NovelToon NovelToon
Dinikahi Anak Konglomerat

Dinikahi Anak Konglomerat

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:294.5k
Nilai: 5
Nama Author: ocybasoaci

Ikatan suci pernikahan sejatinya terjadi antara dua insan yang saling mencinta, lalu berkomitmen untuk setia, dan berjanji akan selalu bersama dalam suka maupun duka. Namun, tidak dengan pernikahan yang terjadi di antara Jova (23 tahun) dan Felix (38 tahun). Pernikahan yang terpaut perbedaan umur hingga lima belas tahun itu terjadi lantaran keluarga Jova yang terlilit hutang dengan juragan Guntoro, seorang konglomerat di kotanya.

Karena sakit gagal ginjal yang diderita oleh adiknya membutuhkan pengobatan yang mahal, sehingga keluarga Jova terlilit hutang pada Juragan Guntoro. Sementara cara untuk melunasi hutang keluarganya yang sudah menggunung, Juragan Guntoro menawarkan pernikahan dengan putranya seorang perjaka tua yang terkenal galak, sombong, dan bertingkah semena-mena, dia adalah Felix.

Mampukah Jova membuat Felix jatuh hati padanya? Ikuti terus keseruan Jova yang selalu mempunyai ide unik, dan membuat Felix tidak bisa menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocybasoaci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjuangan Orang Tua

Jini yang cukup lama berdiri di depan jendela pun makin lama makin  merasakan kalau tubuhnya kehilangan keseimbangan. Kepalanya pusing, dan dadanya pun sesak. Bahkan keringat dingin sudah membanjiri tubuh kecilnya, padahal saat ini udara dingin, karena hujan yang tidak kunjung berhenti.

Brukkk... Suara gaduh terdengar dari kamar Jini, Lasmi yang sedang menyiapkan masakan untuk makan malam pun langsung mengintip ke kamar sang putri bungsunya.

"Yah... Ayah... Jini pingsan!" pekik Lasmi. Janu yang masih di ruang tamu menatap derasnya hujan di luar rumah sembari mencari ide untuk mendapatkan uang dalam waktu cepat pun langsung beranjak dan lari ke kamar Jini, dia tidak menyangka sama sekali kalau putrinya pingsan.

"Jini kenapa Bu?" tanya Janu dengan tangan menepuk-nepuk pipi Jini agar sadar. Lasmi pun memancing dengan aroma yang menyengat tetapi tidak juga Jini memberikan respon.

"Pak, kenapa Jini seperti tidak memberikan respon apa-apa," ucap Lasmi dengan suara yang putus asa. Tidak seperti biasa Jini kalau pingsan paling dioles minyak kayu putih bagian pelipis, dan dipancing dengan aroma minyak kayu putih udah sadar. Kali ini tubuh Jini juga dingin dan tidak sadar-sadar.

"Kita bawa ke rumah sakit Bu," balas Janu, dengan suara yang panik.

"Uangnya? Ibu sudah tidak ada tabungan sama sekali. Uang sisa amplop hajatan sudah di pakai untuk melunasi utang di warung."

"Kita bawa ke rumah sakit dulu saja, nanti Ayah akan berusaha nego dengan Juragan Guntoro agar membeli rumah kita. Biarkan di hargai murah juga yang penting Jini sembuh," balas Janu, ia bersiap meraih panyung yang sudah tidak begitu layak pakai, itu terbukti dari pakaian Janu yang tetap basah meskipun laki-laki itu sudah memakai payung.

Janu pergi ke rumah ketua RT untuk meminta mengantarkan Jini ke rumah sakit dengan mobil siaga. Untung mobil siaga yang ada di desa sedang tidak dipakai sehingga sore itu juga di tengah hujan yang terus mengguyur bumi. Tubuh kurus Jini di bawa ke rumah sakit, berharap bahwa ini adalah kondisi buruk Jini terakhir kalinya setelah ini akan ada kesembuhan total.

Di tengah derasnya hujan sore ini tidak mengurungkan satu keluarga untuk berusaha mencari kesembuhan untuk putrinya.

"Jini, kamu yang kuat yah, kamu harus kuat dan kita akan tetap berkumpul bersama seperti janji kakak kamu sebelum pergi ke Jakarta," bisik Lasmi, ibu dua anak itu terus membisikan motifasi agar Jini bisa bersemangat lagi untuk sembuh. Meskipun matanya terpejam tetapi Lasmi berharap bahwa Jini tetap mendengar apa yang ia. katakan.

