NovelToon NovelToon
Tolong Lepaskan Aku

Tolong Lepaskan Aku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Komedi / Poligami / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.6
Nama Author: erma _roviko

Suci merupakan wanita dan istri yang baik, tapi di saat hadiah yang di berikan suaminya membuatnya kabur dan pergi dari sisi Zufar.

Mampukah dia menerima hadiah itu?

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, VOTE, LIKE, RATE, DAN KOMEN NYA💞🥰LOVE SEKEBON DARI AUTHOR😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erma _roviko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 - Panggil aku kakak ipar

Suci sangat sedih mendengar suaminya yang membentak untuk pertama kali, hati yang sensitif membuatnya tak bisa menerima bentakan itu hingga memutuskan untuk meninggalkan tempat itu menuju kamarnya. Tak lupa dia mengetuk pintu dan menangis dalam diam, entah bagaimana caranya untuk menghibur dirinya. "Mengapa ini terasa sakit?" gumamnya seraya meraih ponsel yang tak berada jauh dari jangkauan, menghubungi sahabat jauhnya. 

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam, akhirnya kamu meneleponku juga. Bagaimana kabarmu disana?" 

"Alhamdulillah aku baik, bagaimana denganmu?" 

"Hem, aku juga. Suaramu terdengar sesegukan, apa kamu habis menangis?" 

"Tidak, mungkin kamu salah dengar. Oh ya, bagaimana keadaan Rasidha? Aku merasa bersalah telah meninggalkannya." 

"Hem, cukup sulit menenangkannya. Dia menjadi gadis pemurung, menjauh dari teman-temannya dan memilih duduk sendirian. Dia sangat sedih kamu pergi, aku juga kehabisan cara untuk mengatasinya."

"Separah itu?" 

"Iya, sudah banyak yang mencoba untuk menghiburnya, tapi tak berhasil. Untung saja tuan Zaid bisa mengatasinya, setidaknya kesedihan Rasidha berkurang."

"Aku bersyukur jika Rasidha bisa dibujuk, katakan padanya kalau aku merindukannya." 

"Akan aku sampaikan, bahkan tuan Zaid juga sedih selepas kamu pergi!" 

"Jangan katakan itu, aku wanita bersuami."

"Baiklah."

Setelah selesai menelepon, sedikit berkurangnya rasa rindu. Hati yang lebih tenang mendengar jika Rasidha baik-baik saja, ikatan gadis kecil itu begitu terasa. 

Suci segera menyeka air mata, berjalan menuju dapur untuk memasak. Cara yang digunakan untuk meredakan kemarahan dari sang suami, tersenyum saat memikirkan hal yang pernah dia lakukan. "Aku ingin buat makanan kesukaannya," gumamnya sembagi mencuci sayur dan memotongnya, tak lupa dengan irisan bawang merah dan putih, sedikit bumbu halus juga digunakan. 

Mulai berkutat pada alat penggorengan, dia memasukkan bumbu dan menumisnya hingga keluar aroma harum, dan memasukkan beberapa jenis sayuran yang menjadikan makanan favorit sang suami. Setelah selesai, dia menyajikan di atas piring dengan penuh hati-hati. Tak lupa menghiasnya agar lebih menarik dipandang, dan meletakkan di atas meja makan. 

Suci berjalan menghampiri Zufar yang sedang berada di kamar adik madunya, berharap kemarahan sang suami pudar dengan cepat. "Assalamu'alaikum, apa aku boleh masuk?" ucapnya meminta izin seraya mengetuk pintu. 

Tidak ada yang menjawab, dia mendengar sayup suara ******* dari dalam ruangan. Dia sedih dan mengetahui apa yang terjadi di antara suaminya juga sang adik madu. "Aku datang di waktu yang salah," ucapnya pelan seraya pergi meninggalkan tempat itu, memegang dada yang terasa berdenyut. Dia hanyalah perempuan biasa, merasakan cemburu saat berbagi cinta bersama wanita lain. 

Menarik nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, kembali menunggu di meja makan, membiarkan dua orang di dalam kamar menyelesaikan ritual mereka. Namun kedua matanya malah menatap seorang pria yang tengah menyantap makanan di atas meja, berjalan cepat sembari menautkan kedua alisnya. "Itu milik mas Zufar!" ujarnya yang memperingatkan pria itu.

Namun, pria itu seakan tuli tak mendengar apa yang dia katakan. "Itu untuk mas Zufar, apa kamu tidak dengar?" 

