.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuanzero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
"Aiiihhh... kenapa hari ini banyak sekali hal-hal tak terduga, aku sampai bingung memikirkannya."
Isabella menghela nafas sambil menyilangkan tangannya di kepala, dia tengah merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan baju kerja yang masih melekat di tubuhnya.
Wanita itu memandang langit-langit seolah menjadi teman bicaranya dalam diam, dia memainkan telunjuknya di udara sambil membuat pola garis yang tak beraturan.
Otaknya benar-benar kacau karena menerima terlalu banyak kejutan, mulai dari seseorang yang seperti dikenalnya sampai bertemu dengan mantan suaminya.
Dia benar-benar bingung dengan hari yang melelahkan ini, ditambah lagi pertemuannya dengan Justin setelah sekian lama tidak berakhir dengan menyenangkan.
Entah bagaimana pandangannya sekarang, apakah dia berpikir positif atau malah sebaliknya Isabella pun tak mengerti.
Dia bangkit dari kasurnya dan mulai melucuti pakaiannya, Isabella mengambil bajunya dari dalam lemari pakaian dan mengenakannya.
Ia berjalan keluar kamar untuk menghampiri sang putra, pria kecil itu tengah asyik bermain dengan Frank. Bahkan ada Rias di dekat mereka yang tengah memperhatikan kegiatan dua bocah itu, Isabella mendekat dan duduk di sampingnya.
Dia menyentuh punggung wanita itu dan sontak membuatnya menoleh, Rias tersenyum, entah mengapa dia merasa bahwa sahabatnya itu tengah memiliki suasana hati yang kurang baik.
"Ada apa Isabella?" Tanya Rias dengan lembut.
"Tak ada... hanya sedikit kelelahan saja."
Rias kembali tersenyum dan menarik tangan Isabella agar wanita itu mendekat, mereka hanya memiliki satu sama lain. Jadi saat hal seperti ini terjadi, mereka berdua hanya bisa saling menyemangati satu sama lain.
Rias mendekap Isabella dan wanita itu hanya menurut, dia sedikit mengelus pundak sahabatnya dengan perasaan hangat. Isabella pun merasa nyaman saat ada di dalam pelukan wanita itu, dia benar - benar bersyukur memiliki sahabat sepertinya.
Rias lah yang selalu menjadi penyemangatnya di saat-saat gusar ataupun sedih, begitu pula sebaliknya jika Rias merasakan hal yang sama maka Isabella lah orang pertama yang akan mendukungnya.
Selang beberapa saat, Isabella maupun Rias melepaskan pelukan itu dengan sebuah senyuman. Mereka menatap satu sama lain dengan tatapan penuh makna, sekarang perasaan Isabella terasa lebih tenang.
Setelah itu Isabella berniat mengajak David dan Frank untuk makan siang, sebab memang hari ini Isabella pulang lebih awal dengan izin dari Zai.
Mereka baru akan membuat name tag karyawan untuk Isabella, juga menyiapkan divisi tempat wanita itu bekerja besok. Jadi dia di perbolehkan untuk pulang lebih awal oleh Zai, dengan anggapan sebagian permintaan maaf dari pria itu.
"David... Frank... kita makan siang dulu, permainannya bisa di lanjutkan lagi nanti." kata Isabella dengan suara lembut.
Kedua bocah itu tak menolak, perut mereka memang terasa sedikit lapar karena sudah waktunya jam makan siang. Setelah itu Isabella, Rias, David, dan Frank beranjak dari tempat itu menuju ruang makan.
Rias berjalan mendahului mereka dan mengambil makanan yang sudah di siapkannya di lemari, dia menyuguhkannya di atas meja beserta perlengkapan makan lainnya.
David dan Frank berjalan menuju dapur untuk mencuci tangan, Isabella pun melakukan hal yang sama dan kembali ke meja makan.
Setelah Rias selesai menyuguhkan makanan di atas meja, dia pun duduk di sana karena sudah terlebih dahulu mencuci tangannya sebelum menyiapkan makanan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA MELUANGKAN WAKTU 1 DETIK UNTUK MENGKLIK TOMBOL LIKE.
KARENA DARI SANALAH SEMANGAT TUAN BERKOBAR UNTUK KALIAN SEMUA.
BELUM LIKE EPISODE SEBELUMNYA? PUTER BALIKKK DONK, HEHEHE.
"—KITA SALING SUPPORT YA... (ᵔᴥᵔ)—"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
dan Justin gimana ceritanya??
mudah-mudahan ga terlambat
jangan lupa like dan comment
terimakasih
Gmn mau ks like & vote klo ceritaNya putus2...
Autor hy bikin yg baca jd penasaran..