'Nikmati masa mudamu selama kamu masih bisa'.
Bajingan!
Aku Nolan Farnley sangat membeci kata kata itu.
Setelah berpacaran dengan Irina selama 3 bulan, siapa sangka bahwa dia akan selingkuh dengan terang terangan di depanku?.
Tidak sampai disana, dia juga mempermalukan ku di depan banyak orang.
Hidupku kacau bukan?!
Tidak sampai disana, kesialan bajingan itu sekali lagi mendatangiku. Toko yang sudah susah payah kukembangkan malah berakhir terbakar oleh seseorang.
Apakah dewa benar benar membeciku?.
Namun, setelah aku berpikir bahwa para dewa membeciku, sebuah panel biru transparan tiba tiba muncul di depanku.
Itu adalah sesuatu yang akan berperan sangat penting dalam membuat hidupku menjadi luar biasa.
Baiklah! sekarang tidak ada cinta cinta! sekarang yang ada hanyalah Nolan Farnley dengan Bisnis nya!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Berbincang bersama dalam waktu singkat, tiba tiba Ren dan yang lainnya mendengar suara dari mobil taksi yang menuju ke dekat mereka.
Karena Ren menjadikan restoran ini sebagai tempat reuni, Ren memutuskan untuk menyewa seisi restoran hingga sore hari.
Fakta bahwa terdapat taksi yang datang ke tempat ini sudah pasti dia adalah salah satu orang yang diundang ke reuni.
"Sepertinya satu orang lagi sudah datang" Ucap Ren dengan tidak sabar menanti siapa yang akan datang.
"Menurutmu siapa yang akan keluar dari mobil itu?" Tanya Gina kepada Lina dengan wajah penasaran yang sangat jelas diwajahnya.
Namun, yang menjawab bukanlah Lina, melainkan Ivan, "Karena dia naik taksi, itu mungkin Nolan? atau Asta?"
Ivan berkata demikian karena mendapatkan info bahwa Nolan juga akan hadir ke reuni ini, fakta bahwa Nolan masih belum cukup mampu untuk membeli mobil menguatkan pikiran Ivan bahwa yang keluar mungkin Nolan atau Asta yang memiliki situasi yang sama dengan Nolan.
Dan yah, perkiraannya benar, Nolan keluar dari mobil itu dengan wajah yang menenangkan dan jauh lebih menyenangkan dibanding saat dia bersekolah.
***
Nolan yang baru saja keluar dari mobil, tatapan matanya langsung menyapu sekitar dan disaat dia melihat Ren.
Nolan tersenyum tipis disaat dia mengangkat tangannya melambai ke arah Ren dan bergegas ke tempat Ren.
Sesampainya ditempat Ren, segera Nolan mendapatkan sapaan dari Ren, "Kau terlambat" Ucapnya.
Mendengar itu Nolan mengerutkan keningnya dan dengan kesal menjawab, "Huh?! bukannya hanya 2 menit?."
"Terlambat ya terlambat!" Ren menjawab dengan helaan nafas kasar serta gelengan kepala diwaktu yang sama.
Disaat Nolan ingin membalas ucapan Ren, segera suara yang renyah terdengar di sampingnya.
"Wow..!! kau benar benar Nolan? kau sungguh berubah dan sejak kapan kalian berdua jadi akrab?" Gina dengan semangat menatap Nolan yang memiliki perubahan yang mencolok.
Disisi Lina sendiri juga melakukan hal yang sama disaat telapak tangannya menutupi mulutnya yang agak terkejut.
Karena dimasa sekolah Nolan jarang berinteraksi dengan mereka, Nolan hanya bisa mendapati dirinya tersenyum canggung.
"Hm..kalian juga banyak berubah" Jawab Nolan dengan suara yang tenang namun agak bergetar jika lebih diperhatikan.
Selain itu alasan Nolan bisa langsung mengenal mereka berdua itu karena dua wanita di depannya itu kembar dan hal itu menjadi petunjuk yang paling cocok dengan identitas mereka.
Meski mereka terlahir dalam keluarga yang kaya raya, kekayaan mereka masih dibawah Ren. Yang dimana keluarga kedua wanita kembar itu menjalankan sebuah bisnis yang bergerak di bidang kedokteran.
Melirik kearah seberang mereka pandangan Nolan langsung bertemu dengan Ivan, kedua mata mereka bertemu dan sejenak Nolan memasang tatapan mata permusuhan yang tidak luput dengan sekitarnya.
Itu karena saat Nolan dulu bersekolah, dia ingat dengan jelas bahwa Ivan juga menjadi salah satu dari orang yang selalu berkata buruk tentangnya.
Meski tidak melakukan kekerasan, itu sudah cukup bagi Nolan untuk merasakan sedikit dendam dalam dirinya kepada Ivan.
Sadar akan hal itu, Ivan segera tersenyum canggung disaat dia mengangkat kedua tangannya.
"Hei jangan menatapku seperti itu, tentang yang terjadi di masa lalu aku benar benar minta maaf!"
Diam sejenak, Ivan segera melanjutkan nya disaat dia merasakan tatapan Nolan yang semakin mengernyit.
"Maksudku, apa yang terjadi pada saat itu adalah karena aku takut dengan Alvin, yah kamu tau kan? dia berasal dari keluarga kaya raya dan aku benar benar tidak ingin menjadi sasarannya!."
"...."
