NovelToon NovelToon
Hate You, Love You

Hate You, Love You

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Obsesi / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: MeeGorjes

Amara berencana untuk menyusul tunangannya ke Amerika setelah ia selesai menyelesaikan pendidikan pasca sarjananya. Ia dan Danis akan menikah di sana. Danis yang terikat kontrak kerja, tak bisa pulang ke Indonesia hingga Amara lah yang harus pergi ke sana.

Tapi kenyataan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Amara mengalami malam naas bersama seorang lelaki yang bernama Giovanni Abraham hingga dirinya hamil.

Sebagai anak orang kaya dan dari keluarga terpandang Gio harus menjaga nama baik keluarganya. Ia terpaksa menikah dengan Amara.

"bayi kita menangis Ara, susui dia !!"

"jangan panggil aku, Ara ! dan dia bukan bayi kita, dia anakmu !" balas Amara dengan suara meninggi.

"kecuali... kecuali kamu bisa membayarku dengan harga tinggi, mungkin aku mau untuk melakukannya," lanjut Amara dengan tatapan penuh rasa benci pada lelaki yang saat ini menjadi suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeeGorjes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan Telepon

Bel pintu rumah baru Amara berbunyi, padahal mereka baru saja pindah dan belum selesai berbenah. Gio dan Amara saling bertukar pandang, sama-sama saling bertanya 'siapa yang datang ?' dengan mata mereka.

Amara bangkit dari duduknya di atas lantai. Ia lakukan itu untuk membuka pintu, tapi Gio segera menahannya. "Biar aku saja," ucap Gio seraya berjalan ke arah pintu.

"Tunggu sebentar !" Ucap Gio seraya berjalan. Berharap agar si tamu berhenti memencet tombol bel.

"Haaaiii, aku datang untuk membantu," ucap Dea sambil tersenyum lebar. Saat pintu itu terbuka.

Gio pun tersenyum pada sepupu istrinya itu. "Ayo masuk, De," ucap Gio seraya membuka pintu rumahnya lebar-lebar.

Amara yang sedari tadi duduk di atas lantai sambil membereskan beberapa barang miliknya, berdiri begitu melihat sepupunya datang. "Ah terimakasih sudah mau datang !" Sambut Amara seraya memeluk Dea. Ia sangat senang dengan kehadiran sepupunya itu.

"Mau aku bantu apa ?" Tanya Dea tanpa basa-basi. Dan Amara pun menjelaskan apa saja yang bisa dilakukan Dea untuknya.

Karena barang-barang yang Amara bawa cukup banyak, pada akhirnya Gio pun ikut membantu membereskan kamar Amara lebih dulu. "Ini disimpan di mana ?" Tanya Gio seraya mebawa satu kardus berisikan buku-buku milik Amara

"Simpan saja di atas meja !" Jawab Amara, tapi kemudian ia berubah pikiran "eh salah, di lantai saja dulu biar aku mudah mengeluarkan isinya," lanjut Amara tapi masih ada keraguan dalam nada bicaranya, hingga Gio menjadi kebingungan. Ia masih berdiri dengan kardus itu di tangannya.

"Amara?" Tanya Gio memastikan.

"Mmmhh.. eh wait !" Belum juga menjawab pertanyaan Gio, ponsel Amara yang ada dalam sakunya berdering dan ia segera mengangkatnya. "Halo Sayang," ucap Amara saat ia menerimanya panggilan itu.

Dea yang berada di sana langsung melihat pada Gio. Lelaki itu langsung mematung di tempatnya berdiri. Raut wajahnya langsung berubah muram. Tanpa persetujuan Amara, Gio meletakkannya box berisi buku-buku itu di atas meja. Lalu Gio langsung pergi, ke luar dari kamar Amara. Dea tahu jika Gio tengah merasakan cemburu di hatinya.

"Aku pindah rumah hari ini," ucap Amara pada lawan bicaranya yang dapat dipastikan adalah Danis.

"Hu'um... Sama Dea, aku akan tinggal dengannya di sini. Kalau gak percaya video call saja," tantang Amara. Dan beberapa detik kemudian wajah Danis langsung memenuhi layar ponselnya itu. Dan apa yang Danis ucapkan bisa di dengar oleh Dea.

"Kamu sakit, Sayang ? Kayanya tiap hari pakai sweater melulu," tanya Danis terheran. Hampir setiap Danis melakukan panggilan video, Amara pasti mengenakan sweater besar yang menenggelamkan tubuh mungilnya. Padahal sepengetahuan Danis, Amara adalah seorang gadis yang modis dan selalu ikut trend cara berpakaian yang sedang hits.

"Mmm.. ini... Ini..," Amara terdengar gugup.

"Di Indonesia, sweater oversize lagi hits banget," jawab Amara asal. Lalu ia berdiri dengan ponsel di tangannya, Amara mencari sebuah sweater berukuran besar dan melemparkannya pada Dea agar sepupunya itu mengenakannya

"Pakai !" Ucap Amara melalui isyarat matanya pada Dea. Mau tak mau, Dea pun menuruti perintah sepupunya itu. Ia memakai sweater besar milik Amara.

"Tuh lihat Dea juga sama ! Dia pakai baju seperti ini juga," ucap Amara sembari mengarahkan layar ponselnya pada Dea. Sepupunya itu melambaikan tangannya pada Danis dan memberikan sapaannya. "Hai Danis," ucap Dea sambil tersenyum lebar.

Lalu Danis pun berbicara dengan Dea, ia meminta gadis itu untuk menjaga Amara selama dirinya pergi.

"Ini disimpan di mana ?" Tiba-tiba Gio datang dengan membawa box lainnya. dan kehadirannya itu diketahui oleh Danis. Ia bisa melihat Gio melalui layar ponselnya.