Tubuh basah Janu pun tidak di rasakan laki-laki paruh baya itu begitu sampai di rumah sakit langsung berlari untuk mencari bantuan untuk sang buah hati. Seketika itu pun yang memang Jini sebagai pasien rutin cuci darah dari rumah sakit itu langsung mendapatkan pertolongan utaman. Cukup lama Jini mendapatkan pertanganan hingga dokter yang menangani Jini keluar dan menemui Janu dan Lasmi yang terlihat sangat tegang.

"Gimana gondisi anak kami Dok?" cecar Janu begitu melihat dokter ke luar.

"Kita akan langsung lakukan cuci darah seperti biasa, dan kondisi Jini saat ini sedang tidak bagus, akan kami lakukan pemeriksaan lanjutan setelah cuci darah karena takut ada sakit lainnya, dan kalau dari kondisi saat ini Jini seperti bukan mengindap sakit ginjal saja, seperti ada komplikasi lagi, mudah-mudahan ini hanya tebakan buruk saya saja." Dokter kembali tidak ingin memberikan kekecewaan bagi keluarga pasien.

Namun ternyata tidak pikiran Janu dan Lasmi sudah tahu akan kondisi Jini, sehingga di katakan tidak apa-apa juga tidak bisa karena Janu pasti akan terpikirkan terus.

"Dok, apa masih ada kemungkinan putri saya akan sembuh?" cecar Lasmi, entah doa apa saja yang dia langitkan untuk kesembuhan Jini, tetapi rasanya doanya belum mendapatkan jawaban yang membuat mereka tenang. Justru kali ini dokter mengatakan ada kemungkinan komplikasi ke organ vital lainnya. Rasanya tubuh langsung tidak bertulang ketika. mendengar ucapan itu.

Dokter yang menangani Jini nampak berat memberikan jawabanya. Biasanya dokter kalau memang peluangnya besar akan meyakinkan kalau Jini akan sembuh, tapi untuk kali ini dokter pun hanya mengucapkan perbanyak doa.

Janu dan Lasmi langsung mematung perasaanya tubuhnya sangat sakit tetapi tidak bisa diketahui bagian mana yang sakit.

"Dok, tolong perjuangkan apapun itu untuk putri kami." Janu bahkan sampai memohon pada perawat dan dokter yang sedang memberikan perawatan pada Jini.

"Anda tenang saja Tuan, kami akan bekeja dengan profesional, dan kami juga akan bekerja dengan kemampuan kami, dan putri Anda yang justru sepertinya putri Anda justru tidak mau orang lain cemas. Jadi Anda perbanyak doa untuk Jini, dia gadis yang kuat."

Setelah dokter mengatakan kondisi Jini dan akan memberikan perawatan terbaik. Dokter pun kembali melanjutkan pekerjaannya dan membawa tubuh Jini entah ke mana. Janu dan Lasmi hanya diam dan mengekor serta selalu berdoa agar Jini kuat. Mereka akan melakukan apapun agar buah hati mereka sembuh dan bisa kembali menjalani hidup dengan sehat.

"Bu, Ayah mau ke rumah Juragan Guntoro yah, sekalian menawarkan rumah kita," ucap Janu dengan nada bicara yang lirih, Janu berat sebenarnya mau menjual rumah mereka, tetapi bagaimana lagi ini adalah perjuangan terakhir untuk kesembuhan Jini.

Lasmi menatap Janu dengan tatapan bingung. "Yah, apa tidak mencari calon pembeli lain dulu, harga dua ratus juta jauh sekali dengan pasaran tanah di tempat kita, belum tanah kita luas, mungkin saja ada yang akan membeli dengan harga yang lebih masuk di akal," ucap Lasmi dengan tatapan yang mengiba.

Mereka tidak menyangka kalau menikahkan putrinya dengan juragan Guntoro justru tidak sepenuhnya mereka bisa terbebas dari persoalan ekonomi. Memang utang mereka sebelumnya pada konglomerat kaya raya itu lunas, tetapi tidak setelahnya. Bantuan uang yang menurut mereka akan diberikan untuk bantuan usaha pun tidak juga kunjung dipenuhi. Mau hutang lagi mereka pun tidak memberikannya dengan segudang alasan.

