NovelToon NovelToon
Jodohku Kades Muda

Jodohku Kades Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Cintamanis
Popularitas:64.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maysar

Tias tidak pernah menyangka kalau ternyata pilihannya untuk tinggal bersama neneknya malah membuatnya bertemu dengan orang paling menyebalkan yang pernah ditemuinya.

Tias kira dengan jabatan yang cukup disegani di kampung membuat orang itu punya rasa malu untuk sekedar menggodanya di depan umum. Tapi bukannya merasa malu orang itu malah terang terangan berkata ingin menikahinya meskipun banyak warga yang melihatnya.

" Dek Tias mau nggak jadi calon ibu Kades di sini ? Enggak perlu daftar langsung saya terima."

" Nggak."

" Kalau nggak mau daftar langsung saya nikahi aja ya. Gimana ?"

" Ih ! Aku nggak mau punya suami Kepala Desa."

" Jadi dek Tias maunya dapat suami yang kayak mana ?"

" Kayak pemulung."

" Kalau gitu besok saya turun jabatan jadi pemulung. Biar bisa nikahi dek Tias terus kita mungut sampah bareng bareng. Bagus juga keinginannya dek Tias."

" Astaga !" Tias berteriak kencang merasa frustasi menghadapi sikap Kades muda yang sangat menyebalkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maysar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calbukdes

" Wah, banyak permainannya. Tapi gue lebih seneng makanannya dibandingkan permainannya sih. Habis ini gue mau coba sosis sama telur gulung yang dikasih saus itu." Tias bergumam dengan tatapan yang memandang sekitarnya. Sangat ramai dan itu membuatnya senang sekaligus takut. Senang karena ini pertama kalinya ia melihat pasar malam dan takut karena Tias tidak tahu jalan pulang.

" Tias kita coba kora kora yuk !" Mawar datang dengan tangan yang langsung merangkul pundak Tias. Sebelah tangannya yang bebas menunjuk pada salah satu permainan yang berbentuk sampan itu.

Tias melihat permainan yang ditunjuk Mawar. Ia mengerutkan keningnya bingung, dipanggil kora kora tapi kenapa bentuknya malah sampan begitu ?.

" Kenapa namanya kora kora ? Padahal bentuknya sampan." Tias bertanya tidak mengerti.

Mawar yang ditanya seperti itu menggeleng tidak tahu. Ia saja dari kecil yang naik itu tidak pernah tahu kenapa kapal itu dinamakan kora kora.

" Kamu nggak tahu kenapa namanya kora kora Tias ?" Dion bertanya setelah tiba bersama Rahmat dan juga Diki. Kemudian disusul Rendi dan Hilman di belakangnya.

Tias dan Mawar menoleh menatap kelima pemuda itu. " Iya aku nggak tahu, memangnya kamu tahu kenapa ?" tanya Tias pada Dion.

" Wah ! Jangan tanya Yas, kalau aku ya jelas nggak tahu."

Langsung saja tangan Mawar terangkat untuk memukul kepala Dion. " Bodoh !"

" Sakit gila ! Kamu ini perempuan tapi kok kasar banget." Dion meringis kesakitan sambil memegang kepalanya.

" Jiwaku lakik ! Apa kamu ?! Mau aku banting di sini ?!" Mawar bertanya dengan nada tinggi karena kesal.

" Oalah Dion, Dion. Orang nggak tahu kok berlagak sok pintar." ucap Rahmat.

" Cuma pintar ngitung duit jangan suka cari gara gara duluan." tambah Rendi.

Tias tertawa pelan dan menghabiskan kembang gulanya. " Terus siapa dong yang tahu kenapa namanya kora kora ?"

" Saya." Risam datang bersama Reno dan Ilham menghampiri Tias.