Amara memberi tatapan horor pada Gio, membuat lelaki jangkung itu merasa tak enak. "Sorry, aku kira kamu sudah selesai berbicara dengannya," ucap Gio pelan.

"Itu siapa ?" Tanya Danis penasaran. Wajahnya yang cerah ceria berubah dingin dalam waktu yang cepat.

Amara segera merebut ponselnya dari tangan Dea. "Mmhh dia.. dia itu...," Amara terlihat gugup sekali saat menjawab pertanyaan tunangannya itu. Hingga sebuah ide gila muncul di kepalanya.

"Dia itu pacarnya Dea !" Jawab Amara.

"Oh ya ?" Danis berkerut alis tak percaya. Sedangkan Gio dan Dea secara reflex saling tatap tak karena terkejut dengan apa yang Amara ucapkan.

"Dia ini namanya Gio, pacar Dea. Ayo Gio kenalan sama tunangan aku," Amara pun mengarahkan layar ponselnya pada Gio.

Gio tersenyum kecut, dengan sangat terpaksa ia bicara pada Danis untuk yang pertama kalinya. Mati-matian Gio menahan diri untuk tidak merebut ponsel itu dan membantingnya ke atas lantai hingga hancur. "Hai, gue Gio," ucap Gio terdengar dingin, membuat Amara memelototkan mata padanya karena tak suka.

Amara menarik paksa tubuh Dea hingga sepupunya itu berdiri berdampingan dengan Gio. "Tuh lihat, mereka serasi kan ?" Ucap Amara pada Danis.

"Hu'um sangat serasi. Aku terkejut karena Dea tiba-tiba punya kekasih. Senang berkenalan denganmu, Gio," ucap Danis sambil tersenyum.

Gio hanya membalas senyuman lelaki yang wajahnya memenuhi layar ponsel Amara itu. Ia tak mengatakan apa-apa lagi setelahnya. Gio memilih untuk pergi, sebelum kesabarannya habis. Rasa cemburu memenuhi dada Gio.

"Jadi nanti jangan curiga kalau Gio ada bersama kami ya. Kamu sekarang tahu jika dia adalah pacar Dea,"

"Tentu sayang," jawab Danis. Tak lama, Danis pun mengakhiri panggilan videonya,"

"Hhuuuufftttt hampir saja....," Ucap Amara sembari mengelap keringat dingin di dahinya.

"Dasar gila kamu, Ra !" Ucap Dea. Ia tak suka dengan apa yang Amara lakukan. Dea merasa tak tega pada Gio.

"Lagian ngapain sih Gio tiba-tiba datang ? Bikin kesal aja !" Kesal Amara.

***

Sedangkan di Boston, Danis letakkan ponselnya di atas meja. Ia tatapi layarnya yang kini berwarna hitam itu. Tiba-tiba perasaannya menjadi kacau tak karuan. Danis yakin jika Gio tadi melihatnya dengan sangat sinis dan dingin. Danis merasa ada sesuatu yang tak beres.

to be continued

jangan lupa vote yaaa

makasih

1
Heny Sri Wahyuti
semangat kk , abaikan org² yg iri akan karyamu .
Fat Imah
ya mungkin juga efek pemerkosaan jdi. darahnya banyak
Meggy Natonis Tuulima
ya elah pada nyalahin Amara helloo dia itu di perkaos tdk gampg menerima org yg sdh melakukan itu
yenny pendang
cerita yg sangat bagus, keren. /Heart/ top markotop/Good//Good//Good//Good/
Anafiya
aku suka cerita nya thor..... ini cerita yg masuk akal dan nyambung baca nya.. ngak bosan bacanya thor
j@s🙄n
Karya luar biasa
Efratha
logika maneh teh timana koneng,ma inya ninggalkeun salaki demi tunangan,aissss rujit maneh mah
Efratha
si batu amara
Efratha
jangan lakukan itu Gio,kamu sama Dea aka
Efratha
tikung aja Dea,jangan kasih ampun 🤣🤣
Efratha
ambil aja Dea,sayang dianggurin
Efratha
menurutku di usia segitu gak setrauma itulah,itu namanya berlebihan,makanya buka hati jangan kepala batu,orang gionya juga karna mabuk kan,tapi kesannya si pemarah ini memposisikan gio seperti penjahat kelamin
Efratha: baiklah jelessss
total 2 replies
Efratha
dah langsung lahiran aja Thor,trus berangkatkan lah si pemarah itu ke Danis,habis tuh Gio nikah sama Dea
Efratha
Thor harusnya ending cerita ini,si Gio Ama si Dea berjodoh
Efratha
dah deh Gio,kamu juga cari cewek lain jugalah,secara kamu kan ganteng dan kaya,biar nyaho eta si betina si tukang selingkuh
Efratha
sampai usia kehamilan 7 bulan,dia belum bisa menyayangi anaknya,padahal usianya sudah dewasa,izin Thor saya tambahin namanya jadi "AMARAH YANG TAK PERNAH PADAM"
Efratha
nitip batu Thor,buat nimpuk kepala si amara,biar waras dikit,itu laki dah baik bertanggung jawab,kaya lagi,eh malah pengen gugurin bayi biar bisa ngasih apem bekas ke Danis
Efratha
baru Nemu wanita dewasa yang tidak sayang sama janinya,padahal bapak si janin bertanggung jawab,

lieurrrrrr aing mah,Cinta Danis,cinta Danis,makan tuh Danis
Komang Diani
amara pikiran kolot,, kata nya mahasiswa berprestasi tp kok pikirannya??
Komang Diani
amara kok gitu sih khasian gio
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!