NovelToon NovelToon
Will You Marry Me, Dewi ?

Will You Marry Me, Dewi ?

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:568.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewi Ws

I Bagus Manuaba, seorang duda yang memiliki 2 orang anak, laki-laki dan perempuan. Ia juga salah satu seorang pembisnis terkenal di Bali.

Bagus seorang Papa yang sangat menyayangi kedua anak nya.

Suatu hari ia ingin membeli ponsel di Counter milik temannya, disana ia bertemu dengan gadis cantik yang bernama Dewi. Ya, Dewi ialah pegawai di Counter itu.

Sikap polos dan rasa tanggung jawab Dewi, membuat Bagus jatuh cinta, dan perlahan cinta itu tumbuh semakin besar. Ia pun bertekad untuk bisa menikahinya meski usia mereka terpaut jauh.

Berbagai cara ia lakukan sampai akhirnya Dewi berhasil ia nikahi.

Rasa trauma atas kegagalan nya di masa lalu, membuat Bagus bersikap sangat posesif dan pencemburu berat. Ia bahkan membatasi pertemanan Dewi, dan ia juga melarang Dewi pergi kemanapun.


Apakah Dewi bisa bertahan dengan sikap Bagus yang over posesif? penasaran bagaimana kisah mereka? Yuk langsung simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Ws, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah dibilang Tua

Dengan langkah gontai Bagus berjalan memasuki rumahnya. Ia menghentikan langkahnya sesaat setelah mendengar ada suara yang memanggilnya.

"Gus...." Panggil Pak Putu ( Ayah Bagus ). Bagus menoleh lalu berjalan menghampiri Ayahnya yang terlihat tengah duduk di sofa, ia pun ikut mendaratkan tubuhnya disamping Ayahnya.

"Kenapa, Yah?"

"Tumben belum tidur tengah malam begini, Yah?" tanya Bagus. Ia memandangi wajah Ayahnya yang berada disampingnya itu, pria yang telah mengajari nya banyak hal, pria yang akan selalu mendukungnya dalam keadaan apapun.

"Belum mengantuk."Jawab Pak Putu.

"Kapan kau akan menikah lagi Gus, Ayah dan Ibumu ingin melihatmu bahagia seperti dulu lagi." Tutur Pak Putu.

"Jika sudah saatnya, Bagus pasti akan menikah, Yah."

"Bagus ingin mengenalkannya pada Anak-anak terlebih dulu." Ucap Bagus sembari memandangi Ayahnya.

"Apa itu artinya saat ini kau tengah menjalin hubungan dengan seseorang?"

"Siapa dia?" tanya Pak Putu.

"Dia seorang gadis, Yah." Ucap Bagus yang langsung mendapat pukulan di lengannya.

Bagus mengaduh kesakitan,"Kok Ayah mukul sih," ucapnya sembari memegang lengannya yang terkena pukulan tidak seberapa keras itu.

"Ayah tau itu seorang gadis, tidak mungkin juga kau menjalin hubungan dengan pria. Kenapa kau jadi bodoh begini." ucap Pak Putu yang merasa kesal.

Bagus menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, ia tersenyum malu-malu."Baiklah, Bagus akan memberitahu Ayah."

Bagus mulai menceritakan semuanya tentang Dewi, ia menceritakan bagaimana awal pertemuan mereka. Semuanya ia ceritakan tanpa terlewat sedikit pun. Pak Putu yang sejak tadi mendengarkan apa yang Putranya katakan itu, ia hampir tidak percaya jika Putranya bisa jatuh cinta dengan gadis berumur 17. Bahkan hanya terpaut 7 tahun dengan Aska yang kini sudah berusia 10 tahun.

"Apa kau benar-benar mencintainya, atau kau hanya ingin menjadikannya....." Pak Putu tidak meneruskan kalimatnya, ia menatap Putranya dengan penuh tanya.

"Apa aku terlihat seperti itu, Yah, bisa-bisanya Ayah mempunyai fikiran seperti itu!" seru Bagus merasa kesal.

