NovelToon NovelToon
ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Cinta Murni / Karir / Tamat
Popularitas:149.9k
Nilai: 5
Nama Author: Julia Fajar

Cinta tidak harus memiliki, itu yang Dokter Alan tanamkan di hati, agar tidak merusak persahabatan antara dirinya dengan Radit.

Alan dan Radit, mempunyai kegemaran dan cita-cita yang sama, bahkan dalam hal memilih wanita.
Namun, Alan lebih memilih mengubur cintanya, saat tahu Radit juga mencintai Keysha. Padahal, yang Keysha cintai sebenarnya adalah Alan.


Radit berhasil menikahi Keysha, tapi sayang konflik rumah tangga membuat Radit menjatuhkan talak, hingga jatuh talak 3.

Cinta dan kesungguhan Radit berhasil membuat hati Keysha luluh hingga bersedia kembali menikah. Tapi, tentunya harus lebih dulu mengikuti syariat tentang pernikahan setelah talak 3.

Radit meminta tolong kepada Alan yang sudah beristri tapi rumah tangganya juga tidak bahagia, agar mau menikahi Keysha sebagai istri siri. Dengan harapan, Alan nantinya mau menceraikan Keysha. Dan Keysha bisa kembali menikah dengannya.

Apakah akhirnya Keysha akan kembali menikah dengan Radit? Ikuti terus yuk kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28. PEMBELAAN RADIT

Key tiba di rumah sekitar jam 7 malam, Pak Tirta pun mengantar sampai depan pintu rumah agar tidak timbul fitnah. Tapi berhubung tidak ada yang di rumah selain pembantu, Pak Tirta pun langsung pamit.

Mama Radit yang yakin saat ini Key telah tiba di rumah segera meminta dokter untuk membuka infus yang isinya hanya cairan vitamin. Beliau beralasan tidak betah dan ingin pulang.

Dokter pun segera membuka selang infus dan mengizinkan Mama untuk pulang. Radit yang melihat mamanya seperti itu merasa kesal, kenapa tidak dari satu jam yang lalu mama pulang hingga Radit bisa menjemput Keysha.

"Ayo Dit kita pulang, Papa dan istri kamu pasti sudah sampai rumah."

Radit tidak menjawab, dia hanya membawakan tas milik mamanya dan memasukkan ke dalam mobil.

Setelah itu diapun melajukan mobil dengan kecepatan sedang, namun lagi-lagi sang mama protes. Mama ingin Radit menyetir perlahan saja.

"Dit, kenapa sejak tadi kamu diam saja? Apa kamu marah dengan Mama?"

"Nggak kok Ma, Radit hanya lelah!" ucap Radit.

"Ya sudah buruan kalau kamu memang lelah dan ingin cepat sampai!" ucap Mama.

Papa Arsen ternyata sudah pulang saat Keysha masuk, beliau mengawasi Keysha dengan tatapan yang tajam dan sinis.

"Kamu sebagai menantu harus tahu menjaga marwah keluarga, terutama suami, siapa laki-laki yang mengantarmu itu! Jangan buat malu anak dan keluarga ku!" tegur Papa Arsen.

"Maaf Pa, beliau rekan mengajar dan kebetulan rumahnya searah. Mas Radit sedang menemani Mama dan saat aku hendak memesan taksi, ponselku lowbat. Lagipula dari dalam kampus tidak ada angkot masuk karena sudah hampir malam," ucap Key berusaha menjelaskan.

"Alasan! Pokoknya kalau mau jadi anggota keluarga Anggara Group harus tahu tata aturannya, jangan seenak hati saja! Namaku bisa tercoreng di luaran!" ucap Papa sambil berlalu meninggalkan Key yang masih berdiri di sana.

Key mendesah, ternyata begini rasanya masuk di kehidupan orang ternama, semua jadi serba salah.

Kemudian, Key masuk ke dalam kamar, dia membersihkan diri, baru rencananya mau menelepon Radit untuk menanyakan keadaan mama.

Namun, Key terkejut saat keluar dari kamar mandi dan seseorang mendekapnya dari belakang. Key hampir saja berteriak karena kaget, tapi Radit sudah menghujaninya dengan banyak ciuman.

