>Ini novel pertama autor yang bertema religi maaf kalau masih banyak kekurangannya.
Aleena Humairoh seorang guru sekolah dasar disebuah sekolah swasta dikota A memutuskan menutup auratnya dan bangkit dari traumanya setelah mengalami sebuah peristiwa pahit dimasalalu yang membuatnya harus kehilangan mahkota berharganya sebagai seorang perempuan.
Bertemu dengan seorang Abimanyu duda muda ayah dari murid Aleena yang juga pernah mengalami hal menyakitkan dengan perempuan dimasalalu.
Dua orang yang sama sama punya masalalu pahit akankah mereka bisa berjodoh dengan putri kecil Abimanyu sebagai perantara.
Ataukah malah saling membenci karena sebuah hubungan luka dimasalalu mereka yang diakibatkan oleh orang yang sama.
Penasaran silahkan baca kelanjutannya 😊😊.
Budayakan meninggalkan like dan komen sebagai dukungannya reader.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28.Kamu Istriku.
Abimanyu menghentikan mobilnya didepan rumahnya lalu menoleh kesamping dimana Aleena terlihat terlelap,melihat itu Abimanyu tersenyum dan dengan pelan diguncangnya tubuh perempuan itu yang beberapa jam lalu sudah resmi menjadi istrinya itu.
"Sayang...bangun kita sudah sampai dirumah",ucap Abimanyu lembut yang membuat Aleena sedikit terkejut lalu segera membuka matanya yang langsung bersitatap dengan netra gelap lembut Abimanyu.
"Mas... ",panggil Aleena dengan suara parau khas orang bangun tidur.
"Kita sudah sampai,ayo turun dulu nanti baru dilanjutkan lagi istirahatnya",ucap Abimanyu dengan membuka pintu mobil.
"Aliyah bagaimana?",tanya Aleena dengan menoleh kearah Aliyah yang masih tertidur dikursi belakang.
"Aku akan membawa Aliyah masuk kedalam kamu masuk saja dan istirahat dikamar",perintah Abimanyu yang dijawab anggukan oleh Aleena.
Saat Aleena melangkah kepintu sebelum dia sempat mengetuk daun pintu itu,mbak Tina dan suaminya sudah lebih dulu membuka pintu untuknya.
"Mbak Tina",sapa Aleena sedikit gugup tapi penjaga rumah itu tiba tiba saja langsung memeluk tubuh Aleena erat.
"Ibu.... saya senang sekali karena ibu ikut kembali kerumah ini yang berarti mulai sekarang ibu sudah menjadi nyonya rumah ini".
"I.. iya mbak makasih sudah menerima saya",jawab Aleena dengan gugub karena tidak menyangka sambutan penghuni rumah Abimanyu begitu hangat padanya.
"Iya.. bu, ayo masuk",ajak Tina pada Aleena.
Aleena mengangguk lalu mengikuti Tina masuk kedalam rumah itu meski dia pernah masuk kerumah itu sekali saat menolong Aliyah dulu tapi dia belum tau dimana letaknya kamar utama rumah itu karena ruangan yang pernah dimasuki Aleena hanya ruang kerja Abimanyu dan kamar Aliyah saja waktu itu.
"Mbak Tina dimana ya letak kamar utamanya?",tanya Aleena lirih pada perempuan itu.
"Oh.. itu.... ".Belum selesai Tina menjawab pertanyaan Aleena Abimanyu sudah menyela pembicaraan mereka.
"Kamu cari apa Yank? ",tanya Abimanyu pada kedua perempuan itu dengan menggendong Aliyah ditangannya.
"Itu.. pak bu Ena tanya dimana kamar utamanya",jawab Tina pada Abimanyu yang membuat Aleena sedikit malu.
"Oh.. ayo aku tunjukan",ajak Abimanyu dengan menyerahkan Aliyah kepada Tina untuk menidurkan anak itu dikamarnya.
"I.. iya mas",jawab Aleena lirih.
Abimanyu meraih tangan Aleena lalu mengandengnya menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamar utama ada disana.
"Masuklah ini kamar kita sekarang sayang",ucap Abimanyu dengan mempersilahkan Aleena masuk kedalam kamar.
Aleena mengamati kamar itu yang didekorasi khas kamar orang kaya pada umumnya tapi warna dan barang barang dikamar itu terlihat terlalu kaku pemilihan warnanya menurut Aleena.
"Selama ini aku jarang tidur disini karena itu aku membiarkan saja dekorasinya tetap sama seperti saat pertama kali aku membeli rumah ini tapi karena sekarang sudah ada kamu Yank, kamu boleh merubah suasana kamar kita ini seperti yang kamu mau".
"A... aku tidak masalah dengan dekorasi kamar ini kok mas",jawab Aleena cepat karena merasa tidak nyaman Abimanyu tau dia tidak terlalu suka dengan dekorasi kamar itu yang terlihat mewah tapi kaku menurutnya.
