NovelToon NovelToon
Saat Bertemu Kamu (Romantic Scandal)

Saat Bertemu Kamu (Romantic Scandal)

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Tamat
Popularitas:359.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: skavivi selfish

Berawal dari pertemuan yang menakjubkan di kota Malang, Michelle mendatangi seorang pria di Yogyakarta hingga menimbulkan skandal berujung pernikahan tak terduga.

Michelle yang cantik paripurna dari keluarga konglomerat membuat Paijo tak habis pikir mengapa ia memuja pria sederhana sepertinya.

Saat keduanya semakin akrab dan jatuh cinta. Mereka tahu rantai sebab-akibat dari kesalahan satu malam yang menyimpan rahasia besar hingga mengancam hubungan Paijo dengan tunangannya yang seorang polwan, Puspita.

Menyusun rencana di tengah rumitnya skandal yang terjadi, berakhir seperti apa perjalanan cinta mereka yang terlihat suram?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skavivi selfish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan sulit

Keesokan harinya, suara gunting terdengar lincah dari ruang tamu yang disulap menjadi konveksi kecil-kecilan. Michelle sedang memotong kertas karton tebal sebagai cetakan kain batik yang ia beli di toko tekstil di jalan Urip Sumoharjo untuk membuat kemeja sebelum pulang ke Surabaya.

“Mas Paijo.” Michelle bersiul sambil melongok ke dalam kamar. Di sana, Paijo yang kurang tidur menoleh sambil memakai ikat pinggang.

“Ke sini bentar yuk, aku harus memastikan ukuran yang aku bayangkan persis seperti ukuran badanmu.”

“L luar.”

Meraih tali meteran di sofa, Michelle tersuruk-suruk masuk ke dalam kamar sebelum pintu tertutup, mengabaikan Paijo yang terperanjat kaget karena serudukannya yang cepat hingga ia terjungkal ke kasur bersama Michelle yang mendarat darurat di atasnya.

Paijo mengeram sakit sementara Michelle yang kaget sendiri dengan kelakuannya menegakkan tubuh tepat di atas pangkuannya.

”Maaf, remku blong. Mas Paijo sakit enggak?” tanya Michelle cengengesan.

“Kamu mau coba?” Paijo menekuk lututnya hingga membuat Michelle maju ke depan sampai ke atas rudalnya yang anteng. “Mau aku seruduk?”

Michelle meringis, tahu apa yang ada di bawahnya saat ini, dia meluruskan kaki seraya bersandar di pahanya. Memberi penekanan yang lebih hingga Paijo mendengus kepayahan.

“Turun wes, nggak usah gitu.”

Dengan iseng Michelle menggerakkan pinggulnya, lalu tertawa keras saat Paijo mencengkram lututnya dan menggerakkannya maju-mundur. Menambah getaran yang terjadi antar kedua ragawi.

“Awas ya kalau sampai rembes. Celana kerjanya masih di laundry.”

Paijo menekuk kaki sebelah kanan Michelle dan membelai tulang keringnya dengan punggung jari telunjuk.

“Jujur, Sel. Sebenarnya kamu ini tertekan nggak hidup seperti ini di sini? Orang tuamu nggak nyari? Dominic?” tanyanya parau.

“Bapak sama mas cuma tanya kabar, tapi mereka percaya kamu bisa ngurus ini. Cuma mama agar ribet sih.”

Paijo masih membelai kakinya sembari meneguk ludahnya, jarak intim yang begitu lekat meningkatkan birahunya akan pesona Michelle yang begitu mendambanya tanpa risi. Menyukai kekurangan dan kekonyolannya dengan senang hati.

Paijo membasahi bibirnya, takut khilaf ia menurunkan kaki Michelle.

“Lama-lama aku bisa pengen, Sel. Turun, kerja.”

Michelle menekuk kedua kakinya seraya membungkuk di atasnya, menaungi wajah Paijo yang mengeras.

“Aku tunggu di apartemenku di Surabaya kalau kamu mau, bawa karet pelindung.” bisiknya sembari mencium cuping Paijo. “Bawa aku kabar bahagia.”

Sekujur tubuhnya kontan merinding seketika. Paijo membanting lembut Michelle ke ranjang seraya menaunginya dengan garang.

Paijo membelai pipinya dengan kekaguman yang diselimuti nafsu. Dia tidak bisa menahan lagi gejolak di dalam benaknya yang menggedor-gedor ingin dilepaskan.

Cinta yang dulu ia banggakan lenyap tergantikan dengan kenakalan duniawi yang dia inginkan. Bagaimana jika itu benar terjadi? Detik itu, Paijo mematung sambil memegang ikat pinggangnya.

”Gak jadi ya?” tanya Michelle saat Paijo beranjak, membetulkan pakaian dinasnya dan celananya sambil membelakanginya.

“Besok saja, jam mepet.”

“Oh.” Michelle meraih tali meteran di ranjang sembari menghela napas. “Bener sih mepet waktu, takutnya telat.”

Ia berdiri di depan Paijo, merapikan rambutnya yang cepak rapi dan merapikan kerahnya sebelum mengangkat kedua lengannya.

“Diam ya, aku ukur dulu badan kamu.”

