NovelToon NovelToon
My Cousin Perfect

My Cousin Perfect

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Septi

Sayangnya mereka sepupu, jadi perasaan yang muncul harus dipendam dan berusaha untuk menghilangkan. Walaupun sangatlah sulit bagi Liam untuk melupakan sepupunya yang memang telah di hatinya sejak dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Setelahnya

"Woiiii bangun lo! Mabok nggak ngotak! gue kan yang disalahin! " Hakam berteriak dan menendang pantat adiknya itu.

Liam sampai tersentak, padahal baru bisa tidur.

"Apaan sih lo bagsaat! "

"Lo tuh yang bangke! minum dimana lo semalam? "

Liam baru sadar kalau kakaknya ini membahas soal minum. Kemudian duduk dengan rambut acak-acakan.

"Kok lo tahu? "

"Tau lah, Siap-siap aja habis ini di rujak sama Bunda." Hakam lalu keluar yang sebelumnya menendang dulu kaki Liam.

Makin pusing kepala Liam mendengar kalau bundanya tahu kelakuannya. Padahal dia saja masih bingung bagaimana caranya menghadapi Violet setelah dia cium. Makanya dia tidak mau keluar tenda memilih untuk tidur lagi. Sekarang malah ada masalah lain lagi.

Sedangkan di tenda Violet, Lina sedang memeriksa keadaannya.

"Kepalanya pusing ya sayang? kamu anget gini. " Lina menyentuh kepala Violet.

Violet hanya mengangguk manja.

"Ya sudah, sekarang makan dulu saja. Terus habis itu biar diantar pulang sama abang Liam ya. " Lina menyarankan demikian.

Mendengar nama Liam disebut membuat Violet melotot. "Kenapa abang Liam yang nganterin. "

Lina ingat kalau anak itu semalam minum, "Ehhh iya, jangan dia. Semalam dia mabok gitu. Jadi berbahaya kalau sama orang yang habis minum. "

"Hah? abang Liam ternyata habis minum? " Violet terkejut lagi. 'pantesan rasanya ada pahit asem gitu.' ucapnya dalam hati malah mengingat bagaimana rasanya bibir Liam. Dia meringkuk lagi, merasa sebel sendiri kalau ingat.

"Loh ayo sarapan dulu Vio... Apa Bunda suapi ya? " Lina memang telah membawakan makanan ke dalam tenda untuk Violet.

🍂

Liam benar-benar takut untuk keluar tenda. Takut ketemu Violet dan takut menghadapi Bundanya.

Padahal setelah Violet sarapan tadi lalu diantar pulang oleh Brian.

Di dalam perjalanan Violet hanya diam karena memang kepalanya pusing. Sebenarnya sudah minum obat tadi.

"Apa masih sakit? perlu ke rumah sakit dulu? " Tanya Brian melihat gadis itu terus memijit kepalanya.

"Enggak usah, paling habis ini bakalan mendingan. "

"Oke, lo tidur aja." Saran Brian.

Violet menengok ke Brian yang terlihat perhatian sama dia. Tapi entah kenapa dia tidak bisa jatuh cinta sama tu cowok.

Dia merasa tidak enak dengannya.

"Brian, terimakasih ya sudah jadi pacar bohongan gue sehari semalam. Gue minta maaf udah ngerepotin elo."

"Jadi sekarang kita udah nggak pacaran lagi berarti nih. " Brian dengan tersenyum.

"Kita tetap bisa berteman. Lo orang baik, pasti akan bisa jadi teman yang baik. Nanti juga bisa dapetin cewek yang lebih baik dari gue. " saran Violet.

Brian mengangguk setuju.

"Kenapa sih lo nggak bisa jatuh cinta sama gue? Ada seseorang ya di hati lo. "

"Kalau soal nggak bisa entahlah, lo nyamannya dijadikan teman. Lagian lo belum lama ini baru putus sama cewek lo. Gue yakin lo nggak se cinta itu sama gue. Lo hanya butuh pelarian saja sepertinya. " penjelasan Violet, mengingat belum lama ini memang Brian baru putus.

