NovelToon NovelToon
Lelaki Imamku

Lelaki Imamku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini

Elmo namanya. Aku pernah menyimpan perasaan padanya. ketika kami sama sama duduk di kelas 1 SMU, namun semua itu menguap begitu saja seiring kepindahannya di kota lain. Aku bahkan sudah melupakannya. Namun takdir mempertemukan kami berdua. Setelah hampir 10 tahun kami berpisah, tiba tiba saja kami bertemu di sebuah mall di kota Yogyakarta. Pertemuan itu adalah awal dari terungkapnya sebuah rahasia besar yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu teman SMA Bima

Jumat malam sehabis sholat magrib Bima datang ke kosku.

Aku menyambutnya dengan gembira.

" Sayang aku kangen banget sama kamu ", kataku sambil memeluknya.

" Iya aku juga kangen kamu Ve ", kemudian Bima mencium keningku.

Lalu kami duduk di kursi depan kamarku.

" Nih Ve olah oleh buat kamu ".

" Bima memberiku 2 plastik besar makanan ".

" Makasih ya sayang ", Bima hanya mengangguk sambil tersenyum.

" Tadi dateng jam berapa Bim ?"

" Jam 2an Ve ".

" Langsung ke Rumah Sakit ?"

" Nggak lah langsung tidur di rumah Ve istirahat ".

" Udah makan belum Ve ?"

" Belum Bim ".

" Keluar yuk beli makan ".

" Ayuk, aku ganti baju dulu ya ".

" Boleh ikut nggak ?" kata Bima.

" Hemmmmm.." jawabku sambil mencibirkan bibir ke arah Bima, dan dia hanya tertawa.

" Mau makan di lesehan lagi nggak ?"

" Terserah kamu aja deh, aku ikut ".

" Siapp deh kalau gitu ".

Kemudian Bima menjalankan mobilnya.

" Bim lama banget seminarnya sih ?"

" Iyalah Ve, kan itu seluruh dokter di Indonesia ".

" Dokter spesialis semua ?"

" Ya enggak Ve dokter umum juga ".

" Kok kamu yang dipilih ?"

" Ya nggak tau itu kebijakan manajemen Rumah Sakit Ve ?"

" Aku bersyukur banget Bim dapet calon suami pinter kayak kamu ".

" Aku juga bersyukur banget punya calon istri baik dan cantik kayak kamu Ve ".

Kemudian Bima menghentikan mobilnya di sebuah angkringan namun bernuansa modern.

" Makan di sini aja ya Ve ?"

" Iya Bim..."

Setelah memesan makanan kami memilih tempat duduk.

" Bim ".

" Iya Ve ".

" Pernikahan kita besok kamu maunya pesta nggak ?"

" Ya jelas pesta Ve, aku tuh pengen bahagiain kamu ".

" Dimana Bim pestanya ?"

" Ya di rumah kamu, di Surabaya, di Yogya juga Ve ".

" Di tiga tempat Bim ?"

" Iya Vero, kenapa ?"

" Nggak Bim nggak papa ".

Dalam hati aku berkata, " Apa mungkin ibuku punya uang sebanyak itu untuk mengadakan pesta pernikahanku ".

" Ve ?" Bima menyentuh tanganku.

" Eh iya Bim ?" sahutku terkejut dan tersadar dari lamunanku.

" Kenapa Ve ? kamu nggak usah khawatir sayang, aku tau pasti kamu bingung memikirkan biayanya kan ? sayang aku udah siapin semuanya, kamu dan ibu nggak usah mikirin itu ya ?"

" Benarkah Bim ?"

Bima mengangguk sambil tersenyum.

" Yaaa Tuhan betapa baiknya pria di hadapanku ini, aku tidak menyangka sebelumnya ", kataku dalam hati.

Tak lama kemudian pesanan kami datang.

Baru saja hendak makan tiba tiba saja ada seseorang menegur kami.

" Hai Bim, kamu Bima kan ?"

Bima seperti mengingat ingat sesuatu.

" Tasya...ya Tasya...."

Kemudian mereka berdua bersalaman.

" Kamu dimana sekarang Sya ?"

" Aku tinggal di Bangka Bim ".

" Jauh banget Sya ".

" Iya dapet suami orang sana ".

" Kok sekarang di sini ?"

" Biasa liburan Bim bulan madu, aku baru 3 bulan yang lalu menikah ".

" Wah selamat ya penganten baru ternyata ".

" Makasih Bim ".

" Lama kita nggak jumpa ya Sya, semenjak lulus SMA itu ".

" Iya Bim udah berapa tahun ya ?"

" Udah bertahun tahun nggak usah dihitung pusing nanti hahaha ".

" Kamu tinggal di sini ?"

" Iya Sya semenjak lulus kuliah di Surabaya aku ketrima kerja di sini ".

