NovelToon NovelToon
Real Dreams

Real Dreams

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:82.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Banda Wijaya

Seorang penulis novel bernama Bagas sedang bertemu dengan titik jenuh nya. Kehidupan nyata terasa sangat membosankan bagi nya, sehingga hanya dunia imajinasi lah yang bisa membuat nya bahagia. Hingga suatu ketika, ia mendapatkan sebuah masalah yang membuat nya sulit untuk kembali ke dunia imajinasi. Novel pun terpaksa berhenti di tengah jalan. Hingga pada suatu hari, sebelum tidur ia berdoa pada tuhan.

"Semoga mimpi malam ini, lebih indah dari kehidupan nyata" kata Bagas.

Semenjak saat itu, ia masuk kesebuah dunia yang asing bagi nya. Setiap ia tertidur di dunia nyata, ia terbangun di dunia tersebut, begitu juga sebaliknya. Hingga semua itu menjadi mimpi yang nyata bagi nya.

Apakah yang ia temukan di dunia itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Banda Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adilaga

Kabar kematian panglima kerajaan pun sampai ke telinga raja Jantaka. Raja yang sedang duduk di singgasana nya pun murka mendengar kabar tersebut.

"APAAA?!!!"

"Panglima mati?!" Raut wajah pun terlihat sangat marah, "Bodoh!! mengurus pemuda desa saja tidak becus!" kata Raja ketus.

Raja pun menghampiri prajurit tersebut, kemudian bertanya.

"Katakan, siapa yang melakukan nya?" Menatap nya dengan tajam.

"Pendekar desa paduka" jawab prajurit.

"Pendekar desa?" Raja kembali duduk di singgasana nya, "Ceritakan, bagaimana mereka bisa mati melawan pendekar desa?"

"Pendekar itu memiliki pusaka yang sakti, mereka juga sangat lincah dan pandai beladiri, sehingga prajurit dan bahkan panglima pun kesulitan untuk melawan nya," jelas prajurit tersebut.

"Lalu, kenapa kau bisa selamat?"

"Eee, anu. Sa—saya."

"Kau kabur dari peperangan?" Raja menatap nya dengan tajam, prajurit itu menunduk.

"Prajurit!!! Bawa dia ke kandang harimau!" Perintah raja.

"Aa—ampun paduka, ampun ...." Ia di giring ke keluar ruangan.

Prajurit itu pun di bawa ke kandang harimau, kemudian harimau yang sangat lapar itu langsung memangsanya.

Raja pun mulai resah, tak lama kemudian Adilaga datang sambil mengaduk kopi hitam nya.

"Kenapa kau?" tanya Adilaga.

"Daka mati di tangan pendekar desa. Aku yakin, mereka bukan pendekar desa biasa."

"Ya kau urus lah," perintah Adilaga. Raja berdiam diri, "Kenapa? Prajurit bodoh mu itu tidak mampu melawan pendekar?"

"Kita harus cari tahu dulu, siapa mereka sebenarnya."

"Aku sudah tau," sahut Adilaga.

"Siapa?"

"Mereka ingin kembali mengambilkan kejayaan nya, yang dulu pernah ku rampas," kata Adilaga sambil menaruh kopi nya di meja.

"Keturunan para ksatria?"

"Iya ... kau harus cepat mengurus nya!"

"Baiklah, aku sendiri yang akan mengurus mereka."

"Hey!!" Adilaga menghampiri raja.

"Kau tidak perlu mengotori tangan mu itu, sangat bodoh jika seorang raja memutuskan untuk langsung turun tangan. Kau carikan saja pendekar tandingan untuk melawan mereka. Lalu bawa padaku."

"Ku pikir kau lebih cocok berada di posisi ku, kenapa tidak kau saja yang memimpin?" tanya raja.

"Aku? menjadi raja?" Adilaga tertawa, "Kerajaan ini bisa kembali tercipta karena ku, aku yang memberikan wewenang pada keluarga mu, seharusnya kau tau siapa penguasa yang sebenarnya," lanjut Adilaga.

"Jadi kau hanya memanfaatkan keluarga kami, agar kau bisa bersantai tanpa harus memikirkan kerajaan ini."

