leyria yg rela harus menerima sebuah perjodohan yg diatur oleh kedua orang tuanya. leyria selalu sabar menerima perlakuan suaminya yg tak lain Arkan, pria yg tidak pernah mencintainya. pernikahan yg diatur untuk mempererat hubungan persahabatan diantara dua keluarga dan mengabulkan permintaan ibu Arkan yg ingin segera memiliki cucu. Arkan yg dingin sedingin es balok, Akankah mencair oleh kelembutan hati istri cantiknya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
💞Jangan lupa berikan like dan vote yang banyak biar author rajin update 😚
"Oh my good.. aku terlambat. aku kedalam dulu ya.." ucap leyria melewati mereka berdua.
Aldo merasa senang karena leyria akhirnya kembali lagi bekerja. hingga dia bisa sering-sering bertemu dengan wanita pujaannya walaupun dia tau kalo leyria merupakan istri sahabatnya sendiri.
Leyria sengaja bersikap biasa ceria dengan tanpa menampakan kesedihannya, Dia ingin semua teman-teman yang menyayanginya itu tidak melihatnya dengan tatapan yang cemas.
"Pagi semua... " ucap leyria ketika sampai didapur.
"Hei pagi apanya!, lihat jam dong.. sekarang jam berapa! " ucap Zidan menegor leyria.
Seperti biasa Zidan suka mengatur teman-temannya sendiri.
"kalau kerja tuh harus on time.. orang sukses itu dilihat dari kinerjanya.. tepat waktu apa engga. kalau nanti kita mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari ini kan jadi sudah terbiasa!! kamu itu... " ucap Zidan terputus saat kedatangan yoga.
Lagi lagi Zidan bersikap seperti bos membuat yoga hanya menarik napas panjang dan membuangnya.
"leyria, tolong antarkan ini kemeja 28.. " ucap yoga memberi nampan berisi segelas jus dan satu piring nasi goreng. Yoga sengaja membantu leyria lari dari ceramah panjang yang diberikan oleh Zidan.
Leyria yang terbiasa dengan pertolongan yoga itu pun hanya menurut sambil menahan tawa. dia melangkah meninggalkan mereka dan memberi salam jempol pada yoga tanda terima kasih.
Hani yang melihat yoga hanya tersenyum malu, lelaki yang diam-diam ia taksir selalu saja menjadi superhero baginya dan leyria. Ada saja bantuan yang diberikan yoga ketika ia dan leyria itu mendapatkan kesusahan.
Apalagi dulu Hani pernah mengalami mogok pada motornya ditengah jalan, dan pada saat itu ia bertemu dengan yoga yang juga sedang mengendari motor maticnya. Dengan baik hati yoga malah menukarkan motornya itu untuk dipakai mereka berdua. dan yoga menuntun motor Hani sampai di bengkel terdekat.
"Aku sedang memberikan pengarahan padanya.. agar dia tidak seenaknya berangkat kerja jam segini! kau selalu saja mengerecoki ku! " ucap Zidan pada yoga
"sudahlah.. tampang kau seperti senior yang sedang menghukum junior sendiri.. liat tuh non Vina sudah datang.. " ucap yoga menunjuk kearah Vina yang kini tengah berdiri disamping kasir sambil memantau kafenya. Zidan tersenyum senang melihat wajah Vina yang menurutnya kian hari kian cantik.
Yoga memang tau kalo Zidan suka pada atasannya sendiri. Maka dia sengaja melakukan itu agar zidan melupakan hal yang tadi. memang yoga pintar sekali untuk mencairkan suasana.
Setelah mengantarkan makanan itu, leyria kembali ke dapur. Dilihatnya hani sedang tersenyum senang sambil mencuci piring dan gelas kotor.
"Sepertinya ada yang lagi bahagia ni... " sindir leyria sambil menyenggol bahu Hani, untung saja gelas yang sedang dipegang Hani itu tidak ikut jatuh ketika dia kaget akan kehadiran leyria.
"ahh.. apaan si kamu.. hampir saja aku memecahkan gelas mahal ini.. kalau iya, yang ada nanti gaji ku kena potong.. " ucap Hani
"maaf.. aku tidak bermaksud seperti itu.. hanya saja heran dengan mu yang tersenyum sendiri" ucap leyria menaruh nampan
"Daripada kamu.. mukamu itu dari tadu datang juga sudah kusut.. " ucap hani
"hah.. masa sih? " tanya leyria yang begitu saja percaya dengan ucapan Hani yang selalu serius itu. Ia takut mata sembabnya terlihat hingga menampilkan wajah kusut seperti yang dikatakan temannya.
"tapi boong.. " ucap Hani sambil cengengesan berhasil meledeki leyria.
"mukamu serius sekali... membuatku tak henti-hentinya tertawa" ucap Hani yang mana leyria juga ikut tertawa dengannya.
Disinilah leyria merasa terhibur akan adanya teman juga sahabatnya. dia selalu bisa menyalurkan apapun kemauannya tanpa ada rasa canggung.