"Apa kabar ibu dosen? Maaf ya Sayang gara-gara mana kamu musti naik taksi lagi."

"Nggak apa-apa kok Mas, tadi kebetulan diantar dosen senior, kebetulan searah. Maaf ya Mas, aku nggak bilang dulu karena tadi ponselku kehabisan baterai."

"Aku tahu, sudah jangan dipikirkan! Aku percaya sama istriku yang cantik ini," ucap Radit yang tidak mau melepaskan pelukannya.

"Mandi dulu Mas! Mas Radit bau!"

"Masa iya," kemudian Radit melepaskan pelukannya dan mencium kedua ketiaknya, lalu dia berkata, "Masih wangi kok!"

Key tertawa menjauh, ternyata itu cuma alasan Key saja agar sang suami melepaskannya.

"Awas ya, kamu mulai nakal. Tunggu sampai kita selesai makan malam, nggak akan kubiarkan kamu lepas dari pelukanku!" ucap Radit sambil menyambar handuk dan berlalu ke kamar mandi.

Saat itu terdengar suara pintu ketuk dan ternyata sang mama.

"Eh Mama, bagaimana keadaan Mama? Apa sudah baikan Ma?" tanya Keysha.

"Sudah! Kamu kok santai saja! Sebentar lagi jam makan malam, apa kamu menunggu Mama yang melayani!" ucap Mama ketus.

"Maaf Ma, bukan begitu. Key baru selesai mandi dan ini lagi bersiap mau turun," ucap Keysha.

"Ya sudah buruan! Jangan sampai Papa sudah duduk di ruang makan kamu baru datang! Gesitlah, jangan seperti keong yang ada di sawah orangtuamu!" ucap Mama lagi sambil berbalik meninggalkan kamar Key.

Key mendesah, lalu dia buru-buru menuju dapur. Dia tidak mau orangtua Radit menyalahkannya lagi.

Radit yang baru keluar dari kamar mandi, celingukan mencari sang istri tapi dia tidak melihatnya dan Radit mencari pakaian dimana key biasa melayaninya saat tinggal di kampung.

Karena tidak ada, Radit pun mengambil sendiri di lemari, lalu dia memakai pakaian tersebut dan menyisir rambutnya. Setelah itu, baru bergegas mencari Keysha.

Radit melihat Keysha sedang menyiapkan makan malam, dia lalu mendekat dan bertanya, "Kok kamu yang menyiapkan? Memangnya bibi kemana? Kamu 'kan lelah baru saja pulang!" ucap Radit sambil membantu sang istri menyiapkan minum dan juga meletakkan buah di atas meja.

"Nggak apa-apa Mas, barangkali bibi sedang tidak enak badan. Sejak tadi aku tidak melihat beliau, lagipula ini memang tugas seorang istri dan menantu untuk melayani," jawab Key sembari meletakkan piring dan gelas.

Tidak lama muncullah mama dan juga papa, lalu keduanya duduk di bangku biasa tempat mereka duduk.

Key yang melihat kedua mertuanya sudah di sana lalu bertanya, "Mama dan papa mau Key ambilkan makanan?"

"Heemm, sahut papa.

Key pun mengambilkan nasi, lauk serta sayur dan kerupuk. Dia tidak bertanya dulu apa yang Papa inginkan dan yang papa tidak suka.

Setelah lengkap semua di dalam piring tersebut, Key pun meletakkan di hadapan Papa.

"Kamu mau membunuhku!"

Key kaget mendengar perkataan sang Papa, lalu dia bertanya, "Kenapa Pa? Ada yang papa tidak suka?"

"Kolesterol ku sedang naik, kenapa kamu malah memberiku udang hah!"

"Maaf Pa, aku tidak tahu jika Papa kolesteronya sedang naik," ucap Key merasa bersalah.

Radit yang melihat hal itu langsung berdiri dan mengambil piring di hadapan sang Papa dan segera kembali ketempat duduknya sambil berkata, "Papa seharusnya bilang tidak makan yang mana, Key bukan dukun yang tahu apa mau kita dan apa yang tidak kita mau!" ucap Radit sambil menyantap makanannya.

"Dit Stop! bukankah kamu alergi udang? Nanti kamu sakit Nak!" ucap Mama sambil menarik piring di hadapan Radit.

