Ayah meninggal ketika aku berusia 20 tahun, semua aset habis tak tersisa satu pun. Aku mulai menjalan kan usaha ku, Cafe yang aku bangun sejak aku masih SMA itu mulai ku rintis kembali. Sempat putus asa karena kehabisan modal, tapi semua bisa aku lewati.
Namun, semua itu belum lah berakhir. Cafe beserta bangunan lainnya akan di robohkan. Ada perusahaan ternama yang membeli kawasan itu, mereka akan membangun sebuah Hotel mewah. Aku berada di ambang kebimbangan, harus bagaimana menyelesaikan permasalahan ini? Di tengah kebimbangan ku itu, aku mengalami kecelakaan. Bukan kecelakaan hebat yang mengharuskan aku untuk di rawat lebih lama, di pantau oleh para dokter, hanya cedera ringan yang aku alami. Tapi, orang tua yang menabrak ku justru malah memberiku sebuah penawaran. Anak nya di paksa untuk menikah dengan ku, dengan dalih pertanggung jawaban!!!
Bagaimana kisah ku selengkap nya, yuk tetap pantengin novel ini agar tidak ketinggalan ceritanya..
By. Mrs Ribet -,-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Ribet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28. ANGEL
Bab 28. ANGEL
Ayang terus cemberut, sejak kali pertama masuk kedalam ruangan Davin. Perempuan itu tak mengucapkan sepatah kata pun. Diam membisu, hanya bola matanya yang bergerak kesana-kemari mengikuti setiap langkah Davin.
Sebelum nya..
" Hai sayang, aku sudah menunggu mu.. " Senyum Ayang meredup tak kala melihat seorang wanita berada di ruangan suaminya. Wanita itu terlihat amat sexi dengan gaun merah menyala, panjangnya hanya sebatas lutut denga heels hitam menghiasi kaki nya. Sungguh pemandangan yang sangat memanjakan mata. Dan, Ayang tidak suka akan hal itu.
" Sayang perkenalkan, dia Angel!! " Davin meraih pergelangan tangan Ayang, menyimpan rantang yang wanita itu bawa. Kemudian memperkenalkan kedua wanita itu.
" Kenalin aku Angel, temen Davin waktu di Canada!! " Ayang meraih tangan perempuan itu dengan malas, apakah wanita ini salah satu teman malam Davin? " Ayang Adriyana!! " Tidak ada basa-basi atau apapun, Ayang hanya menyebutkan namanya.
" Dav lain kali aku akan mampir lagi, sekarang aku harus segera pergi. Untuk urusan interior kamu bisa menghubungi asisten ku!! " Angel kemudian meraih tas kecil yang ia simpan di kursi, sungguh itu adalah pemandangan yang paling memalukan. Tidak bisa kah jika wanita itu kembali duduk, jangan nungging seperti itu cara mengambil tas nya!!
" Hati-hati yah Angel, nanti aku kabari asisten mu!! " Tanpa memperdulikan kehadiran Ayang, Davin dengan santai nya cipika-cipiki dengan wanita itu, membuat Ayang lagi-lagi berpikir sudah sejauh apa yang mereka lakukan sejak tadi?
Sekarang..
Davin bukan tidak faham akan mimik wajah istrinya, dia begitu faham akan hal itu. Tapi yang membuat Davin bingung adalah istrinya itu kenapa? Kenapa malah jadi diam seribu bahasa seperti ini. Bukan kah istrinya itu doyan berbicara, apapun akan ia bicarakan.
" Sayang katanya mau ke Cafe?? " Davin menengok sebentar, posisi istrinya masih seperti tadi. Tiduran sembari memainkan ponsel nya.
" Enggak tahu!! " Jawab Ayang dengan ketus, dia malas untuk berbicara dengan suaminya. Jika ada orang lain lebih baik Ayang berbicara dengan orang lain saja. Dari pada dengan suaminya.
" Kok jawab nya gitu?? " Davin kembali melongok, kali ini kacamata baca yang ia kenakan ia turun kan sedikit. Istrinya masih fokus pada ponselnya, seolah tidak perduli jika ia ada di dalam ruangan ini.