" Kora kora adalah perahu tradisional Kepulauan Maluku yang biasa digunakan untuk berdagang atau untuk berperang pada zaman dulu. Pada tahun antara 1893 dan 1897, wahana permainan kora kora diciptakan oleh Charles Albert Marshall dari Tulsa, Oklahoma yang di sebut pertama kali dengan nama 'The Ocean Wave'. Dan sampai sekarang kora kora banyak dipakai orang sebagai wahana permainan ataupun perlombaan sampan. Itulah kenapa permainan itu bernama kora kora tapi bentuknya malah mirip sampan." jelas Risam.

Tias, Mawar, dan Dion terbengong mendengar penjelasan yang Risam jabarkan dengan singkat. Terutama Tias yang tidak pernah menyangka bahwa Kades sok akrab itu bisa memiliki pengetahuan tentang hal sepele seperti ini. Bahkan Tias yakin orang lain pun sangat jarang memikirkan dari mana asal permainan kora kora itu bisa ada.

" Pak Kades kok bisa tahu ?" tanya Mawar.

Risam tersenyum merasa lucu mendengar pertanyaan dari Mawar. " Itukan pengetahuan umum yang ada di google. Semua orang juga bisa tahu kok asal mau nyari tahu aja."

Ilham menepuk keningnya karena merasa bodoh. Kenapa tidak kepikiran olehnya tadi untuk mencarinya di google. Begitupula dengan yang lainnya, mereka baru sadar tentang hal itu.

" Jadi pak Kades ngeliat google dulu ?" tanya Tias.

Risam menggeleng. " Nggak, saya dulu waktu kecil pernah nanyak bunda saya tentang kora kora."

" Dan masih diingat sampai sekarang ?" Tias bertanya lagi.

" Iya." Risam menjawab dengan sabar.

Tias berdecak menyadari bahwa otaknya yang jenius ini ternyata tidak berguna. Percuma pintar kalau kora kora saja ia tidak tahu. Dan yang paling bodohnya lagi, kenapa tidak terpikirkan oleh Tias untuk mencari informasi tentang itu di google.

" Wow, pak Kades pintar. Like banyak banyak deh sama pak Kades." kata Mawar seraya memberikan dua jempol untuk Kades muda itu.

Risam yang melihatnya menjadi tertawa. Padahal pengetahuan itu adalah hal yang umum orang lain tahu. Tapi tingkah mereka seakan akan melihatnya sebagai orang yang pintar pengetahuan.

" Kalau diciptakannya pasar malam pak Kades tahu nggak ?" tanya Dion.

" Hm.., kalau tahu saya pun masih belum tahu pasti. Tapi yang bisa saya beritahu, dalam catatan sejarah. Pasar malam itu udah ada dan udah mulai beroperasi sejak abad keenam dan ketujuh Masehi di masa Dinasti Sui, Tiongkok. Sementara kalau di Indonesia, pasar malam itu udah ada dari masa kolonial Belanda. Pada tahun 1870 atau setelah terbitnya Undang Undang Agraria (Agrarische Wet) dan Undang Undang Gula (Saka Wet) oleh Pemerintahan Hindia-Belada. Sedangkan berdirinya pasar malam besar pada tahun 1959 itu dipelopori oleh seorang intelektual Indo dan sastrawan terkenal. Namanya Tjalie Robinson alias Vincent Mahieu atau nama aslinya Jan Boon. Dia ini orang berdarah campuran antara Belanda, Inggris, dan Jawa."

" Woah !" Dion, Ilham, Diki, dan Rahmat memandang kagum pada Risam yang memiliki pengetahuan sampai ke sana.

" Jangan bilang kali ini pak Kades dapat ilmu itu dari bundanya pak Kades juga." ucap Mawar.

Risam tertawa lalu menggelengkan kepalanya. " Justru karena saya dulu penasaran kenapa kora kora kok ada yang di pasar malam, mangkanya saya cari di google. Eh, tahunya malah ketemu sama sejarah pasar malam. Ya udah sekalian saya baca aja."

" Pak Kades itu kepalanya nggak kerasa penuh pak nyimpan hal hal kayak gitu ?" tanya Ilham.

" Ya nggaklah, itu kan ilmu. Mana bisa penuh di kepalanya kalau kita niat mau nyimpannya." jawab Risam.