Janu yang sudah bersiap untuk beranjak pergi pun kembali meletakan bokongnya di samping sang istri. "Ayah juga tidak bisa berbuat apa-apa Bu, orang yang bisa membantu saat ini hanya Juragan Guntoro, karena hanya dia yang punya uang segitu banyak dalam waktu dekat. Kalau yang lain bisa-bisa dicicil sedangkan untuk pengobatan Jini tidak bisa di cicil," balas Janu, memberikan alasanya untuk menjual rumah dengan harga murah pada juragan kaya raya itu.

Lasmi kembali bergeming, apa yang dikatakan oleh suaminya adalah kebenaran. Dan yang ada dalam pikiranya saat ini adalah kesembuhan untuk buah hatinya. Akan sangat menyesal apabila ia terlambat memberikan pertolongan pada Jini, hanya karena mencari pembeli rumah yang tidak juga kunjung ketemu kesepakatanya, sedangkan Juragan Guntoro siap memberikan uang yang bisa dia gunakan untuk pengobatan Jini.

"Kalau gitu pergilah Yah, setelah ini buruan datang lagi ke sini, karena ibu tidak kuat kalau apa-apa sendiri tubuh ibu lemas," ucap Lasmi dengan nada bicara yang masih lemas.

Janu pun mengikuti apa kata Lasmi segera beranjak dari duduknya dan sekalian mengembalikan mobil siaga desa, ia pulang berharap kembali ke rumah sakit bisa membawa uang untuk memberikan harapan kesembuhan untuk Jini.

"Sabar yah Nak, Ayah yakin kamu pasti kuat dan Ayah yakin kamu pasti sembuh. Kamu adalah gadis kecil Ayah yang kuat."

...****************...

Teman-teman sembari nunggu kelanjutan kisah Mbak Jojo dan Bambang Felix, serta si manis Cemong, kalau berkenan bantu dukung novel baru othor yah. Jangan lupa Fav, like, komen dan kalau berkenan tabur mawar, kopi atau iklan juga boleh banget...

komen beri masukan yah. Terima kasih yang sudah berkenan mampir., 🙏

Dukungan dari kalian sangat berarti untuk othor yang masih belajar ini🙏

1
Nur Syamsi
Ngidam kali ya Jovanya
Nur Syamsi
Bagus Jova dg pakaian menutup aurat bagi wanita Tdk mengundang Hawa syetan pd mrka 👍👍
Nur Syamsi
Alhamdulillah sudah akur tu si suami istri
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 Apa yg dikatakan mbok ttg Felix sudah kelihatan baiknya, dia bersikap arogan. Krn Papa dan ibu yirinya
Nur Syamsi
Ayo Felix ceritakan jpd Jova ap yg pernah kamu alami terhadap ayahmu dan ibu tirimu yg kayaknya trauma trhap wanita shga kelakuanmu begitu thdap wanita spya Jova TDK salah faham atas sikapmu selama ini
Nur Syamsi
perjuanganmu Tdk akan sia sia Jova
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 semoga ada keajaiban, moga Allah mengangkat penyakitmi Jini
Nur Syamsi
Jova mengembalikan struk atmnya itu suatu bukti bahwa istrimu itu wanita jujur coba klaw wanita matre mana ada narik sedikit uang dr kartu saktimu pak Felix
Nur Syamsi
bikin pusing ni laki satu
Nur Syamsi
Jadi perawat berarti mungkin Felix sudah ada rasa ma Jova istrinya cuma gengsi aja ngakuinya jdi dia mau jadikan Jova merawat dirinya sbgai modus
Nur Syamsi
suami kurang ajar, nyiksa perempuan tanpa ampun ntar karma ya thor
Nur Syamsi
pelajari saja dulu apa maunya suami aroganmu,
falea sezi
katanya kaya punya asisten kok bodoh
Dewi Aqila
Luar biasa
Nurbismi Mimi
lg mampir
Ernha Ciuss
tanda tada pelakor
Ernha Ciuss
bikin nangis..😭😭😭😭😭
Ci_Osyih Aenta: Sabar, untung udah buka yah kalau belum bisa batal nih 🤭
total 1 replies
Ernha Ciuss
jagan jahat" bgt dadi orang...
Bidadarinya Sajum Esbelfik
mommy nya Cemong ngidam yaaaa😍😍
Ci_Osyih Aenta: kayaknya Cemong bakal punya saingan... 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!