Novel ini berkisahkan tentang pernikahan yang terjadi karena adanya perjodohan,
Namun pernikahan yang mulanya berjalan tanpa Cinta itu, dapat berubah. Dua insan yang mulanya tidak saling mengenal, kini saling tidak ingin meninggalkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANISA RANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LOUNCHING
Setelah selesai dengan sarapannya, Izzan memerintahkan pramusaji lainnya untuk membawa piring kotor miliknya dan juga Zahra. Lalu terlihat para tamu undangan tampak berjalan kearah keduanya, untuk memberi ucapan selamat. Keduanya pun tampak selalu memasang senyuman manis pada wajahnya saat menerima ucapan selamat dari para tamu undangan itu. Namun, kini hanya tersisa pria paruh baya yang tampak ingin memberi selamat pada Izzan
"Selamat nak, akhirnya kamu melepas masa lajangmu juga. Tapi sayangnya, tidak dengan puteriku. Kalau saja dengan puteriku, akan ku pastikan kamu-" (Ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum mengejek menatap Zahra, namun ucapannya dengan cepat disahut oleh Izzan)
"Maaf pak Alex, anda sudah salah meremehkan orang. Dia adalah wanita terhebat yang saya temui, dia adalah wanita yang sangat mandiri. Dan juga, saya sangat bahagia bisa memilikinya. Seorang wanita yang bisa menjaga kehormatannya untuk aku suaminya" (Sahut Izzan dengan nada dingin dan juga tatapan dingin pada pak Alex, salah satu cliennya yang ingin sekali menikahkan Izzan dengan anak perempuannya satu-satunya)
"Heemhh! percaya diri sekali kamu nak. Lihatlah nanti dimalam pertama kalian, apa dia itu bisa menjaga kehormatannya untukmu suaminya. Atau kehormatannya itu sudah dipakai oleh pria lain" (Ucap Alex sambil berlalu dari hadapan Izzan juga Zahra)
Deggg
Zahra termangu karena perkataan Alex mengenai dirinya, Zahra kini terduduk sambil menundukkan pandangannya dan meremas gaunnya. Dia merasa sangat rendah mendapat perkataan Alex
"Sayang.. sudahlah jangan diambil hati" (Ucap Izzan sambil mengelus punggung sang istri)
"Tapi rasanya begitu sakit Zan" (Sahut Zahra yang kini matanya sudah berkaca-kaca)
"Heeyyy.. lihat aku, tatap mataku. Jangan hiraukan perkataan-perkataan oranglain, yang sekiranya bisa menjatuhkanmu atau membuat mentalmu down. Sebaik apapun kita, semanis apapun kita berbicara dan juga berprilaku tetap saja ada mulut yang jahat. Jadi, jangan kamu ambil pusing soal itu. Apa kamu mengerti sayang?" (Tanya Izzan dengan lembut sambil terus menangkup kedua pipi Zahra, dan dibalas anggukan kepala pelan dari Zahra)
"Pintaar.. iiihh aku sangat gemas dengan pipi chubbymu ini, sayang" (Ucap Izzan sambil mencubit kedua pipi Zahra dengan gemas)
"Aaww Izzan, sakiitt!" (Sahut Zahra sambil mengelus-elus kedua pipinya)
"Nanti kalau riasannya rusak gimana coba?" (Tanya Zahra pada Izzan sambil memasang wajah juteknya)
"Itu sih soal gampang sayang.. nanti juga dibenarkan oleh miss Cacha kan? si begindang begindang ituuu..." (Jawab Izzan sambil menirukan gaya miss Cacha, membuat Zahra tertawa lepas sambil memegangi perutnya yang terasa kram)
"HAHAHAHA, kamu itu ada-ada saja. Nanti akan aku adukan pada miss cacha, biar kamu dapat ocehan-ocehan dengan gaya lentiknya itu loh. Hahaha.." (Ucap Zahra sambil terus tergelak)
"Kenapa ini? apa kalian sedang membahas jenis kelamin keponakanku yang akan kalian lounching nanti?" (Tanya Aziz yang tiba-tiba saja datang pada sepasang pengantin baru itu)
"Isshh kakak ini. Baru saja menikah berapa jam yang lalu, sudah bicara soal keponakan saja" (Jawab Zahra bernada ketus sambil melirik Izzan yang terkekeh geli)
"Memangnya apa salahnya? toh kakak rasa, Izzan punya bibit unggul. Sekali tanam, langsung jadi" (Ucap Aziz yang membuat Zahra melotot padanya)
"KAKAKKKK!!!" (Teriak Zahra pada kakak tertuanya itu)
Aziz dan Izzan pun menutup kedua telinganya. Dan tak lama Zulaikha istri dari Aziz datang dan disusul dengan datangnya Aisyah, Mujnah dan Fatimah dibelakangnya
"Ada apa Zahra? kok teriak begitu" (Tanya Zulaikha sambil menatap penuh intimidasi pada suaminya, dia sangat percaya kalau penyebab Zahra berteriak itu pasti adalah suaminya)
"Kak Aziz tuhhh.. masak Zahra baru menikah berapa jam yang lalu, sudah bicara soal anak saja. Geli tauu!!" (Jawab Zahra dengan polosnya)
Daann...
"Puufftt.. Bhahahaha"
"Ayolaahh perutku jadi sakit sekalii, haahaha"
"Dia masih sangat polos kak, jangan meracuni fikiran polosnya ituu bhahaha"
Zulaikha, Munnah dan Hafidz juga Fatimah tertawa lepas setelah tau penyebab Zahra meneriaki nama kakaknya itu. Dan betapa gemasnya mereka mendapati adik bungsu mereka yang masih sangat polos itu
"Kenapa kalian malah tertawa sihhh? Aku panggil ummi nihh!" (Ucap Zahra sambil berdiri dari duduknya, namun dengan cepat dihalangi oleh Aziz)
"Eeh ehh anak maniiss... jangan yaa hehe, kakak hanya bercanda kok yaa.. pliss jangan bilang ummi, kalau tidak kakak akan mendapat jeweran ditelinga kakak ini" (Ucap Aziz sambil memegang kedua pundak Zahra agar Zahra kembali duduk ditempat duduknya)
Dan semua yang ada disitu terus berusaha menahan tawa mereka, termasuk juga dengan Izzan