Update Selasa,Kamis + Sabtu pukul 16.00 waktu Indonesia Barat
Yang Xi Xi hantu cantik yang terpikat pada pandangan pertama kali pada seorang pemuda yang datang ke pemakaman untuk mengunjungi makam yang bersebelahan dengan makamnya.
Sejak saat itu ia ingin mencari dan berdekatan dengan pemuda yang membuatnya jatuh cinta dengan berbagai cara unik di lakukannya untuk mendapatkan cinta pemuda yang bernama Chen Sheng atau biasa dipanggil Aseng.
Bagaimana kisahnya? Mari ikuti di novel horor kedua ku.. Jangan lupa untuk favorit, like, vote, rate 5,komen and share.. TERIMAKASIH 🙏💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28.
"Dia sudah meninggal dunia sekitar dua atau tiga bulan lalu dan mayatnya berada di kamarnya di dalam lemari pendingin pribadinya sendiri. " kata Yang Xi Xi memberitahu Ase yang tidak pernah bisa mempercayai apa yang telah di lihat dan di dengarnya dari Yang Xi Xi.
"Bagaimana kamu bisa tahu semua hal tentang dia sudah meninggal dunia, Xi Xi? Aku harus berbuat apa sekarang ini? " tanya Ase ngeri dan menggigil ketakutan.
"Aku bisa melihat roh halus, Ase.Dia sendiri yang bicara soal kematiannya kepadaku. " jawab Yang Xi Xi cepat mendapatkan alasan yang tepat.
"Oh, dia meninggal dunia karena apa? " tanya Ase yang diajak Yang Xi Xi untuk pura-pura tidak sedang bicara soal hantu di toko buku Fan agar tak ada seorangpun mendengar percakapan mereka dan ketakutan yang dapat menyebabkan toko buku Fan sepi pengunjungnya.
"Kita bisa bicara soal Qiao Qiao nanti malam usai kita pulang kerja. " desis Yang Xi Xi melalui bibirnya yang berbisik kepada Ase.
"Oke, aku tunggu kamu nanti malam usai kita pulang kerja, dan maukah kamu menemani aku pulang ke rumah ku untuk lihat mayat Qiao Qiao di lemari pendingin pribadinya di kamar tidurnya sendiri? " pinta Ase.
"Tentu saja. Aku mau membantumu untuk Aku bisa melindungimu, Ase. " sahut Yang Xi Xi nada sungguh-sungguh kepada Ase.
"Apakah Aku harus melaporkan kematiannya itu kepada pihak kepolisian Shanghai dan keluarga kami di desa leluhur Fan?" tanya Ase yang tetap tak mampu menghilangkan pikiran tentang Qiao Qiao yang kini menatap mereka dengan tatapan mata tajam dan bengis.
"Ya,kau bisa melaporkannya nanti setelah Aku harus melenyapkannya untuk keamanan kita dan teman-teman kita di sini. " jawab Yang Xi Xi nada menenangkan hati dan pikiran Ase.
"Ehh, bagaimana caramu untuk melenyapkannya untuk kita semua aman? " tanya Ase penasaran sama cara Yang Xi Xi.
Yang Xi Xi mengambil sebuah kertas mantra di kotak hadiah dari Ase lalu melemparkan kertas mantra ke arah Qiao Qiao lalu terdengar suara lolongan Qiao Qiao yang memekakkan telinga Yang Xi Xi namun Ase tidak bisa mendengarkan nya sama sekali.
"Arghh! Aku minta maaffffff...! " lolongan Qiao Qiao sebelum lenyap dari pandangan mata Ase dan Yang Xi Xi telah mengirimkannya ke akhirat. Dimana Qiao Qiao masuk ke gerbang akhirat untuk di adili dan menjalani proses reinkarnasi usai proses pengadilan tinggi alam akhirat dari Raja Neraka.
Ase duduk lemas di lantai untuk menghilangkan rasa ketakutannya usai melihat hantu istrinya sendiri. Ia di berikan minum air putih oleh Yang Xi Xi di sampingnya.
"Minumlah air putih milik ku ini supaya kamu tak ketakutan seperti ini lagi. " kata Yang Xi Xi telah menyodorkan botol air putih kepada Ase.
"Ya, Xi Xi terimakasih. " jawab Ase menerima air putih dari botol minuman Yang Xi Xi.
