NovelToon NovelToon
Sang Penakluk Yang Takluk

Sang Penakluk Yang Takluk

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Romantis / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: alfajry

Richi Darell Wiley, gadis tomboy pecinta basket ini harus rela menjalani masa pacaran yang terpaksa ia lakukan karena kalah taruhan basket dengan Hugo Erhard.


Namun tak disangka, pertemuan dan kedekatan keduanya menguak rahasia yang ada diantara mereka. Richi, gadis yang ditakuti GANGSTER ini tanpa disadari ternyata pernah terjebak dalam pertarungan bersama Hugo dalam pertempuran Valiant Vs Stripe yang mereka pimpin.

Ketangguhan Hugo dan kekuatan Richi ternyata tidak membuat mereka dijauhi musuh. Justru mereka selalu dikejar oleh kelompok yang ingin membunuh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfajry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curiga

Carina menelepon seseorang dengan ponselnya. Tak lama, datang dua orang laki-laki yang mendekatinya. Mereka berbincang singkat, lalu Carina meninggalkan Hugo bersama dua laki-laki itu.

Hugo yang setengah sadar, melihat kedua orang duduk dan mengobrol disebelahnya.

"Hei, apa kau bisa mengantarkanku pulang". Pinta Hugo dengan suara berat.

Kedua laki-laki itu tak menghiraukannya dan mengobrol lagi.

Sesaat kemudian, obrolan mereka harus terhenti tatkala seseorang mendekat dan menarik tangan Hugo.

"Ayo, kuantar pulang. Dasar kau merepotkan". Ucapnya lalu membuat Hugo mengerjap beberapa kali.

"...chi.." Gumamnya dengan suara yang hampir hilang saat melihat wajah berbayang Richi di depannya.

"Hei, apa-apaan kau, Nona. Lepaskan. Kami sedang ada urusan dengannya." Salah satu lelaki itu memegang lengan Richi.

Richi memandang lelaki yang menggenggam tangannya dengan tatapan berang. Wajah gadis itu terlihat tidak suka.

Sekilas lelaki itu terkejut dengan perubahan wajah gadis di depannya.

Dia melepaskan genggamannya."Kami sedang ada urusan dengan tuan Hugo. Anda tidak perlu repot mengantarnya pulang. Kami yang akan melakukannya".

"Aku tidak mempercayai kalian. Ayo, Hugo. Bergeraklah sedikit!" Titahnya pada Hugo yang mulai menegakkan tubuhnya.

"Pergilah selagi kami mengatakannya dengan baik". Ucap lelaki yang satunya. Dia berdiri lalu menatap Richi. "Kau tidak mau sesuatu terjadi pada dirimu kan, Nona".

Richi tidak memperdulikannya. Dia menarik lagi tangan Hugo hingga dia berdiri.

"Aish Sialan! Kau sangat kurang ajar!" Pekik lelaki itu lalu tangannya mencengkram bahu Richi.

Dengan sigap Richi menangkis tangan lelaki itu. Memelintir tangannya, lalu memberi serangan dari sikutnya tepat di dagu lelaki itu dengan keras hingga membuat gusinya mengeluarkan darah.

"Dasar gila kau perempuan ******!" Teriaknya tak terima sambil memegang dagunya.

Mata Richi melihat pergerakan lelaki satu lagi. Sebelum mendekat, lelaki itu mendapat tendangan melalui leher kanannya. Dia terjerembab hingga kepalanya membentur tiang lampu jalan.

Hugo berdiri sempoyong dengan senyum miringnya melihat Richi tengah menghajar kedua orang itu. Saat ini, kepalanya amat berat.

Lelaki dengan dagu biru menyerang lagi. Tak tanggung, sekuat tenaga Richi menghantam hidungnya dengan tangan kanan yang mengepal keras.

Lelaki itu terjungkal kebelakang. Meringkuk lalu menjerit kuat hingga tangannya tidak berani menyentuh hidungnya yang patah.

Richi menghembuskan napasnya dengan kasar. "Kau sangat tidak berhati-hati ya, Hugo!" Serunya pada Hugo yang hanya tersenyum dengan menaikkan jempolnya untuk Richi.

