Silahkan membaca dan juga..... like dan komen yaaa....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HANDZO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chp.28
Kedua gangster yang membanggakan dirinya terlempar dan tak sadarkan diri.
"cihh...baru lutut yang ku berikan sudah tumbang dengan secepat itu..."kata Ilham kemudian berlari mencari beberapa gangster tersisah.
kemudian Ilham membantu mahasiswa dan mahasiswi yang di tangkap oleh gangster, setelah menyelamatkan sebagian mahasiswa untuk berlindung.
Tiba-tiba datang serombongan gangster yang berotot menuju kearah Ilham, gangster itu merasa muak melihat Ilham yang menghajar teman-teman sesama gangsternya.
"itu dia anak yang menyerang teman-teman kita..."
"bagusnya anak ini di apakah ya...ahahha..."
"kalau menurut ku sih, patahkan saja kakinya dan tangannya, kalau perlu juga kita kebiri dia..."
"ahahahh...."
"ahahahha..."
Gangster yang berjumlah sepuluh orang, datang menghampiri Ilham dan mengepung Ilham.
Ilham yang melihat situasinya yang di kepung, tiba-tiba tersenyum karena tidak perlu Ilham repot-repot untuk mencari mereka satu persatu.
"tinggi juga nyali mu anak muda..."
"cihh...buat apa aku harus takut dengan gangster borongan seperti kalian..."kata Ilham yang memanasi para gangster yang mengepungnya.
"ahahah...baiklah kalau itu mau mu, aku akan maju untuk bermain-main dengan mu..."
"siapa takut, hanya sekumpulan laki-laki yang berakal banci..."kata Ilham semakin memanasi para gangster itu.
Sedangkan gangster yang ingin bermain-main dengan Ilham sudah merasa muak dengan ejekan yang di lontarkan Ilham.
Gangster itu kemudian mendekati Ilham dan kemudian memegang pundak Ilham untuk dia tundukkan.
Ilham yang hanya tersenyum hanya terdiam melihat salah satu gangster itu ingin menekan pundak Ilham.
"kenapa kuda-kuda anak ini sangat kuat..."batin gangster yang menekan pundak Ilham.
"Hay broo, cepatlah jangan menunda-nunda waktu, karena masih banyak mahasiswi di sini yang bisa kita nikmati hari ini...ahahah..."
"ahahaha..."
Gangster yang sudah memusatkan semua kekuatannya ke tangannya untuk menekan Ilham, tapi tetap saja Ilham hanya berdiri tanpa bergoyang sedikitpun.
"hanya ini kekuatan mu...."kata Ilham kemudian memegang tangan gangster itu, dan memutar tangan gangster hingga gangster itu terputar dan terjatuh.
"arghhhhhh....anak kurang ajar..."kata gangster itu yang tangannya patah karena putaran yang di berikan Ilham.
Ilham yang melihat musuhnya terjatuh kemudian mengangkat kakinya dan menendang gangster itu.
Para gangster yang lainnya sangat emosi melihat Ilham karena temannya di tendang seperti bola permainan.
"dasar bocah, hari ini adalah kematian mu...serang bocah itu..."
Kemudian para gangster yang lainnya menyerang Ilham secara bersamaan, Ilham kemudian memasang senyum liciknya dan berlari menghantam wajah gangster yang terdekat.
"bugh...baghh..bugh.."
"arghh...tangan ku..."
"arghhh....dasar anak kurang ajar..."
Ilham yang semakin semangat menghantam dan mematahkan satu persatu gangster yang menyerangnya.
Beberapa menit Kemudian kesepuluh gangster yang menyerang Ilham, terbaring tak sadarkan diri.
"ku pikir suhu, ternyata kalian cupu...."kata Ilham yang meninggalkan tubuh gangster yang sudah tidak sadarkan diri.
***
"bos, aku dapat berita bahwa ada satu anak mahasiswa yang menyerang pasukan gangster kita hingga babak belur dan tak sadarkan diri..."
Bos gangster yang berada di atas motor dengan style jaket Levis dengan lambang tengkorak dan kaca mata hitam yang di pakainya sehingga tampangnya semakin sangar.
"hmmm....panggil si #03 untuk mengurusnya..."kata bos gangster.
"baik bos..."
Kemudian salah satu anggota gangster itu mendatangi si #03, si #03 bertubuh kekar yang di penuhi tatto, baik itu tubuh dan wajahnya.
