Alena tidak menduga kekasihnya tega mengkhianatinya dan tidur bersama wanita lain di dalam apartemen yang Ia beli sendiri. Hubungan yang terjalin beberapa tahun, kandas dalam sehari.
Apa yang kau harapkan Alena, semua ini sudah terlihat jelas di matamu, aku tak perlu lagi mengatakan apa pun. Karena setiap kata yang keluar dari bibir seseorang yang tak berstatus tak akan ada gunanya- Alandra.
Aku berharap satu penjelasan darimu, meski itu hanya satu kata - Alena.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 - Reuni ll
Seketika mereka terpaku di tempat, Sandra tampak terkejut melihat keberadaan Alena di hadapannya, kemudian menunduk menghindar bersitatap dengan Alena.
"Alena tumben kamu datang, biasanya kamu tidak suka berkumpul dengan teman-teman SMA kita?" tanya Alandra.
Bukannya menjawab Alena malah memalingkan wajahnya, "bukan urusanmu!" decaknya seraya berlalu.
"Kak mungkin sebaiknya aku pulang saja, aku takut kesalahpahaman Kak Alena akan semakin membesar jika dia melihatku di sini bersamamu," ujar Sandra merasa tak enak hati.
Alandra menghela nafas pelan, yang terjadi sebetulnya adalah, saat Alandra hendak pergi ke acara reuni, dia bertemu Sandra di jalan yang hendak pulang sehabis bekerja paruh waktu. Karena takut adiknya kenapa-napa jika pulang sendirian, Alandra memutuskan mengajaknya sebentar untuk turut serta menghadiri acara reuni, namun Alandra tak menyangka Alena pun turut hadir, biasanya wanita itu paling tidak suka menghadiri acara-acara seperti ini, tapi sekarang sungguh di luar dugaan dia datang dengan sendirinya.
"Kakak tidak bisa membiarkanmu pulang sendiri, sudah abaikan saja dia." Jelas Alandra.
"Tapi Kak, Kak Alena akan semakin salah paham terhadap kita," keluh Sandra dengan wajah sedih.
"Memangnya kenapa, bukannya itu yang kita inginkan dulu, jadi sudah biarkan saja. Tapi dengan ini Kakak jadi tahu, kalau Alena masih menyimpan rasa untuk Kakak," bisiknya di telinga Sandra.
"Dih dasar, Kakak kejam, kasihan loh Kak Alena, dia pasti sakit hati, aku sangat mengerti bagaimana perasaannya, sebaiknya Kakak cepat luruskan kesalahpahaman ini, sebelum semuanya terlambat." Desak Sandra.
"Iya, iya, pasti Kakak akan segera memberi penjelasan pada Alena, tapi sekarang belum waktunya." Alandra berjalan lebih dulu di ikuti Sandra di belakangnya.
Tampak suasana di dalam cafe cukup ramai, agaknya tempat ini sudah di pesan khusus untuk acara hari ini, itu terbukti karena tidak adanya orang lain selain mereka yang hadir di tempat ini.
"Wah lihat, siapa yang hadir di antara kita semua, cucu pertama keluarga Wilson!" seru salah satu teman seangkatan Alandra, saat dia melihat Alandra dan Sandra memasuki ruangan tersebut, seketika semua mata tertuju kearah mereka, terkecuali Alena, dia justru memalingkan wajahnya tak ingin melihat sosok yang kini menjadi pusat perhatian.
"Hey Bro, aku tidak menyangka kau bagian dari keluarga itu, kenapa kau terus merahasiakan ini dari kami?" tanyanya, yang langsung disetujui oleh temannya yang lain, mereka juga tampak penasaran dengan jawaban Alandra.
"Menurutku, itu bukan sesuatu yang harus di umbar, lagi pula pasti kalian sudah tahu cerita yang sebenarnya tentang statusku, jadi aku tak perlu menjelaskannya pada kalian."
"Ehem, kalau begitu mari kita duduk dan mulai pestanya," ucapnya karena tak ingin membuat suasana berubah menjadi aneh.
"Oh, siapa gadis yang bersamamu ini Alandra? Apa kau dan Alena sudah putus?" Semua orang sudah tahu hubungan Alena dan Alandra, yang memang sudah sejak lama terjalin.
Seketika semua orang menatap Alandra juga Alena silih berganti, "kalian tidak benar-benar putuskan? Kalian sudah berpacaran selama bertahun-tahun, aku tidak rela kalau kalian putus begitu saja, bahkan aku sudah menjadikan kalian panutanku," ucap salah satu teman wanita yang duduk tak jauh dari Alandra dan Sandra.
"Kakak, Kakak, tolong dengarkan penjelasanku, sebenarnya aku dan Kak Alan--," Alandra menekan pergelangan tangan Sandra membuat perkataan gadis itu terhenti seketika.
***
Halo para reader semua terimakasih sudah mampir dan membaca karya aku yang satu ini ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, dengan cara Like, komen dan ratenya, dukungan kalian bikin author tambah semangat nulisnya. Btw maaf ya bab yang ini agak pendek wkwk, biasalah lagi stuck ide 🥲