Senja, seorang gadis yang cantik dan ceria, dia malah jatuh cinta dengan Om nya sendiri, adik dari Ayahnya. Perasaan cinta Senja tumbuh saat dia duduk di bangku putih biru, dengan kata lain Om nya sendiri yang bernama Krisna adalah cinta pertamanya.
Krisna atau Senja sering memanggil namanya Om Kiss adalah lelaki tampan, tegas dan sederhana. Dia benar-benar menyayangi Senja sebagai seorang keponakan kesayangannya. Sedari bayi Nenek dan Krisna lah yang mengasuh Senja karena Mama Senja memutuskan untuk tetap bekerja.
Di saat Senja sudah pasrah dan rela melepaskan Krisna, dia malah mengetahui fakta yang sebenarnya. Hal itu membuat Senja menjadi lebih terobsesi dengan Om Kiss kesayangannya. Bahkan dia menjebak Krisna agar menikahinya, berhasilkah Senja mendapatkan hati Krisna?
"Om Kiss, kiss Senja dong!"
"Ogah, najis cium bocil"
"Ih jahat banget sih Om mulutnya"
"Baru tau kamu? Kamu kan yang jebak Om buat nikahin kamu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyimas Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 GODAIN OM KISS
Krisna memasak di dapur dia menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri dan juga Senja, sementara Senja memutuskan untuk mandi, dia terasa sangat gerah. Kali ini dia sengaja memakai baju seksi, baju tengtop terusan yang panjangnya hanya 1 kilan tangan di bawah pantatnya. Sehingga memperlihatkan kakinya yang jenjang serta bagian pundak dan dadanya sedikit menyembul keluar.
Selain itu baju yang di kenakan Senja berbahan kaos sehingga menempel sempurna dengan tubuhnya, tak lupa Senja memakai lipbalm colour berwarna kemerahan dan memakai maskara alis agar alisnya rapi. Senja juga menyemprotkan parfum beraroma segar, dan juga mengcurly ujung rambutnya.
Senja keluar dari kamar, Krisna tampak tertegun melihat penampilan Senja. Istrinya sekaligus keponakannya itu tampak cantik, seksi dan anggun. Tidak di pungkiri Krisna bergairah melihat Senja hari ini. Senja tersenyum girang tau kalau Krisna tadi memandanginya.
Dia langsung memeluk Krisna dari belakang, dia juga senang melihat penampilan Krisna yang sedang memasak memakai apron. Di mata Senja itu sangat seksi dan menggairahkan. Dengan nakal gadis itu menempelkan badannya dengan erat dan sengaja menggosokkan bagian dadanya di punggung Krisna.
Jari lentik Senja menari mengelus perut dan dada Krisna dengan lembut. Mencium aroma wangi yang segar dari tubuh Senja tentu saja Krisna bergairah, dia lelaki yang normal, sangat normal sehingga sesuatu di celananya berdiri tegak dan siap untuk bertempur malam ini bersama sang istri.
Krisna langsung mematikan kompornya karena makanan sudah matang, dia langsung berbalik menghadap Senja. Dia menundukkan kepalanya agar dapat menatap gadis nakalnya itu, dan Senja mendongakkan kepalanya agar dapat melihat wajah lelaki obsesinya itu. Manik mata mereka berpandangan untuk sesaat.
Tangan Krisna lalu membelai lembut pipi Senja, ibu jarinya mengelus bibir Senja. Senja memejamkan matanya dan menarik tengkuk leher Krisna "cup". Senja langsung melumat bibir Krisna dengan ganas, kali ini dia sangat semangat mengulum bibir lelaki obsesinya itu.
Dia memainkan bibir bawah Krisna karena gemas sesekali, Senja mengigit bibir bawah itu. Krisna membalasnya, mereka saling melumat bibir satu sama lain. Setelahnya mereka memainkan lidah mereka, saling menyesap dan bertukar saliva. Malam ini di rumah minimalis berkamar dua milik Krisna terdengar suara decapan lidah mereka berdua.
Krisna memegang pinggul Senja, karena capek menunduk dia mendudukkan Senja di samping kichen zink. Kepala mereka bergerak dengan anggun kekiri dan ke kanan, tangan lentik Senja mengelus leher Krisna sementara tangan kanan Krisna kini meremas dada kiri Senja. "Aaahhh" desah Senja, dia melepaskan ciumannya, Sepertinya Krisna meremasnya terlalu kencang sehingga Senja merasa sakit.
Krisna reflek mendelikkan matanya, dia langsung mundur satu langkah, sungguh dia merasa bersalah dia menyakiti istri kecilnya itu. "Maaf Senja, Om kelepasan, Om tak sengaja menyakitimu. Ayo kita makan dulu." Ajak Krisna lembut dia lalu mengendong Senja seperti seorang anak kecil dan menundukkan Senja di kursi meja makannya.
Senja menahan tubuh Krisna, dengan mengeratkan tangannya di leher Krisna. "Om gak nyakitin Senja tadi, sejujurnya itu tadi em, terasa enak kok." Cicit Senja, wajahnya memerah mengatakan itu, lalu dia mengigit bibir bawahnya.
Krisna tersenyum, lalu mengacak acak rambut Senja dan mencium kening Senja kemudian Krisna melepaskan tangan Senja yang melingkar di lehernya. "Ayo makan dulu istriku yang nakal, nanti makanannya dingin jadi kurang enak." Ucap Krisna lalu berjalan ke arah dapur lagi.