"tuan #03, anda mendapatkan perintah untuk membunuh mahasiswa yang menyerang pasukan gangster kita..."
"cihh....cuman bocah, dasar kalian semua pasukan lemah...."kata di #03 yang membuang puntung rokoknya.
Para mahasiswa dan mahasiswi di kumpulkan di sebuah aula besar, dengan penjagaan para gangster yang berwajah mengerikan.
"ya tuhan, tolong kami, siapa yang bisa menolong kami...."
"apa ini hari akhir kita...hikss...hikss..."
Para mahasiswa dan mahasiswi saling berharap bahwa ada seseorang yang bisa membantu mereka, apa lagi di luar kampus tidak ada yang mengetahui bahwa mereka di sekap oleh para gangster keji ini.
***
Ilham yang bersembunyi, kemudian mengaktifkan mata elangnya dan melihat di mana para mahasiswa dan mahasiswi di sekap, dan pada saat Ilham melihat di daerah aula.
Ilham kemudian menemukan begitu banyak mahasiswi dan mahasiswi beserta para dosen yang di sekap oleh gangster itu.
"cihhh.... gangster ini memang sangat merepotkan...apa lagi begitu banyak gangster yang harus aku hadapi..."kata Ilham yang memantau keadaan aula.
Tapi tiba-tiba Ilham merasakan sesuatu bergerak di belakangnya, yang ternyata itu adalah si #03 yang menyerangnya menggunakan pipa besi.
Ilham pun dengan gesit melompat ke depan untuk menghindari serangan si #03.
"benar kata gangster yang lain, kau memang anak yang menyebalkan juga..."kata si #03 sambil menghisap sebatang rokoknya.
"dari yang ku lihat kau pasti salah satu dari petinggi gangster banci mu ini yaaa...."kata Ilham.
"ahahah....sepertinya mulut mu akan ku robek deluan ya, baru memenggal kepalamu..."kata si #03 yang menyerang Ilham dengan pipa besinya.
Ilham yang menghindari pipa besi itu, tiba-tiba melihat senyum licik di #03 yang membuat pikirannya bahwa si #03 melihat gerakannya.
Dan tak di sangka Ilham pun terkena pukulan pipa besi itu, dan membuat pundaknya terluka.
[tuan ketahanan anda berkurang 8% karena pukulan telak...]
[apa tuan ingin menggunakan system penyembuhan...]
[IYA...]
[TIDAK...]
"hmmm...iya..."kata Ilham kemudian merasakan di sekujur tubuhnya menjadi lebih bertenaga lagi.
"waaw...aku memang beruntung dapat pulih secepat ini..."batin Ilham dengan senyuman liciknya itu.
"itu pasti menyakitkan anak muda...."kata si #03.
Kemudian Ilham yang sudah merasa teganya kembali, dengan sangat cepat berlari kearah si #03 dan menghantamkan satu pukulannya.
Sehingga si #03 terlempar beberapa langkah dan mengusap darah di mulutnya karena pukulan Ilham.
"kenapa kekuatan anak ini semakin kuat, apa pukulan ku tadi tidak membuatnya cederah..."batin si #03.
"kenapa kaget, apa kau juga ingin merasakan apa yang di rasakan pasukanmu yang lain..."kata Ilham yang berjalan sambil tersenyum licik yang membuat si #03 merasa sedikit gentar untuk maju.
Sedangkan si #03 yang tidak mau mengalah, kemudian maju dan menghantamkan pipa besinya secara brutal kearah Ilham.
Ilham yang melihat gerakan si #03 tanpa pola, kemudian mengambil kesempatan dan memukul dagu si #03 hingga terpental keatas karena pukulannya yang keras.
Sehingga si #03 pun tak sadarkan diri dengan rahangnya yang patah, Ilham kemudian bergerak lagi dan mencari targetnya secepat mungkin.
Tapi pada saat Ilham berlari, Ilham mengambil ponselnya dan menelfon beberapa kenalannya seperti keluarga Devyl dan Yusril untuk datang membantu kampus elit Indonesia yang di serang oleh gangster.
Keluarga Devyl yang mendengar kabar itu lalu mengirim pengawal elitnya kekampus elit Indonesia, begitupun Yusril memanggil pengawalnya dan menelfon polisi.
*****
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAA...
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAA...
kalau ga mau ngakuin mending ga usah ketemu selama nya blo'on MC nya.