" Hebat kamu ya, kata temen temen udah jadi dokter spesialis, nggak salah kamu selalu jadi juara kelas dulu ".

" Hahaha udah takdir mungkin Sya ".

Aku cuma tersenyum melihat mereka berdua. Kemudian Tasya melihat ke arahku.

" Hei Bim cewek cantik ini siapa? aku pikir kamu masih pacaran sama Anya ". Bisik Tasya tapi aku masih bisa mendengar Tasya menyebut nama mantan kekasih Bima.

Bima melihat ke arahku seperti merasa bersalah.

" Eh ehm bukan Sya, kalau Anya kita udah lama putus, dia Vero pacarku dan sebentar lagi kita mau tunangan ".

" Ehhhh ya ampun maaf ya aku pikir..."

" Nggak papa kok mbak ", kataku sambil menyalaminya dan memperkenalkan diri padanya.

" Aku temen Bima waktu SMA Ve, kita dulu duduknya bersebelahan, bisa dibilang temen akrab sih, ya Bim ?"

" Sebenernya aku males Ve akrab akrab sama dia tapi dia yang sok akrab, soalnya kerjaannya nyontek melulu apalagi kalau udah pelajaran matematika Ve ". Jawab Bima.

" Iya Ve...bener kata Bima, aku tuh bukannya bodoh tapi agak kurang pinter dikit Ve, untung punya temen akrab, apa salahnya dimanfaatin ya Ve ?"

" Hahaha...", kami tertawa.

" Eh jadi kalian udah mau tunangan ya ?"

" Iya Sya, insyaalloh minggu depan mungkin ".

" Wah selamat ya ikut seneng aku dengernya, mudah mudahan lancar sampai hari pernikahan kalian nanti, nggak usah lama lama takutnya banyak masalah malah nggak jadi lagi ".

" Didoain yang baik dong jangan didoain nggak jadi ", kata Bima

" Iya aku doain yang baik semoga semuanya berjalan lancar ya ".

" Iya makasih ya Sya ".

" Ya udah kalian enakin aja makannya, aku mau ke tempat suamiku dulu, ntar dipikirnya aku pingsan lagi di toilet ".

" Hahaha ...ya udah sana, salam buat suamimu ya ".

" Eh kapan pulang ke Surabaya ", tanya Bima.

" Lebaranlah Bim, baru aja aku ikut suami udah mau pulang aja ".

" Ya ntar kalau pulang kabar kabar ya, kita bisa reuni bareng ".

" Ok siap bos, yang penting no hpmu belum ganti "

" Belu Sya masih yang lama kok ".

" Ya udah ya aku tinggal dulu ".

Aku dan Bima mengangguk. Sepeninggal Anya

kami melanjutkan makan. Ada perasaan cemburu di hatiku gara gara Tasya menyebut nama Anya tadi.

" Sayang kok cemberut gitu sih bete ya ?"

" Nggak nggak papa kok ".

" Ayo dong....tadi aja waktu baru dateng ceria kok ".

" Sebel aja waktu Tasya tadi nyebut nama Anya, pasti Anya tuh berarti banget ya Bim buat kamu ".

" Udah deh nggak usah ngomongin Anya lagi, kan aku udah bilang Anya itu cuma masa lalu aku Ve, dan sekarang itu cuma kamu yang di hati aku ".

" Ayo dong tersenyum ".

" Kalau tiba tiba Anya ada di hadapan kamu sekarang bagaimana Bim? apa yang kamu lakuin ?"

" Yang aku lakuin ?" Bima seperti sedang berfikir.

" Ya pasti aku salamin terus aku tanya kabarlah Ve ".

" Cuma itu ?"

" Ya paling cuma ngobrol basa basi aja ".

" Kalau tiba tiba dia meluk kamu gimana ?"

" Ya nggak mungkinlah kan ada kamu di sampingku ".

" Kalau aku nggak ada ?"

" Udah ah Ve, jangan cari masalah, kita kesini mau makan dan bukan mau ngomongin Anya ", jawab Bima sedikit emosi.

" Kamu selalu saja nggak bisa jawab dengan tegas Bim kalau aku tanya masalah Anya, apakah kamu masih mencintainya ? " tanyaku dalam hati.

" Habis ini kamu mau aku ajak kemana Ve ?"

Tanya Bima saat kami baru selesai makan.

" Aku mau langsung pulang aja Bim ".

" Kok langsung pulang ? nggak pengen muter muter atau nongkrong dulu ? katanya kamu kangen sama aku ".

" Nggaklah aku males pengen tidur ".

" Ya udah Ve kalau mau kamu begitu aku nurut nih yaa ".

Aku hanya mengangguk.

Sepanjang perjalanan aku diam saja tidak berbicara satu patah katapun, dan Bima tau kalau saat itu aku sedang marah karena masalah Anya tadi. Tiba Tiba Bima menghetikan mobilnya di pinggir jalan.