Mendengar itu Nolan segera memejamkan matanya dan menghela nafas kasar.
'Apa yang dia ucapkan ada benarnya...jika bisa aku ingin menghindari konflik ini segera, tentu saja aku akan membayar utang itu suatu saat' batin Nolan.
Menatap kembali mata Ivan, sekali lagi helaan nafas kasar keluar dari mulut Nolan sebelum dia berkata, "Ha...sudahlah, aku tidak ingin membuat keributan di acara reunian. Oh! tentu saja aku akan terus mengingat saat itu."
Disaat keringat dingin menjalar di wajah Ivan, segera wajah Ivan berubah menjadi kelegaan saat dia mendengarkan ucapan Nolan.
Memang dia tau bahwa meminta maaf kepada Nolan itu tidaklah setara karena itu disaat dia mendengar Nolan bahwa Nolan akan terus mengingat kembali masa itu, Ivan hanya bisa pasrah dan menerimanya.
Tersenyum lembut di wajahnya yang terlihat agak kasar dia berkata, "Terima kasih, aku benar benar tidak akan mengulanginya lagi."
Melihat jawaban tulus dari Ivan Nolan tidak bisa berkata-kata.
'Apa dia benar benar orang yang sama dengan waktu dia bersekolah? dia benar benar sudah berubah' batin Nolan.
Disaat Nolan berpikir bahwa mungkin saja Ivan yang ada di depannya ini adalah orang lain, sebuah suara berdering tiba tiba terdengar di telinganya.
Melirik ke sumber suara itu, Nolan mendapati Ren yang mengecek handphone nya yang berbunyi.
Ren sejenak menatap layar handphone nya sebelum dia tersenyum lembut dan menatap ke arah teman temannya.
"Hei, yang lainnya marah karena kita terlambat, apa yang harus kita lakukan sekarang?." Ucap Ren yang sadar bahwa 10 menit telah berlalu sejak pembicaraan mereka.
"Apa yang harus dilakukan? apa kau bodoh? tentu saja masuk kan?." Nolan menjawab dengan nada kesal.
"Tidakkah kita harus menyiapkan sesuatu agar mereka tidak marah karena kita terlambat?." Menangkap apa yang Ren maksud, Ivan segera bertanya kepada Nolan dan yang lainnya.
Namun, disaat yang lainnya mulai memikirkan tentang apa yang Ivan maksud, segera helaan nafas Nolan terdengar disaat dia menonjolkan sebuah urat di sudut kanan atas keningnya.
Jelas bahwa Nolan sedang kesal.
"Kalian ini...apa yang kalian lakukan saat ini hanyalah akan membuat mereka menunggu semakin lama tau? tidak bisakah kalian memikirkannya lebih baik? Ha..." Diakhir kalimat Nolan sekali lagi menghela nafas.
"Ck, tapi jangan marah juga kan?" Lina berkata dengan cemberut disaat dia tidak senang dengan nada kasar Nolan.
Gina juga mengangguk setuju dengan saudari kembarnya, "Benar, kamu sekarang benar benar kasar, sepertinya jauh lebih buruk daripada Alvin saat dulu."
"Benar, aku juga merasa sedikit takut dengan Nolan" Ivan mengangguk setuju dengan mengguncang kepalanya dengan keras.
"Jangan samakan aku dengannya, ayo segera masuk" Nolan tidak ingin mendengar ocehan mereka lebih lanjut lagi dan segera berjalan lebih dulu.
"Hei! tidakkah kamu melupakan keluhanku? aku juga ingin mengeluh!." Ren berkata dengan kesal disaat dia belum sempat untuk mengatakan bagiannya tentang Nolan.
Melihat Nolan yang mengabaikannya Ren menggertakkan giginya dan segera berteriak kepada Nolan yang perlahan menjauh.
"Hei! Nolan! kamu tau?! kamu benar benar tumbuh menjadi orang yang tidak tau malu!."
Nolan tersentak kaget saat mendengar itu, segera dia berbalik dengan wajah gelap.
Ren yang melihat reaksi Nolan segera menyeringai penuh kemenangan disaat dia dengan tepat berhasil menusuk hati Nolan.
Namun, setelah melihat kembali reaksi Nolan, Ren segera sadar bahwa dia mungkin sudah memicu sesuatu yang lebih besar.
"Ups.." Dengan panik dimana keringat dingin menjalari sekujur tubuhnya, Ren memalingkan pandangannya kearah lain.
*
*
*
Baiklah kesan pertamaku pada novel ini gak sesuai judulnya less 🤣🤣... kukira bakalan toko kecil sungguhan ternyata cukup gede, dari modal aja udah keliatan ( 33 juta 🗿 bahkan bibiku yang mulai bisnis aja cuman 10 juta )
Kedua, plotnya menurutku terlalu cepat. kukira bakalan berprogres gitu dari nol atau setidaknya dari kecil ( gak terlalu paham aku )
Ketiga, keknya lebih bagus gitu barang yang dijual agak dimahalin dikit gitu dari harga pasar.... Itupun kalo misalnya MC yang kamu ceritakan gak mau menonjol menonjol banget (kayaknya gak mungkin sih melihat sifatnya 😅)
Kesimpulannya sih ceritanya gak "wah" gimana gitu tapi untuk seukuran Noveltoon mah udah cukup 😁, intinya aku enjoy.
Sekian.
Semangat less