Delisha adalah seorang Gadis yang ingin membahagiakan ibu dan adiknya, namun perjuangan Delisha tak mudah karna kakak iparnya selalu mencari cara untuk memanfaatkan sang ibu untuk kesenangannya sendiri, sedangkan kakak laki lakinya sangat bucin pada sang istri,bagaimana kah cara Delisha menghadapi kakak iparnya yang sangat serakah dan egois itu...kita baca bersama sama yukk marii...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dehas Ryuka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Setelah kejadian malam itu Arjuna jadi sedikit takut jika bertemu dengan orang yang baru di temuinya,
rupanya anak itu mengalami trauma. Di pagi yang tenang saat bu.Aini dan Delisha sedang sibuk memasak di dapur,dan Baim pun sudah sibuk di bengkelnya, dan Arjuna masih lelap dalam mimpinya,tiba tiba pagi itu di hebohkan dengan kedatangan tamu yang tak diundang "Aini...hei Aini"tanpa sopan bu.Nesaa mantan mertua baim teriak teriak di rumah bu.Aini, sontak bu.Aini dan Delisha berlari ke arah depan,"ohh bu Nessa ada apa ya, ini masih pagi sekali bahkan belum ada jam 6 pagi kok sudah datang saja" kata bu.Aini menyindir mantan besannya itu "eh Aini ,aku kesini mau mengambil cucuku" kata bu.Nessa dengan tidak tau dirinya "maaf bu Nessa,bukan kah sejak lahir kalian menolak kehadiran anak itu" sindir bu.Aini "tapi dia juga anak Rena, kenapa kalian melarang Rena dekat dengannya" kata bu Nessa ketus "kami tidak pernah melarang, tapi anaknya sendiri yang tidak mau dekat sama mamanya, apakah Rena pernah berusaha mengenal dan dekat dengan anaknya?" Tanya balik bu.Aini "gak pernah kan?? Tapi kenapa sekarang gak ada angin gak ada hujan kok tiba tiba ingin dekat dengan anak itu" sindir bu.Aini,bu Nessa mendengar kata kata bu.Aini hanya terdiam "kenapa diam..."kata bu.Aini lagi "sekarang mana anak itu saya mau ketemu" "Arjuna masih tidur" kata bu.Aini, namun sesaat kemudian tiba tiba dari kamar muncul bocah laki laki berkulit putih,dengan hidung mancung dan pipi gembul dengan mata agak sipit, kekuar dari kamar sambil mengucek ngucek matanya, "nenek una au cucu" kata arjuna sambil mendekat ke arah bu.Aini, Delisha yang tau akan kehadiran Arjuna pun melambaikan tangan nya pada Arjuna dan mengajak bocah laki laki itu ke dapur membuatkan susu untuknya, setelah Arjuna mendapat kan dot berisi susunya Arjuna menuju ke kamarnya lagi tanpa menghiraukan orang orang di sana dan kembali melanjutkan mimipinya, bu Nessa yang melihat arjuna merasa langsung jatuh cinta pada bocah laki laki itu "cucuku "gumamnya, "saya nanti akan kesini lagi untuk bertemu cucu saya, dan anda jangan coba menghalang halanginnya" kata bu Rena sambil berlalu pergi tanpa merasa perlu berpamitan pada pemilik rumah. Wajah bu.Aini tampak marah "udah bu..sabar" kata Delisha sambil mengusap punggung tangan sang ibu, bu Aini tersenyum "ibu cuma takut mereka mengambil Arjuna kita" kata bu' Aini dengan mata berkaca kaca "enggak akan bu, aku yakin Arjuna gak akan mau,jika mereka hanya sekedar bertemu biarkan saja bu..karna bagaimana pun Arjuna tetap anaknya kak Rena" kata Delisha, bu.Aini mengangguk "udah ya bu gak usah di pikir, kita akan mempertahankan Arjuna bersama sama jika mereka memaksa mau mengambil Aejuna dari kita" kata Delisha "iya nak" kata bu.Aini.Sore hari Ryan datang ke rumah Delisha,
