NovelToon NovelToon
Scandal Cinta Majemuk

Scandal Cinta Majemuk

Status: tamat
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

Austin 'tak peduli. Dia mencintai Jasmine. Walaupun perut wanita itu membuncit di usia hampir trimester tiga kehamilannya. Tidak ada yang salah dengan hubungan keduanya. Jasmine tak bersuami. Kehamilannya adalah hasil tragedi penculikan yang justru menimbulkan simpati di hati Austin.

Tapi bagaimana jika suatu waktu, pria yang melakukan penculikan itu tiba-tiba datang.
Akan bagaimana hubungan mereka ke depannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

"Aku pamit, Oma. Makasih atas semua kebaikan yang udah Oma kasih dan Oma lakuin buat aku," ucap Jasmine disiram tangis. Ada luka tak kasat mata teriring di antaranya. "Maafin aku atas semua kesalahan aku, Oma. Maaf ...."

Namun wanita tua itu masih bergeming. Bukan ia tak menyayangi wanita muda yang telah dianggapnya cucu tersebut, hanya rasa kecewa yang membuatnya tak ingin menoleh. Bahkan ketika Jasmine meraih telapak tangan kanannya, Oma Lissa masih bergeming, tak berani menatapnya, namun juga tak menolak ketika kecupan lembut Jasmine mendarat di punggung tangan yang mulai keriput terpapar usia senja.

Hal itu tentu saja semakin menambah luka di hati Jasmine. Itu memang salahnya, Jasmine mengakui. Dan sekarang saatnya ia pergi. Ia jelas hanya duri di dalam daging. Sungguh tak pantas mempertahankan diri, dalam keluarga yang jelas hangat sebelum kedatangannya.

Ada sebersit sesal dalam hatinya, kenapa dulu ia tak pergi saja.

Lalu sekarang apa?

Pamit dengan hati, lalu menendang diri untuk menjauh.

Setelah mencium begitu dalam punggung tangan Oma Lissa, dengan gontai, Jasmine membalik badan, lalu mulai melangkah dengan koper kecil yang ditarik kiri tangannya.

Ternyata begitu menyakitkan melepas anak itu pergi. Oma Lissa menolehkan kepalanya menatap punggung Jasmine yang mulai menjauh dan kini telah hilang di balik pintu. Barulah tangisnya merebak keluar setelah pintu itu benar-benar tertutup. "Jasmine ... cucuku ...," ratapnya pedih.

Tapi ia bisa apa. Jika tetap menahan Jasmine di rumah itu, maka hubungan Dayhan dan Alexa akan terus keruh. Terlebih ancaman yang dilayangkan Alexa untuk bunuh diri, jika tetap mempertahankan Jasmine untuk tetap tinggal. Oma Lissa cukup dilema menghadapi situasi mencekik itu. Sisi antara kasih sayangnya pada Jasmine, dan sisi tentang Alexa beserta darah daging Dayhan dalam kandungan wanita itu.

Dilema besar.

Tanpa terasa ... sudah hampir satu jam lamanya Oma Lissa terdiam di posisinya--duduk dingin dengan tatapan rapuh yang hanya berisi Jasmine di dalamnya.

Saat ini waktu menunjukkan pukul 02.10 dini hari.

Mata wanita tua itu masih nampak segar terjaga. Bayangan wajah dan langkah akhir Jasmine di rumah itu satu jam yang lalu, membuatnya dilanda kesedihan luar biasa yang cukup menyiksa dirasa.

Sampai suara tapak kaki terdengar menuruni tangga. Sedikit berhasil mengalihkan pandangan Oma Lissa dari pusat perhatiannya yang entah apa.

Dayhan.

Pria itu turun setelah berhasil menenangkan Alexa dan membuat tunangannya itu tertidur di kamarnya.

"Han ...."

Dayhan menurunkan tubuhnya lalu duduk di samping sang nenek. Ditatapnya wanita tua itu penuh rasa bersalah. Satu tangannya terjulur untuk meraih lalu menggenggam erat tangan renta tersebut. "Maafin, aku, Oma. Semua salah aku. Semua gara-gara aku, sampai Jasmine harus terusir dari rumah ini."

