NovelToon NovelToon
Terpaksa Jadi Wanita Penghibur

Terpaksa Jadi Wanita Penghibur

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Tamat
Popularitas:120.3k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Batam

Mengisahkan tentang kehidupan seorang wanita malam yang harus bekerja keras, demi memenuhi kebutuhan ayah kandung nya. Dia rela melakukan apa saja, demi mendapatkan banyak uang untuk keluarga nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Batam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi ke Diskotik

Selesai makan nasi goreng, aku dan Rara kembali bergabung bersama teman-teman lain nya di bangku panjang, markas kami para waiters karaoke.

Tepat pukul sembilan malam para tamu pun sudah mulai berdatangan. Berhubung malam ini adalah malam minggu, para tamu sudah pada berdatangan walau pun hari masih sore.

Sudah banyak meja yang terisi di dalam ruangan karaoke. Teman-teman waiters juga sebagian sudah pada masuk ke dalam, untuk menemani para tamu lelaki itu minum dan bersenang-senang.

Tepat pukul setengah sepuluh, bang Hendra datang dengan mengendarai mobil nya.

Setelah memarkirkan kendaraan roda empat nya, bang Hendra langsung berjalan menuju bangku panjang. Dia menemuiku yang masih duduk bersama teman-teman lain nya.

"Ayo masuk, Ndah!" ajak bang Hendra.

"Oke, bang." balas ku.

Aku beranjak dari tempat duduk dan menghampiri bang Hendra yang sudah berdiri di depan pintu masuk.

Aku menggandeng lengan nya dan berjalan beriringan masuk ke dalam ruangan karaoke.

Sesampainya di dalam, bang Hendra langsung duduk di tempat yang sudah aku pilih kan untuk nya. Dia memesan minuman hitam 2 botol dan rokok 1 bungkus.

Aku mengangguk mendengar permintaan bang Hendra, dan segera berjalan ke meja kasir untuk memesan minuman.

"Bil, minuman hitam 2 botol dan rokok 1 bungkus, ya!" pinta ku pada sang kasir.

"Oke, Ndah." jawab Billy.

Dengan gerakan secepat kilat, Billy menyiapkan pesanan ku dan meletakkan nya di atas meja.

Aku langsung bergegas mengambil minuman dan rokok itu, lalu kembali berjalan ke meja bang Hendra.

Setelah menuangkan minuman keras itu ke dalam gelas, aku mengambil kertas kecil dan pena yang sudah tersedia di dalam kotak tisu.

"Mau nyanyi lagu apa, bang?" tanya ku.

"Gak usah, Ndah. Aku gak mau nyanyi, aku hanya ingin kau tetap disini menemaniku!" pinta bang Hendra.

"Oh oke, bang." balas ku.

Aku kembali duduk di samping bang Hendra, sambil tersenyum menatap wajah nya yang lumayan tampan menurut ku.

"Jangan kemana-mana ya, Ndah!" bang Hendra memelas.

"Oke siap laksanakan, bos." balas ku.

"Hahaha, ada-ada aja tingkah mu."

Bang Hendra tertawa ngakak karena melihat tingkah laku ku yang sedang hormat pada nya.

"Ayo, bang. Kita bersulang!" seru ku.

"Oke, sayang." jawab bang Hendra.

Aku mengajak bang Hendra untuk bersulang, "cheers" aku dan bang Hendra pun meminum minuman keras itu bersamaan.

Selesai minum, bang Hendra merangkul pundak ku. Kami berdua pun mulai hanyut dalam lamunan masing-masing.

Aku dan bang Hendra memperhatikan tingkah laku yang aneh-aneh dari para tamu lain nya. Setelah beberapa saat hening, bang Hendra kembali membuka suara.

"Nama panjang mu sebenarnya siapa sih, Ndah?" tanya bang Hendra.

"Emang nya kenapa, bang?" tanya ku balik.

"Ya gak papa sih, cuma pengen tau aja." jawab bang Hendra.

"Indah Permata Sari, bang." balas ku.

"Wah, bagus banget nama mu, Ndah. Ketiga kata dari nama mu itu mengandung arti yang sangat bagus tuh." puji bang Hendra.

"INDAH, itu adalah satu kata ungkapan kalau kita mengagumi sesuatu. Contoh nya seperti pakaian yang indah, pemandangan yang indah. Seperti itu lah contoh ungkapan rasa kagum untuk kata, INDAH." ungkap bang Hendra.

"PERMATA, itu juga satu kata ungkapan untuk sesuatu yang sangat bernilai dan berharga." tambah bang Hendra.