Aseng melihat mereka dari layar CCTV di laptop kerjanya dengan rasa penasaran dengan apa yang mereka bicarakan dan lihat di lorong rak buku novel romantis di toko buku Fan. Karena Aseng tidak melihat apa-apa cuma lihat Yang Xi Xi dan Aseng berdekatan dengan erat sekali.Hal ini membuat hati Aseng sedih karena Aseng itu yakin bahwa Yang Xi Xi telah menjadi pacar Ase.
"Ah, apakah aku harus mundur dari persaingan merebut hati Yang Xi Xi dengan aku mendukung hubungannya dengan Ase sahabat ku sendiri? " batin Aseng.
Sebuah buku novel romantis telah melayang ke arah Aseng dari arah lorong kiri yang langsung di lihat oleh Yang Xi Xi dengan sigap lalu Yang Xi Xi mengulurkan tangannya ke samping kiri Aseng tanpa dilihat oleh Ase maupun Aseng.
Yang Xi Xi menepis buku novel romantis itu dan menjatuhkan hantu pria yang sepasang matanya merah dan bengis seakan-akan mengancamnya sehingga Yang Xi Xi memanjangkan tangannya itu kembali sampai hantu pria itu melesat kabur dari toko buku Fan karena takut terhadap Yang Xi Xi.
"Kurang ajar kamu berani untuk bermain-main dengan ku, Liu Fung. Aku Yang Xi Xi akan buat kamu mati sekali lagi. " kata Yang Xi Xi dengan nada geram kepada Liu Fung.
Yang Xi Xi menemui Aseng yang tersenyum lihat gadis itu memberikan botol air minum milik gadis itu sendiri dengan meninggalkan Ase di lorong rak buku novel romantis.
"Aseng, kau jangan melamun saat kerja. Ayo kau minum air putih dahulu untuk konsentrasimu datang lagi agar pekerjaanmu lancar, " kata Yang Xi Xi ramah kepada Aseng.
"Kau baik sekali, Xi Xi.Aku senang menjadi salah seorang dari teman-teman mu di kota Shanghai." kata Aseng menerima botol air minuman itu dan meneguk air putih tanpa sungkan.
"Aku tak mau kamu menjadi temanku, Aseng. " batin Yang Xi Xi.
"Xi Xi, Aku mau jadi pacar kamu bukan temanmu seperti Liu Dan dan Ase. " batin Aseng.
Ase melihat mereka berdua saling bertatapan di depan meja kasir namun tak ada seorangpun dari mereka yang berbicara satu sama lainnya sampai seorang pengunjung menaruh buku- buku novel yang ingin di beli oleh pengunjung itu di depan meja kasir dekat Aseng.
"Ah, maaf. Aku harus kembali bekerja.. " kata Yang Xi Xi malu sendiri lalu kembali ke posisinya di bagian buku novel detektif.
Jam sebelas malam mereka pulang kerja dari toko buku Fan. Ase mengajak Yang Xi Xi main ke rumahnya sampai Aseng yang mendengar Yang Xi Xi diundang ke rumah Ase jam malam.
"Tak bisa, Ase. Kau tak boleh mengajak Yang Xi Xi Xi main ke rumah mu pada jam malam begini. Dia seorang wanita lho.. " kata Aseng cepat -cepat mencegah Yang Xi Xi pergi ke rumah Ase.
"Ehh, tenang saja, Aseng. Aku dan Yang Xi Xi tak akan melakukan apa-apa kok. "kata Ase yang ingin meraih tangan Yang Xi Xi itu tercengang di depan Yang Xi Xi karena Aseng telah meraihnya lebih cepat daripada Ase.
" Meskipun kau dan Yang Xi Xi takkan pernah melakukan apa-apa tetap saja seorang wanita dan pria di rumah berduaan di tengah malam itu sama sekali tidak baik dan benar, lagipula nama baik Yang Xi Xi akan tercemar sebagai seorang mahasiswi baik-baik."kata Aseng tegas.
"Ah, Aku harus pulang sendirian ke rumahku? " tanya Ase meringis.
"Ya, kau harus pulang ke rumahmu seorang diri." jawab Aseng lebih tegas lagi sampai Ase hanya bisa cemberut di depan Yang Xi Xi yang nyengir lebar senang mendengar Aseng begitu perhatian terhadapnya.
Bersambung!!
baru sempat mampir, maklum lah sibuk diluar nyari kehidupan....🙏🙏🙏