KAILA SAFIRA seorang gadis cerdas berusia 22 tahun, yang tewas usai tertabrak mobil saat akan membeli martabak selepas menghadiri rapat perusahaan milik mendiang orang tuanya.
Bukannya menuju alam barzah, Kaila justru masuk ke dalam tubuh KANAYA ADELINE. Seorang figuran yang hanya satu kali di sebutkan dalam novel yang berjudul 'MY DESTINY' tokoh dengan kehidupan yang tak diketahui bahkan oleh penulis itu sendiri.
Penasaran dengan kelanjutan kisahnya?
Mari kita ikuti ceritanya di bawah ini......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skyalexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
'Naomi, lo memang bener-bener seorang Antagonis. Lo udah ganggu kehidupan damai gue disini, jadi tunggu aja pembalasan gue' gumam Kanaya dengan mata tertutup dan jiwa yang melayang menuju alam mimpi.
Sekitar jam 15.30 terlihat di sebuah kamar, seorang gadis tengah terduduk di depan meja dengan komputernya.
Gadis tersebut ialah Kanaya, ia sedang menyelidiki tentang kasus Juwita saat ini. Awalnya ia masih tertidur dengan nyenyak, tapi entah kenapa dirinya bermimpi jika akan mendapatkan petunjuk, jadi ia memutuskan untuk bangun dan mulai mencari bukti.
Dan setelah lama mencari, Kanaya pun berhasil mendapatkan banyak bukti. Bukti-bukti tersebut bukan hanya berisi tentang kasus Juwita saja, melainkan juga kasus criminal lainnya.
"Gila, ternyata dia..." gumamnya tak menyangka siapa pelaku kejahatan tersebut.
"Tapi baguslah, satu per satu gue buang si penganggu" ujarnya menyeringai memikirkan rencana selanjutnya.
*****
Jam sudah menunjukan pukul 06.40, kini Kanaya tengah bersiap dengan seragam barunya. Ia hanya memakai make up tipis dengan rambut ponytail, membuatnya terlihat sangat cantik.
'Perfect' gumamnya setelah memakai tas nya dan berjalan menuju lift.
"Pagi Dad" sapa Kanaya seraya duduk di kursinya.
"Pagi sayang" balas Antonio menatap lembut putrinya.
"Oh iya, semalam Saga ngambil motornya."
"Loh, kok Naya gak tau?"
"Kamu tidur sayang. Daddy juga gak tega bangunin kamu, jadi diam-diam Daddy minta mbak Ika buat ambil kuncinya"
"Ohh yaudah deh, tadinya Naya mau berangkat pake motor Saga buat sekalian balikin. Tapi taunya udah diambil aja" ujarnya dengan lesu.
"Udah jangan cemberut, Besok Daddy beliin kamu satu. sekarang sarapan dulu" ujarnya dengan santai membuat Kanaya tersenyum senang.
"Beneran Dad?" tanyanya memastikan.
"Bener sayang" jawab Antonio lembut.
"Aaaa makasih, sayang Daddy banyak-banyak" ujarnya dengan sumringah.
"Nona mau di ambilkan apa" tanya Bik Nani si kepala Maid.
"Biar Naya saja Bik" ujar Kanaya mulai mengambil segala lauk pauknya dan mulai menyantap sarapan paginya.
"Naya udah selesai Dad, Naya berangkat dulu ya" Pamit Kanaya mencium pipi Daddy nya.
"Hati-hati sayang".
****
Saat di pertengahan jalan, Kanaya meminta supirnya untuk menambah kecepatan mobil karena gerbang sekolah sebentar lagi akan di tutup.
Namun saat akan sampai di sekolah, tiba tiba saja mobilnya mengalami masalah yang membuatnya terpaksa berhenti.
"Maaf Non, sepertinya ada kebocoran di mesinnya" ujar Mang Atang setelah mengecek mesin mobilnya.
"Bukannya Mamang bisa benerin mesin mobil ya? Jadi aman dong?" tanyanya masih terlihat tenang.
"Emm..Maaf Non, tapi Mamang lupa gak bawa alat-alat mesin mobilnya" ujar Mang Atang tak bisa berbuat banyak. Kanaya yang mendengarnya pun langsung terdiam lesu.
