NovelToon NovelToon
Guardian Flower

Guardian Flower

Status: tamat
Genre:Model / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Terpisah cukup lama karena kesalahpahaman, tapi rencana licik seseorang membuat keduanya di pertemukan kembali.

Bagaimana cara mengatasi kecanggungan yang sudah tertanam dalam itu, apa yang akan Sang Bunga Albarack lakukan pada mantan ajudannya nanti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Aneh

Malam mulai menjelang, api unggun besar sudah dinyalakan sejak sore tadi. Kobaran warna merah menerangi setiap sudut area perkemahan, selepas magrib para peserta kemah sudah berkumpul di depan api unggung. Mereka membuat lingkaran besar, saling bercerita dan tertawa kecil sembari menikmati makan malam.

Liara dan Lionel ada diantara mereka, begitu pula Delila yang saat ini terlihat tengah menikmati makanan ringan di sisi Liara. Geng Hyena pun tidak ikut ketinggalan, gerombolan anak anak konglomerat itu sedikit diam kala melihat Liara.

Sejak tadi siang hingga sekarang Hyena tidak lagi menampakan batang hidungnya di depan Liara, termasuk gerombolannya. Gadis angkuh dan sombong itu bahkan terlihat menghindar saat bertemu dengan Liara dan Delila, Hyena hanya menatap kedua gadis berdarah Prayoga dan Albarack itu dari kejauhan seperti sekarang ini.

Suara senar gitar mulai terdengar, alunan lagu apa adanya semakin riuh menemani malam dingin di detik detik hari terakhir mereka di perkemahan ini.

Lusa mereka semua harus segera bergegas pulang, jadi masih ada dua malam lagi untuk menghabiskan waktu berkumpul bersama sebelum kembali menatap dosen di depan kelas.

"Del?" panggil Liara.

Gadis berjaket tebal itu menoleh, kedua matanya mengerjap pelan menatap kakak sepupunya.

"Kak Ara mau?" Delila menyodorkan kripik kentang yang dia makan sejak tadi.

Malam ini perutnya tidak terlalu lapar, jadi Delila hanya memakan sekotak susu dan beberapa camilan ringan untuk mengganjal perutnya.

"Kakak ke tenda ya, kakinya sakit lagi," ringis Liara.

Delila yang tadinya terlihat santai reflek bangkit dan mengulurkan satu tangannya pada Liara. Namun Liara tetap pada posisinya, dia tidak menyambut uluran tangan adik sepupunya.

"Kamu di sini aja, Kakak masih bisa jalan." tolaknya halus.

"Tapi-,"

Delila hendak membantah, tapi gelengan kepala Liara membuatnya tidak berkutik. Gadis remaja itu kembali duduk, kedua matanya menatap Liara yang perlahan bangkit dan berjalan terpincang menjauh dari api unggun. Helaan napas kasar keluar dari bibir Delila, setelah memastikan kalau Liara baik baik saja dia kembali menikmati camilannya dan ikut bernyanyi bersama para rekannya.

Disisi lain Liara terus saja berjalan meski tertatih, entah kenapa dia merasa tidak nyaman saat Hyena dan gengnya menatap diam diam kearahnya. Liara lebih menyukai kalau Hyena melabraknya secara langsung, tidak menguntitnya dalam diam.

"Kamu mau kemana? ini belum waktunya jam tidurkan?"

Langkah Liara terhenti saat mendengar suara seorang wanita dari arah samping, dahi gadis itu mengernyit saat melihat seorang wanita yang dia kenal sebagai salah satu dosen panitia perkemahan ini perlahan mendekat ke arahnya.

"Kaki saya belum pulih sepenuhnya, kalau di tekuk terlalu lama sering sakit dan kebas. Jadi saya izin untuk beristirahat lebih awal, kalau begitu saya permisi Mam,"

Liara kembali melangkah, dia tidak menunggu balasan yang akan di berikan wanita berkacamata itu. Jujur tatapannya sedikit membuat Liara tidak nyaman, kedua mata coklat terang itu seakan tengah memindainya dari atas hingga bawah.

