NovelToon NovelToon
Simpanan Suamiku

Simpanan Suamiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Single Mom / Janda / Selingkuh / Tamat
Popularitas:137.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen's Suga

Hidup bahagia menjadi ratu dalam sebuah keluarga. Memiliki suami dan anak yang begitu mencintainya. Husna namanya. Seorang ibu rumah tangga yang begitu dicintai suaminya dan keluarganya.

Namun, dia mendapatkan sebuah pesan rahasia yang membuat hidupnya berubah begitu drastis.

Apakah pesan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen's Suga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Partus

Kaki bengkak, wajah membulat. Perubahan fisik Arini begitu drastis seiring dengan semakin tua umur kehamilannya.

Malam kurang tidur karena terbangun lagi untuk buang air kecil, jika saja tidak memiliki efek samping, Arini ingin memasang kateter agar dia bisa tidur nyenyak.

Sembelit pun ikut melengkapi penderitaan yang membuat Arini bahagia. Semakin tua umur kehamilannya, semakin dekat juga dia akan bertemu dengan bayinya.

Sore ini Arini mencoba merebahkan diri di atas sofa, serba salah memang. Tidak bisa terlentang, apalagi tengkurap. Miring ke kanan lalu ingin membalikkan badan pun menjadi hal yang begitu sulit dia lakukan.

"Sayang ...."

"Mas, udah pulang?" tanya Arini sambil berusaha membalikkan badan. Fadel segera membantu.

"Ngapain di sini?"

"Mau tidur sebentar, tapi malah susah gerak." Arini tertawa.

"Ayo, sini."

"Udah nyaman?"

Arini mengangguk.

"Tidurlah, aku akan menjaga kamu di sini."

"Gak capek?"

"Enggak. Jangan memikirkan hal lain, istirahat saja, ya."

Mata Arini yang memang sudah sangat lelah, akhirnya tertidur begitu cepat.

Melihat wajah calon istrinya yang sedang tertidur, ada rasa sedih, kasian dan juga cinta yang semakin dalam untuknya. Fadel menatap lekat wajah Arini yang hanya berjarak beberapa jari saja.

"Ma ... Mama." Terdengar Lean berteriak mencari Arini.

"Ma ...."

"Ssssttt." Fadel memberi isyarat agar Lean tidak berteriak. Bocah itu langsung menutup mulutnya.

"Ada apa?" tanya Fadel berbisik pelan.

"Aku mau makan, Om."

"Minta tolong pelayan saja, ya. Mama lagi bobo kasian."

"Oke!" Lean melingkarkan jari telunjuk dan ibu jarinya.

"Anak hebat." Fadel memberikan ibu jarinya untuk memuji Lean.

Dengan penuh kasih sayang, Fadel mengelus-elus punggung Arini. Dia juga merapikan anak rambut yang sebenarnya tidak membuat masalah pada wajah Arini. Hanya sebagai bentuk sayangnya pada Arini.

Tidak lama kemudian Mesya datang, dia berjalan dengan centilnya tanpa melihat ada Arin dan Fadel di sofa.

"Astaga!" Dia kaget saat akhirnya sadar ada mereka sedang tidur.

"Kalian ini, ya! Bener-bener, deh! Tolong dong di sini tuh ada jomblo, apa gak bisa menghargai perasaannya sedikit saja?"

"Sssst, jangan berisik."

"Uuuhhhh." Arini terbangun.

"Kamu, sih!" Fadel kesal pada Mesya.

"Sayang, perut aku sakit banget."

"Sakit?"

Arini mengangguk sambil memegangi perutnya. Keringat mulai muncul di dahi Arini.

"Kontraksi, Mas."

"Lahiran! Dia mau melahirkan itu. Lahiraaan ... tolong Arini melahirkan." Mesya heboh berteriak sambil berjingkrak kebingungan dan senang.

"Baju bayi. Itu tolong kasur bawa juga."

"Mesya diamlah!" Fadel yang panik dan bingung memarahi Mesya.

"Ada apa? Arini kenapa?" tanya Bibi, diikuti paman.

"Perut Arini sakit katanya," jawab Meysa.

"Mama ngompol," ucap Lean sambil menunjuk cairan yang ada di bawah kaki Arini.

"Itu ketuban. Ketuban Arini pecah. Fadel cepetan bawa Arini ke rumah sakit."

Fadel menggendong Arini dan membawanya ke mobil. Dengan perasaan yang tidak karuan, Fadel membawa Arini ke rumah sakit.

Begitu masuk UGD kebidanan di rumah sakit, Arini segera di tangani oleh tim medis. Mereka bilang pembukaan Arini sudah pembukaan 7.

Dengan takut dan khawatir melihat Arini yang kesakitan, Fadel dengan setia menunggu Arini melahirkan anak keduanya.