"Ingat ... Raja tidak perlu mengotori tangan nya sendiri untuk mendapatkan suatu,"

"Justru aku mengajari mu untuk menjadi seorang raja yang sesungguhnya, kau adalah raja. Aku adalah penguasa, aku yang mengendalikan semua nya, tapi aku bukan anggota kerajaan," lanjut Adilaga.

"Baiklah, kau memang penguasa sesungguhnya. Mungkin tanpa jasa mu, tidak ada kerajaan Jantaka," puji raja.

"Ya, ya. Tidak usah berlebihan. Musnahkan para pemberontak secepatnya. Sebelum mereka semakin kuat," perintah Adilaga sambil berjalan keluar ruangan.

"Siap."

Raja melihat Adilaga berjalan meninggalkan ruangan nya. Ia pun dalam hati berkata.

"Kita lihat saja, siapa yang akan jadi penguasa sebenarnya."

***

Di sisi lain, Bagas dan Alvin sudah sampai di Jakarta. Mereka beristirahat di rumah Alvin. Anak buah Doni pun berada di dalam mobil Alvin dengan kondisi terikat. Bagas dan Alvin makan bersama di ruang tengah.

"Rumah lo makin gede aja." Bagas melihat sekeliling.

"Gak tau tuh bokap gue, rumah aja di gedein. Anak sendiri lupa di urusin."

"Halah, lagian lo udah gede kali. Tapi gue gak setuju sih kalo lo ngerasa gak di urusin," kata Bagas.

"Gak setuju kenapa?"

"Ya coba lo liat ini semua. Uang banyak, mobil tinggal pilih, mau makan tinggal panggil, kamar nyaman, kasur empuk, pokoknya banyak lah. Kurang apa lagi?"

"Ya beda lah Gas, semua kenyamanan ini gak guna!" Alvin berdiam diri sejenak, "Gak guna Gas, karena sampai kapanpun ... Gue gak akan pernah ngerasain kasih sayang orang tua secara langsung." Alvin terlihat sedih, Bagas pun berkata.

"Maafin gue ya ...."

"It's okayy, Sans aja."

"Tenang, kan ada gue. Dari kecil juga cuma lo temen gue" kata Bagas mencoba menenangkan Alvin.

"Parah lo," kata Alvin sedikit tertawa.

"Kenapa?" tanya Bagas.

"Inget ya ... Lo, Ki Sanjaya, Jaka, Brata, Dharma, Anna dan Tiara. Semua nya keluarga bagi gue."

"Iya ya, semenjak kita masuk ke dunia itu. Kita jadi punya keluarga baru."

"Iya, serasa mimpi gue." Alvin menghabiskan makan nya.

Bagas pun minum, kemudian berkata.

"Bukan nya emang dunia mimpi ya," kata Bagas sambil tertawa.

"Hehe, tapi kan mereka sebenarnya nyata. Cuma kita aja yang masuk ke sana harus tidur dulu."

"Eh, iya juga ya. Berarti Tiara raga aslinya di dunia itu sekarang," kata Bagas.

"Itu anak buah nya Doni mau di apain?"

"Kita masih butuh dia," kata Bagas.

"Buat apa?" tanya Alvin.

"Kita gali informasi sebanyak-banyak nya tentang siluman dari nya," jelas Bagas.

"Emang nya dia siluman?"

"Gak tau juga sih, tanya aja nanti."

"Hmmm ... Bagas, Bagas." Alvin minum, "Yaudah gue suruh masuk aja kali ya," lanjut Alvin.

"Eh, jangan."

"Lah kenapa?"

"Nanti aja di villa," jawab Bagas.

"Ke villa ngapain?" tanya Alvin.

"Ngambil mobil lo lah, kata nya mahal," jawab Bagas.

"Oh iyaa ... gue lupa."

Karena perut sudah kenyang, Bagas dan Alvin beranjak menuju villa. Sesampainya di sana, mereka langsung mengintrogasi anak buah Doni.

"Siapa nama lo?" tanya Alvin.

"Junet bang," jawab junet.

"Lo manusia apa siluman?"

"Siluman?" Junet kebingungan.

"Berarti manusia," kata Alvin menyimpulkan.

"Lo kenapa bingung?" tanya Bagas.

"Saya baru jadi bawahan nya bos Doni," jawab junet.