"Dan yang terakhir, SARI. Satu kata ini juga sangat bagus artinya."

"Contoh misalnya, yang di hisap lebah dari bunga itu adalah sari nya. Yang di kumpulkan sedikit demi sedikit sampai akhirnya tercipta lah madu yang sangat manis dan banyak khasiatnya."

Bang Hendra berceloteh panjang kali lebar kali tinggi. Layaknya seperti seorang guru yang sedang menjelaskan pada anak didik nya.

Aku hanya tersenyum dan manggut-manggut menanggapi celotehan nya tersebut.

"Minum dulu, bang! Biar gak kering tenggorokan nya habis ngoceh barusan, hihihi." ledek ku.

"Hahaha, bisa aja kamu, Ndah." balas bang Hendra sambil tertawa ngakak.

Aku dan bang Hendra kembali meminum minuman keras itu sampai tandas satu gelas. Lalu kemudian, bang Hendra menyalakan rokok dan menghisap nya perlahan.

"Ndah, temani aku ke diskotik yok!" ajak bang Hendra.

"Mau ngapain ke sana, bang?" tanya ku heran.

"Mau jual ikan, Ndah." jawab bang Hendra asal.

"Kok jual ikan sih, aneh-aneh aja nih orang." gerutu ku.

"Hahaha, lagian pertanyaan mu aneh sih. Udah tau di ajak ke diskotik, masih juga nanya mau ngapain di sana!" balas bang Hendra kembali tertawa.

"Ya udah pasti mau senang-senang lah, Indah kuu!" lanjut bang Hendra lagi.

"Iya iya, aku tau kok, bang. Aku cuma pura-pura polos aja tadi tu, hihihi." balas ku cekikikan.

"Hmmm, dasar!" umpat bang Hendra.

Bang Hendra mengacak-acak rambut panjang ku, sambil kembali menghisap rokok yang ada di tangan nya.

"Gimana mau gak, Ndah?" tanya bang Hendra.

"Hmmm, gimana ya, bang. Aku gak biasa untuk hal yang begituan. Aku gak pernah memakai obat-obatan terlarang seperti itu." jawab ku ragu.

"Kamu cuma nemani aja kok, Ndah! Gak mau pakai pun gak papa kok, aku gak akan memaksa mu." balas bang Hendra.

"Tapi, bang..."

Aku menjeda ucapan ku dan langsung di potong oleh bang Hendra.

"Tenang aja, Ndah. Nanti pulang nya aku bakalan kasi uang jajan kok buat mu. Gimana mau kan, Ndah?" desak bang Hendra.

"Oke lah, bang. Aku mau ikut dengan abang." jawab ku pasrah.

"Makasih ya, Ndah. Ya udah kalo gitu, sekarang aja kita pergi nya yok! Mumpung belum terlalu larut malam, ambil nota nya sana gih!" ujar bang Hendra.

"Iya, bang." balas ku.

Aku segera berjalan ke meja kasir untuk meminta nota kepada Billy. Setelah pembayaran selesai, kami berdua berjalan beriringan menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil bang Hendra.

Bang Hendra mulai melajukan kendaraan nya itu menuju diskotik yang tidak jauh dari lokasi tempat kerja ku. Sesampainya di depan gedung diskotik, bang Hendra langsung memarkirkan mobil nya di halaman depan gedung tersebut.

Kami berdua pun segera turun dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk utama. Bang Hendra langsung membayar tiket masuk untuk dua orang.

Selanjut nya, bang Hendra menggenggam erat tangan ku sambil membawa ku masuk ke dalam ruangan diskotik.

Baru saja membuka pintu, kami berdua sudah di suguhkan dengan suara dentuman musik DJ yang sangat memekakkan telinga.

Di tambah dengan suasana gemerlap, dengan pencahayaan yang sangat minim dan lampu kelap-kelip yang berputar kesana kemari.

Setelah celingukan mencari tempat yang kosong, akhirnya bang Hendra menuntun ku ke bagian pojok ruangan.

"Tunggu bentar ya, Ndah! Aku mau beli minuman untuk kita dulu di sana." ujar bang Hendra.

"Oke, bang." jawab ku.

Aku duduk di atas kursi sambil menyalakan rokok. Aku memperhatikan kepergian bang Hendra menuju meja bartender untuk memesan minuman. Tak lama kemudian, bang Hendra kembali menghampiri ku.

Dia membawa dua botol air mineral dan satu botol minuman hitam. Lalu dia meletakkan semua minuman itu di atas meja.

