My Careless Wife
Berawal dari perjodohan yang dibuat orang tua Arvin. Mau tidak mau ia harus menikahi wanita yang notabene nya merupakan pelayan cuci piring di restoran miliknya.
Perbedaan usia yang jauh 10 tahun. Arvin 28 tahun, dan Zakiya 18 tahun. Membuat Arvin harus ekstra sabar menghadapi tingkah kekanak-kanakan Zakiya yang selalu membuatnya jengkel, kesal, terkadang menggemaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayy hermione, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 : menjadi daddy terbaik
Perkataan arvin membuat perasaan zakiya luluh lantak, ia menatap kedua mata arvin mencari kebohongan disana, tapi ternyata ucapan arvin dan tatapannya sama tidak ada kebohongan.
Suaminya sedang jujur sekarang.
Pertama kalinya ia mendengar perasaan cinta dari suaminya.
"Saya akan memperbaiki kebahagiaan kamu yang telah saya rusak "
*****
"Benarkah?" Zakiya tersenyum lebar menatap arvin.
"Iya" arvin membalas senyuman zakiya dan mengacak-acak rambut zakiya gemas, ia terus mengacaknya sampai rambut zakiya tak berbentuk.
"Ihh pak arvin, jadi berantakan rambut kiya nya" protes zakiya karena arvin membuat rambutnya di acak-acak seperti rambut singa, zakiya memukul dada arvin kesal, arvin menangkap kedua tangan zakiya sehingga zakiya tak bisa memukulnya lagi.
Arvin memajukan wajahnya menggoda zakiya.
"Emang kenapa kalo rambutnya saya acak-acak? Wah jangan-jangan, diem-diem kamu seneng ya, dalam hati kamu bilang : rambut yang di acak-acak tapi ko hati yang berantakan. Uuuu so sweet" goda arvin.
Zakiya melepaskan kedua tangannya dari genggaman arvin, ia pun memukul badan arvin tanpa ampun karena terus-terusan menggodanya.
"Hahaha" arvin tertawa keras karena melihat istinya yang kesal setengah mati, ia membiarkan zakiya memukulnya sampai puas.
"Hah hah hah hah" zakiya berhenti dari memukul arvin dan mengatur nafasnya yang tak beraturan.
"Kenapa? Capek?"
Zakiya menganggukan kepalanya, memukul arvin seperti tadi capek juga ternyata.
"Yaudah, yuk saatnya bersih-bersih" teriak arvin semangat, ia menggandeng tangan zakiya manja.
"Emangnya pak arvin bisa?"
"Wah bocah kecil ini meremehkan orang berpengalaman, dengar ya tidak ada di kamus arvin tidak bisa membersihkan rumah, semua ini bisa selesai, hanya dengan sekali kedipan mata"
"Hahaha emang bisa kalo di kedipin selesai?" zakiya tertawa mendengarnya, ia pun melipat kedua tangannya di depan dada.
"Coba kamu kedipin mata kamu sekali"
Zakiya pun menuruti arahan arvin, ia mengedipkan matanya sekali, arvin menahan tawanya saat melihat zakiya yang mau saja disuruh.
"Mana ga ada?" Saat zakiya membuka matanya tak ada perubahan pada rumah.
"Iyalah ga ada, saya kan cuma ngerjain kamu doang"
"Jahat, jangan panggil nama kiya lagi oke.
Karena kiya saat ini dalam mode ngambek" ucap zakiya dengan nada mengancam, ia berjalan kaki meninggalkan arvin sendirian.
"Yaudah nanti saya sebut nama kamu tiga kali.
Bento bento bento " teriak arvin pada zakiya yang telah menghilang.
Arvin tertawa ngakak karena zakiya meninggalkannya dalam keadaan kesal.
"Slow down arvin, semuanya bisa terselesaikan"
Arvin menghela nafasnya, ia merasa sedikit menyesal ternyata ruangan apartemennya sangat luas, bagaimana caranya ia bisa menyapu dan mengepel semua ini?
Seharusnya ia tak mengajukan dirinya seperti tadi.
Wah ini sih sama saja seperti memakan omongannya sendiri, tapi bagaimana pun caranya arvin harus menyelesaikan ini semua.
"Ngomong-ngomong cara menyapu yang baik dan benar kayak gimana ya?"
Arvin melempar gagang sapu kelantai, dan gagang kain pel sehingga kedua gagang itu terkapar di lantai.
Ia berlari menuju kamarnya mencari sebuah benda pipih yang berwarna hitam.
"Oke, kita lihat seberapa jago nya arvin menjadi pria rumah tangga, eh bukan bapak rumah tangga, eh salah itu terlalu ketuaan.
Ayah muda tampan rumah tangga, eh itu terlalu panjang.
Si muda ayah rumah tangga terlalu tampan, Nah itu baru cocok, ga panjang kan?" ucap arvin semangat pada dirinya sendiri.
Hahaha ia memang jenius, bisa merangkai panggilan baru untuk dirinya sendiri.
SI Muda Ayah ruMAh Tangga Terlalu Tampan . Kalau disingkat jadi SI MAMATTT.
Tapi mubazir kalau huruf T nya kebanyakan, jadi satu aja hurufnya jadi SI MAMAT.
