Ini adalah spin off dari Novel Pengantin yang Ditukar. Selamat membaca
Resya dan Dean. Sepasang nama yang sudah tersemat di buku nikah dan cerita cinta yang indah. Namun, apakah itu cukup?
Hubungan yang terjalin cukup lama mulai menemui titik jenuh hingga pertengkaran kecil sering terjadi karena keduanya belum sepenuhnya mengetahui satu sama lain.
Hingga, seseorang masuk ke dalam hidup mereka dan membuat Resya mulai berpikir jika Dean menikahinya bukan karena cinta, melainkan tanggung jawab.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempat cerita
Tiara masuk ke dalam ruangan Dean dan melihat bosnya itu sedang dalam keadaan lesu dan banyak pikiran.
"Tuan, ini teh untuk Tuan," ucapnya sambil meletakkan secangkir teh di atas meja Dean.
"Terima kasih, Tiara." Dean tersenyum sambil meminum teh tersebut. Beberapa tegukan terasa sangat menyegarkan tenggorokannya.
"Sepertinya Tuan sedang ada masalah. Saya sudah menyelesaikan semuanya, Tuan hanya tinggal memeriksa saja, jangan khawatir."
"Terima kasih, tapi ini bukan tentang pekerjaan. Aku tidak akan pernah pusing dengan pekerjaan karena ada kau."
"Jadi, apakah Tuan merasa pusing karena ada masalah pribadi? Tuan, terkadang menceritakan masalah pribadi pada orang lain akan membuat hati kita merasa lebih tenang."
"Kau benar, Tiara. Tapi, rasanya tidak etis jika aku menceritakan masalah pribadi kepadamu. Apalagi kau belum menikah dan aku menceritakan masalah keluarga."
"Ayolah, Tuan. Saya adalah sahabat anda. Apa yang tidak saya ketahui tentang anda?"
Dean berdiri dari tempatnya dan berpindah ke sofa ruangannya.
"Duduklah, aku butuh teman mengobrol. Aku tahu kau seperti apa. Ceritaku ini hanya akan sampai ke telingamu saja."
Tiara pun duduk di sebelah Dean dan menatapnya dengan serius. Dia akan mendengarkan cerita Dean dengan seksama.
"Aku merasa jika hubunganku dengan istriku semakin lama semakin merenggang. Banyak sekali hal-hal sepele yang membuat kami bertengkar hebat." Dean mengusap wajahnya dengan perlahan sambil menghembuskan nafas lelah.
"Bukankah dalam kehidupan rumah tangga pertengkaran itu memang biasa terjadi? Rumah tangga akan terasa hambar jika tidak ada bumbu-bumbu pertengkaran, bukan?"
"Ya, tapi pertengkaran yang aku maksud bukanlah pertengkaran yang kau pikirkan. Maksudku, dia sudah menikah denganku selama bertahun-tahun. Tapi, sampai saat ini dia tidak bisa mengerti apa yang aku inginkan." Dean mulai berdecak kesal. Dia kembali mengingat masa-masa pertengkaran yang sebenarnya tidak perlu diingat itu.
"Dean, Dean. Dari dulu sifatmu memang tidak pernah berubah. Kau selalu ingin dimengerti, tapi kau tidak pernah bisa mengerti istrimu. Dia itu seorang perempuan. Seharusnya kau yang lebih banyak mengalah padanya."
"Percuma saja! Tidak seharusnya aku curhat dengan seorang wanita. Selamanya kau pasti akan melihat dari sudut pandang istriku saja." Dean mengeluh dengan Tiara yang dinilai lebih membela Resya daripada dirinya.
"Aku tidak membela siapapun. Aku hanya ingin memberi pengertian kepada dirimu. Dunia ini bukan tentang kau saja, tapi juga istrimu."
"Ah, sudahlah, tinggalkan aku sendiri." Dean kembali duduk di kursinya dengan tatapan datar.
"Kau ini sama saja seperti Kak Satria. Pantas saja kalian jadi teman." Dengan kesal, Tiara pun meninggalkan ruangan Dean dengan buru-buru.
"Ah, benar juga. Lebih baik aku bercerita dengan Satria saja. Dia pasti lebih mendukung ku daripada Resya." Dean pun beralih ke ponselnya dan menghubungi Satria.
[Halo, Dean, ada apa?]
"Sepulang kerja nanti, apakah kau ada acara?"
[Tidak, kenapa?]
"Mari makan malam bersama di restoran biasa. Hanya kita berdua saja dan jangan ajak orang lain."
[Astaga, iya, iya, baiklah. Sepertinya ini adalah sesuatu yang sangat penting. Aku akan menepati janjiku untuk datang ke sana dan mendengarkan semuanya.]
"Baiklah, kau lebih pintar dari yang aku kira."
Dean pun mematikan ponselnya dan menghembuskan nafas panjang. Dia memang memerlukan seseorang untuk dijadikan tempat bercerita. Jika bercerita dengan Aiden maka sama saja membongkar aib sendiri. Dan pastinya Aiden akan membela Resya. Entah mengapa, Dean berpikir bahwa dirinya benar.
dan aku masih nungguin lanjutan kisah nya shiren dong kak🤭🤭🤭🤭🤭
sekarang kamu malah jadi lebih belangsak dari Almira,dan Roy selamat bersenang-senang untuk sementara, karena sejatinya uang sebanyak apapun tanpa d kelola pasti akan habis dalam hitungan waktu.....
orang yang terlihat sayang bisa saja malah menusuk d belakang....
tolong shiren dilanjutkan lg