"Oalah, anak baru ternyata,"

"Jadi ... Lo gak tau informasi apapun tentang Doni dan komplotannya," kata Bagas.

"Iya," jawab junet.

Mereka diam, suasana senyap.

DORRR!!!!!!!

Alvin menembak tepat di kepalanya. Bagas pun terkejut melihat nya.

"Lo kenapa?" tanya Bagas.

"Lah kenapa?" Alvin bertanya balik.

"Itu lo bunuh."

"Lah? Bukan nya ... biasa nya begitu yaa."

"Biasa nya?"

"Iya, biasa nya kalo tawanan udah gak guna kan di bunuh."

"Itu kesimpulan dari mana?"

"Dari film, hehe."

"Aduhh ... Alvin, Alvin. Ada-ada aja lo. Kasian ... mana masih muda," kata Bagas.

"Terus gimana nih?"

"Yaudah tinggalin aja, kita cari tempat aman lain nya untuk balik kedunia mimpi."

Mereka berjalan keluar villa.

"Eh Gas, sorry nih. Jadi gak enak gue. Maklum lah, kan di dunia itu gue udah bunuh banyak orang," kata Alvin menyesal.

"Bunuh yang nyerang lo aja Vin, dia kan manusia bukan siluman kayak Doni," kata Bagas.

"Eh tapi dia ikutan nembakin kita, dari awal juga muka nya udah ngeselin."

"Hadehh ... Alvin, Alvin. Ksatria itu, tidak membunuh orang yang sudah mau bertobat."

"Emang dia mau tobat?" tanya Alvin.

"Eh, gak tau juga sih. Yaudah ayo pulang," ajak Bagas.

***

Adilaga sedang melakukan semedi di ruangan khusus nya. Di sana terdapat banyak, batu mustika dan pusaka sakti. Adilaga yang sedang bersemedi pun tiba-tiba membuka matanya. Ia pun berkata.

"Bagas ...."

***

1
Reaz
semangat .../Ok//Good/

jangan lupa mampir.../Coffee//Coffee/
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk kenovelku.Judulnya "Ray stardust."

Kutunggu kedatanganmu.

Terima kasih
Loli bunting
lh kok nggantung....
El Olivia
semangatt up thorr
El Olivia
salam semangatt Kakak
World_Simulator🍁
Aku sarankan, untuk memakai tanda spasi untuk dialog percakapan.

Agak bingung ngembacanya karena terlalu rapat.

...dan next up date 👍👍👍
Darah Biru (Bangsawan)
Hidangan beralas daun pisang memang mantap 👍🏻
btw, Ki Candra kok bingung 😅 sebelumnya tanya dulu Ki.. di pimpin siapa ✌️
ayam bakarnya satu ya Thor 😂😂✌️✌️
Bara! kenapa kamu jadi anak durhaka 😳 gara-gara pusaka sampe nusuk jantung Ki Candra😳
astaghfirullah 😥 cerita si Alvin ternyata 😭
next like mantap👍🏻 sambungan jejak Penduduk bunian..
saling mendukung thor
sarie
Hadir lagi kak,like buat kakak♥️♥️👍👍,salam hangat dari kusentuh cinta dalam diam dan Alzheimer
Je si bod👀
Fighting
Jeon Ji-Yeong
yuhu sesuai permintaa aku mampir ni udah aku like juga
Ace Blue Charlotte
Hadir.....

Mampir dicerita ku kak "Bunga Magnolia"
Ucy (ig. ucynovel)
Mana kelanjutannya thor...

Semangat 💪💪up lagi thor

Aku mendukungmu 👍👍
Marya Juliani Jawak
Lanjut Thor... Soalnya nanggung ni...

Lagi seru"nya.
Marya Juliani Jawak
Kejam....
Marya Juliani Jawak
Ayo Bagas... Smangat....
Marya Juliani Jawak
Jangan" ula siapa yg Ratu jahat tu. Lupa aq namanya....

Tapi asli Thor, kata"nya keren habis....
Dhina ♑
hah, Doni siluman buaya??
Marya Juliani Jawak
Aku yg degdegan Thor...
Siti sa'adah😊
33 bomlike mendarat untuk mu thor

terus ikuti karya aku ya thor

makasih😊
Siti sa'adah😊
like😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!