"Aku benar-benar telah jatuh cinta dengannya, Yah." Ucap Bagus meyakinkan Ayahnya itu.

"Baiklah, lagipula kau sudah dewasa, eh bukan dewasa lagi tapi sudah tua, jadi kau tau bagaimana isi hatimu."

"Ayah ke kamar dulu, kasian Ibumu sendirian sejak tadi." Tutur Pak Putu, kemudian ia berlalu meninggalkan Putranya yang masih betah duduk di sofa itu.

"Belum juga umur 40, sudah dibilang tua." Gerutu Bagus sembari memandangi punggung Ayahnya hingga sampai tak terlihat lagi. Ia pun bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju kamar anak-anaknya.

Bagus memang terlihat lebih sering tidur di kamar anak-anaknya daripada di kamar miliknya sendiri. Secara bergantian ia tidur di ranjang anak-anaknya, jika hari ini tidur diranjang Aska, maka besok ia tidur diranjang milik Shierin. Mereka memang satu kamar, namun memiliki ranjang masing-masing.

Seperti malam ini, Bagus merebahkan tubuhnya diranjang Putrinya. Ia mengusap-usap puncak kepala Putrinya, ia juga selalu mencium tangan Putri kecilnya itu hingga dirinya ikut terlelap disamping Putrinya.

°°°

Sementara dikamar Pak Putu dan Bu Wina (Ibunya Bagus) mereka tengah serius membicarakan Bagus. Pak Putu menceritakan semua yang dikatakan oleh Putranya tadi kepada istrinya. Setelah mendengar semuanya, Bu Wina menuduh jika gadis itulah yang sengaja menggoda Bagus, apalagi dilihat dari latar belakangnya, hanya gadis miskin dari kampung. Sementara suaminya tak setuju dengan tuduhan yang dilontarkan istrinya itu. Mereka pun berdebat panjang mengutarakan pendapatnya masing-masing tentang hubungan Putranya dan gadis muda itu.

"Sudahlah, jangan terlalu mencampuri kehidupan Bagus, dia sudah dewasa. Dia tau mana yang terbaik untuk dirinya dan anak-anaknya." Ucap Pak Putu kepada istrinya.

"Dia Putraku, bagaimana bisa kau menyuruhku tidak mencampuri kehidupannya?" ucap Bu Wina kesal dengan perkataan suaminya.

"Bukan itu maksud ku, sudah lupakan saja. Lebih baik sekarang kita olahraga saja," ucap Pak Putu mengedipkan sebelah matanya, ia menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya. Bisa-bisa nya dia meminta jatah saat istrinya tengah marah, sungguh waktu yang tidak tepat.

"Lepaskan! Aku masih kesal denganmu." Bu Wina melepaskan pelukan suaminya itu, ia menarik selimut hingga sampai lehernya, lalu ia merebahkan tubuhnya membelakangi suaminya."Dasar suami menyebalkan." Gerutu Bu Wina di balik selimut.

"Aku menyesal berdebat dengannya tadi," batin Pak Putu. Ia ikut merebahkan tubuhnya disamping istrinya. Ia mencoba memejamkan kedua matanya, namun tiba-tiba Bu wina membalikkan tubuhnya menghadap suaminya. Ia semakin kesal melihat suaminya diam saja.

"Kau ini bukannya membujukku, malah tidur." Bu Wina mencebikkan bibirnya, seketika ia berbalik membelakangi Pak Putu kembali.

Pak Putu yang memang belum tertidur, ia membuka matanya seketika, ia melihat istrinya kembali membelakanginya. "Tadi saja tidak mau di sentuh," batin Pak Putu menahan senyumnya. Ia segera memeluk istrinya dari belakang.

"Maaf, sayang.. Jangan marah lagi ya, aku mencintaimu." Bisik Pak Putu di telinga istrinya. Ia membalikkan tubuh istrinya agar berhadapan dengan dirinya, ia mengecup bibir istrinya sekilas.