"Sabar, ya, Sayang. Kamu wanita kuat, kamu hebat." Fadel mengusap punggung Arini dengan lembut.

Mencoba mengatur nafas, menarik dari hidung dan mengeluarkannya lewat mulut. Dengan tenaga yang tersisa, Arini berusaha jongkok agar pembukaan semakin cepat meningkatkan.

"Gak kuat lagi, Mas."

Fadel segera memanggil dokter. Arini yang jongkok pun berusaha naik sendiri ke atas ranjang dan terlentang. Bayi yang mengajaknya untuk mengejan pun di tahannya hingga dokter datang.

Setelah dokter datang, Arini dibimbing mengejan dengan baik dan benar. Didampingi oleh Fadel yang selalu ada di sisinya.

"Sedikit lagi, Bu. Kepalanya sudah terlihat."

Sekuat tenaga Arini mengejan, dan ....

"Iya, cukup. Jangan mengejan lagi, Bu. Cukup berdehem saja."

Arini pun melakukan apa yang dokter pinta. Hingga suara tangisan bayi pun terdengar begitu nyaring.

"Bayi kita sudah keluar, Sayang." Fadel berbisik di telinga Arini.

Arini menangis.

Fadel mencium pipi Arini sambil mengusap keringat yang membasahi wajah wanita itu.

Setelah bayi dan ibunya dibersihkan, Arini dipindahkan ke ruang observasi. Sementara bayinya di bawa ke ruang perinatal alias ruang bayi.

Seluruh keluarga datang memberi selamat kepada Arini.

"Ma, adiknya mana? Cantik gak? Aku mau lihat, Ma."

"Adik dibawa ke ruang bayi, Nak. Kamu mau lihat? Ayo ikut sama kakek. Kita lihat adik kamu."

Ayah Fadel mengajak Lean pergi untuk melihat bayi. Paman, Bibi dan yang lainnya pun ikut pergi. Kini, hanya ada Arini dan Fadel di ruangan.

Mereka saling menatap sambil memberikan senyuman paling manis.

"Selamat, ya. Kamu memang hebat."

"Makasih, Mas. Sejak melahirkan Lean dan sekarang anakku yang ke dua, kamu yang selalu menemaniku melahirkan."

"Bedanya dulu kamu istri orang, sekarang kamu akan jadi istriku."

Arini mengangguk lemah.

"Aku merasa bahagia kali ini. Menyaksikan langsung bagaimana kamu berjuang melahirkan seorang anak, membuat aku sadar bahwa wanita itu makhluk yang benar-benar kuat."

"Iya, Mas. Setelah menikah, apa kamu juga ingin kita memiliki anak?"

"Mereka juga anak kita, Arini. Jangan bicarakan masa depan yang belum terlihat. Kita bicarakan saja yang ada di depan mata."

"Iya, Mas."

"Kamu istirahat saja dulu. Setelah dua jam, kita pindah ke kamar sendiri."

Arini memejamkan mata dengan tangan yang digenggam erat oleh Fadel.

1
DN
Luar biasa
Yati Syahira
tetep jalang lakor yg menang dan bahagia istri wajib menderita di selingkuhin
angel
sayang gk ada balasan buat mantan
Queen's Suga: Iya, ya. Yuk lah nanti kita bales rame-rame. 🤭
makasih ya kak udah mampir. 🤗
total 1 replies
Hanipah Fitri
bagus banget ceritanya, enak dibaca, simpel dan tdk bertele tele
Queen's Suga: Hai, makasih ya udah mampir. sehat selalu buat kamu. 🤗
total 2 replies
Mawar berduri
aku suka ceritanya tp yg bikin makin suka krn Bab nya pendek. sukses terus ya
Hairani Siregar
Awal crita madih adem ayam aja, kira2 bab k brapa thor yg penuh dgn bawang merah brebesnya.
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) , FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA ( end ) & DENDAM DI MASA LALU" dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Titin Nur
,🤭🤭🤭
Riana
bohong berarti fadel bilang udah tunangan
Riana
oalah begono ceritanya...
bener ini 🤣🤣🤣novel isinya g harus perempuan merebut milik orla tp memang lakinya yg g benar🤭🤣🤣
Riana
apapun alasan orang tua bercerai utk anak ttp memyakitkan
Queen's Suga: Mereka akan punya luka yang tidak akan bisa disembuhkan.
total 1 replies
Riana
msh menanti kejujuran author
Riana
dengarkan penjelasan farhan baru ambil sikap
Riana
weh weh
Riana
hadeh kok kebalik ini
Riana
oalah salah bukan catrin tp lestari...
lestari alamku lestari desaku....
Riana
catrin ya
Riana
siapa yg telp farhan🧐
Riana
astaga😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!