"Pegang ini, Ndah!" ujar bang Hendra.

Bang Hendra berbisik di telinga ku sambil menyelipkan beberapa lembar uang ke dalam genggaman tangan ku. Aku hanya mengangguk dan menyimpan uang itu ke dalam tas ransel yang ada di pangkuan ku.

"Makasih ya, bang." bisik ku.

"Sama-sama, Ndah." balas bang Hendra.

Setelah memberikan uang pada ku, bang Hendra langsung memulai kegiatan nya.

Bang Hendra menggerakkan tubuh dan kepala nya mengikuti irama musik DJ yang sangat menggemparkan seisi ruangan diskotik itu.

Aku hanya memperhatikan tingkah bang Hendra yang sedang asyik sambil meminum air mineral yang ada di atas meja.

"Bang, aku ke toilet dulu ya!" bisik ku.

"Oke, Ndah. Mau aku antar gak?" tanya bang Hendra.

"Gak usah, bang. Aku bisa sendiri kok, gak usah khawatir!" jawab ku.

1
Jesi Jasinah
sampai disini, kalau ada waktu nanti lanjut lagi
Indah Batam: terima kasih kunjungan nya kakak 🥰🥰
total 1 replies
Anonim
bneran kisah author ini
Indah Batam: hehehehe 😁😁
total 1 replies
Jesi Jasinah
lanjut
Indah Batam: siap 🥰🥰
total 1 replies
Bulan Rindu
Aku suka baca part Haris sama indah. ngebucin gimana gitu 🤭. semangat 💪
Bulan Rindu: Sama-sama. semangat terus
total 2 replies
neng ade
Siapa meluncur thor cantik ku ❤❤
Indah Batam: Siap kakak,, di tunggu kehadiran nya,,👌👌😘😘
total 1 replies
neng ade
Alhamdulillah .. selamat ya utk bang
Ryan dan Indah.. semoga menjadi keluarga yg samawa .. bahagia dan langgeng sampai maut memisahkan .. semoga cepat hamil ya thor.. jngn tamat dlu dong 😍😍
Indah Batam: aaamiiiiinn,,semoga saja🥰🥰🤲🤲
total 5 replies
neng ade
Semoga pernikahan nya berjalan dngn lancar
Indah Batam: aaamiiiiinn 🥰🥰🤲🤲
total 1 replies
neng ade
alhamdulillah.. meski ada rasa gregetan sm si ayah yg ga punya malu klo soal uang tp si ayah merestui nya lalu bagaimana dngn nenek .. masa iya ga dikasih tau sm Indah
Indah Batam: nenek sudah di beritahu ayah kak
total 1 replies
neng ade
cepatlah menikah Ndah dari pada terus tersakiti..
neng ade
iihh .. gregetan banget sm ayah nya itu .. matre nya minta ampun .. seenak nya aja minta mahar 20 jt
enak nya tuh kalian bertiga dilempar aja jauh2 ke laut Amazon ..
Indah Batam: ke laut Batam aja kak, biar gak buang2 ongkos 🤣🤣🤣
total 1 replies
neng ade
bilang aja sejujur nya sm ayah mu itu Indah . masa iya sih dilarang .. emang nya may anak nya selama nya jadi wanita penghibur.. Indah juga harus hidup bahagia .. jngn terus2 an dijadikan sapu perah ..
Indah Batam: sapi perah tak bertanduk, hehehehe 😁😁😁
total 1 replies
Bulan Rindu
Cerita nya bagus dan nyesek Thor. semangat 💪
Indah Batam: Iya kak, author juga ikutan nyesek ngetik nya🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
Leo
lanjut Thor
Indah Batam: Siap kakak 🥰🙏
total 1 replies
Leo
lanjut
Indah Batam: baik🥰🥰
total 1 replies
Leo
next
Indah Batam: Assiaapp 🙏😍😍
total 1 replies
Leo
lanjut Thor
Indah Batam: assiaapp 🥰
total 1 replies
Leo
lanjut
Leo
next
Leo
mantap👍👍👍
neng ade
sudahlah Ndah jngn dibuat rumit .. seharusnya kamu harus bersyukur. mendapatkan orang sebaik bang Ryan dari pada harus tetap manjadi wanita malam dari pelukan laki2 satu kepelukan laki2 yg lain nya .. sdh saat nya mengakhiri petualangan mu di dunia mlm..
Indah Batam: Iya tuh, author juga geregetan lihat indah, pengen ngejitak jidat nya, bandel banget di bilangin🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!