"Mudah saja, buatkan dia makanan yang baru. Jangan berisik, dan biarkan aku tenang menyantap makanan ini." Balas pria itu tanpa menoleh, dia lebih tertarik pada makanan di atas piringnya.

"Mirza!" kesal Suci yang menyebut nama adik iparnya.

Pria itu mendongakkan kepala saat namanya dipanggil. "Ada apa?"

"Itu untuk mas Zufar!" tunjuk Suci yang mulai kesal dengan perilaku adik iparnya.

"Aku lapar, lagipula dia tidak ada dan sedang memadu kasih dengan ISTRI KEDUANYA. Makanan ini akan dingin, daripada mubazir lebih baik aku habiskan. Simple bukan? Jangan buat semuanya menjadi repot!" kata Mirza yang menekan kata istri kedua, ingin menyadarkan Suci.

"Apa maksudmu mengungkit nya? Mereka sah."

Mirza menyeringai tersenyum tipis, kembali melanjutkan makanan di atas piring hingga ludes tak tersisa, bahkan tidak ada sebutir nasi yang tertinggal. "Masakan paling top!" pujinya mengacungkan jempol.

"Mirza, kamu sudah datang, Nak?" sela seseorang paruh baya yang menjadi pusat perhatian mereka.

"Baru saja."

Tini menghampiri putra bungsu dan memeluknya, melepaskan rasa kerinduan di hati karena sudah lama tak pernah bertemu. "Eh, Suci kamu disini?" 

"Iya Ma," sahut wanita berhijab itu lemah, melirik sang adik ipar yang membuat kerja kerasnya sia-sia.

"Mama ambil dulu tasnya, kamu tunggu di sini. Oh ya, Suci tolong temani dia sebentar!"

"Baik, Ma."

Suci mempersilahkan Mirza untuk duduk di sofa ruang tamu, menjaga jarak dan juga menundukkan kepala. "Sekian lama tak bertemu, ternyata kamu masih sama seperti dulu."

"Kakak ipar, panggil aku kakak ipar." Ralat Suci yang tak menyukai perkataan adik iparnya.

"Maaf, aku belum terbiasa." 

"Aku tidak bisa berlama-lama menemanimu di sini, aku kebelakang dulu." Pamit Suci yang ingin menuju ke dapur, kembali memasak untuk suaminya.

"Kenapa sangat mendadak? Apa kamu tidak dengar perkataan Mama?" 

1
Yudith Lahay
sangat bagus
Siti Maskanah
hukumanmu zufar .
Ida Naurah
yaaaahhhh knpa g bkin suci hamil dulu Thor biar ada penerus
Ida Naurah
Luar biasa
Ida Naurah
ko sizufar aneh ya bisa dikibulin sama orang,,,,giliran sisuci prgi kmna aja tau
Alfi Wang
Luar biasa
Nie
pastikan mereka brdua meninggal jgn sampe kecolongan lg
Nie
Alhamdulillah zaid udh msk islam dan semoga istiqomah ya zaid,tinggal disunatnya nih,siap² ondangan wkwkkwk
Nie
jgn² asisten doni kakanya suci
Nie
si felix itu pasti
Nie
kayanya siska jg tau penyakit zufar makanya dia begitu semangat menyingkirkan suci agar dia dpt warisan dr zufar
Nie
nah loh,anakmu sdh kecewa zufar makanya dia enggan untuk dilahirkan...rasakan penyesalanmu itu..lebih bagus lg kalo suci pergi
Nie
ga ush mikirin zufar lg,bahagiakan dirimu sendiri suci,biar saja nanti zufar menyesal
Nie
akhirnyazaid datang...
Nie
lah iki piye...ga bener ini dokternya juga,ini zufar bener² bego ya masa ga tau kalo pas lg usg kan dia slalu nemenin masa iya ga ngeh 🤦🤦
Nie
tuhkan,udh jls zufar tuh ga bener..
Nie
semoga mereka bertemu suci dan bersatu
Nie
sungguhaku berharap suci pisah ma zufar,dan zaid msk islam dan bs bersatu ma suci...rumah tangga kalo udh ada orang ketiga ga bakal bener,apalagi satu rumah
Nie
berharap anak siska bukan anak zufar
Nie
laki² egois,giliran suci ada malah mesra²an ma istri kedua ...mdh²an aja zufar ga nemuin kamu suci,gedeg aku ma laki² model gini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!