*~~
Disisi lain, Arkan sore ini sudah berjanji pada Leni untuk menjemputnya pulang dari rumah sakit dan mengantarnya kembali ke apartemen Leni. Arkan melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Leni dirawat. Kemudian dia menemui dokter yang biasa merawat kekasihnya itu, untuk meyakinkan apakah Leni sudah diperbolehkan pulang atau belum. Setelah diyakini sembuh. Arkan mengurus semua administrasi pengobatan Leni serta menebus obatnya . Dia membuka pintu ruangnya leni. namun kekasihnya itu sedang menelpon seseorang dengan nada yang marah.
"Kenapa sih kalian masih saja mencampuri hidupku!! " ucap Leni dengan suara yang membentak.
Saat menyadari kehadiran Arkan Leni mematikan panggilan itu secara sepihak. Ia tidak ingin Arkan tau tentang keluarganya. Yang dari kalangan bawah. Kedua orang tuanya hanyalah petani di desanya. Dia tidak ingin Arkan tau tentang hal itu. Hingga dia menutupi semua identitas mengenai kedua orang tuanya sendiri.
"kamu menelpon siapa? " tanya Arkan
"Hmm itu hanya seseorang yang iseng... selalu saja mengganggu ku " ucap Leni beralasan.
"Sini biar aku yang bicara padanya untuk tidak mengganggu mu.. " ucap Arkan
"tidak usah sayang.. sudah aku blokir ko nomernya.. " ucap Leni
"oh ya sudah.."
"Ayo ku antar kau pulang ke apartemen.. administrasi dan semua pengobatan mu sudah aku tanggung" ucap Arkan sembari menuntun Leni yang sekarang sudah berpakaian rapi siap untuk pulang apartemennya.
Sesampainya di apartemen miliknya Leni menyuruh arkan untuk menekan pasword tanggal jadiannya dulu dengan arkan. Agar lelakinya itu mengira Leni selalu mengingat tanggal tersebut. Arkan yang lupa hal itu hanya menurut saja. karena memang sudah 3 tahun lamanya membuat arkan lupa dengan hal tentang tanggal jadian mereka.
Arkan berjalan sambil menuntun Leni disampingnya.
"Kau mau menginap disini? " tanya Leni
"tidak.. " ucap Arkan
"kenapa? apakah tidak merindukanku? " tanya Leni duduk disofa sambil memegang tangan Arkan yang sedang berdiri.
"kamu sedang sakit" ucap Arkan
"aku bisa melayaniku" ucap Leni menggoda
"Tidak.. aku tidak bisa.." ucap Arkan
"Kenapa? "
"Karena kita belum menikah dan statusku masih suami orang" ucap arkan
"dulu juga kita sering melakukannya sebelum menikah kenapa sekarang kamu malah mengindari ku? apa karena istrimu itu?" tanya Leni
"sebaiknya kamu beristirahat... aku akan pulang dulu. jaga dirimu baik-baik. Kalau ada apa-apa langsung saja hubungi aku" ucap arkan melangkah pergi sebelum leni membuat alasan lebih.
Setelah kepergian Arkan, Leni menjerit membanting barang-barang disekitarnya
"Ini pasti ulang istrinya!! hingga Arkan berani mengabaikan ku!! " ucap Leni marah
"awas saja leyria akanku balas kamu!!" ucap Leni.
*~~
Menjelang malam waktu telah menunjukkan pukul 9:00. leyria, Hani, zidan dan yoga sudah selesai membereskan kafe. mereka bergegas pulang lain halnya dengan atasan mereka yaitu Vina sudah pergi dijemput oleh kekasihnya hinggap membuat zidan kehilangan moodnya. Lalu zidan pulang lebih dulu dari ketiga temannya mengendari motornya dengan kencang.
Sedangkan Hani tidak membawa motor dia hanya berharap yoga mau memberikan tumpangan. Namun melihat leyria juga tidak membawa kendaraan membuatnya mengalah agar bisa pulang bersama saja dengan leyria.
Tapi untung saja ada aldo,dia seperti sedang menunggu seseorang dengan mobil mewahnya didepan sana.
"Hey.. leyria ayo pulang bersamaku. ini sudah larut malam pastinya akan susah mencari kendaraan. Dan aku juga tidak menerima penolakan" ucap aldo
"iya leyria lebih baik kamu pulang diantar sama ka aldo" ucap Hani meyakinkan temannya itu agar dia juga bisa pulang bersama dengan yoga.
"bagaimana denganmu? " tanya leyria
"Dia akan pulang bersamaku" ucap yoga menjawab pertanyaan leyria.
"Ayo.." ajak Aldo pada leyria
"Ya sudah aku duluan ya.. kalian berdua hati-hati" ucap leyria.
Sesampainya dirumah, leyria melihat dari luar garasi itu sudah ada mobil arkan. lampu-lampu rumah juga sudah dinyalakan itu berarti suaminya memang sudah pulang.
.
.
.
.
Bersambung. . .
💕💞💕💞💕💞
Ikutin terus ya novel ku. maaf kalo masih banyak typo bertebaran dimana - mana 🙏. maklumin aja ya karena author tergolong anak baru 😆 tapi tenang aja pelan - pelan author akan menulis rapi😅 dengan kosa kata yang baik juga. jangan lupa like jempolnya 👍😃
mampir ya author
lahh ini cerita nya nge gantung
gimaana cerita tamat nya