"Ma, tolong hargai istriku. Dia sudah berusaha melayani kita!" ucap Radit kesal.

"Mas alergi udang kenapa Mas makan? Aku bisa mengambilkan yang lain dan itu nanti buatku," ucap Keysha.

"Bukankah kamu tidak menyukai gulai Key? di situ ada gulai dan porsinya juga bukan porsi kamu makan, jadi biar aku saja yang menghabiskan," ucap Radit.

"Nggak apa-apa Kak, aku mau belajar menyukainya," ucap Keysha.

"Mama mau pakai lauk dan sayur apa?" tanya Keysha takut salah lagi.

"Hemm, aku ambil sendiri saja! Duduklah kamu! makan malam kita telat gara-gara kamu!"

"Ma! apa tidak bisa menghargai jerih payah istriku! Dia lelah Ma dan sama seperti kita, baru saja tiba di rumah. Memangnya bibi kemana, kok tidak menyiapkan makan malam seperti biasa?" tanya Radit.

"Mas," ucap Key sambil memegang tangan sang suami.

"Bibi lelah, apa salahnya jika Key membantu, toh ini juga salah satu tugas seorang istri. Mama juga dulu begini, melayani kakek dan nenek kamu!"

"Iya, tapi harusnya lihat situasi dan kondisi. Bukankah mama dulu tidak bekerja dan mama full di rumah melayani Papa. Sementara, istriku bekerja Ma!"

"Tidak ada yang menyuruhnya bekerja! Harta Anggara group berlimpah, tidak kekurangan jika hanya untuk memenuhi semua kebutuhan istri kamu. Jangan buat malu kami, berapa rupiahkan gajimu? Apa kamu tidak mampu Dit menafkahi istrimu senilai itu?"

"Sudahlah Ma! Berikan kebebasan untuk Key berkarir. Bukannya aku tidak mampu memberikan nafkah untuknya tapi aku ingin istriku mendapatkan kebebasan untuk menentukan sikap dan pilihan, selagi itu masih positif," jawab Radit.

Key hanya tunduk, dia tidak berani membantah apapun. Saat ini ibu dan anak sedang berdebat, memperdebatkan dirinya.

Radit yang melihat hal itu, langsung mengambilkan makanan dan meletakkan piring itu di depan sang istri.

"Makanlah Sayang," pinta Radit sambil mengulurkan sesendok makanan ke mulut Key.

Key kaget, lalu dia buru-buru mengambil sendok dari tangan Radit dan berkata, "Biar aku aku saja Mas! Mas Radit lanjutkan saja makannya, nanti dingin, tidak enak."

Radit pun menuruti omongan Keysha untuk melanjutkan makan, tapi dia merasa suasana makan malam kali ini, sudah tidak nyaman lagi bagi Keysha.

Setelah selesai, Papa dan Mama meninggalkan tempat itu, sedangkan Key membereskan sisa makanan dan membersihkan peralatan makan yang kotor.

Radit yang melihat hal itu tidak membiarkan Key melakukannya sendiri. Dia membantu merapikan meja dan menyimpan makanan ke dalam kulkas.

"Mas, biar aku saja!" ucap Keysha.

"Nggak apa-apa Sayang, kita kerjakan berdua biar cepat selesai dan kita bisa...," Radit tidak melanjutkan ucapannya, dia tertawa sambil memberi kode.

"Dasar Mas Radit mesum!" ucap Key sambil menuju wastafel untuk mencuci piring.

Radit senang Key bisa tertawa setelah tadi sempat murung akibat ulah orangtuanya.

Setelah selesai, mereka pun kembali ke kamar untuk beristirahat.

"Key, maafkan perlakuan Papa dan Mama ku ya!"

"Kenapa Mas? Namanya juga orangtua, aku tidak marah kok. Mereka juga orangtuaku, jadi pantas jika mereka juga menegur dan mengajariku. Aku belum tahu saja kebiasaan di rumah ini. Aku masih harus banyak belajar Mas. Ajari aku ya Mas, biar bisa jadi istri dan menantu seperti harapan keluarga ini," ucap Key.

"Sini Sayang," pinta Radit agar Key mendekat.