kedatangan Ryan kali ini ingin membicarakan suatu hal yang penting pada bu.Aini dan Baim, Setelah mereka berkumpul di ruang tamu, Ryan pun memulai pembicaraan nya, "Bu.Bang...saya ingin menyampaikan, minggu depan hari sabtu papa dan mama saya mau datang buat melamar Delisha"kata Ryan dengan tegas, Delisha yang mendengarnya hanya melongo bingung, pasalnya selama ini tidak ada ikatan apapun diantara mereka, hanya berteman biasa saja, Ryan pun tak pernah mengungkapkan perasaan nya pada Delisha "apakah kamu sudah benar benar mantap nak" kata bu.Aini pada Ryan "Insya Allah bu, Saya serius dengan Delisha dan mantap menjadikan Delisha sebagai pendamping hidup saya" kata Ryan tegas tak ada keraguan dalam nada bicaranya "Baiklah kalau begitu, kami menanti kedatangan orang tua nak Ryan" kata bu.Aini dengan senyum.di tengah pembicaraan serius itu tiba tiba muncul Arjuna yang langsung berlari ke arah Ryan "om iyaaaannn" kata arjuna sambil memeluk ryan dari samping "udah mandi belum hayoo?" Ryan bertanya sambil mencubit gemas pipi gembulnya "udah om..." Kata Arjuna " om au alan alan?" Tanya Arjuna "enggak sayang, om cuma main aja" kata Ryan sambil mencium Arjuna "om iyan gak aciikk ah" kata Arjuna sambil nggloyor pergi mencari pipit dikamarnya dan sudah bisa di tebak pasti bocah laki laki itu sekarang sedang ngerecokin tante nya itu.
Hari yang di tentukan pun tiba, Ryan beserta pak jarot dan bu.Risma,orang tua Ryan pun tiba, untuk membicarakan perihal lamaran.Ryan dan Delisha "Assalamualaikum "ucap Ryan dari ruang tamu "Waalaikum salam " jawab bu.Aini yang bergegas ke depan, melihat siapa tamunya bu.Aini dengan sumringah mempersilahkan tamuny masuk,setelah berjabat tangan mereka pun duduk di sofa yang terdapat di ruang tamu,tak lama kemudian Delisha pun keluar,"ini Delisha? " Tanya bu.Risma "iya tante" jawab Delisha kalem "Cantik sekali kamu sayang" kata bu.Risma "mirip seperti orang india ya mah" kata pak.jarot menimpali "apa Delisha ini blasteran arab ya bu?" Tanya bu.Risma pada bu.Aini "ahh enggak bu.kami semua Asli pribumi" kata bu.Aini " cuma saat hamilnya Delisha ini gak tau kenapa saya benci sekali melihat orang india,waktu itu musim nya film india, saya benci sekali,tapi tetep aja nontonin" kata bu.Aini sambil terkikik, bu.Risma dan pak jarot pun ikut tertawa.setelah basa basi nya selasai, pak jarot pun mulai menyampaikan niat mereka datang "bu.Aini, nak Baim...kedatangan kami malam ini tidak lain dan tidak bukan kami berniat melamar nak Delisha untuk Ryan putra kami, dan untuk lamaran resminya , Insya Allah dua minggu lagi, kami akan datang lagi dengan beberapa keluarga kami termasuk kakek dan nenek Ryan sebagai sesepuh di keluarga kami" kata pak Jarot. "Semoga keluarga nak Delisha berkenan untuk menerima pinangan kami" sambung bu.Risma " Insya Allah kami menerima pinangan nak Ryan, dan dengan senang hati akan menerima kedatangan keluarga nak Ryan" kata bu.Aini dengan senyum "Kami berharap Anak kami bisa diterima oleh keluarga nak Ryan dengan segala kekurangan dan kelebihannya" Sambung bu.Aini "Begitu pula dengan kami, semoga Ryan bisa diterima dengan apa adanya di tengah tengah keluarga Delisha" kata bu.Risma ,"Insya allah bu" kata bu.Aini "Semoga niat baik ini bisa segera terlaksana"kata bu.Risma ,yang di amini semua yang ada di ruangan itu.di tengah tengah suasana yang sendu itu tiba tiba ada suara yang sangat menganggu pendengaran mereka semua,"tuuuuuuuuutttt" sontak semua terbelalak "aduhh una entut" celetuk bocah laki laki itu sambil menutup hidung nya sendiri , mendengar celetukan Arjuan sontak mereka semua tergelak "Dasar Bocil" kata Ryan sambil mendekat dan menggendong Arjuna yang terkikik kegelian karna di cium gemas oleh Ryan
Semangat ya