Squel :
AKU PUNYA PAPA & DILAMAR PERJAKA, DINIKAHI DUDA
Dijodoh jodohkan sejak kecil, apa RANGGA dan JASMINE akan bersatu?
Tidak ada konflik berat, karena hidup ini sudah berat. Cerita ini hanya untuk menghibur kalian yang sedang santai sambil rebahan.
Semoga terhibur 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Chika dan teman temannya sampai juga di Villa, namun na'as sekarang mereka merasakan sakit, panas dan gatal gatal di seluruh tubuh mereka. Bahkan kini sebagian tubuh mereka termasuk wajah terlihat bengkak dan merah akibat sengatan lebah hutan. Keempat gadis itu pun menangis histeris saat melihat rupa mereka sudah seperti tidak bisa di kenali
"Ini semua gara gara loooo!" teriak Sonia kepada Chika saat dia melihat wajahnya bengkak
"Bukan kamu aja yang ngerasa sakit! lihat aku!" teriak Chika
Kemudian penjaga Villa menghampiri mereka dan betapa terkejutnya dia saat melihat tamu tamunya sudah berubah menjadi buruk rupa
"Astaga! non semua kenapa?!"
"Kena lebah hutan pak!" jawab puput
"Waduh, bisa bahaya non, ayo kita ke puskesmas!" Ucap penjaga itu
Mereka semua setuju, lalu penjaga Villa itu mengantarkan Chika dan teman temannya ke puskesmas yang ada di tempat itu, cukup jauh tapi dengan mobil, mereka bisa sampai lebih cepat.
"Ini gak bisa langsung sembuh yah, kemungkinan kempesnya 2 atau 3 hari kedepan. Tapi bekas merah merahnya ini bisa sampai 1 atau 2 bulan kedepan, asal kalian rajin mengoleskan salepnya" ucap dokter
"Lama banget dok?" protes Vannya
"Iya,, karena kalian itu terkena racun dari tumbuh tumbuhan dan kulit kalian terkena alergi bukan hanya gatal gatal saja" jawab Dokter
"Aku gak cantik lagii,, huaaaa" tangis Sonia pecah saat itu juga
"Udah deh gak usah lebay!" sungut Chika
"Sabar son sabar, nanti kita cari dokter ahli kulit begitu kita pulang ke kota ya" Puput mencoba menghibur Sonia yang saat itu terus saja menangisi nasibnya.
"Ini semua gara gara Jasmine!" batin Chika kembali menyalahkan Jasmine atas apa yang sudah menimpanya dan juga teman temannya.
Sementara itu,,,
Jasmine dan Ayu tidak bisa menemukan jalan dimana awal mereka mengambil arah karena cuaca mendung dan pepohonan yang ada di hutan itu terasa sama. Ingin menelfon bantuan namun, ponsel mereka tidak ada sinyal, sedangkan hujan seperti enggan untuk berhenti sejak tadi
"Jasmine,,, aku takutttt" ucap Ayu memeluk Jasmine dari samping. Kedua gadis yang sudah basah kuyub itu duduk di pohon rindang untuk berteduh dari hujan.
"Jangan takut, tetap lah berdoa agar kita selamat" ucap Jasmine
Tetap saja Ayu takut karena waktu sudah malam dan hujan belum juga berhenti. Kedua gadis itu hanya mengandalkan senter dari ponselnya.
Sementara itu, Rangga sudah sampai di persimpangan, pemuda itu melihat tanda panah yang seharusnya ke kanan, tapi malah ke kiri
"Ini arah yang salah! pasti Jasmine mengambil arah ke kiri!" Kemudian Rangga mengambil arah kiri untuk mencari keberadaan Jasmine
"Jasssmiinneee! Jasmineee!" Rangga berteriak memanggil manggil nama Jasmine. Pemuda itu tanpa rasa takut masuk kedalam hutan sendirian. Yang ada di benaknya, dia harus bisa menemukan Jasmine
Hujan mulai reda, Kemudian Jasmine mengajak Ayu untuk kembali berjalan mencari jalan keluar dari hutan meski keduanya tidak tau arah jalan pulang.
"Yu, bukannya tepian jurang yang tadi kita lalui??" ucap Jasmine saat menemukan sebuah papan larangan untuk memberi peringatan jika di samping ada jurang, meski tidak terlalu dalam tapi cukup menyakitkan ketika jatuh kebawah
"Iya, kamu bener! berarti kita lurus aja lewati jalan ini! kenapa gak dari sore tadi coba kita temukan jalan ini" ucap Ayu
"Mungkin bawaan panik" Jawab Jasmine
Kemudian kedua gadis itu bergegas untuk mengambil jalan lurus
Sruuuuut
"Aaaaaaa!"
"Jasmineeeee!" Teriak Ayu
Jasmine terpeleset karena tidak melihat jika dirinya sudah berada di ujung jurang. Jasmine tidak langsung terjun ke bawah, tapi gadis itu masih berpegang pohon yang tidak akan bisa menopang berat badan tubuhnya dalam waktu yang lama asal Jasmine tidak banyak bergerak
"Jasmine! pegangan tanganku!" Ayu sudah tengkurap dan mengulurkan tangannya ke arah Jasmine yang ada di bawah
Jasmine berusaha meraih tangan Ayu, namun begitu sulit
"Susah yu!" teriak Jasmine
"Ayo!! kita bisa!" ucap Ayu mendorong turuhnya kedepan sedikit agar tangannya bisa lebih kebawah
"Yu! mending kamu jalan lurus kedepan aja yu cari bantuan!" teriak Jasmine
"Tapi,,," ucap Ayu
"Cepetan yu! aku akan coba bertahan sampai bantuan datang!"
Ayu bangkit lalu mengambil ponselnya dan meninggalkan Jasmine. Sementara itu, samar samar Rangga mendengar teriakan, seperti suara Jasmine,,
"Jasmine!"
Rangga langsung berlari mencari sumber suara teriakan itu.
.
.
.
.
.
Yang protes kenapa Jasmine sama Ayu gak balik ke jalan yang sama, coba baca dulu, itu dua gadis sangking fokusnya ngerjain tugas sampai nyasar jauh, mau balik udah jauh, mendung gelap di hutan trus pohon gede gede berasa semuanya sama. Coba aja ke hutan sendiri terus nemuin situasi kek gitu, gimana coba? pasti situ panik karena nyasar 😒
kau cepat sekali bergerak