Khayana Saputri, gadis yang masih duduk di bangku kuliah harus merelakan kehormatannya direnggut paksa oleh sahabat kakaknya.
Askanda Alexander, penerus kerajaan bisnis AA Company harus menikahi gadis yang tidak sengaja ia tiduri saat sedang mabuk.
Aska dan Yana harus menikah setelah melewati sebuah malam panas karena Aska harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Apalagi yang Aska takutkan akan tumbuh benih di rahim Yana nanti.
***
Kalau mau tahu bagaimana cerita cinta Aska dan Yana, ikuti terus di sini ya 😉
IG: gadis_taurus15
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Pengganggu
Aska baru pulang dari kantor saat hampir petang. Ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan sehingga ia pulang sedikit terlambat hari ini.
" Assalamualaikum. Kakak pulang, Na " ucap Aska saat memasuki apartemen.
Yana yang sedang berada di kamar langsung keluar saat mendengar suara suaminya. Yana menampilkan senyum manisnya dan menghampiri Aska.
" Walaikumsalam " jawab Yana tersenyum.
Aska terpaku saat melihat Yana yang terlihat lebih segar dan juga lebih cantik. Mungkin itu karena perawatan yang istrinya itu lakukan seharian ini bersama Mama Lili.
" Kakak kok pulang telat? " tanya Yana setelah mencium tangan Aska dan mengambil alih tas kerjanya.
" Tadi ada beberapa pekerjaan yang harus Kakak selesaikan dulu, Na " jawab Aska.
Yana menganggukkan kepalanya mengerti.
" Aku siapin air buat Kakak mandi dulu " ucap Yana pada Aska.
Aska pun menjawabnya dengan anggukan kepala.
Setelah itu Yana segera pergi ke kamar, diikuti oleh Aska. Yana masuk ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan air untuk sang suami. Sedangkan Aska melepaskan sepatu dan pakaiannya hingga ia bertelanjang dada.
" Kak, airnya sudah siap " ucap Yana saat keluar dari kamar mandi.
Sebenarnya Yana sedikit terkejut melihat Aska yang sudah bertelanjang dada dan ia pun langsung memalingkan wajahnya.
" Terima kasih ya, Na " ucap Aska berjalan mendekati Yana.
" Iya Kak " jawab Yana yang sekarang menundukkan kepalanya malu.
Aska yang melihat itu pun tersenyum dan ia semakin mendekat ke arah istrinya itu.
" Aku keluar dulu, Kakak bisa mandi sekarang " ucap Yana gugup karena Aska sudah tepat dihadapannya.
Baru Yana melangkah pergi untuk menghindari Aska, tetapi suaminya itu malah menarik tangannya hingga punggungnya membentur dada sang suami. Aska dengan cepat melingkarkan kedua tangannya di perut Yana dan memeluknya erat. Aska juga menyusupkan wajahnya di ceruk leher Yana, ia menghirup wangi tubuh sang istri yang ternyata begitu memabukkan.
" Kak, lepas. Kakak harus mandi sekarang " ucap Yana mencoba melepaskan pelukan itu.
Tubuh Yana terasa seperti tersengat listrik saat deru nafas Aska tepat mengenai titik sensitifnya di leher.
" Biarkan seperti ini, Na. Sebentar aja " ucap Aska dengan nada memohon.
Aska merasa sangat lelah hari ini dan dengan seperti itu rasa lelahnya terasa sedikit berkurang.
Akhirnya Yana pun hanya bisa pasrah dan tidak tega mendengar suara memohon Aska. Yana juga tahu jika Aska sangat lelah setelah seharian bekerja. Tapi ia pun tidak bisa tenang saat Aska memberikan kecupan-kecupan basah di lehernya.
" Aduh, kenapa rasanya gini " batin Yana menggeliat karena rasa geli yang timbul akibat kecupan yang suaminya itu berikan.
Sedangkan Aska semakin gencar memberikan kecupan di leher Yana, bahkan sesekali membuat tanda kepemilikan di sana.
" Baru gini aja rasanya tubuh kamu sangat memabukkan, Na " ucap Aska dalam hati.