Bahkan Liara tahu kalau saat ini dosen wanita itu masih menatapnya lekat, walaupun dia tidak menoleh atau pun melirik.

'Dia aneh banget sih. Perasaan aku baru liat dia pas kemah, terus di kampus juga belum pernah liat apa lagi ngajar. Aku juga belum tau namanya, apa dia dosen baru tapi aku belum tau?'

Liara terus saja bermonolog didalam hatinya, gadis itu menghela napas panjang dan semakin mempercepat langkahnya yang terpincang. Liara ingin segera sampai di tenda dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.

"Kau kalau tidak mengenalnya jangan pernah berbicara dengannya. Bahkan sekali pun kau kenal, jangan mudah percaya!"

Liara tersentak, gadis itu hampir saja terjungkal kala mendengar suara bisikan tidak jauh darinya. Dia reflek menoleh, kedua matanya membulat saat melihat Lionel sudah bersandar di salah satu pohon yang tidak jauh darinya.

Pria itu terlihat menghirup rokoknya dengan santai, kedua matanya menatap tak berekspresi pada Liara.

Tuk!

Lionel menjatuhkan puntung rokoknya, lalu menginjaknya hingga hancur dan padam. Pria yang menggunakan pakaian serba hitam itu perlahan mendekat pada Liara, bahkan Liara dapat mencium bau nikotin terbakar dengan campuran parfum maskulin yang tidak asing di area penciumannya.

"Kau masih terlalu naif rupanya. Akan sulit kalau aku berada jauh dari jangkauan mu," gumamnya.

Liara mengernyit, gadis itu menatap heran pada mantan ajudannya yang terlihat tengah dilanda kebimbangan dan kekhawatiran.

"Kamu baik baik aja, Sim-,"

"Istirahatlah, jangan keluar tenda sampai besok pagi kecuali aku yang memintanya. Jangan banyak bertanya dan menurutlah, kau tahu kalau saja aku tidak melihat mu tadi mungkin kau sudah-, masuklah aku akan tetap di sini!"

Lionel terlihat ragu, satu tangannya terulur untuk merapihkan jaket yang dipakai Liara dan mendorong pelan gadis itu agar segera masuk kedalam tenda.

"Simba kenapa sih? dia aneh banget dari tadi siang," gumamnya.

**DIA MABOK KEMBANG RA MAKANYA ANEH😂😂😂😂

SEE YOU TOMORROW MUUUUAACHH😘😘😘**

1
Deistya Nur
luar biasa, sukses dan semangat terus yaa ka 🥰😍
Diana Dwiari
kode simba kode
Novita Sari
Luar biasa
Inong Nst
hah..."Ley" kah musuh dalam selimutnya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
wkwkwkwk kesiksa sendiri sang singa.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
sabar lagi Lion, harus nunggu urusan perut dulu baru yg lain... 🤭🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
ya ampuunn ini mah singa sama kancil namanya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
wkwkk kena ulti mertua.👍🤣
aku lupa cerita para sesepuh karna udah lama baca ceritanya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
waduuhhh pak Elvier siap² dapat hukuman dari ibu negara karna sudah mengorbankan menantu sendiri.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
tom jerry, menantu sama mertua kalau dekat musuhan tar kalau jauh saling merindukan... pada ga mau ngalah.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
siap² saja kena amukan 2 singa istri sama anakmu Elvier karna menantu mu celaka karna kamu lengah sampe kecolongan.
Vitriani
👍
Dari
kaya ga tau bahaya 🤣🤣 ngeyel bgt 🤭🤭🤭🤣🤣
Dari
mosok tmn nya sendiri 🤭🤣 gendeng
Dari
cpr ah 🤭🤣🤣🤣
apajalah
👍🍁🍂👌🍁🍂
apajalah
🍂🍁👌👍👍🍁🍂
LikCi Vinivici
g bikin tegang nih. pelarian model liara& simba
LikCi Vinivici
kelamaan deh. keburu si scarr sadar. blm tanding nya juga ini
LikCi Vinivici
duh pada lebay nii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!