Pintu terketuk, kemudian seseorang masuk kedalam ruangan Davin. Dia adalah lelaki yang tadi mengantar nya masuk ke ruangan Davin. Ayang menengok untuk melihat, apa yang tengah suami dan lelaki itu lakukan.
" Di sebelah sini Pak!! " Lelaki itu sedikit membungkuk, dia berdiri di depan meja Davin. Entah apa yang lelaki itu tunjukkan pada Davin.
" Pak Arman belum kembali?? " Tanya Davin, sebab sudah sejak pagi saudara nya itu belum setor muka padanya.
" Setau saya belum Pak, ada lagi yang ingin anda tanyakan?? " Kemudian lelaki itu membereskan sesuatu, seperti map atau apa Ayang tidak terlalu peduli dia kembali pada posisi semula memainkan ponselnya.
" Tidak Dio, kamu boleh keluar!! " Davin kembali menunduk, tangannya ia kibaskan sebagai tanda bahwa lelaki yang benama Dio itu boleh pergi dari ruangannya.
Tapi sebelum Dio berlalu, suara ponsel Ayang membuat keduanya terdiam.
🧕 : Suami yang berselingkuh itu, tidak akan mendapat berkah apapun, akan sulit dalam pekerjaannya, rezekinya, Alloh melaknat akan hal itu..
Suara nya menggelegar sampai ke penjuru ruangan, Dio yang mendengar hanya berdiri dengan kikuk. Sepertinya atasan dan istrinya ini tengah ada sesuatu, Davin melirik ke arah Dio, kemudian melirik pada Ayang. Apa yang tengah istri nya itu lakukan? Lihat lah, sejak kapan wanita itu jadi suka nonton kajian. Belum sampai disitu, Ayang kembali menyetel sesuatu sehingga membuat keduanya mati kutu.
👨 : Pemirsa yang budiman, seorang wanita di daerah xxxxx menembak sang suami tepat mengenai alat vital nya. Di duga sang suami telah melakukan perselingkuhan sehingga sang istri murka. Kini pria tersebut tengah berada di Rumah Sakit daerah xxxxx.
Dio tidak lagi sanggup mendengar, lelaki itu langsung keluar setelah membungkukkan sedikit tubuhnya. Sedangkan Davin, lelaki itu meneguk ludah nya dengan kasar.
Apa ini, apa yang terjadi dengan istrinya? Tadi kajian kemudian sekarang berita!! Oh astaga, sepertinya ada yang tidak beres.
Dengan wajah lelah Davin melangkah, berjalan ke arah istrinya berada. Wanita itu masih memainkan ponselnya, wajah nya terlihat datar, seolah tidak menikmati apa yang tengah ia lakukan.
Davin menepuk pantat Ayang, hal biasa yang sering kali ia lakukan. Tapi, hal itu justru malah membuat Davin mengkerutkan kening nya. Biasa nya istri nya ini akan protes, jika Davin melakukan hal demikian. Kemudian tangannya ia arah kan pada gundukan sintal milik Ayang. Tapi, kali ini istrinya langsung memukul tangannya dengan keras, membuat Davin mengibas-kibas kan tangan nya. Perih juga pukulan istrinya itu.
" Kenapa sih kamu?? " Lelaki itu memainkan kaki panjang istrinya, setelah tadi dia mengangkat kaki tersebut kemudian ia simpan di atas pangkuannya.
" Nggak papa!! " Sangat perempuan sekali kan jawabannya, Davin sudah menduga akan hal itu.
" Kalau gak papa, gak bakalan manyun gitu bibirnya. " Davin mencomot bibir Ayang, menarik nya kemudian ia kecup. Hal yang paling menyenangkan bila berdekatan dengan sang istri.