"Sayang... Boleh aku lanjutkan," pinta Pak Putu, sementara Bu Wina hanya menganggukkan kepalanya tanda ia memperbolehkan nya.

Dan mereka pun melakukan ritual wajib bagi pasangan suami istri... Wkwkwkw.

***

Keesokan paginya, matahari terlihat sudah naik keperaduannya, cahaya nya menembus celah-celah jendela bagian atas. Dewi mengerjapkan kedua kelopak matanya, perlahan ia membuka kedua matanya sempurna. Ia melihat sudah tak ada Bagus disisinya. "Jika sudah menikah pasti setiap bangun tidur bisa melihat wajahnya," gumamnya. Ia segera bangun lalu menuju kamar mandi.

15 menit ia sudah selesai mandi dan langsung mengganti pakaiannya. Ia pun segera bersiap hendak berangkat kerja, dengan memakai celana jeans warna biru dengan atasan kaos seragam kerjanya.

Itulah rutinitas Dewi setiap harinya, berangkat kerja pukul 07.00 pagi, hingga pukul 21.00 malam ia baru selesai bekerja. Jika Counter terlalu ramai pengunjung hingga malam hari, jam kerjanya pun bertambah.

°°°

2 hari kemudian.

Sabtu pagi, pukul 07.15 Dewi terlihat baru saja sampai di depan Counter. Tiba-tiba ia teringat jika hari ini Counter tutup. Semalam Bos nya sudah memberitahu jika hari ini libur.

"Astaga, kenapa aku bisa lupa jika hari ini libur ya," Dewi menepuk jidatnya sendiri.

"Lebih baik kembali ke kost saja lah," Dewi hendak menghidupkan mesin motornya, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya, ia pun seketika menoleh, dilihatnya Ricko tengah tersenyum kepadanya.

"Kenapa Mas?" ucap Dewi datar.

"Adek mau kemana? kok belum bersiap membuka Counter?" tanya Ricko.

"Aku lupa jika hari ini libur, ini mau pulang." Jawab Dewi.

Ricko mengernyitkan dahinya,"Pulang kemana?" tanya Ricko heran. Ia memang belum mengetahui jika sekarang Dewi tinggal di kost, karena Ricko tak pernah melihat Dewi pulang kerja.

"Pulang ke ko,--..." belum sempat Dewi menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba...

"Kau Disini....."

.

.

.

**Bersambung.......

Haii readers... jangan lupa beri like, komen dan juga vote nya ya...

Terimakasihh❤**

1
Maura
visualnya thor penasaran
Maura
visual thor biar tambah semangat bacanya
SyaSyi
mampir aku thor
mampir juga di karyaku
kisah Aluna
my Kids My Hero
Mogu
ivan emes bgt
Dhina ♑
What?? Begitu ya, hubungan mereka?
Kox pada ngawur 🤦🤦
OcTa Via CaMosir
suka deh punya bos kaya ko David👍👍
OcTa Via CaMosir
lanjut
OcTa Via CaMosir
nama anaknya bli bagus kaya anakku Aska😍😍
🎶🎶💞🎶🎶
ok
ѕєιηdαн sєηjα
oke
Emy Zaf
riko keren bingitz thoor
Tina Chu
like
Kanjeng Netizzen
Gw jg pernah ngalamin begitu
Kanjeng Netizzen
Gw jg pernah krj ditoko apa yg dimakan bos kmi para kariawan jg ikut makan terkdg bos mlh tanya pgn mkn apa?sebenernya gw udh betah ditoko cm perkara keirian tmn krj sm gw ,gw keluar permasalahan cm krn cwo pdhal cm kesalahpahaman
Olivia
like
Tina Chu
:)
Leni Ani
ya apun tu si yenny perek udah di masuki tiga orang pria.cewek apaan tu hiii jijik🤮🤮🤮🤮
Leni Ani
ini ada apa lg .apa bafus selingkuh ya..
Leni Ani
mami papi hahhah😆😆😆😁
Azifah Elha
lanjut season 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!