Elusan lembut di punggung Dayhan sebagai bentuk penenang, Oma Lissa terlalu bingung menyikapi keadaan ini. "Oma tidak menyalahkan kalian. Karena bagaimana pun, cinta itu datang tanpa undangan," tuturnya selembut kapas, namun cukup getir terdengar. "Kalian selalu bersama. Mungkin dari sanalah perasaan di antara kalian tumbuh, sampai membuat kamu lupa, bahwa kamu punya Alexa, tunanganmu."

Dayhan termanggu diam. Ia menunduk dengan masih menggenggam telapak tangan Oma Lissa. "Soal Alexa, aku juga minta maaf, Oma. Aku bener-bener gak tahu kalo dia hamil," sesal pria itu semakin bertambah.

"Sudah. Tak apa." Jendela dengan kasa transparan di ujung ruangan menjadi sejurus pandangan Oma Lissa kini. Tatapannya terlihat jauh menerawang. "Oma hanya cemas, ini bahkan belum pagi. Entah akan kemana Jasmine malam-malam buta seperti ini."

Mendengar lalu membayangkannya, Dayhan cukup terhenyak. Sejenak ia memejamkan mata, lalu mulai terlihat kecemasan sebenarnya. Ia lantas berdiri secara sontak kala pikir dan hatinya menuntut untuk bertindak.

"Han!" Oma Lissa cukup terkejut melihat perubahan ekspresi cucunya itu.

"Aku titip Alexa, Oma. Kalo dia bangun, bilang aku keluar sebentar atau apalah."

"Kamu mau kemana?" Oma Lissa ikut berdiri.

"Aku mau cari Jasmine, Oma!"

"HANNN!!"

____

Tak ada satu pun lalu lalang kendaraan. Jalanan benar-benar menggambarkan situasi kota tidur.

Dayhan terus memacu mobilnya. Seraya tetap memutar stir, kepalanya nampak mengedar ke sama kemari, mengabsen setiap sudut jalanan. Sesekali ia turun untuk menelisik tempat-tempat dengan celah lebar, yang menurutnya memungkinkan untuk Jasmine berada di sana. Sela pepohonan pun tak luput dari pandangannya.

"Mustahil! Dia 'kan jalan kaki! Mana mungkin bisa cepet keluar area ini?" Dayhan berkicau tak habis pikir. Ia berdiri di samping sebuah pos ronda di tepian jalanan sekitar komplek. Satu tangan ia tempatkan di pinggang, satu lainnya ia gunakan untuk mengusap-usap kasar kepala belakangnya. Ekspresi frustrasi jelas tak bisa disamarkan lagi.

"Jaaasss! Kamu kemana, sih?"

Ponselnya bahkan telah Jasmine non-aktifkan. Semua panggilan dan pesan tak menghasilkan sahutan.

Dengan keputusasaan yang semakin kental kentara, Dayhan memasuki mobilnya kembali, menyandarkan kepala ke badan jok. "Kalo aja aku gak usik kamu ... pasti sekarang kamu masih di rumah. Masih jadi adik aku! Adik juga cucu Oma yang manis!"

Di sela pergulatan dunia sesalnya, tiba-tiba sebuah nama melintas di kepala Dayhan. Ia menegakkan tubuh dengan wajah terang seolah menemukan jalan keluar.

"Austin! ... Apa mungkin Jasmine pergi ke tempat Austin?" Tebak-tebakan di kepalanya. "Tapi mana mungkin?” katanya turun nada dan melemah. Ia meremas rambutnya yang klimis. Pening rasanya menghadapi situasi ini. Situasi tolol hasil ciptaannya sendiri.

Dayhan terus beradu dengan argumen dan pemikirannya, sembari diotak-atik ponsel dengan fitur deretan nomor telepon. Berharap seseorang mungkin bisa membantunya menemukan Jasmine.

Setelah dicobanya berkali-kali, tak ada sekali pun respon. Dayhan melajukan cepat mobilnya menuju rekannya yang merupakan seorang polisi.

Meminta bantuan pencarian Jasmine, atau mencari alamat Austin.

Soal Alexa, ia tak akan peduli dulu untuk saat ini. Wanita itu akan meraung sesaat, selebihnya kembali bisa ditenangkan, asal Dayhan mau menahan diri untuk tak kesal. Jasmine lebih membutuhkan uluran telapak tangannya.