"Tidak Violet, gue tuh tipe gampang move on dari mantan yang nyakitin. Lo bukan pelarian kok. Gue beneran cinta sama lo. " Brian meyakinkan kalau pikiran Violet salah

"Ya sorry, Brian. "

"Nggak masalah, Violet. Asal gue masih bisa jadi temen lo. " Ucap Brian bijaksana.

"Itu pasti, kita pasti berteman. "

Setelah mengatakan perasaan masing-masing membuat baik suasana hingga sampai rumah Violet.

"Violet, boleh tanya satu hal? " Brian meminta izin bertanya ketika Violet hendak turun.

Violet membenarkan duduknya kembali, dan mengangguk.

"Apa karena Kak Liam? "

Mendengar pertanyaan Brian, Violet jadi bingung sendiri.

"Maksudnya? "

"Sebenarnya gue lihat kalian ciuman semalam. " kata Brian yang memang melihatnya semalam.

Violet terkejut, menutup mulutnya sebentar. Dia tidak menyangka ada orang yang melihat kejadian gila itu.

"Gue sama Abang saudara, Brian. Jadi pasti lo salah lihat kali. "

"Gue lihat dengan jelas. Mungkin itu sebuah kesalahan bagi kalian. Apalagi Kak Liam sedang mabok. " Brian dengan penuh keyakinan.

"Itu juga membuat gue terkejut. "

"Kalian begitu dekat, walaupun saudara. Tapi Kak Liam gue lihat begitu posesif sama lo. Coba rasakan bagaimana perasaan lo setelah itu. Gue yakin Kak Liam itu suka sama lo Violet." Brian mengingat bagaimana sikap Liam yang memang mencurigakan selama ini.

"Tidak Brian, lo salah. Kami cuma saudara nggak mungkin dia suka sama gue. Mungkin karena itu tadi dia mabok" Violet terus menyangkalnya.

"Lalu bagaimana perasaan yang lo rasakan? Lo bisa tahu setelah kalian ciuman. Kalau lo merasakan debaran yang hebat dan seperti ingin lagi. Lo berarti suka sama dia juga. " Laki-laki itu justru membalikkan dengan bertanya soal perasaan Violet.

"Bukan seperti itu Brian. " tegas Violet.

Kemudian Brian mempunyai ide gila di kepalanya.

"Oke, sekarang gue akan cium elo. Kalau lo juga merasakan hal sama lo juga nggak suka sama Kak Liam. Tapi kalau ternyata beda lo bisa bedakan mana yang lebih mendebarkan."

"Brian? lo gila ya? " Violet terkejut dengan ide Brian.

"Please, ini bisa bantu diri lo juga. Kalau ternyata perasaan lo berdebar saat gue cium. Berarti sebenarnya lo suka sama gue. " Brian memohon.

Cup

Brian benar-benar mencium Violet.

Tapi perasaan Violet tidaklah sama seperti apa yang ia rasakan saat Liam yang nyium bibirnya. Dia mendorong Brian agar menjauh.

"Bagaimana? Lo suka sama ciuman siapa? " Brian menyeringai menggoda.

"Lo gila Brian! " Violet membuka segera pintu mobil untuk keluar.

Ciuman dengan Brian seolah dirinya dilecehkan. Beda dengan Liam tadi malam dia tanpa sadar mengakui lebih ada perasaan.

🌿

Setelah kejadian tersebut,baik dengan Liam ataupun Brian, Violet menghindari mereka berdua yang gila.

Pergi sekolah pun, dia memilih menggunakan ojek online lebih pagi daripada duluan dijemput Liam.

Padahal Liam juga tidak menjemputnya, dia menghindari juga Violet. Rasanya belum mempunyai kekuatan untuk mengahadapi gadis itu.

Dia bingung sendiri dengan tindakan bodohnya itu. Tapi dengan kejadian itu bisa disimpulkan dia sadar kalau telah jatuh cinta dengan adik sepupunya itu.

Perasaannya seneng sebenarnya bisa mencium Violet. Seolah ingin mengulangi lagi. Tapi itu bodoh juga kalau bisa terjadi.

Namun Liam juga sadar kalau dia tidak bisa meneruskan perasaan nya itu. Dia harus menyimpan dan kalau bisa membuangnya.

Begitu juga dengan Violet, dia sadar kalau Liam membuat hatinya berdebar. Beberapa hari tidak bertemu membuatnya kehilangan dan rindu.