"Ayo, cepat. Kau bisa jalan, kan." Richi bergerak kebelakang tubuh Hugo. Meletakkan kedua tangannya di punggung Hugo. Hugo pun berjalan dengan terpaksa karena tubuhnya didorong dengan kuat oleh Richi.

Hugo lalu menahan langkahnya. "Bentar.." ucapnya dengan suara berat. Dia berdiri dengan tidak stabil. Berbalik badan menghadap Richi. Dia menggoyang-goyangkan telunjuknya di depan wajah Richi.

"Kau memang seperti lelaki ya, Richi hehee.." Ucapnya mulai meracau. Lalu tubuhnya terjatuh di hadapan gadis itu.

"Iyuhhh" Richi reflek mendorong sekuat tenaga tubuh Hugo yang tumbang hampir memeluk dirinya. Hugo terjungkal ke depan sambil meringis.

"Ah, kau ini!" Richi lalu berjongkok memapah tubuh Hugo yang malah asik tergeletak. "Cepat. Nanti gadis itu datang".

Richi memberhentikan taksi yang lewat. Membuka pintu lalu mendorong tubuh berat Hugo dengan kesal.

"Pak, tolong antarkan orang ini ke alamat ini, ya." Richi memberikan secarik kertas kepada supir taksi. "Nanti akan ada yang menunggunya disana."

Supir mengangguk lalu menjalankan mobilnya.

Richi mengeluarkan ponsel, menempelkan di telinganya. "Dia sudah jalan. Kau tunggulah." Ucapnya lalu memasukkan lagi ponsel ke dalam saku celananya.

"Sialan kau tidak berguna!"

Terdengar teriakan seorang perempuan dari agak kejauhan. Richi melirik sumber suara. Gadis itu kembali lalu mendapatkan Hugo tidak ada lagi sana.

"Apa? Kalah dengan perempuan? Dasar tidak tahu malu!" Pekiknya lagi.

Richi menarik hoodie dan menutup kepalanya. Dia berjalan menjauh dari sana.

Dugaannya benar. Dia mendengar gadis itu membicarakan Hugo di toilet awalnya, lalu dengan drama luar biasa dia mampu menjebak Hugo hingga seperti itu. Entah apa yang dia ingin lakukan, Richi pun tidak tahu. Yang jelas, perempuan itu pasti merencanakan sesuatu yang tidak baik untuk Hugo.

Richi menghantuk-hantukkan tumit kanannya ke tanah. Dia tengah bersandar pada tiang lampu jalan. Sambil berpikir apakah yang ia lakukan benar? Kenapa dia harus menolong lelaki itu? Kenapa dia harus peduli? Apakah tindakannya tidak terlalu jauh hingga ikut campur begini?

TIN!

Richi terperanjat. Mobil hitam sudah berdiam di depannya. Kaca jendela terbuka. "Kenapa melamun?"

Suara Emerald membuatnya tersenyum. Dia bergerak masuk ke dalam mobil, memakai seatbelt, lalu mobil itu berjalan.

"Kenapa jemput disini?" Tanya Emerald yang menyetir dengan kecepatan sedang. Tadi Richi menelpon dan memintanya menjemput di alamat yang ia sebutkan. Walau bingung, tetapi Emerald mengurungkan untuk bertanya apa yang gadis itu lakukan di tempat seperti ini.

"Ada sedikit urusan". Jawabnya sambil melirik sekilas laki-laki disebelahnya. Emerald terlihat tampan dengan kemeja hitam berlengan pendek.

"Jadi, kita akan ke Playtime?" Tanyanya meyakinkan dengan janji mereka siang tadi.

"Ya. Kita kesana saja". Jawab Richi sambil mengangguk-angguk. Dia rindu ingin kesana karena sudah lama tidak bermain dengan puas disana. Terakhir dia bermain dengan kakaknya, Ricky. Itupun dengan jailan kakaknya yang tiada henti.

🐛🐛🐛🐛

Taksi yang dinaiki Hugo berhenti disebuah rumah mewah berpagar putih. Axel, Isac, dan Daren sudah menunggu di depannya.

Axel lalu memerintahkan dua orang penjaga menggotong Hugo yang sudah tidak sadarkan diri dan meletakkannya di atas kasur.