Ia tak akan tenang sebelum mengetahui Jasmine baik-baik saja di luar sana.

1
engkoz83
harus kahhhhh..seperti ini thor...
engkoz83
tuhhhh..ketemu Andrew dehhh... kacauuuuuuu
engkoz83
ihhh...bakalan amburadullll deh klu ketemu Andrew
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hehe..biar gk flat, Kak.

btw, mkasih udah maraton baca karya2 aku.
sehat selalu, Kak🥰
total 1 replies
Yudith Lahay
Good
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: makasih, Kak.
kaget aku, novel sepi ini tiba2 ada yg baca😄
total 1 replies
Emak Femes
𝚠𝚊𝚊𝚊𝚑 𝚐𝚊𝚔 𝚛𝚎𝚕𝚊 𝚔𝚊𝚕𝚘 𝚜𝚒 𝚊𝚞𝚜𝚝𝚒𝚗 𝚝𝚊𝚖𝚊𝚝 𝚖𝚊𝚔
𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚋𝚘𝚗𝚞𝚜2 𝚗𝚐𝚊𝚙𝚊𝚊𝚊𝚊
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Kgk, Mak.
mengcapek
total 1 replies
🌺💐H@5#🌺💐
hari di hafal luar kepada ya ozt bahwa Sanya perempuan itu maha benar 😃 walaupun salah tetap maha benar karena bakalan garing hari² Lo kalo mode ngambek nya udah keluar
Emak Femes
entah kenapa masih kebayangnya si ozt sama.jasmine dah mak
Emak Femes
satu kata
yasalaaaaaaammmmm
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Wkwkwk.

kenapa, Emak?
total 1 replies
🌺💐H@5#🌺💐
dasar bule songong tak ada romantis² nya ngelamar anak orang sejam yang lalu aja udah hampir buka paha artinya kalo jebol tadi tuh gawang sembilan bulan kedepannya udah punya adek tu si Lily versi Deddy songong
🌺💐H@5#🌺💐: 🤭🤭🤭🙈🙈🙈🙈
total 2 replies
🌺💐H@5#🌺💐
udah kentang harus banyak ngeles lagi gimana gk lapar coba?🤭😃😃 ngeles juga butuh tenaga kaliii wkwkkkk
Emak Femes
sepertinya elu kena karma Le...
skrg jan celap celup lagi
halalin satu Le trus elu celup smp mampus 🤣🤣🤣
Emak Femes
hadeeeeh
tobat napa Le Le
kok malah khilap
pusing eke
Emak Femes
hahahaha dunia nya selebar daun kelor
🌺💐H@5#🌺💐
menang banyak di bule songong adek rival mo di embat juga
🌺💐H@5#🌺💐
udah baca nya tegang tegang eh . malah next 😔😔kentang kentang
🌺💐H@5#🌺💐
hilal bahagia dah hampir muncul seperti nya 😊 berdamai dengan diri dengan keadaan memaafkan takdir menjalani hidup seperti air yang mengalir pasti bahagia sudah menanti
🌺💐H@5#🌺💐
sebetulnya damai itu indah tapi beda pemikiran yang kadang membuat nya menjadi rumit semoga Jasmine juga sepemikiran dengan niat ozt
🌺💐H@5#🌺💐
wiihhh bisa eror otak nya Jasmine njalani takdir hidup nya...oh tidak!!! jika kita yang dihadapkan dengan masalah seperti ini bisa apa coba... jangan ditanya tentang sabar tentang ikhlas entah lh
..
🌺💐H@5#🌺💐
da ellahh....apa musti Jasmine pindah lagi ke pelukan pria lain ape ya...aku rasa cinta yg udah di patri Ke Ben gak akan sama kwalitas nya dengan ke Andrew kalo Ben menolak Jasmine ...yg ada Jasmine bisa gila beneran kalo tau yg niduri waktu di enggres itu malah pria yang pernah nyulik dia
🌺💐H@5#🌺💐
inget Ben Abang Lo baru tiba tengah malam dari enggres.. kapan Lo terakhir vc ame jas mikir pura2 aja tanya ke resepsionis mana tau ada nm Andrew sebagai tamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!