Sebuah kisah cinta antara masa lalu dan masa sekarang. Seorang pasangan mudah berpindah dari satu hati ke hati yang lain. Begitulah kisah Cinta seorang gadis bernama Larasati. Dia di hadapakan dengan sebuah masalah dari kisah cintanya. Pertunangannya harus kandas oleh keegoisan, dan perbedaan karakter. Hingga Larasati memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka, lalu menjalani hidup barunya.
Apakah Larasati bisa terlepas dari jerat masa lalu? atau justru dia bisa menemukan yang terbaik?
Simak kisah mereka sampai habis ya.
Ikuti terus kisah Cinta Larasati
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nur Hastaman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep 28
Beberapa hari kemudian, tiba saatnya Laras kembali membuka hati untuk laki laki yang dari dulu sampai sekarang masih menyisakan rasa dalam hati.
Di depan putra mereka, Dion bersimpuh dengan membawa sebuah kotak kecil berwarna merah, sepertinya kotak perhiasan. Tatapan Dion tidak lepas dari wajah ayu Larasati yang terlihat anggung dengan rambut menjuntai indah. Gaun warna merah marun melekat indah di tubuh rampingnya. Senyum simpul mengembang sempurna mengalahkan keindahan pelangi.
"Kenapa ayah sama mama diam seperti patung, om? Terus mereka itu sedang apa sih, kok lama sekali" Protes Briyan. Anak seusia dia belum paham hal secam itu "Briyan mau ikut mereka" Hampir saja Briyan keluar dari persembunyian mereka yang tidak jauh dari tempat Laras dan Dion saat ini. Sebenarnya sengaja Tio mengajak Briyan untuk memata matai kedua orang saling sayang kembalidi pertemukan oleh takdir. Sudah bertahun tahun lamanya sepasang manusia saling cinta terpisahjarak dan hati, kini tanpa terpinta mereka kembali dipersatukan oleh takdir.
Seberapa jarak memisahkan cinta pasti waktu akan menuntunnya kembali. Cinta tidak pernah menghianati hati, sebab di dalamnya tersemat nama sang pujaan hati.
"Husttt....Briyan jangan ke sana, di sini saja sama om Tio. Katanya Briyan mau punya ayah dan mama lengkap seperti teman Briyan yang lain, sekarang saatnya doa Briyan terkabul. Kita lihat dari sini saja ya" Ucap Niko berusaha menjelaskan pada sang keponakan. Biarpun Briyan bukan keponakan sesungguhnya, tapi ia sangat meyayangi Briyan melebihi segalanya. Sejak dalam kandungan sampai sebenar ini hanya Niko satu satunya orang yang mau menolong Laras kala susah. Sejak saat itu mereka seperti saudara sendiri.
"Oh begitu ya, om. Kalau begitu nanti Briyan bisa tidur sama ayah sama mama juga?"Tanya Byiran polos.
"Iya, makanya kamu diam di sini sama om"
Ketika Dion membuka kotar tersebut, Laras terkejut "Cincin?"
"Maukah kamu menikah denganku lagi? Memulai semua dari awal lagi, dan memperbaiki hubungan yang sempat terbawa arus kala itu. Tolong ijinkan aku menebus semua kesalahanku" pintanya sambil mendongak melihat wajah Laras dari bawah. Sekarang ia masih berdimouh sambil memegangi kotak cincin "Berikan aku kesempatan kedua. Setelah semua yang terjadi, tak akan lagi ku ulangi kesalahan yang sama. Kalau kamu mau menerima lamaramku, maka ambil cincin ini jika tidak kamu tutup cincin ini"
Perlahan Laras mengulurkan tangan lalu mengambil kotak tersebut dari tangan Dion. Sebelum memberikan pilihan, ia meminta Dion untul berdiri "Belum saatnya kita bersama lagi. Untuk hubungan kedua kita kali ini jangan hanya libatkan emosi semata tapi kita butuh menyatukan kembali perasaan kita yang sempat redup oleh kerasnya luka" Sejarinya Laras belum begiti melupakan rasa sakit hatinya di masa lalu. Tapi jika melihat rona kebahagiaan di wajah Briyan, ia takut kalau harus mengecewakan sang buah hati.
Seketika wajah Dion terlihat pucat "Maksudnya kamu menolak menikah denganku? Lamaranku di tolak?"
"Astaga....kenap malah jadi seperti ini" Lirih Tio sembari terus melihat gerak gerik mereka, bahkan Percakapan mereka terdengar sampai di telinga Tio.
"Bukan aku menolak lamaran kamu, tapi aku juga belum menerima lamaran kamu. Maka aku belum bisa mengambil cincin ini....." Tatapan mereka bertemu untum waktu yang lama. Dari tatapan mereka jelas masih besar cinta di antara mereka.
"Apa bedanya dengan belum menerita dan menolak? Keduanya memiliki arti yang sama" Hendak mengambil kembali kotak cincin di tanganLaras, namun Laras menggenggamnya "Siapa bilang artinya sama? Aku tidak menolak lamaran ini hanya saja aku butuh waktu untuk kemantapan hati. Maka dari itu cincin ini biarlah ku genggam sementara waktu. Kalau nanti kamu meluhat cincin ini melingkar di jari manisku artinya aku sudah menerima kamu kembali, dan jika aku tidak memakainya untuk waktu yang lama artinya aku masih belum siap menerima kamu kembali"
"Jadi masih ada harapan untuk kita bersama kembali?"Seketika rona wajah Dion bahagia.
"Emmmm.....bisa jadi begiti bisa jadi tidak"
*pemeran utama wanita paling enak, dia sangat murka kalau suaminya salah dan tidak mudah memaafkan tapi kalau dia salah paling jauh minta maaf semua beres, bahkan dia ditiduri pria karena kebodohanya dianggap bukan masalah yang harus dibesarkan
*pria lain PEBINOR juga enak, menghancurkan rumah tangga orang, dan memperkosa istri orang tapi hanya dipukuli, enak dipukuli dengan imbalan tujuh istri orang,
korban novel sesunguhnya
*pemeran utama pria jika buat salah (walaupun salah paham) dibuat menderita, menyesal, sujud2 minta maaf, mengemis maaf, berjuang keras, sangat lama baru dapat maaf, dibuat menderita bertahun2, dibuat bucin, dibuat bodoh kayak tidak ada wanita lain saja
sampai disini pahamkan kalau wanita buat novel ya pasti egois
sakit emng d khianati orng yg kita cintai aplgi d sakita raga & jiwa..
sedih aku tuh.. kereen tor crita nya