Yana sangat terkejut saat Aska tiba-tiba membalikkan tubuhnya sehingga kini mereka sekarang berhadapan. Aska dengan cepat menarik pinggang ramping Yana hingga tubuh mereka menempel. Dengan sangat gugup, Yana menahan tubuh Aska dengan meletakan kedua tangannya di dada Aska.
" Kak, to-long lepas " ucap Yana tergagap saking gugupnya.
Aska tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tangan Aska terulur mengusap rambut panjang Yana yang tergerai indah. Aska juga menyingkirkan anak rambut Yana dan menyelipkannya ke telinga. Secara perlahan, Aska menarik kepala Yana untuk mendekat dan ia pun mendekatkan wajahnya.
Hingga jarak diantara mereka hanya beberapa senti lagi dan Aska sudah sangat tergoda untuk mencium bibir Yana yang sedikit terbuka. Yana pun memejamkan matanya seolah mengerti apa yang ingin dilakukan oleh suaminya itu.
" Apa Kak Aska mau cium aku? " ucap Yana dalam hati setelah memejamkan matanya.
Yana hanya pasrah karena ia tidak bisa terus menghindari Aska dan ia juga takut dosa jika menolak suaminya.
Brak.
Suara benda terjatuh mengangetkan mereka dan Yana pun langsung mendorong tubuh Aska menjauh.
" Akh, sial " umpat Aska dalam hati.
Bibir mereka hampir saja menempel tetapi ada saja pengganggu yang membuat ia gagal untuk merasakan bibir manis Yana.
Aska dan Yana melihat ke arah sumber suara dan ternyata di sana ada Asta yang sedang mengambil paper bag yang ia jatuhkan.
Asta datang untuk memberikan barang dari Mama Lili untuk Yana yang entah apa itu. Asta langsung masuk saja karena pintu apartemen yang tidak benar-benar tertutup. Ia sudah mencoba memanggil Aska dan Yana tapi tidak ada yang menjawabnya. Asta pun memutuskan untuk menghampiri mereka yang siapa tahu berada di kamar dan benar saja, ia melihat tanpa sengaja melihat Aska dan Yana yang hampir berciuman karena pintu kamar itu masih terbuka. Aska memang tidak menutupnya karena di rumah itu hanya mereka berdua.
" Ngapain sih ke sini segala? Ganggu aja " ucap Aska pada sang kakak yang baru mengambil paper bag yang ia jatuhkan.
Sedangkan Yana sangat malu luar biasa karena kakak iparnya itu melihat mereka yang hampir berciuman. Rasanya Yana ingin menenggelamkan dirinya ke dasar bumi dan ia tidak tahu apakah sanggup untuk melihat wajah Asta atau tidak.
" Ya ampun, gimana ini. Kak Asta pasti lihat " batin Yana sangat malu.
" Kakak ke sini tuh buat ngantar sesuatu dari Mama buat Yana. Kakak mana tahu kalau kalian lagi baru mulai bikin keponakan buat Kakak. Lagian salah kalian juga kenapa pintu depan gak ditutup bener-bener terus juga pintu kamar dibiarin kebuka " ucap Asta tertawa kecil menggoda sang adik.
Aska pun mendengus kesal dan menghampiri sang kakak. " Mana barangnya? " ucap Aska langsung merebut paper bag dari tangan Asta.
" Terus sekarang Kakak pulang, jangan jadi pengganggu " usir Aska mendorong tubuh kakaknya untuk keluar dari apartemen.
" Kakak baru dateng lho, udah langsung diusir aja " ucap Asta berjalan keluar.
" Gak peduli, lagian aku lagi gak nerima tamu " jawab Aska.
Aska terus mendorong tubuh Asta hingga benar-benar keluar dari apartemennya dan langsung menutup pintu serta tidak lupa menguncinya.
" Dasar Kakak sialan, gara-gara dia aku gak jadi cium bibir Yana " umpat Aska yang tertuju untuk kakaknya.
Setelah itu Aska segera kembali ke kamar tetapi Yana sudah tidak ada di sana. Aska menghela napasnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia hanya berharap ada kesempatan seperti tadi untuk menyentuh istrinya itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
Aku takutnya biasanya di awal2 hubungan mulus2 bae,Hujungan2 banyak masalah..Moga aja gak gitu ya..
Mampir thor, 🙋