Paijo meraih dagu Michelle dan mendongkakkannya, menatapnya. Paijo merunduk mencium dengan keras bibir seksi yang terbuka menyambutnya ramah.

“Jangan pergi, Sel.”

“Aku bisa, tapi aku nggak bisa janji.”

Paijo menempelkan keningnya di keningnya, “Aku ngerti, tapi jangan pergi.”

Michelle menyinggung senyum seraya mendekapnya. “Aku yang takut kamu pergi, jangan pergi.”

Dihujani nafsu, mencintai dengan melukai, menginginkan yang belum bisa diwujudkan , terbukalah jalan yang berisi sembilu. Mengiris hati dengan harapan.

Paijo mencium kening Michelle setelah wanita itu berhasil mengukur badannya.

“Jangan ketemu sama cowok kuburan, dia manusia jadi-jadian.” katanya mesra sembari menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.

Perut Michelle mengeras, antara ingin kentut dan ingin tertawa. Fauzi manusia jadi-jadian? Kok aku jadi kepikiran ya, datangnya tepat di kuburan, apa jangan-jangan dia memang manusia jadi-jadian. Widiww.

Michelle mencium punggung tangan Paijo sembari mengantarnya ke depan rumah. Ia menyaksikan Paijo berangkat kerja sebelum terbirit-birit ke kamar mandi ketika desakan yang begitu memaksa terasa tiba-tiba datang.

Brotttt... Brottt...

Keringat dingin membasahi kening Michelle. Perutnya bergemuruh, tegang. Bunyi brottt... brotttt kembali terdengar. Lemas, dia keluar dari kamar mandi setelah menguras isi perutnya yang berisi oseng-oseng mercon semalam.

Michelle menyingkirkan kain batik meteran yang akan dia buat menjadi baju couple bersama Paijo dari karpet. Dia bersandar di badan sofa seraya meluruskan kakinya, mengelus perut, tersiksa ia oleh kentutnya sendiri yang berkali-kali meledak.

“Kalau sampai nanti sore masih diare, Paijo nggak boleh pergi.”

Meledak-ledak lagi kentutnya hingga Michelle terbatuk-batuk, aromanya seperti comberan hingga membuat Michelle terheran-heran. Baru pertama kali dalam hidupnya ia memiliki kentut sedahsyat itu.

Michelle meraih ponselnya di sofa, selarik pesan dia sampaikan pada Paijo yang baru sampai di parkiran kelurahan. Tetapi karena ia perlu apel pagi dengan perasaan resah dan birahi yang mati-matian ia redam, Paijo sama sekali tidak mengecek ponselnya sampai jam istirahat.

Michelle membasahi bibirnya yang kering, wajahnya pucat, tubuhnya lemas. Terkatung-katung dia mengambil ponselnya di kamar setelah wira-wiri ke kamar mandi.

“Sweetie, choco.” gumamnya menunggu sambungan di angkat, “Ayo dong nyambung, perutku bunyi terus. Susah makan. Lemas.”

Paijo menggeber motornya bersama teman sejawatnya untuk menghadiri undangan traktiran pak lurah ke rumah makan Padang. Ponselnya aman di laci meja kerja yang terkunci rapat.

Baru setelah ia kembali ke kantor dengan perasaan yang lebih bahagia setelah dua rendang masuk ke perutnya, Paijo membuka laci meja dan mengeluarkan ponselnya.

Dua pesan dari dua wanita yang sama-sama dia beri tanda 💗 berada di barisan paling atas chat. Paijo membaca dengan teliti satu persatu chat dari mereka.

Satunya mengajak kencan ke pantai, satunya lagi mengajaknya kencan ke rumah sakit.

Kira-kira Paijo memilih yang mana?

...----------------...

1
Cicak Speed
ngakak q jon ngakak
Cicak Speed
la anak mu 3 loh pak Pram
Cicak Speed
nenek malah seneng Ki pie
Cicak Speed
alah Nunu koe ce sneng pita
Cicak Speed
Jan kok do pinter cahh
Cicak Speed
pie to cell
Cicak Speed
Jan ya Michele Ki ya onow wae polahe
As Ngadah
nasibbmu jo paijo
neur
😎😎
anita dyah Juniarti
besok versi Puspita itu besoook...entah kpn...
nah klo besok versi Icel itu ya besok, sesudah hari ini...hahaha...
anita dyah Juniarti
Pupuran...bengesan... hahaha...lama gk dengar ucapan ini...maklum d tanah rantau...
Ran Aulia
/Facepalm/
Ran Aulia
😂😂😂😂
Ran Aulia
😂😂😂😂 pak Kusumo ikutan mantune , a little crazy ✌️😂😂😂
Ran Aulia
Luar biasa, 👍👍👍👍 ceritanya menghibur banget kak 😍😍😍😍

terimakasih ya ❤️❤️❤️❤️
Titik Handayani
byuuuhhh...raiso mingkem Iki tor...ngeweh terus
Titik Handayani
lhooo...ak kok jadi mewek
Titik Handayani
wkwkwk...Ra mandeg ngguyu...mantap tor
Titik Handayani
wkwkw...mksh otor...bikin ngakak
Titik Handayani
masyaallah...penak tenan ya Jo....ak Yo pengen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!