Kisah dua sahabat yang dipertemukan kembali setelah sama-sama berpisah dari pasangan mereka masing-masing.
Gadis Ayudia Zahira tak pernah menyangka, pertemuan itu justru membawanya pada sebuah permintaan yang mengubah hidupnya. Demi memenuhi harapan terakhir ibu dari sahabatnya, Gadis terpaksa menerima pernikahan yang tak pernah ia rencanakan sebelumnya.
Dipertemukan kembali di usia yang tak lagi muda, dengan luka dan kecewa yang masih tersisa, mampukah mereka menumbuhkan benih-benih cinta di antara hubungan yang awalnya hanya sebatas sahabat?
Atau, mereka justru akan kembali berpisah seperti sebelumnya?
Yuk, ikuti kisah mereka!
Jangan lupa like dan komentar setelah membaca. Terima kasih 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERSENTUH
Ketika bintang masih berkelap-kelip di langit, pagi hari mulai menghampiri dengan sinarnya yang lembut, membawa harapan dan kebahagiaan bagi semua makhluk yang menghuni bumi. Gadis membuka matanya terlebih dahulu, ketika ia menggeliat, ia menyadari posisi tidur nya masih seperti semalam, begitu nyaman di dekapan sang suami.
Kemudian ia duduk dan merenggangkan otot-otot nya. Dua hari ini ia merasakan badan nya begitu fresh selepas bangun tidur, mungkin karena ia mendapatkan waktu tidur yang cukup.
"Kayaknya aku dapat obat yang mujarab nih hehehe," ucapnya dalam hati sambil memandangi suaminya yang masih terlelap.
Kemudian ia beranjak ke kamar mandi. Ia tidak seperti wanita pada umumnya yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mandi. Ia lebih memilih menyelesaikannya dengan cepat, sehingga hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit.
Selesai mandi Gadis mengenakan mukena nya dan membangunkan sang suami.
"Lan... Bangun"
"Lan ..."
"SiAlaaaan......." Gadis sedikit mengeraskan suaranya.
"Tumben banget sih dia susah di bangunin,"gumamnya heran.
Tiga kali gagal membangunkan suaminya, Gadis pun berinisiatif membasahi telapak tangan dan mencipratkan beberapa kali ke wajah Alan.
Dan berhasil.....
"Enghhhh..." Alan melenguh pelan sambil menggeliat.
"Bangunn, sebentar lagi adzan."Ucap Gadis, memberitahu.
"Iyaa...iyaa nih bangunn,"Ujarnya sambil menyibak selimut.
**
Keluar dari kamar mandi, Alan sedikit heran karena sang istri masih mengenakan mukena nya, ia pun bertanya, "Emang belum adzan?"
Gadis lantas mengangguk, "Udah kok,"
"Trus kenapa belum sholat?"
"Nungguin imam nya,"sahut Gadis dengan santai, namun bisa membuat suaminya terpaku sejenak.
DEG
"tumbennn" gumam Alan dalam hati.
Tanpa bertanya lagi, akhirnya mereka sholat berjamaah. Setelah mengucapkan salam, Gadis menepuk pundak suaminya.
Alan pun menoleh ke belakang, sontak tangan nya buru-buru diraih oleh sang istri, Gadis menempelkan punggung tangan Alan ke dahi lalu mengecup nya.
Alan tertegun sejenak dengan apa yang di lakukan oleh istrinya, tak lama ia kembali dikejutkan dengan tingkah Gadis yang menunjuk dahi nya sendiri beberapa kali.
Karena Alan tidak peka oleh kode yang Gadis berikan, akhirnya Gadis pun menempelkan dahinya sendiri ke bibir Alan.
Alan menjadi cengo beberapa detik, setelah sadar ia berbalik sambil cengar-cengir dengan tetap berdzikir.
Ketika memanjatkan doa pun ia sambil senyam-senyum karena terlalu senang. Kali ini Gadis benar-benar mewujudkan impian Alan, selama ini ia ingin sekali menjadi imam untuk istrinya.
Di tambah dengan perlakuan Gadis yang mencium tangan nya selesai sholat, hati Alan jadi tersentuh. Hatinya seperti di terpa ribuan kupu-kupu, hahaha.
Selesai melipat sarung dan sajadah, Alan kembali dikejutkan dengan penampilan istrinya.
Gadis yang tau tatapan mata suaminya pun segera menjelaskan, "Hehe, Maaf aku pinjem kemeja kamu soalnya kemarin lupa beli baju ganti,"ucapnya, diakhiri dengan cengiran.
"Kenapa nggak pakek mukena aja,"sahut Alan memalingkan muka.
"ish, namanya juga orang lupa. Kamu juga nggak mau ngingetin kemaren untuk beli."
Alan keluar dari kamar, ia menyandarkan tubuhnya setelah menutup pintu, diusapnya dada nya beberapa kali untuk menetralisir rasa gugupnya.
Ia takut khilaf jika terus berada di kamar, pasal nya Gadis sangat terlihat sexy saat ini.
Kemeja miliknya terlihat sangat cocok di tubuh mungil istrinya, model nya jadi oversize dengan panjang sebatas paha atas Gadis.
Alan memutuskan untuk membaca koran saja di ruang tengah, namun tanpa di duga Gadis malah menyusul nya.
Ada hal yang ingin Gadis katakan kepada Alan, namun sebelum itu ia membuat teh dan secangkir kopi untuk Alan.
Ia meletakkannya di meja, "Kopinya lan."
"Iya...makasih," ucapnya tanpa melihat ke arah Gadis.
"Buseett kenapa dia malah kesini sih?" ucapnya resah di dalam hati.
Niat hati ingin menghindari, namun sang istri malah menyusulnya. Dan di saat Alan sedang di puncak kegugupan, Gadis malah berpindah dari tempat duduknya tadi beralih mepet ke samping Alan.
Gadis menyilangkan satu kaki nya dan menatap Alan yang sedang terlihat serius membaca.
"Lan.. Nanti jadi kan nganterin aku?"Tanya nya.
"Kemana?" Ia berusaha bersuara setenang mungkin.
"Kerumah klien aku lan, kan aku sudah bilang tadi malam."
Alan masih belum memberikan jawaban.
"Kalau kamu nggak bisa ya gapapa, yang penting izinin aku pergi, ya ya ya."Gadis memohon.
"Baiklah, biar nanti ku antar."Sahut Alan kemudian.
"Asyiikkk,"Gadis pun tersenyum.
"Seneng banget sih?"Tanya nya heran.
"Yaiyalah, kamu bayangin aja ya, aku harus buat tiga gaun dengan waktu kurang lebih tiga bulan. Karena ini pertama kali aku harus berusaha semaksimal mungkin, supaya tidak mengecewakan klien. Iya, nggak?"Gadis sangat excited.
Alan memutar bola matanya mendengar ocehan sang istri, "Iya-iya, bawel." Mereka sedikit demi sedikit kembali ke setelan seperti saat mereka menjadi sahabat dulu.
...****************...
semoga berkah 😭