"Apa yang terjadi padanya?" Daren membukakan jeket yang dipakai Hugo.

"Apa tim lawan yang melakukannya?" Tanya Isac lagi.

"Entahlah. Aku hanya menerima telepon dari Richi dan meminta alamat Hugo. Dia bilang akan mengirim Hugo yang mabuk. Lalu aku menyuruhnya mengirimkan saja kesini. Bisa gawat kalau Ayahnya tahu dia begini". Axel memang tidak mendapatkan info apapun. Yang ia dengar dari Richi, dia melihat Hugo tengah mabuk dan dipapah seorang perempuan.

"Besok saja tanya dia. Aku benar-benar penasaran. Kenapa dia bisa meminum alkohol?" Tanya Isac yang terheran-heran.

"Sepertinya dia meminum obat yang dimasukkan ke dalam minumannya." Ucap Daren lalu mengambil ponselnya. "Karena aku tidak mencium bau alkohol. Apa nama Bar yang di datangi Hugo?" Daren merasa ada yang tidak beres saat ini.

"Lounge Bar". Jawab Axel.

Daren lalu menelpon seseorang. Dia merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada Hugo dan bagaimana dia bisa terjebak seperti ini. "Cari tahu apa yang terjadi pada Hugo di Lounge Bar barusan. Secepatnya." Titah Daren pada orang yang ia telepon. Dia terlihat geram. Jika ini ada kaitannya dengan permainan basket, dia takkan tinggal diam.

"Kenapa Richi ada disana?" Tanya Isac tiba-tiba.

Semua terdiam sebab mereka memang tidak menerima informasi apapun. Richi sepertinya tidak memberitahu banyak hal kepada mereka.

To Be Continued...

Dukung Author dengan cara Like setiap Episode ya. Terima Kasih🤗

1
Uus H123
luar biasa
Lia Liya
keren bangetttttttttttty
Lia Liya
abis baca ulang Krishan, balik lagi ke sini.. 😍
Syahdu: hihihi makasih pen. aku juga sering ulang2 baca richi. nantikan novel baru perempuan yg mirip richi ya
total 1 replies
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😍😍😍🥰🥰🥰
Siti Nina
Novel paporit Ter The best 👍👍👍👍👍
Siti Nina
Maaf kepencet,,,🙏 jadi ngebayangin wajah Hugo yg melas pasti lucu banget gemesiinnn 🙈🙈🙈
Syahdu: udah baca ariva dan arsya blm kak? ada versi baru, endingnya juga baru loh. jalan ceritanya juga baru...
total 1 replies
Siti Nina
4
Siti Nina
Hugo kena karma nya karna dulu dia sering mempermain kn hati wanita sekarang dia merasakn takut kehilangan
Siti Nina
Pen bikin novel fiksi remaja lagi dong 🙏🙏🙏
Siti Nina
Pen bikin cerita remaja lagi dong dgn karakter cewek yg kuat suka banget sama cerita mu ini the best banget 👍👍👍👍👍
Syahdu: ada kok bentar lagi dibuat yak. lagi buat novel lain nih..
total 1 replies
Siti Nina
Hebat banget sih pen bikin pembaca sebaper ini bener " mewek aku bacanya 😭😭😭 jempol 10 pokonya bwt mu pen 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Siti Nina
Bener " menegangkn banget padahal udh be"rapa x bacanya,,,salut banget sama cinta nya Hugo bener" bikin baper 😭😭😭
Siti Nina
Mengharu biru sampai ikutan mewek 😭😭😭
Siti Nina
Perjuangan Hugo sungguh luar biasa untuk cintanya terharu banget 😢😢😢
Siti Nina
Gemessssiinnn banget sih pasangan ini bikin senyum" sendiri Baca nya 🤗🤗🤗
Siti Nina
Manisss nya pasangan ini 🤗🤗🤗
Siti Nina
Hugo syokkk mendengar kata kramat dari Richi 🙈
Siti Nina
Pen bikin novel kaya gini lagi dong kisah percintaan remaja tapi ada axenya 🙏
Syahdu: axe tuh apa pen
total 1 replies
Siti Nina
So sweet nya Hugo
Siti Nina
So sweet 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!