatan hawa dingin yang samar. Elena Aurelius juga menghentikan senyumannya, wajah cantiknya beralih menjadi sangat tegas dengan sepasang mata biru langit yang memancarkan tekanan wibawa kerajaan yang membuat murid-murid di belakang pemuda itu mendadak merasa segan.

Namun, sebelum Elena ataupun Sylvia sempat mengeluarkan kata-kata pembelaan, Gideon Valentine sudah melangkah maju satu langkah, menempatkan tubuhnya di antara Sander dan pemuda bangsawan tersebut. Sebuah senyuman tipis yang sangat dingin namun sarat akan tekanan psikologis mengembang di wajah tampan pewaris Barat itu.

"Aku tidak tahu sejak kapan murid dari klan ksatria menengah memiliki otoritas untuk menentukan posisi duduk seorang putra dari klan Grand Duke Duster di dalam lingkungan akademi ini," ucap Gideon dengan nada suara yang sangat tenang, halus, namun memiliki ketajaman yang laksana sebilah belati perak. "Jika kau memiliki masalah dengan kelompok kami, menyampaikannya di depan pintu kelas sejarah seperti ini hanya akan menunjukkan betapa rendahnya tingkat etika pendidikan klan keluargamu di hadapan Yang Mulia Putri."

Mendengar teguran keras yang dibalut kesopanan dari Gideon, wajah pemuda bangsawan tersebut seketika memerah karena malu dan kemarahan yang tertahan. Ia melirik ke arah Elena yang menatapnya dengan pandangan dingin, lalu melihat ke arah Sander yang sejak tadi hanya berdiri diam dengan ekspresi wajah yang datar tanpa menunjukkan setitik pun rasa takut.

Menyadari bahwa faksi mereka tidak akan bisa menang secara posisi politik dan pengaruh jika memaksakan keributan di tempat itu, pemuda bangsawan tersebut akhirnya mendengus kencang, memberikan jalan dengan sikap kesal sembari melangkah masuk ke dalam ruang kelas diikuti oleh kelompoknya.

Gideon membalikkan badannya, menatap Sander sembari menepuk pundak tegap pemuda Duster itu dengan senyuman santainya yang biasa. "Jangan masukkan kata-kata mereka ke dalam hatimu, Sander. Orang-orang seperti itu hanya bisa menggonggong karena mereka takut dengan potensi tersembunyi yang tidak bisa mereka baca dari tubuh fisik murnimu."

Sander mengangguk pelan, memberikan tatapan percaya yang jujur kepada Gideon. "Aku tidak memikirkannya, Gideon. Terima kasih."

Keempat remaja itu pun akhirnya melangkah masuk ke dalam ruang kelas besar yang megah tersebut, mengambil posisi duduk berdampingan di salah satu barisan kursi kayu tengah yang kosong. Meskipun kemunculan faksi bangsawan yang mulai secara terbuka menunjukkan rasa tidak suka kepada Sander menjadi sinyal awal dari gesekan sosial yang lebih rumit, ikatan persahabatan di antara kelompok aneh ini justru terasa semakin kuat di hari pertama kelas reguler Elegrand Royal Academy dimulai.

1
Manusia Ikan 🫪
bagus bagus, aku kasih nawar untuk kamu/Chuckle//Rose/

folback aku yah ehehe
Argo Sujendro: termakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!