Zahra Maharani Setiawan adalah gadis berusia 17 tahun. Zahra gadis ceria nan periang,baik hati dan mudah bergaul dengan siapa saja. Zahra memiliki paras yang sangat cantik, berambut panjang hitam dan bergelombang. Zahra memiliki sahabat yang sangat baik bernama Anita dan Rania.
Kehidupan Zahra berubah ketika kedua orangtuanya meninggal akibat dari kecelakaan. Hinga Zahra di asuh oleh kakeknya Zaky,itu pun tidak berlangsung lama karena kakeknya meninggal karena sudah sakit-sakitan. Zahra pun tinggal bersama adik bundanya,Rara.Hingga datanglah Hendro utusan dari Bu Misya yang memintanya untuk ikut ke kota.
Alan 30 tahun, seorang pengusaha yang sangat sukses.Mempunyai banyak usaha dari properti dan kuliner di semua kota dan luar negeri.
Bagaimana kehidupan Zahra selanjutnya? Apakah Zahra akan menemukan kebahagiaannya setelah mengetahui perjodohannya dengan cucu Bu Misya??
Apakah kehidupan pernikahan Zahra dan Alan bahagia?? Sedangkan Alan masih punya seorang kekasih,Mira.
Warning 18++ !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memey.Augusty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. DISKUSI BERSAMA
Nenek Misya merasa lega ada Zahra yang bersedia stay menjaga Alan di apartemen. Yang di takutkan olehnya terjadi, cucunya menderita dan menyiksa dirinya sendiri.
FLASHBACK ON
Pak Hendro berkunjung ke rumah utama, lalu menceritakan semuanya. Nenek Misya tampak saat khawatir dengan kondisi Alan. Namun Pak Hendro menjelaskan juga kalau nona muda bersedia menjaganya.
" Nona muda ada di sana Nya .... jangan terlalu di risau kan, demi kesehatan Nyonya juga. Kalau non Za butuh sesuatu akan langsung hubungi saya. Nyonya tenang-tenang saja di rumah." kata Pak Hendro menghilangkan kerisauan Nyonya Besarnya.
" Za di sana pak ? lalu bajunya bagaimana ?" panik nenek Misya.
" Non Za juga minta beberapa baju biar di antar supir saja Nya ." pinta Pak Hendro
" Ya .... ya. Mirna siapkan baju Zahra yang akan di kirim. Biar supir yang antar kan nanti " pinta Bu Misya.
" Baik Nya " kata Bu Mirna berlalu ke kamar nona mudanya.
Pak Hendro pamit pulang karena lelah. Bu Mirna membawa nenek Misya untuk beristirahat setelah supir berangkat membawakan keperluan Zahra.
FLASHBACK OFF
Zahra masuk ke kamar lain setelah supir membawakan keperluannya. Zahra pun membersihkan diri lalu menunaikan ibadah shalat. Sebelum turun ke bawah untuk memasak, Zahra melihat kondisi Alan. Zahra hendak memasak untuk dirinya makan malam. Kalau untuk Alan, Zahra memutuskan memasak nanti saat Alan sudah sadar saja.
Selepas memasak serta membereskannya, Zahra bersantai di kamar. Karena lelah Zahra pun tertidur dengan tv masih menyala. Samar-samar Zahra mendengar suara Alan dari kamar sebelah. Zahra pun bangun dan masuk ke kamar itu.
" Sudah sadar ya .... minum dulu air di atas nakash itu " kata Zahra sambil melangkah masuk.
" Kamu ? kamu disini ? bagaimana kamu bisa masuk ?" tanya Alan beruntun begitu melihat Zahra sambil memegang kepalanya.
" Iya aku lah .... mau siapa yang ada disini? nenek ? atau Mira kekasihmu ? Aku masuk bersama Pak Hendro kalau tak percaya hubungi saja Pak Hendro ini sudah malam juga." kata Zahra ketus.
" Pusing kepalanya ? lapar gak ?" tanya Zahra lagi lebih lembut.
" Eemmm iya sedikit pusing, lapar banget malah " seringai Alan sambil memegang kepalanya.
" Ya sudah tunggu disini, ku buatkan makanan yang cocok buat hilangkan Hangover. " kata Zahra hendak keluar kamar.
" Tunggu Za .... Aku ikut keluar ya " kata Alan meminta.
" Huuufff menyusahkan saja " kata Zahra cemberut.
Zahra pun membantu Alan menuruni tangga menuju lantai bawah dengan memapahnya. Baru kali ini, Zahra begitu dekat dengan yang bukan muhrimnya. Tak ada cara lain daripada membiarkan Alan terjatuh nantinya karena efek alkoholnya belum hilang. Zahra mendudukkan Alan di kursi meja makan. Zahra membuka kulkas untuk mencari bahan masakan. Sebelumnya Zahra membuatkan wedang jahe untuk sedikit mengurangi efeknya.
" Minumlah ini dulu biar lebih enakkan, aku masakan makanan dulu " kata Zahra menghidangkan wedang itu.