Tias yang sedari tadi mendengarkan menjadi iri hati. Bagaimana bisa ia tidak tahu tentang itu, dan kenapa juga harus si Kades itu yang tahu segalanya malam ini. Meskipun Tias juga merasa itu pengetahuan baru untuknya tapi ia tidak suka kalau Risam yang memberitahunya.

" Bagaimana ? Dek Tias sudah tahu kan ?" tanya Risam sembari memandang Tias dengan senyuman yang tak pernah hilang.

Tias menganggukkan kepalanya. " Terima kasih pak."

" Sama sama Calbukdes." balas Risam yang malah mendapatkan tatapan bingung dari yang lainnya.

" Calbukdes ? Apa itu pak ?" tanya Reno.

" Calbukdes, calon ibu Kades." jabar Risam.

" Ehem ! Maju teruuus ! Sampai lupa suasana !" ucap Dion.

" Udah malam sempat sempatnya pak Kades modus." cibir Mawar.

Risam tersenyum canggung dan menggaruk pelipisnya karena malu. " Namanya juga usaha." ucapnya pelan namun masih terdengar oleh mereka.

Mawar menyenggol lengan Tias. " Yas, pak Kades ngasih kode bendera merah muda itu."

Tias yang mendengar itu langsung merasa kesal. Apa apaan dia itu, baru juga mengajaknya pergi dua kali dia sudah berani berbicara seperti itu.

" Udah deh, bercandanya pak Kades. Saya dari tadi penasaran ingin naik itu kora kora." ucap Tias dengan maksud mengalihkan pembicaraan mereka.

Risam tersenyum mengerti, apa Tias sangat tidak menyukainya sampai mengalihkan pembicaraan mereka seperti itu ?.

1
Dinar David Nayandra
Tias SM via 1ibu beda bapak kayanya ya soalny Gunawan jahat bgt SM tias
Dian Niviya Putri
Biasa
Erdi Kurniawan
semangat ya bikin novelnya
Maysar: oke, terimakasih
total 1 replies
Jumiliah Linda Kartika
sama klo aku pun tak suka diatur-atur gitu
Maysar: Berarti kita sama kak😄
total 1 replies
Bani
nenek pahlawan ku☺️
Maysar: bener
total 1 replies
alvika cahyawati
wah seru nich
Maysar: Terima kasih sudah membaca cerita Tias kak 🙏
total 1 replies
alvika cahyawati
sebenarnya tyas itu anak kandung ke2 orangtua nya bukan sich
Maysar: Bukan kak, Tias itu anak pertama.
total 1 replies
alvika cahyawati
ikan kali pake d pancing segala nek
alvika cahyawati
kok ada y orangtua y tega jahat sm anak nya,sendiri.
alvika cahyawati
baru jg baca tp udah mewek sj
Titik Sofiah
awal yang menarik ya Thor
Maysar: Terima kasih kak 🙏
total 1 replies
abdan syakura
Alhamdulillah
Thanks dah up,Kak..☺️
Lanjuttttt and ttp semangat!!💪
Maysar: Terima kasih kak Abdan 🙏.
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor
abdan syakura
Hmmmmmm iya
penuh Teka teki....
Semangat,Thor...
Maysar: Terima kasih kak 🙏
total 1 replies
eL cHia
telinga merah bukannya menahan marah ya?
eL cHia
abrisam adeknya aditya keknya ya
abdan syakura
What?????
Calon adik????🤔
abdan syakura
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Astaghfirullah
Aq mikirnya apaaaaaa gitu yah Roti sumbu... ternyata ubi kayu...
aaaa Author Somplak!!!
Thanks infonya.....
Maysar: Hahaha, 😂😂😂 aku juga awalnya gitu kak pas bertamu ke rumah orang. Eh, tahunya malah dapat pengetahuan baru. BTW, thanks buat sebutannya. 🤭
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor
Maysar: Oke kak 👍
total 1 replies
eL cHia
wah ga kerasa asik bgt bacanya ceritanya seru asik dan ngenaaa
Maysar: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!