NovelToon NovelToon
Transmigrasi Kaisar

Transmigrasi Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Reinkarnasi / Iblis / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Chicklit
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Erika Ponpon

Bagaimana kalau tubuh laki-laki seorang pembunuh bayaran berakhir di tubuh perempuan yang tidak ia kenal. Bagaimana kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Hazel melangkah elegan keluar dari lift menuju restoran hotel di lantai bawah. Pagi ini ia memilih blouse putih gading dan celana kulot hitam—penampilan yang memancarkan kewibawaan sekaligus kelas. Para tamu yang melihatnya memberi lirikan kagum.

Namun begitu melewati pintu kaca restoran, Brugh!—bahunya dihantam cukup keras dari arah samping.

“Lain kali lihat jalan, dong!” suara pria dalam nada kesal dan arogan.

Hazel langsung menoleh.

Deg!

Pria itu—yang kemarin menabraknya di lobi. Jaket kulit gelap, wajah dingin, tatapan tajam… dan sekarang, mulutnya lebih tajam dari lidah silet.

Hazel menegakkan tubuh, rahangnya mengeras. “Lo nabrak gue dua kali dan sekarang malah nyuruh gue minta maaf?” suaranya dingin, tapi penuh tekanan.

Pria itu menyeringai miring, sok santai. “Masalahnya lo yang diem aja di tengah jalan. Gak heran ditabrak.”

“Kalau lo punya mata, harusnya bisa lihat orang, bukan nyelonong kayak orang tolol,” balas Hazel tegas.

Pria itu menatap Hazel dari ujung kepala sampai kaki dengan sinis. “Gaya doang berkelas, attitude minus.”

Hazel melipat tangan di dada. “Dan lo jelas-jelas miskin sopan santun. Maaf, tapi gue gak debat sama orang yang arogan kayak lo.”

Suasana restoran mulai gaduh. Beberapa tamu menoleh, beberapa mulai merekam diam-diam. Ketegangan makin memuncak.

Saat itu, Radit muncul dari arah lift dan langsung menghampiri Hazel. “Bu Hazel? Ada apa ini?”

Hazel hanya meliriknya. “Tolong tanyakan pada pria ini kenapa dia merasa perlu nabrak orang dua kali dan tetap merasa paling benar.”

Pria itu mendengus. “Lain kali, jalan jangan di tengah dan jangan kebanyakan melamun.”

Radit menahan diri agar tidak bersikap kasar, tapi tubuhnya sudah menegang siaga.

Hazel mengambil napas panjang, lalu menoleh ke Radit. “Sudah, Dit. Tak usah diladenin. Orang seperti dia… biasanya hidupnya kurang kasih sayang.”

Hazel pun melenggang pergi ke meja VIP, diikuti Radit. Pria itu hanya berdiri sejenak sebelum melirik tajam ke arah Hazel dan bergumam lirih, “Wanita keras kepala… menarik juga.”

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hazel duduk di meja VIP dengan sikap anggun namun penuh tekanan. Matanya lurus ke depan, tetapi pikirannya berkelana. Siapa pria itu? Dua kali bertabrakan, dan dua-duanya berakhir dengan konflik. Kebetulan? Hazel tidak percaya pada kebetulan.

Radit duduk di seberangnya, menatap Hazel hati-hati.

“Nyonya, saya rasa pria itu bukan tamu biasa.” ujar Radit perlahan, sambil mengintip ke arah pria tersebut yang kini duduk di pojok ruangan, memesan kopi dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa.

Hazel menoleh sekilas, tidak menjawab. Matanya menyipit. “Kamu cari tahu siapa dia, Dit. Jangan lakukan kontak langsung. Aku mau tahu siapa yang berani muncul dua kali dalam hidupku dengan cara menjengkelkan.”

“Baik, nyonya.” Radit langsung mengeluarkan ponsel dan mulai membuka jalur informasi lewat jaringan pribadinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pria itu memutar cangkir kopinya perlahan. Pandangannya tajam, tak lepas dari sosok Hazel yang duduk di meja seberang, sedang berbincang dengan asistennya. Sebuah senyum tipis terukir di bibirnya, menyiratkan rasa penasaran yang mulai tumbuh liar di dalam benaknya.

“Dia siapa?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangan, suaranya rendah namun tegas.

Temannya yang duduk di depannya menoleh ke arah Hazel sekilas, lalu mengangkat bahu.

“Gue mana tahu. Emangnya gue Mbah Google? Tapi serius, lo tertarik sama dia?”

Pria itu—Kalingga Ludvig, hanya menatapnya tajam. Tidak ada kata, tapi cukup untuk membuat temannya mengangkat tangan seolah minta maaf.

“Ck, coba cari tahu siapa dia sekarang. Dari awal ketemu, dia udah bikin gue penasaran. Jarang ada wanita yang punya aura seperti itu,” ucap Kalingga, matanya tak pernah lepas dari Hazel.

Temannya, Adhvan, hanya bisa melongo.

“Gila… baru kali ini gue lihat lo tertarik sama cewek. Gue sampai sempat mikir lo hombreng.” candanya sambil tertawa pelan.

Kalingga hanya mendecak pelan. Sudah sering ia dengar komentar seperti itu. Di usianya yang menginjak 35 tahun dan belum pernah menjalin hubungan serius, banyak yang mulai bertanya-tanya. Padahal, bukan karena tak normal—hanya saja, belum ada yang benar-benar klik.