Krisna mengambil nasi yang banyak dan juga sayur serta lauk yang banyak, seperti biasa mereka akan makan satu piring berdua. Krisna dengan telaten menyuapi Senja, lalu dia menyuapi dirinya sendiri. Sesekali dia mengelap bibir Senja dengan tisu agar bibir Senja tidak kotor.
"Om habis ini kita unboxing yuk!"
"Gak mau, kamu malam ini belajar nyuci piring loh! Ingat!"
"Ya habis nyuci piring lah Om."
"Gak Senja, kamu masih belum bisa nyapu dan ngepel dengan benar, besok pagi liat cara Om Kiss nyapu dan ngepel!"
"Lah Om Krisna, aku udah berpenampilan cantik dan seksi begini masak iya di anggurin."
"Kamu bukannya tiap hari juga berpenampilan cantik dan seksi seperti itu ya? Sama aja lah kamu Nja di mata Om Kiss."
"Ini beda Om, ini terlihat lebih seksi lagi kan?"
"Ah enggak sama aja, kamu juga suka pakai tengtop sama hotpants kan."
"Loh ini loh rambutnya Senja, lihat Senja gerai terus Senja curly, cantik kan?"
"Kamu sering ke kantor seperti itu juga."
"Ah Om Krisna ini gak asik deh."
"Emang Om kolot kan? Salah sendiri njebak Om Kiss buat nikahin kamu!"
"Ish Om Krisna! Om itu ikhlas gak sih nikahin Senja."
"Ya mau gak mau ikhlas lah Nja, itu tabungan emas Om udah tak kasih kamu semua loh sebagai mas kawin."
"Owh iya itu boleh di jual gak sih Om kalau mas kawin begitu?"
"Terserah kamu itu kan udah jadi hak kamu Nja."
"Mau Senja jual buat beli mobil Om."
"Kamu pengen mobil?"
"Heem, biar gak kepanasan naik motor."
"Ya udah besok kita ke dealer ya beli mobil."
"Weh beneran Om? Mau banget Om. Makasih ya Om suami."
"Jangan seneng dulu Nja, ada syaratnya loh."
"Eh apa tuh Om syaratnya?"
"Kamu harus dapatin SIM A dengan jujur, bersungguh-sungguh ikut ujian SIM A, besok 2 hari lagi Om cuti deh, kita bikin SIM A buat kamu. Om mau lihat kamu bisa gak."
"Owh Om nantangin Senja, jelas Senja bisa Om."
"Oke buktiin ya ucapan kamu itu istriku yang nakal!"
Selesai makan Krisna mengajari Senja mencuci piring, mulai dari memberi tahunya seberapa banyak sabun yang di pakai, lalu meremas spons agar keluar busanya dan perlahan lahan menggosok gelas dan piring kotor itu dengan spons. Kemudian Krisna mengajari Senjan cara membilas piring dan gelas kotor yang sudah terkena sabun itu dengan bersih.
"Whaaa ternyata gampang banget Om."
"Oh ya? Menurut kamu ini gampang? Tapi pelan-pelan Nja nanti bisa jatuh, cara numpuknya juga hati-hati ini lihat sesuai peniris, ini untuk piring dan ini untuk mangkok, lalu ini untuk gelas. Mengerti istriku?"
"Iya Suamiku, istrimu yang cantik ini paham sayang. Ya sudah ayo sayang sekarang ajari cara istrimu ini melayani suami yang benar ketika berada di ranjang."
"Gak gak, sesuai perjanjian kamu harus bisa semua biar kamu bisa fokus belajar jadi IRT yang baik dan benar!"
"Tapi Om, Senja bobo bareng Om ya. Senja takut loh Om bobo sendirian"
"Iya-iya nanti bobo sama Om, tapi awas jangan copotin baju Om lagi!"
"Iya Om, kemarin Senja merem kok pas nyopot cidinya Om Kiss, beneran Senja belum lihat aset Om."
"Owh Om kira kamu mainin pyton punya Om Nja."
"Wah namanya pyton, kan cocok tuh sama marmut Senja, temuin mereka yuk Om. Kali aja mereka mau main-main bersama malam ini sampai pagi."
"Nja, kamu mau bobo sendirian?"
"He-he-he jangan gitu dong Om, ampun Om, iya-iya Senja anteng Om gak godain Om Kiss lagi."
Setelah memberikan diri dan menggosok gigi Senja langsung merebahkan dirinya di kasur milik Krisna, sementara Krisna mandi karena memang dia belum mandi. Saat Krisna keluar dari kamar mandi dan masuk ke kamarnya, dia melihat Senja sudah tertidur dengan lelap. Istri nakalnya itu tertidur dengan memeluk guling yang justru terlihat sangat imut dan menggemaskan di mata Krisna.
"Hah, bener kata Ayah ternyata. Aku memanen buah yang aku tanam sendiri. Kayaknya belum lama dia masih bayi merah, sekarang udah segede ini, mana ngajakin bikin bayi lagi tiap hari. Dasar Senja, kamu nakal dan mesum banget sih." Sindir Krisna, dia lalu memeluk tubuh Senja dan tertidur nyenyak bersama Senja.