Dia hanya bisa melihat dari kejauhan kalau Liam sedang lewat. Sungguh aneh rasanya, padahal dulu setiap hari ketemu. Sekarang malah malu-malu dan saling menghindari.

"Chel, kalau cowok habis nyium terus menghindar itu tandanya apa?" Tanya Violet ketika sedang bersama Rachel sahabatnya.

Mereka sedang duduk di kantin menikmati makan siang ketika istirahat. Tadi juga lihat Liam, tapi anaknya kabur ketika lihat Violet.

"Malu kali, atau dia cowok brnhsek. " pendapat Rachel asal, sambil makan makanannya.

Violet menyetujui kata kedua.

"Sepertinya dia emang brngsek. "

"Ini tentang siapa? Perasaan tadi ketemu sama Brian. Ciuman sama siapa lo? "

Brian dan Violet memang sekarang berteman. Apalagi Violet diajak masuk organisasi OSIS sekarang, jadi sering bertemu. Kalau soal ciuman Brian, dia sudah minta maaf dan Violet sudah memaafkan.

"Kenapa Brian? "

"Ya kan dia yang naksir ama elo. "

"Bukan, ini tuh bukan tentang gue. " Violet berbohong.

"Terus? " Rachel tidak percaya.

"Temen gue, ini kasus temen gue. " Dia malu mengakuinya.

"Temen yang mana? lo nggak punya teman selain gue."

"Ishhhh, ada lah. Teman kelasan gue. "

"Ohhh." di oh-in aja biar lanjut.

"Terus si cewek ini malah terus memikirkan tu cowok. Padahal kan brnsek kan dicium tiba-tiba. " imbuh Violet menerangkan bagaimana yang ia rasakan.

"Coba kalian bicarakan, mungkin memang dia reflek nyium elo. "

"Bukan gue Chel! " Violet geregetan sendiri.

"Ohh iya, sorry. " Rachel tertawa.

1
Riaaimutt
liam... tau lah,,
kalo wanita yg lagi emosi bilang pergi itu artinya jangan pergi
kalo bilang baik artinya tidak baik
Riaaimutt
hadeuh pusing bang..
Riaaimutt
makin parah aja nih...
Riaaimutt
kasian ya, liolet ...

sama2 harus menahan rasa. nyesek jadinya..

ini tu rasanya mirip kaya marahan ama suami,, sebenarnya kangen rindu tp gengsi kalo mau minta baikan duluan ya kan..
Riaaimutt
wak kaji emang beda
Sept: 😀 biar ada hiburan tujuannya
total 1 replies
Riaaimutt
jd uda ada niata meng halal kan nieh..
Sept: 😀niat aja
total 1 replies
Riaaimutt
kaka ade yg selalu ribut itu justru saling menyayangi...
Riaaimutt
orang tua mereka ini saudara tiri ya..
atau q yg salah baca di awal
Riaaimutt: nah itu lebih aman lg. cuss
total 2 replies
Teddy Aktadi
Luar biasa
Riaaimutt
lahh...🤣🤣
Riaaimutt
menurut ku boleh kok menikah dgn sepupu. sepupu itu kan sudah beda ayah bunda nya,, jd ya sah sah saja. walaupun ada sebagian adat/tradisi melarang.
( saya pernah mendengar seperti ini: td nya sodara (sepupu) abis nikah bermasalah, bercerai malah jd musuhan. sedangkan kl nikah nya sama orang lain kan apabila bercerai ya balik jadi orang lain lagi.. gak rugi.
tp apakah pernikahan melulu harus memikirkan perceraian. harusnya kan mikir gimana biar bahagia, langgeng, barokah rumah tangga nya)
Pena Fantasy: Hai, kamu!!.
Aku ada rekomendasi Novel baru nih buat kamu yang suka baca Novel Bergenre Fantasi, apalagi kalau suka tentang petualangan atau balas dendam. :)
Walaupun masih puluhan bab, tapi mungkin cerita ini bisa memenuhi selera kamu sebagai pembaca novel :)
total 2 replies
Riaaimutt
saking tampan nya sampe di kira malaikat 😂😂
Riaaimutt
hadir 🙋‍♀️
Sept: Terimakasih 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!