Radit memeluk Keysha sambil duduk di atas tempat tidur, lalu dia berkata, "Kamu istriku yang baik, aku tidak menuntut apapun. Kasih sayang dan cintamu sudah cukup untuk membahagiakan ku. Kamu bukan pembantu di rumah ini Key, tapi kamu istri Radit."

"Jika sikap mereka keterlaluan terus terhadapmu, sebaiknya kita pergi dari sini. Aku akan membeli rumah untuk kita tinggal, agar kamu memiliki kebebasan di rumah kita sendiri," ucap Radit sambil mencium puncak kepala sang istri.

"Tapi Mas...," ucapan Key terhenti karena Radit meletakkan jarinya di bibir Keysha. Dia tidak ingin Key membantah ucapannya. Karena Radit tahu, sikap orangtuanya memang sudah keterlaluan.

1
Anis Widayanti
Alan harusnya jangan dibuang itu pengaman, tinggal dibolong saja ujungnya paksi gunting dast pakai...
beres...deh...tidak akan buang-buang benih kamu🤣
Anis Widayanti
sangat bagus, bisa buat ngisi waktu kosong dengan membaca novel ini
Anjelie Sharma
ada ya cerita kyk gni
See Yuli
gk seru , gimana dgn ortu nya radit.to suka dgn karakter 3 sahabat sll berpikir dewasa
See Yuli
teriris hatiku denger ucapan keluarga radit
Shifa Burhan
yang aku suka dalam novel ini adalah adil dan tidak ada kemunafikan
*semua karakter di novel ini punya salah masing2 dan tidak saling menyalahkan
*keysa menikah dengan suami orang
*alan selingkuh
*radit selingkuh
*devia selingkuh
*salut untuk author yang adil semua punya kesalahan masing2 dan akhirnya mereka bahagia dengan cara mereka masing
Shifa Burhan
kasihan keysha terlalu polos hingga dia dipermainkan kayak barang oper sana oper sini.
MJ
Baguslah. biar aja siMeli jd gadis yg tak perawan lg, kn dia kasih secara iklas sama Radith, sementara Radith gk mau sama sekali
MJ
Thor orang tua siMeli dan siRadith sumpah benar2 sampah semua. Geram kok ada org tua model begini. Udah bikin rahim siKesya rusak sekrg rumah tangganya yg dirusak
MJ
Org tua macam gini semoga gk ada lg didunia ini. Ampun bgt dah, tll mengagungkan harga diri smp lupa kebahagian anak sendiri, smp rela jebak anak sendiri dgn perempuan j**ang, masak iya Papanya Radit gk paham klo wanita spt Meli itu bukanlah perempuan baik2, tp hanya demi status yg katanya bobot bebet dan bibit rela melakukan apapun utk menghancurkan masa depan anaknya. Aku dukung Kesya Alan ajalah. Kasihan Kesya bila terrus dikelilingi keluarga toksik, gk bapak, ibu tantenya jg sama aja. sama2 gk punya Otak
MJ
masak rumah Sultan byk nyamuknya😁😁
Siti Yatimatin
yaaaaahhh kok tamat nggak seru thoooor trus gimana perjalanan cinta alan n keysya n kisah radit lanjut aja
Siti Yatimatin
Egoiiiiiiiiiiisss buuuuiaaangèeeeettt dah
sari emilia
oh kt nya model berkelas ternyata model rendahn...rendah ahlak rendah iman rendah etika rendah tata kerama n sopan satun yg pasti rendah ibadah n rendah sgl2nya
sari emilia
ko bs hyr krn menikah karir hancur..kn hy bintang iklan...bkti ny byk aris2 dunia yg lbh hebat nikah d ketahui bhkn bkin pesta meriah justru karir nya tambah meroket...
sari emilia
BPJS PBI ga berlaku y d dunia Novel 😀😀
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Ida Haedar
novel tentang cinta segitiga...kalo jodoh memang ga akan kemana....
Ida Haedar
dih...Keysha gampangan bingits, demi ibu sih demi ibu, tapi ga gampangan gitu kalee!!!☹️
amalia gati subagio
yg keminter lakinya lg, he!! so.... talak 3 jd maenan, wow...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!