" Enggak usah cium-cium!! " Dengan kasar Ayang menghapus bekas kecupan Davin, kemudian membenarkan posisi duduknya. Wajahnya ia dekatkan dengan wajah Davin, kemudian tangannya ia angkat, dengan kasar ia ambil selembar tisu kemudian mengarahkan nya pada wajah Davin, ia usap pipi Davin dengan kasar. Entah lah, dia sepertinya merasa jijik pada pipi suaminya sebab dengan sadar telah melakukan cipika-cipiki di hadapannya. " Enak kamu cium-cium cewek di hadapan aku, enak kamu Mas!! " Sudah di tahan-tahan sejak tadi, pada akhirnya jebol juga kan. Nangis, marah, nangis, marah, begitulah kira-kira.
Davin yang bingung hanya terdiam kaku, tunggu istrinya ini..
" Sayang, kamu cemburu?? " Tanya Davin dengan ragu. Lelaki itu masih terdiam, bingung juga harus melakukan apa.
" Apa, cemburu sama suami sendiri gak boleh emangnya? " Tau-tau wanita itu membentak Davin, hal yang belum pernah Ayang lakukan.
" Bukan gak boleh, hanya saja-- " Davin bingung harus menjelaskan nya darimana, kalau Ayang tau akan bagaimana reaksi nya.
" Apa, dia mantan pacar kamu?? Pernah tidur sama kamu?? "
" Kok gitu ngomongnya, gak boleh loh nuduh-nuduh sembarangan!! "
Ayang terdiam, wanita itu masih menangis. Antara kesal, marah, semua nya menjadi satu. Ayang sulit untuk menjelaskan nya bagaimana perasaanya kini.
" Kalau aku ngasih tau sesuatu, kamu bakal percaya gak? " Davin mulai meraih istrinya, dengan perlahan dia menarik tangan Ayang. Kemudian dia rengkuh tubuh istrinya. Ini adalah tangisan kali kedua sang istri, kali pertama menangis ketika tidak sengaja bertemu dengan Iren. Dan sekarang malah bertemu dengan Angel. " Angel itu, dia bukan wanita yang utuh. "
Ayang mengangkat wajah nya, jelas bingung dengan apa yang Davin katakan.
" Dia janda?? " Tebak Ayang, yang tengah berusaha meredakan tangisnya. Kalau benar janda, berarti janda hot dong!!
" Bukan, kamu tau gak artis yang jadi-jadian itu?? Yang cantik banget tapi palsu, hasil operasian. " Ayang mulai berpikir, banyak sekali artis yang melakukan operasi. Entah itu untuk memancung kan hidung nya, atau untuk melancipkan dagunya.
" Sayang, itu loh yang transgender!! " Gemas Davin, menarik pipi gembul Ayang. " Angel itu serupa sayang. " Jelas Davin sembari mengusap rambut istrinya.
Ayang menarik tangan Davin, wanita itu menatap wajah tampan suaminya.
" Kamu itu cemburu, sama jenis nya Mas sayang. Cuman body nya doang yang kaya cewek, aslinya dia batangan!! " Ayang terdiam, wanita itu masih belum bisa percaya dengan apa yang dia dengar. " Dia udah kaya gitu sejak SMA, pas waktu di Canada dia malah semakin menjadi-jadi. Cuman alat vital nya gak di operasi, hanya bagian tertentu di wajah nya yang dia ubah. " Pelan Davin mencoba menjelaskan pada Ayang secara rinci, masa giliran cemburu malah ke sesama jenis kan gak lucu.
" Kamu bercanda kan Mas, biar aku gak marah?? "
" Demi Tuhan sayang buat apa Mas bohong coba, itu faktanya. Kalo kamu gak percaya kamu bisa tanya sama Arman, Mas masih suka sama belahan jeruk bukan batangan kaya terong. "
" Mas!! " Ayang memukul pundak Davin, apa-apa sih suaminya ini.
" Apa lagi kacang asin, Mas sangat lah suka!! "
" Mas Davin!!! "
" Apa sayang mau Mas jilatin??? "
Mati saja Mas mati, kenapa sih punya suami mesum begini.. Ya Alloh tolong jerit hati Ayang..
TBC
kalau sempat mampir baliklah ke karyaku "love miracle" dan "berani baca" tinggalkan like dan komen ya makasih
Maaf baru mampir hehe
Salam novel Fur Therese, yuk!