Namun tak berselang lama, ada sebuah motor yang berhenti tepat di samping mobilnya. Dan motor tersebut ternyata milik Verel, dia juga terlambat karna suatu urusan.
"Loh Verel, anj*r kebeneran lo disini, tunggu gue nebeng lo" serunya belari menuju mobilnya, ia mengambil helm full face miliknya yang berada di bagasi mobil.
"Kenapa lo masih disini? mobil lo mogok?" tanya Verel penasaran.
"Ck, udah gak usah banyak tanya" Serunya cepat seraya menaiki motor Verel.
"Mang, Naya berangkat bareng temen Naya ya" serunya di atas motor Verel.
"Baik non. Hati-hati dijalan"
Namun sebelum pergi, Kanaya meminta mang Atang untuk menelpon bengkel terdekat guna mengambil mobil dan memperbaikinya.
Tanpa banyak tanya lagi, Verel segera melajukan motornya memasuki gerbang AHS yang mana sudah terdapat banyak murid termasuk David dkk.
Brumm
Bruumm
Cittttt
'Wak itukan Ketos'
'Aaaaa, gue iri,..siapa cewek beruntung itu woyyy?'
'Verel keren banget sumpah '
'Siapa yang di bonceng ketua osis guys?'
Setelah sampai, Kanaya langsung turun dari motor Verel. Ia segera membuka helm full face nya, dan terlihatlah wajah cantiknya yang memikat semua mata yang memandangnya.
Mereka yang melihat Verel membonceng Kanaya dibuat terkejut. Karena setelah kejadian di parkiran kemarin baik Verel maupun Kanaya sudah menjadi pembicaraan hangat seluruh murid AHS. Dan setelah melihat kejadian itu, kini mereka yakin jika keduanya mempunyai hubungan spesial.
Kanaya yang mendengar celotehan para murid AHS sama sekali tidak menghiraukan nya, ia terus berjalan meninggalkan parkiran menuju kelasnya setelah mengucapkan terima kasih pada Verel.
Sedangkan disisi lain, David dkk segera menghampiri Kanaya yang terus berjalan dengan Verel di belakangnya.
"Nay, lo punya hubungan apa njir sama Ketos?" tanya Abi yang juga berada disana.
"ketemu di jalan" jawabnya dengan tak sengaja menatap wajah David yang menatapnya intens, dan setelah mengatakan itu Kanaya pergi berlalu meninggalkan mereka karena bel telah berbunyi.
****
Ketika Kanaya berjalan melewati koridor, ia selalu saja mendengar bisik- bisik para siswa-siswi yang membicarakan rumor tentangnya.
Setelah sampai kelas, Kanaya berjalan menuju tempat duduknya.
"Nay,..siniiii" seru Cici dengan melambaikan tangannya.
"Kenapa?"
"Lo tau gak? sekarang ini lo lagi viral"
"Viral? Kenapa?"
"kok lo lesu gitu sih, semangat dikit lah"
"Hm Kenapa?"
"Ihhh.. lo tau? ini tuh persoalan lo sama Ketos. Mereka lagi pada ngomongin soal perselingkuhan itu"
"Hah! ngaco aja lo, siapa coba yang nyebarin berita hoax,..lo kan tau sendiri, gue udah punya pacar. Lagian kalo gue mau selingkuh bukan sama Verel juga kali" jelasnya dengan sedikit mengeraskan suaranya agar mereka yang diam-diam menguping juga mendengarnya.
"Iya juga yah, David sama Saga aja lo tolak. Terus siapa sih yang nyebarin berita gitu" balas Cici sembari berpikir bodoh.
Saat mereka sedang asik berbincang-bincang, datanglah Naomi dkk menghampiri bangku Kanaya dengan gaya bossy nya.
"Cewek sasimo gak punya malu nih!" seru Naomi sengaja mengencangkan suaranya.
"Gue kan udah pernah bilang guys, dia ini seorang jal*ng" tambah Sindy seraya menunjuk ke arah Kanaya.
"Gak punya malu lo. Semuanya di embat, emang dasar cewek murahan" ucap Sandra yang juga bagian dari geng Naomi.
