NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Bertubi-tubi, Aiza dihantam masalah yang mengaitkannya dengan sosok Akhmar, dia adalah pentolan preman. Rasanya gedeg sekali saat Aiza harus berada di kamar yang sama dengan preman itu hingga membuat kedua orang tuanya salah paham.
Bagaimana bisa Akhmar berada di kamarnya? Tapi di balik kebengisan Akhmar, dia selalu menjadi malaikat bagi Aiza.

Aiza dan Akhmar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Perintah Ciuman

Akhmar mengernyit heran mendengar penjelasan Jampang.  Nggak tau diri banget nih manusia alien, bisa- bisanya marah gegara ditolak cewek.  Nggak nyadar memang dia nggak pantes buat si Meta.  Dan Akhmar ingat bahwa cewek itu adalah cewek yang pernah mengajaknya berkenalan di masjid kemarin.

“Trus gue suruh ngapa?” tanya Akhmar.

“Lo datengin dia.  Trus cium dia!”

Akhmar mengerutkan dahi.  Tak merespon.  Kemudahan jelas berpihak padanya.  Tugas Jampang tidaklah sulit. Meta sudah lebih dulu menyukai Akhmar.  

“Gua bakalan dianggap ngelecehin dia karena main sosor sembarangan di depan umum.”  Akhmar mengangkat dagu dengan tampang angkuhnya.

“Iya justru itu tujuan gue.  Biar dia tau rasa, biar dia ngerasa direndahin orang.  Gue pengen ngasih pelajaran buat Meta.  Pergi sana!”  Jampang mendorong punggung Akhmar hingga tubuh Akhmar semakin mendekati pagar.

“Ngacau nih manusia. “  Akhmar geleng- geleng kepala.  Namun tak mau membantah, mengingat demi hubungan baik.  

Jampang membuka satu pagar besi yang bawahnya sudah copot hingga membuat celah menjadi lebar.  Jampang seperti paham sekali dengan situasi dan kondisi sekolah itu.  Akhmar mendekati pagar yang terbuka.  Ia terlihat ragu-ragu kemudian ia balik badan.  

“Apa nggak ada hukuman laen?  Males banget gue urusan sama cewek.”

“Buktiin nyali lo gede dan pantes jadi temen gue.”

“Gue nggak butuh temenan sama lo.” 

Jampang terbahak mendnegar ucapan Akhmar.

Akhmar berpikir bagaimana caranya supaya ia berhasil melakukan tugasnya.

Meta dan kedua temannya saling pandang melihat kedatangan Akhmar.  Dari penampilan Akhmar yang mengenakan pakaian bebas, jelas Akhmar bukanlah penghuni sekolah Aliyah.  Lagi pula wajah Akhmar terlihat asing di mata Meta.  Juga tampak lebih dewasa.

“Kamu yang namanya Meta, bukan?” tanya Akhmar.

Pipi cewek bergelang merah itu merah merona begitu namanya disebut.  Merasa senang karena cowok ganteng di hadapannya itu mengenalinya, membuatnya tersipu malu.

Awalnya Akhmar takut bakalan mendapat sambutan buruk karena berani muncul di sekolah seenak jidatnya, tapi Akhmar salah, karena Meta malah tersipu malu.  Bukan hanya itu, kedua teman Meta juga terlihat malu-malu kucing, menatap Akhmar dengan pandangan kagum.  Seketika, Akhmar merasa naik daun.  Itu membuktikan kalau muka Akhmar pantas dibilang sebagai penakluk wanita.  Tak heran jika dia sering gonta-ganti pasangan.

“Kamu Akhmar, kan?” tanya Meta ingin berkenalan.

“Hm.”

Akhmar menoleh ke arah Jampang yang mengintip di balik pagar.  Ia bingung bagaimana caranya bisa melaksanakan tugasnya, harus mulai dari mana?  

“Boleh aku ngomong sesuatu?” tanya Akhmar pada Meta.

“Boleh… Ngomong apa?”  Meta tersipu malu- malu.

“Tapi aku nggak mau kedengeran sama yang laen.”  Akhmar melirik kedua teman Meta.  

Meta juga melirik kedua temannya yang terlihat saling berbisik.

“Gue bisikin, ya!”  Akhmar memajukan wajahnya mendekati gadis itu.  Hanya dengan berbisik di depan wajah gadis itu, tentu Jampang akan mengira kalau Akhmar sudah melaksanakan tugasnya.  Jarak antara Jampang dan Akhmar lumayan jauh, Jampang pasti tidak akan tahu jika sebenarnya Akhmar hanya berbisik saja tanpa melakukan aksi cium.

 “Kamu jangan bilang sama gurumu kalau aku masuk ke sini …..”  Belum selesai Akhmar berbisik, kakinya yang tidak seimbang akibat tubuhnya yang terlalu condong ke depan, membuatnya terhuyung hingga akhirnya tanpa sengaja tugas yang diperintahkan Jampang benar-benar terlaksana.

Bibir Akhmar mendarat di bibir Meta.  

Seketika kedua teman Meta yang semula saling bisik mengagumi ketampanan Akhmar, berubah memekik terkejut sembari menutup bibirnya sementara satu tangan mereka yang lain saling berpegangan.

Bersambung

1
Cristiyan Wijaya
melowww jirrr
Teni Fajarwati
😂
Teni Fajarwati
😭😭😭
Teni Fajarwati
nah gitu,
Teni Fajarwati
emaknya terlalu kejam,walopun kecewa,
Teni Fajarwati
awal bab banyak typo,tapi semakin kesini semakin bagus,,,
Teni Fajarwati
akhmar bener2 parah
Teni Fajarwati
kayanya bapaknya aiza
Teni Fajarwati
🤣🤣🤣
Neus Assalma
ini novel knpa kata-kata nya byk yg di ulang, apakah kurang inspirasi thor
Linda Kustanty
owalahh gara2 kolor ijo to ampek d teriak.in maling😆😆
arzetti azra
Luar biasa
Susi Andriani
hadir
Riski
Lumayan
zevs
izin maraton thor
Mala Sia
Luar biasa
Suyatno Galih
menurut Ismail ustadz tukang kawin, masa ll akhmar buruk lha dirinya sendiri yg yg suka kawin demen janda pirang apa bkn bobrok namanya
Suyatno Galih
Thor itu ustadz abal abul kl ngomong dr mulut apa boret sih, dl azia di usir di bilang bkn anak nya lagi lha skrg di kt putri tersayang, n skrg Zahrah minggat dr perjodohan di blng bkn anak nya jg, udah srh cari janda pirang sj
Suyatno Galih
karapmu lah ikut sesek jd akhmar sm azia
Suyatno Galih
akhmar luka, pedih tp tak sepedih hatinya, tp jgn jd berandalan lagi ya mar, malu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!