" Ve kamu kenapa sih, aku nggak suka lihat sikap kamu kayak gini ?"

" Kamu masih marah masalah Anya tadi ?"

" Menurut kamu ?" jawabku singkat.

" Kenapa sih kamu masih nggak percaya sama aku ?"

" Kamu sendiri percaya nggak sama perasaan kamu Bim ?"

" Maksudmu ?"

" Bim aku itu wanita, dan perasaan seorang wanita itu peka Bim, aku bisa melihat dari mata kamu, kamu masih mencintai Anya kan ?"

" Ve aku dulu memang mencintai Anya, tapi itu dulu dan sekarang aku berusaha untuk melupakan dia ".

" Berusaha Bim ? dan belum berhasil kan ?"

" Bim kalau kamu masih belum bisa melupakan Anya, itu akan jadi masalah dalam hubungan kita nanti, percaya sama aku, kamu mungkin akan bisa lupa sama dia untuk beberapa saat, namun ketika dia ada di hadapan kamu Bim, aku yakin kamu nggak bisa membohongi perasaan kamu terhadap dia Bim ".

" Dan ini yang aku rasakan sama Elmo ", kataku dalam hati.

" Lalu apa yang harus aku lakuin Ve ?"

" Jujur dengan hati kamu sendiri, kalau kamu memang mau serius dengan aku, lupakan dia Bim, jangan terjebak dalam perasaan kamu, tapi kalau tidak lebih baik tinggalkan aku, aku nggak mau cuma jadi pengobat sakit hatimu sama Anya ".

" Ve maafin aku ya, aku janji cuma kamu satu satunya wanita di hati aku, wanita yang akan menjadi istriku, yang akan menemaniku sampai aku tua nanti ".

" Bim aku percaya kok kalau kamu akan pegang janji itu ".

" Iya Ve ", kemudian Bima memelukku erat dan mencium kedua mataku.

Aku tersenyum, kemudian kami berjalan pulang menuju kosku.

" Besok jam 8 ya Ve aku jemput kesini ".

" Iya Bim aku tunggu ".

" Ya udah aku pulang ya ?"

Aku mengangguk dan Bimo mencium keningku dan mengucapkan kalimat cinta.

1
Muhammad Reyhan Reyhan
sudah bisa di tebak 😉
Muhammad Reyhan Reyhan
sangat terasa perih perjalanan di posisi Elmo
Muhammad Reyhan Reyhan
tidak aneh juka seorang wanita jalan sama laki² lain ? yaa krna kesepian di tambah rasa nyman dari hati.
Muhammad Reyhan Reyhan
masih ad tanda tanya Elmo fakta nya kerja apa yaa ? 😉
Muhammad Reyhan Reyhan
kaum lelaki mengakui prensip lo Elmo? berusaha menunggu namun di mengganggu.
Muhammad Reyhan Reyhan
jujur sebagai laki² belom pernah lihat atau melakukan perubahan yang tiba-tiba.
Muhammad Reyhan Reyhan
kabar Elmo mana yaa ? hhee😆😂
Muhammad Reyhan Reyhan
gimana kabar hati El dan Ve yaa?🤔
Muhammad Reyhan Reyhan
terasa normal setiap baca novel pasti senyum-seenyum aneh😉
Muhammad Reyhan Reyhan
1 kekurangan bima sangat berarti bagi wanita,palah aku yg hnyar hidup di atas bawah air yg tak punya apa-apa 🙏🏼☺️
Muhammad Reyhan Reyhan
ada tanda tanya di balik bima (keturanan)
Muhammad Reyhan Reyhan
yg lain bisa di cari kecuali,ketenangan hati
Muhammad Reyhan Reyhan
salut sama kedewasaan Vero,selalu berfikir sebelom memutuskan.
Muhammad Reyhan Reyhan
bnyak pertnyaan untuk Elmo !
Totoy Suhaya
gimana nasib elmo thor..kan kasian😅😅
Yuliana Hartini
Akhirnya ceritanya happy ending tk thor smg semangat dg cerita yg lain dn lebih seru, semangat terus 👍😀🌷
Yuliana Hartini
Wah nemang laki2 susah ditebak dn dipercaya sorry thor dy kadian sm Vero yg polos banget fikibulin terus sm si Bima tp sy setuju klw Vero sm Elmo aja org yg benar2 mencintainya semoga berjodoh thor jadiin aja 👍👏😀
Nurayati
sebenarnya ceritanya bagus jg gampang di pahami,tp kenapa aku baca kaya cape banget kayalari lari ya😄
Sri Wahyuni
suka crta y simple mudajh d fahami ga jenuh d bca y..dan bab y ga bnyk seru
Totoy Suhaya
ceritanya bgs thor..lnjuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!