Kanaya yang mendengarnya tidak peduli dan hanya menunjukkan wajah datarnya. Naomi yang melihat ketidakpedulian Kanaya dibuat kesal, saat dia akan mengatakan sesuatu, ucapannya terhenti saat kedatangan pak Rafa yang sudah berdiri di depan pintu kelas untuk mengawali pembelajaran pagi ini.
Setelah dua jam mengajar, bel istirahat pun berbunyi, semua murid berbondong-bondong ke kantin untuk mengisi perut yang keroncongan.
Cici pun berdiri dari kursinya, ia melihat Kanaya masih tenang duduk dengan menyandarkan kepalanya di atas meja tanpa menghiraukan sekelilingnya.
"Nay yok kantin, laper nih" ajaknya sembari menarik-narik kecil tangan Kanaya.
"Ahhh males ah gue, udah sana lo duluan aja" balasnya dengan mata yang masih terpejam.
"Iihhh kenapa sih"
"Gue lagi viral, gue lagi gak mood main drama" balasnya seraya menegakan tubuhnya pada sandaran kursi.
"Emang lo gak laper?" tanya Cici sekali lagi.
"Nanti gue makan. Lo tenang aja oke, udah sana keburu bel bunyi lagi." usir Kanaya dengan mengibaskan tanganya.
"Yaudah deh gue duluan ya, bye-bye" ucapnya lesu seraya berjalan pergi meninggalkan Kanaya.
Setelah Cici pergi meninggalkannya, Kanaya bangkit dari bangkunya dan berjalan menuju rooftop. Setelah sampai, ia langsung menyenderkan tubuhnya di sofa panjang yang tersedia di sana.
Tadinya Kanaya berniat memejamkan matanya dan mungkin akan beristirahat sebentar, tapi mendengar suara seseorang terpaksa membuatnya membuka mata.
"Kenapa orang gila itu?" tanya pria tersebut yang tak lain adalah David, ia menatap Kanaya dengan tatapan datarnya.
"Kenapa apanya sih? Siapa yang lo maksud? Lo tau kan gue bukan dukun yang bisa nebak isi hati lo. jadi tolong kalo ngomong yang jelas" ujarnya bingung dengan ucapan David
"Lo ada hubungan apa sama Verel?"
"Ahhh..jadi lo juga percaya sama rumor hoax itu"
"Gue Bukannya percaya, tapi gue penasaran. Jadi sekarang kasih tau gue! Ada hubungan apa lo sama Verel?" paksanya tanpa bantahan.
"Sebenarnya gak penting juga sih gue jelasin sama lo, tapi asal lo tau aja ya. Verel itu cuman temen gue, gak lebih. Dan lo tenang aja, Hati gue cuman buat om lo aja kok" jelasnya seraya mengedipkan sebelah matanya.
Setelah mengatakan itu, Kanaya pergi keluar rooftop meninggalkan David yang dipenuhi amarah.
****
Di sisi lain, Cici sekarang sudah tiba di kantin dengan wajah cemberut karna Kanaya tidak bersamanya.
Setelah mengambil makanannya, ia berjaan ke arah kursi yang masih tersisa, dan kursi itu berada di meja inti Dragon.
Sebenarnya Cici ragu untuk mendekat, karena pasti ada banyak pasang mata yang akan menatapnya sinis jika ia satu meja bersama mereka. Namun kembali lagi, karena hanya kursi itu yang tersisa, maka mau tidak mau ia harus mendekat.
"Hy, boleh gue duduk disini?" sapanya seraya meminta izin.
"Duduk aja kali" jawab Indra yang memang mengetahui jika Cici adalah tunangan dari sahabatnya.
"Tumben kamu sendiri, Kanaya mana?" tanya Devan melihat tunangannya berjalan seorang diri.
"Males katanya, dia bilang 'gue lagi viral, gak mood main drama' jadi ya udah dia nyuruh aku sendiri aja." jelasnya dengan memasukan bakso ke dalam mulutnya.
"Ehh tapi dimana ketua kalian?" tanya Cici setelah melihat sekeliling bangkunya tidak melihat Saga.
"Entah, tadi Saga bilangnya ada urusan" jawab Jesen sembari mengangkat kedua bahunya.
nyesel bacanya