“Adhvan… lo pengen gue pecat?” desisnya tanpa menoleh.

Adhvan langsung panik.

“Jangan dong, bos! Kalau gue dipecat, terus anabul gue yang dua puluh ekor itu makan apa?” sahutnya cepat sambil cengengesan.

Kalingga menghela napas, lalu menyeruput kopinya.

“Gue kasih waktu 30 menit. Cari siapa dia.”

“Iya, iya, Pak Penyiksa Asisten. Untung lo temen gue.” gerutu Adhvan sambil membuka ponselnya dan mulai mencari informasi, sesekali mencuri pandang ke arah Hazel.

Adhvan duduk sedikit menjauh dari Kalingga, mengetuk-ngetuk layar ponselnya sambil sesekali melirik ke arah Hazel. Jarinya lincah berselancar di mesin pencari, lalu mengakses database klien lama mereka—karena nama wanita itu terasa tidak asing di telinganya.

Beberapa menit kemudian, Adhvan menegakkan tubuh, ekspresinya perlahan berubah serius.

“Bro…” panggilnya pelan.

Kalingga mengangkat alis, menoleh sekilas sambil menyeruput kopinya.

“Udah dapet?”

Adhvan mengangguk.

“Nama lengkapnya Hazel Salendra CEO dari grup perusahaan Salendra Group’s, dan…” ia menahan napas sesaat, “dia juga mantan istri Raga Dawson.”

Kalingga menatapnya dengan ekspresi datar namun penuh makna.

“Yang skandal perceraiannya viral minggu lalu itu?”

Adhvan mengangguk cepat.

“Yup. Dia yang melayangkan gugatan cerai dan… rumor terbaru katanya dia pecat Raga dari posisi direktur di perusahaannya sendiri.”

Kalingga menyandarkan tubuh ke kursi, menatap ke arah Hazel yang kini tertawa kecil dengan Radit, penuh kendali dan elegansi.

“Wow… makin menarik.” gumamnya. “Ternyata dia seorang Janda yang cantik.”

Adhvan mengerutkan dahi.

“Lo tetap mau deketin dia setelah tahu semua ini? Maksud gue, dia janda bro bukan gadis lagi.”

Kalingga hanya tersenyum, tak ada sedikit pun keraguan di wajahnya.

“Justru itu yang bikin gue tertantang”.

“Wah mulai gak waras nih bocah.”geleng-geleng Adhvan.

Kalingga bangkit dari tempat duduknya, memasukkan tangan ke dalam saku celana.

“Cari tahu siapa orang di sampingnya barusan. Asisten kah? Saudara? Atau bodyguard. Gue mau tahu semua.”

Adhvan mengangguk pelan.

“Baik, Bos Ganteng.”

Kalingga berjalan menjauh, kembali melirik Hazel dari kejauhan. Dalam hati, ia bersumpah satu hal:

“Kita akan bertemu lagi, Hazel. Tapi kali ini… gue yang akan membuat lo menoleh.”

1
04581
aqu mampir kak
Yue Li MZy
kayak nya Elora cocok di RSJ,... orgil gak ngotak,dia GK mikir resiko apa, emang ya org iri hati pasti gk punya hati & pikiran.
udah ngerbut raga dari Hazel eh tapi malah bagus dong baj•ngan sama lacu•r sama sama cocok jadi satu
Yue Li MZy
berarti Cassey tau dari Elijah alter ego nya
Munira Makmur
mana update lagi
Vivi❄️❄️
lanjutan nya mana othorrrr😩😩😩 jgn lama2 update nyeee
Reycaryuca: Oke di tunggu kak.. aku juga harus baca ulang lagi hehe😭
total 1 replies
Ratu Laut
ternyata yg.bunuh kaisar ayahnya Calvin,, penasaran hazel bakalan sma siapa sementara yg.didlm tubuhnya jiwa kaisar seorang laki"🤣🤣🤣🤣
Chauli Maulidiah
kapoooookkkkk
Chauli Maulidiah
ni pasti ngrasani kaisar kan Thor?
Reycaryuca: Ho o mestine
total 1 replies
neen
ihh ga sabar karmanya elora
neen
ga sabar liat kejtuhan el
Vivi❄️❄️
gw kirain babang Cha Eun woo 🤣🤣🤣 obat sakit pala mak² ya lihat cogan atau duit merah² 🤭🤣🤣
Chauli Maulidiah
mangkane, dadi lanangan ojok murah..

manuk diobral nang cangkeme wong wedok gak nggenah..
Chauli Maulidiah
lo sendiri gmn vin? lo kan sempet tersepona sama hazel, wlo waktu itu lo nlm tau klo ternyata wanita yg lo takdir adalah si hazel incaran athan?
neen
uhh nampolll
neen
gedek bget sma.elora. hahahha ga perlu dijeblosin ke penjara sih ini.. dibikin sekrat mati pelan2
neen
hazel hati² elora udah nekat
Chauli Maulidiah
wiiihhh hebat km Thor.. bisa IT jg ya... sip.. sip..
neen
ihhh rasain loo elora
neen
semua lgs terjun bantuin hazel🙃
Chauli Maulidiah
cari mati sama pembunuh bayaran.

eh apa msh aktif jd pembunuh bayaran Thor?

koq gak pernah liat aksinya lagi..?
Reycaryuca: Masih kak…
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!