“Temani kesepianku, maka uangku adalah uangmu!"
Demi kesembuhan sang ibu, Ermi Azrina rela menjadi Fake Affair yang berarti ia hanya perlu menjalankan misi agar Nesya Key (istri sah) sakit hati hingga menuntut perceraian.
Mampukah Ermi menyelesaikan misinya dengan baik? Apakah mungkin Key yang sangat mencintai suaminya mau bercerai hanya karena kehadiran orang ketiga? Apa motif di balik Fake Affair yang Varon Mero lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 ~ Bekerja
"Tolong jadikan saya wanita malam!" tegas Ermi penuh keyakinan. Ia pasrah, apa lagi yang bisa ia pertahankan. Ia sudah tidak memiliki apa-apa, baik mahkota maupun harga diri.
Sudah kotor terkena lumpur, Ermi memilih meloncat masuk ke dalam kubangan lumpur itu. Biarlah ia tenggelam, tenggelam yang dalam, semakin dalam sampai ia tak lagi peduli pada penyesalan.
Sementara wanita pemilik club itu menyeringai mendengar jawaban Ermi. "Hem, baiklah. Kau diterima bekerja di sini, panggil aku Mami, ikut aku sekarang," ajaknya melangkah lebih dulu, Ermi mengekor di belakangnya.
"Masuklah, mulai sekarang ini adalah kamarmu. Untuk malam ini kau boleh beristirahat lebih dulu," ujarnya mempersilahkan Ermi masuk ke dalam sebuah kamar sederhana.
"Tunggu ... Kamu belum makan?" tanyanya lagi, Ermi menggelengkan kepala.
"Dapur di sebelah sana, makan sepuasmu di sana," tunjuknya ke arah dapur, Ermi menganggukkan kepala mengerti. Mami pemilik club pun langsung pergi.
***
"Apa maksud, dokter? Cek palsu?" tanya Tante Devi tak mengerti.
"Benar, nyonya. Nona Ermi terakhir datang beberapa hari lalu dan dia datang dengan membawa cek satu milyar tapi palsu," terang sang dokter. Tante Devi berpikir keras dari mana Ermi mendapatkan cek satu milyar dan itu adalah palsu.
"Lalu bagaimana dengan keadaan ibunya?" tanya Tante Devi lagi.
"Masih belum ada perubahan nyonya, sebagai dokter saya hanya hisa melakukan tugas saya sebaik mungkin. Masalah nyawa bukan saya yang atur," terang sang dokter membuat Tante Devi menghela napas berat.
"Ini nomor ponsel saya, segera hubungi saya kalua seadanya Ermi datang lagi ke sini," pinta tante Devi.
"Baiklah, nyonya."
Tante Devi pun pergi dari rumah sakit, tak banyak yang bisa ia lakukan atas perginya Ermi dari rumah. Tebakannya adalah Ermi telah ditipu, tapi siapa yang menipu ia tak tahu sama sekali.
"Ke mana Tante harus mencarimu, Sayang. Di mana pun kamu berada, tante harap kamu baik-baik saja," ujarnya berdoa untuk Ermi.
Deerrtt....
Ponselnya berdering, panggilan masuk dari suaminya yang tak lain adalah paman Dika, asisten pribadi Varon.
"Kamu di mana? Kita harus ke Inggris sekarang juga!" tegas paman Dika di seberang sana.
"Aku mencari Ermi, Sayang. Aku harus berpamitan dengannya terlebih dahulu," ujarnya memohon.
"Kita tidak punya banyak waktu, Devi. Pesawat sudah akan berangkat, aku tunggu di bandara!"
Tutt!
Panggilan diputuskan sepihak.
"Ermi, maafkan Tante," ucapnya dengan air mata yang meluncur dari sudut matanya.
***
"Pucat banget mukamu seperti ibu-ibu hamil saja, pantas tidak ada seorang pria pun yang tertarik padamu. Kalau begini terus, aku bisa rugi," keluh Mami membuat Ermi menundukkan wajahnya dalam, takut ketahuan bahwa ia benar-benar hamil.
"Titi!" panggilnya.
"Iya, Mami sayang, ada apa?" seorang wanita cantik bertubuh seksi datang menghampiri.
"Bawa Ermi ke kamarmu dan ajari dia menggunakan make up," perintahnya bertolak pinggang.
"Baik, Mami. Ikut aku Ermi," ajaknya, Ermi pun mengekor di belakang wanita malam bernama Titi.
"Duduklah, anggap saja kamar sendiri," Titi mempersilahkan dengan ramah, Ermi merasa sedikit lega.
"Kamu tidak bisa menggunakan make up?" tanyanya serius. Ermi menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"Baiklah, kalau begitu kamu perhatikan aku baik-baik. Ini buku dan pena, catat baik-baik apa saja yang aku katakan. Aku akan mengaplikasikan make up di wajahmu sembari menyebutkan nama, kegunaan dan cara pakainya, catat dan perhatikan baik-baik," jelas Titi serius dan memulai aksinya.
30 menit kemudian.
"Cantik juga kamu ya, setelah ini pasti akan banyak yang pakai jasamu. Bersiap-siap dilempar sana lempar sini, tenang tetap enak kok," kata Titi gamblang.
"Terima kasih, Titi," ucap Ermi tulus. Titi tersenyum senang, apalagi saat puas melihat hasil karyanya di wajah cantik Ermi.
"Jangan pakai gaun ini, ini terlalu longgar. Nih, aku pinjamkan gaunku, aku bantu kenakan," untung Titi adalah perempuan, jadi Ermi tak masalah kala Titi membantunya mengenakan gaun seksi berwarna merah menyala itu.
"Wah! Boddy gitar spanyol! Asli atau implan?" tanya Titi tak percaya.
"A-asli," jawab Ermi malu.
"Aku palsu, hehe ..." Ermi ikut tersenyum.
"Kamu secantik dan sesemok ini kenapa mau jadi wanita malam? Kenapa tidak jadi simpanan saja?" tanya Titi menatap Ermi heran. Ermi diam tak menjawab, haruskah ia katakan bahwa ia sudah pernah menjadi wanita simpanan?
"Tidak mau cerita tidak apa-apa, sekarang pergilah jual diri, aku doakan kamu laris manis. Eh, doa pelacur diterima tidak ya? Ah sudahlah, pergilah ke sana, gaet pria-pria kaya di luar sana, semangat Ermi!"
Ermi menganggukkan kepala, membungkukkan badan berterima kasih, kemudian mulai bergabung dengan wanita malam lainnya yang menunggu mangsa menghampiri.
"Nah, begitu dong. Kalau begini kan enak dilihatnya," puji Mami atas penampilan baru Ermi.
"Wih, produk baru ya, Mi? Berapa?" tanya seorang pengusaha muda mendekat.
"Mau? Untukmu mami berikan 200 juta semalam," mami memberikan harga.
"Mahal amat, tapi okelah," cek senilai 200 juta ia berikan kepada Mami.
"Mari nona, puaskan aku," ajaknya langsung menyeret Ermi menuju kamar.
tapi kok dikit banget kak.. 😁😁😁
gpp deh, yg penting masih bisa terus menikmati karyamu..
oke deh lanjut karya berikutnya..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰🤩😍
udh mampir di karya baru mu mak..
makasih othor 😘