" Iya makasih ya Za " kata Alan menerima wedang dan menyesapnya perlahan.
Zahra berkutat di dapur sendiri, memasak dalam diam. Sedangkan Alan memperhatikan dari belakang. Tak pernah ada seorang wanita pun yang pernah masuk ke apartemennya kecuali sang nenek. Bahkan Mira pun tak pernah masuk ke apartemennya karena Alan sendiri tak mau ada yang masuk kesini. Tapi hari ini, seorang gadis telah masuk dan memasak di dapurnya. Tak berapa lama, masakan Zahra pun selesai.
Zahra menatanya di meja makan, ada sup ayam, omelette telur dan pisang. Zahra mengambilkan nasi lalu memberikannya pada Alan.
" Kamu gak makan Za ?" tanya Alan
" Sudah tadi, makanlah " kata Zahra dan berlalu duduk di ruangan lain lalu menyalakan tv.
Alan dapat melihatnya dari ruang makan. Alan makan dengan perlahan karena rasa pusing itu masih ada. Setelah selesai Alan pun duduk di ruang yang sama dengan Zahra. Sedangkan Zahra beranjak untuk membereskan meja makan. Saat selesai Zahra membawakan air dengan irisan jeruk lemon didalamnya untuknya dan Alan.
" Minumlah ini agar lebih merasa segar " katanya sambil meletakkan gelas itu di depan Alan.
" Terimakasih ya Za .... dan aku minta maaf atas kata-kataku waktu itu " ucap Alan meminta sungguh-sungguh
" Ya gak usah di bahas lagi .... Oya kalau cari minuman beralkohol lagi semuanya sudah aku buang " kata Zahra santai sambil menikmati minumannya
" Apa ?? di buang ? semuanya ?" kata Alan terkejut saat tau minuman mahal-mahal nya di buang begitu saja oleh Zahra.
" Iya di buang SEMUANYA, kenapa ?" tekan Zahra pada kata semuanya.
" Daripada minum kayak gitu yang malah merusak badan mending baca Al-Qur'an dan shalat. Aku tidur dulu capek, selamat malam " kata Zahra berdiri dan masuk kamar.
Alan hanya pasrah karena semuanya telah di buang juga. Alan pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat karena masih sedikit pusing, setidaknya tidak seperti tadi. Tak lama keduanya telah masuk ke dunia mimpi masing-masing.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Keesokan harinya seperti sebelumnya, Zahra tengah memasak di dapur. Zahra tak mengetahui kedatangan Alan di belakangnya yang nampak segar setelah mandi keramas. Dengan outfit santai selama di rumah.
" Selamat pagi Za " sapa Alan
" Pagi juga .... tunggulah sebentar lagi selesai semua. " kata Zahra sambil meneruskan memasaknya.
Dua porsi nasi goreng beserta telur mata sapi dan sosis sudah terhidang di depan masing-masing. Keduanya makan dalam diam. Tak tau harus membuka obrolan dari mana. Zahra menyelesaikan makannya setelah beberapa waktu segera mencuci piringnya. Begitu pun dengan Alan, mencuci piringnya pula.
" Ini berkas penting titipan Pak Hendro waktu itu " Zahra menyerahkan berkas itu dan berlalu duduk di balkon melanjutkan bacaannya.
" Terimakasih sekali lagi Za ." katanya pada gadis itu sambil ikut duduk di kursi lain yang ada di balkon tersebut.
Alan mempelajari berkas itu sambil memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Lahan yang akan di bangun telah di bangun beberapa rumah penduduk. Konsekuensi membuat bangunan di lahan itu jelas ada karena itu ilegal.
" Za .... kamu kuliah di hukum kan ? bagaimana menurut mu dengan berkas ini ?" tanya Alan ingin tau pendapat Zahra.
Zahra meletakkan bukunya dan mempelajari berkas yang diberikan Alan. Zahra memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi.
" Ini jelas ilegal, ada beberapa oknum yang memanfaatkan lahan tersebut beberapa tahun yang lalu, jelas perusahaan dan warga yang menghuni akan sama-sama merasakan kerugian besar. Kalau membawanya ke jalur hukum jelas memakan banyak waktu dan uang. Kalau dengan paksaan pasti akan menimbulkan kerugian yang lain. Kalau dengan damai, perusahaan harus memikirkan lahan yg lain untuk warga " menurut pendapat Zahra.
JANGAN LUPA VOTE, LIKE & KOMENTARNYA YA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UPDATE CERITANYA.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Alan itu pintar tp bodoh...pintar nyelesaiin masalh kantornya tp bodoh dgn urusan rmh tgga nya....
ktnya Alan usianya sdh 30an tp kelakuannya kayak ABG labil...
bikin greget aj tuh sm sifatnya Alan....
pengen deh getok kepalanya pake ulekan sambel.....😡😡😡
maaf yaa Thor... 🙏
Bisa memaparkan pasal" nya secara detail...
hingga kita jg para pembaca bisa tau ttg pasal" dan hukum nya....makasih Thor....Aq syukak karyamu
lope U Thor....😍😍😍