Zika awalnya bersahabat baik dengan Joe. Kemudian ia dibuat sibuk dengan perasaannya pada Joe yang berubah jadi Cinta... Cinta Zika bertepuk sebelah tangan.. Namun pada akhirnya Joe tahu perasaan sahabatnya itu hingga terjadi banyak konflik antara mereka.. Namun Joe menghilang bagai ditelan bumi. Dan Zika tetap menanti kehadiran Joe kembali. Hingga hadir Albi dalam hidup Zika. Akankah Zika berpaling pada Albi.... ???
Cinta selalu bisa terjadi diluar nalar akal Manusia, jika ia telah merasuki hati terdalam pemiliknya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma_Boncel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengejutkan!!!
Dalam mobil...
" Ahh dasar nih Zika. Makanya jangan suka ngebut. Jadi nya ribet kann" gumamnya pelan.
"Masih addddaaaa yak orang kaya gitu..! Sereeeemmm!!" imbuhnya
Zika mengingat kejadian tadi, ia yang seolah akan diterkam oleh wanita tadi. Membuat nya menggeridik.
Lima menit kemudian Zika telah sampai dihalaman parkir kampus.
Zika bergegas berlari menuju kelasnya.
Benar saja ia telah telat 20 menit, membuatnya dapat teguran dari sang dosen dihari pertamanya.
Tasya yang melihatnya langsung bergeser membagi tempatnya untuk Zika.
"Kenapa lu, Ka? Ampe telat hampir setengah jam gitu." bisik Tasya tanpa memalingkan wajahnya pada dosen didepan kelas.
"Hhhhhhfffftt. " Zika menarik nafasnya dalam. Sambil mengeluarkan buku catatan dan laptopnya dari tas.
"Panjang cerita nya. Tar aja deh gue ceritanya." senyumnya kecut.
"Okee.." sahut Tasya mengernyitkan dahinya.
Mereka fokus kembali pada dosen yang sedang memberikan materi kuliah.
-
Seusai kelas berakhir. Mereka menuju ke kantin sekolah.
Zika memesan jus alpukat tanpa gula dan susu. Dan Tasya hanya membeli sandwich keju dengan air mineral.
"Lu kenapa tadi ampe telat gituu. Padahal kan tadi lu berangkat pagi. Pas gue chat lu udah dijalan." Tanya Tasya sambil mengunyah rotinya.
"Haduuhhh gedek dehh, Cha. Kalo inget tadi pagii.. " jawab Zika mengaduk-aduk jus dalam gelasnya. Dengan menatap taman depan kantin.
Zika menceritakan segala hal yang tadi ia alami pagi hari. Mendengar cerita Zika, membuat emosi Tasya naik.
"Iddddiiihh kalo gue jadi lu, udah gue jambak tuh rambut nenek lampir." sengit Tasya menunjukkan amarahnya.
"Ehhh tapi jujur, tuh cewek cantik banget ,Cha!!" senyum Zika tipis.
"Yak cantik pun percuma kalo akhaknya jelek kaya gituu!! " Sinis Tasya.
Zika tersenyum melihat temannya mengutuk perbuatan buruk wanita yang ia ceritakan.
"Ka, lu mau ikut gak besok. Derry ajak gue liat gedung kantor kita yang masih dalam tahap penyelesaian. Albi nyuruh kita buat design sendiri interior ruangannya." Tanya Tasya antusias.
"Waaaahhh.. Bolehh juga.. Seru yahh kita bisa ikut andil design ruangannya." sahut Zika tak kalah antusias seperti Tasya.
"Iyaa,Ka. Beruntungnya kita dapet kepala perusahaan yang selalu tanya apa maunya kita, apa yang bikin kita nyaman, apa yang kita perlu. Mantep deehhh Albiii..." Tasya dengan senyum sumringahnya.
Zika hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Mencerna perkataan Tasya.
Mereka melanjutkan menikmati makan siangnya lagi.
"Ehh Ka, gimana tante Rahma kabarnyaa? Lu masih sering kesana,Ka?" tanya Tasya tiba-tiba.
"Alhamdulillah siihh terakhir gue kesana, dia baik-baik aja. Dan Joe juga mulai ada progress." Jawab Zika menyunggingkan senyuman di bibirnya.