"Sayang..., mulai sekarang dan seterusnya kamu adalah bagian dari hidupku jadi apa yang aku miliki itu juga milikmu,termasuk rumah dan kamar ini,kamu tidak hanya akan tinggal sementara disini jadi rubah atau dekorasilah sesukamu asal itu bisa membuatmu nyaman tapi aku mohon jangan malam ini",ucap Abimanyu yang langsung membuat Aleena merasa gugup mendegar kalimat terakhir Abimanyu.
"Ti... tidak mas.. ",jawab Aleena lirih.
"Oh iya,kita belum sholat isya tadi ayo kita sholat isya dulu baru setelah itu istirahat",ucap Abimanyu untuk menghilangkan kegugupan mereka berdua saat itu.
Mendengar itu tanpa sadar Aleena menarik nafas lega sambil mengangguk.
"Aku ingin membersihkan diri dulu sebelum sholat",ucap Aleena dengan berjalan kekamar mandi yang ada dikamar itu.
"Aku ambilkan koper kamu ya sayang dibawah!",teriak Abimanyu saat Aleena sudah masuk kekamar mandi tapi belum menutup pintunya jadi masih bisa mendengarkan apa yang dikatakan suaminya itu.
"Iya... mas",jawab Aleena lalu menutup pintu kamar mandi.
Setelah mengantarkan koper Aleena kekamar Abimanyu memilih mandi dikamar lain dari pada menunggu Aleena selesai membersihkan diri supaya saat Aleena selesai nanti mereka bisa segera melakukan sholat isya berjamaah sebelum tidur.
Aleena sengaja lama berada dikamar mandi karena merasa gugup untuk menemui Abimanyu tanpa menggunakan niqab seperti biasa.
Setelah lama berpikir dan memantabkan hati akhirnya Aleena keluar dari kamar mandi.
Aleena pikir Abimanyu masih berada didalam tadi karena itu dia gugup sekali tapi ternyata Abimanyu tidak ada jadi dia merasa antara lega dan kecewa saat itu.
Tapi Aleena tidak ingin memikirkan hal itu dan lebih memilih mencari baju didalam koper miliknya juga mukena untuk dipakainya sholat bersama sang suami nanti.
"Sudah siap ?",tanya Abimanyu saat melihat Aleena sudah memakai mukenanya.
Aleena yang sedang berjongkok untuk menyiapkan sejadah untuk sholat mereka terkejut mendengar teguran Abimanyu dan seketika langsung menoleh kearah sumber suara.
"Mas Abi!".
Abimanyu langsung terpaku saat melihat wajah Aleena yang tidak memakai niqabnya saat itu dan tanpa sadar langsung memuji wajah cantik sang istri yang baru pertama kali dilihatnya itu selama ini.
"Subhanallah... bidadari surgaku",pujinya yanh langsung membuat wajah Aleena bersemu sangat merah mendegar pujian indah sang suami itu dan langsung menunduk.
Melihat Aleena malu Abimanyu berusaha mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Aleena untuk segera sholat bersama.
"Ayo kita sholat sekarang sayang",ajak Abimanyu lembut yang langsung diangguki oleh Aleena.
Setelah selesai melakukan sholat berjamaah Aleena meraih tangan Abimanyu untuk diciumnya lalu sebagai balasannya Abimanyu mencium kening dan seluruh wajah istrinya itu membuat wajah Aleena kembali bersemu merah karena perbuatan Abimanyu itu.
"Mulai sekarang kamu harus terbiasa karena aku akan selalu melakukan ini padamu",ucap Abimanyu tanpa melepaskan tangannya dari wajah sang istri.
"I... iya mas", jawab Aleena lirih.
"Sekarang kita istirahat ya",ajak Abimanyu dengan bangkit dari sejadahnya lalu membantu Aleena membereskan perlengkapan yang baru saja mereka pakai sholat itu.
Aleena melepas mukenanya lalu melipatnya rapi sebelum ikut naik ketempat tidur bersama Abimanyu yang sudah lebih dulu berada disana.
"Kemarilah sayang",pinta Abimanyu dengan menyuruh Aleena masuk kedalam pelukannya.
Dengan malu malu Aleena menuruti apa yang dikatakan Abimanyu dengan mendekat kearah suaminya.
"Aku suka kamu yang malu malu tapi kamu tetap harus mulai membiasakan menerima sentuhanku sekarang karena aku benar benar ingin menjadikanmu istriku secara lahir bathin mulai sekarang dan seterusnya bahkan sampai nanti kita disurga sayang",bisik Abimanyu lembut ditelinga Aleena yang membuat Aleena merinding tapi mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan suaminya saat itu.
Maaf baru up 🙏🙏.