"Ohh gituu ,Ka.. Syukurlah kalo begitu. Mudah-mudahan dia cepet sadar yak Ka.. Kasian gue liat tante Rahma." Tasya menekuk wajahnya mengingat kondisi teman dari mamah nya itu.
"Yes, I hope he's will better soon.." Ungkap Zika tersenyum penuh harap.
*****
Mobil Tasya memasuki gerbang tinggi dan tiba di halaman parkir sebuah gedung yang masih dalam tahap pembangunan. Gedung itu adalah bakal jadi kantor Albi cs. Gedung itu terdiri dari empat lantai.
Untuk permulaan, menurut Albi tak mesti besar dan mewah. Tapi yang perlu diperhatikan adalah para pegawai yang akan mengisi kantornya itu.
"Okeee semuaanya.. Mulai hari ini kalian akan disibukkan diri untuk merekrut para calon pegawai. Saya harap semua divisi bisa menyortir para calon dengan teliti. Untuk permulaan ini sesuai visi dan misi kita dalam mencari partner kerja, bahwa kualiti lebih importan dari kuantiti. Banyaknya pegawai jika tak berkualitas untuk apa." Jelas Albi menyodorkan beberapa map CV para calon pegawai.
"Siapp!!" jawab rekan-rekan bisnisnya serentak.
Albi tersenyum.
Sontak mereka segera mengambil map yang ada diatas meja itu.
Albi , Zika dan Raisa masuk kedalam kantor Albi. Mereka mulai membicarakan strategi perusahaan agar bisa bersaing dalam kancah industry bisnis basis online.
Zika yang kreatif, selalu dapat mengeluarkan ide-ide cemerlang. Seperti dalam memutuskan brand perusahaan mereka.
Setelah berdebat panjang dengan para anggota tim lainnya, akhirnya mereka setuju dengan brand yang diusung oleh Zika, yaitu On-Ride.
Zika tak segan menanyakan segala h"al yang ia anggap tak paham pada senior-seniornya, seperti Raisa, Zacky dan Derry. Membuatnya tak kesulitan dalam menghadapi dunia barunya.
Setelah selesai meeting bersama Raisa dan Zika, Albi kembali ke ruangan dimana rekan-rekan yang lainnya berkumpul tadi.
"Mulai besok kita buka interview. Saya serahkan pada kalian sepenuhnya. Saya yakin kalian akan mencari orang-orang yang punya kompetensi dalam divisi masing-masing." Jelas Albi. Di jawab anggukan semua orang yang berada diruangan itu.
"Ohh iyaa, untuk design ruangan. Kalian bisa atur sendiri dengan bagian kontraktor. Saya ingin kalian dengan para pegawai kalian bisa nyaman bekerja. " Imbuh Albi tersenyum.
"Makasih Boss!" sahut Derry tersenyum antusias.
"You're my everything!!!" imbuh nya lagi.
Membuat semua orang tertawa. Dan Albi mengangkat kedua bahunya sambil tertawa geli mendengar celotehan anak buahnya itu.
Dijawab senyuman sinis oleh Raisa.
"Lebay luuhhh!!!" sergah Raisa. Di jawab cepat oleh Derry.
"Biarinnn!!" sembari menjulurkan lidahnya pada Raisa yang dibarengi tawa semua orang.
*****
Seminggu berlalu. Ia mengunjungi RS untuk menengok Joe.
Zika berada di depan ruangan ICU. Ia langsung masuk karena tak mendapati ibu Rahma didepan ruangan itu.
Setelah mengambil wudlu, ia langsung memakai baju Ok dan segera masuk kedalam.
Ia menghampiri Joe dengan memegang mushaf nya. Ia duduk dikursi samping ranjang. Setelah akan memulai bacaan ayat sucinya, ia merasa ada yang aneh. Ia perhatikan sosok pasien yang ada dihadapannya itu. Tiba-tiba ia dibuat kaget akan apa yang ia lihat.....
"Astagfirullohhhh...." ucapnya seraya berbisik.
*****
gimana sama delia dan kia
author pinter bahasa perancis 👍keren