Arvin membuka salah satu aplikasi yang bewarna merah, ditengah-tengahnya ada lambang segitiga menyamping.
Aplikasi itu disebut YouTube, ya arvin ingin mencari tata cara menyapu dan mengepel yang baik.
Arvin mengetikkan satu kalimat di keyboard nya, terlihat di layar arvin memunculkan satu persatu huruf saat arvin mengetik.
Tutorial cara menyapu dan mengepel yang baik dan benar.
Arvin mengklik tombol search, sehingga terlihat lingkaran yang berputar pertanda loading.
Saat semua video telah muncul, arvin meng-scroll video itu kebawah, ia mencari-cari video terbaik agar saat ia menyapu dan mengepel hasilnya sempurna.
Arvin mengklik salah satu video menyapu dan menonton nya sebentar.
"Oh gitu doang caranya, sampahnya di terbang-terbangin pake sapu"
"Oke, daddy sejati akan melakukan hal yang sempurna" ucap arvin percaya diri.
****
Arvin mengambil sapu yang tergeletak di lantai, ia mulai bergegas untuk menyapu lantai, tapi sebelum itu arvin harus memindahkan ember yang berisi kain pel itu ke sudut yang paling pojok, agar tidak mengganggu kegiatan menyapunya.
"Oke arvin, siaapp. Let's go!"
Arvin mulai menggerakan sapunya cepat ke kanan dan kekiri asal, yang penting menurutnya sampah nya terbang.
Zakiya yang baru saja keluar dari kamar sambil membawa riski yang berada di gendongannya terkejut.
Zakiya menggendong riski di depan dada nya,
"PAK ARVIN" panggil zakiya saat melihat cara menyapu arvin yang salah.
Arvin malah memulai menyapu dari tengah ruangan bukan dari ujung.
Dan juga arvin menyapunya asal-asalan, bukannya bersih malah kotor karena debu berterbangan dimana-mana.
Arvin menengok kebelakang melihat zakiya yang kini sedang menghampirinya, arvin tersenyum senang, ia yakin pasti zakiya akan terkesima melihat hasil sapuannya yang amazing.
"Apa kamu kesini untuk memujiku? Haha, saya kan sudah bilang saya itu hebat dalam hal sapu menyapu" ucap arvin dengan bangganya.
"Hebat apanya, rumah udah kayak sisa-sisa perang, pasir sama debu bertebaran dimana-mana.
Pasir berserakan, debu ngebul keatas"
Zakiya menutup mulut dan hidung Riski dengan tangannya agar tidak terhirup debu yang berterbangan.
"Ya! Dengar ya, ketika seorang arvin menyapu lantai rumah seperti ini.
Itu telah menunjukkan langkah konkret, bahwa arvin telah menjadi Daddy idaman terbaik bagi semua wanita "
"Tapi cara pak arvin nyapu bikin rumah jadi acak-acakan" zakiya benar-benar tak percaya atas karya suaminya yang sangat amazing ulala ini.
"Ini tuh hasil karya luar biasa"
"Luar biasa apanya"
"Hei! Saya baru saja menonton tutorial menyapu di YouTube, dan di video nya saya ngeliat dengan mata kepala saya sendiri.
Ketika orang menyapu, dia akan menenerbangkan semua sampahnya"
"Menerbangkan? Ga ada satupun orang yang nyapu menerbangkan sampah, pak arvin"
"Wah bocah kecil ini, apa kamu ga percaya ha? Oke saya tunjukan" arvin mengeluarkan handphone nya dan menunjukan pada zakiya video tutorial yang tadi ia tonton.
Zakiya memperhatikan video yang dimaksud arvin menerbangkan sampah.
"Tuhkan kamu lihat dia nyapu dengan cara menerbangkan sampah"
"Pak arvin itu namanya di seret, bukan diterbangin.
Sampahnya di seret dikumpulin jadi satu, nanti di buang pake serokan sampah "
"Oh jadi ini bukan diterbangin ya?"
"Bukaaaan" zakiya memutar bola matanya, suaminya polos sekali pemirsa, apakah sama sampah di seret dengan sampah di terbangi?
"Yaudah sini kiya aja yang nyapu"
"Yaudah iya, saya aja yang gendong riski"
Ucapan arvin yang tiba-tiba membuat ia menatap arvin tak percaya, semua orang tahu bahwa arvin itu sangat tidak menyukai bayi dan anak-anak?
Tapi kini suaminya menawarkan diri untuk menggendong riski.
Berita yang hot news sekali.
"Emangnya pak arvin bisa?"
"Bisa, asalkan makhluk kecil itu jangan nyentuh badan saya. Pokoknya jaraknya harus jauh sekitar 30 cm"
"Pak arvin, mana bisa! Kalo di gendong kan jaraknya harus dekat"
Arvin menatap Riski yang tersenyum riang kepadanya, arvin hanya menatap bayi itu datar tanpa menunjukan ekspresi apa-apa.
Arvin mendekati riski dan berbicara sangat dekat, ia berbicara empat mata.
"Hei kecil, dengar ya hari ini saya akan berbaik hati untuk menggendong kamu besok-besok ga lagi, ingat ya, sebelum kamu saya gendong kamu harus mematuhi ini :
Gaboleh nangis
Gaboleh ngompol
Gaboleh merengek
Gaboleh minta suapinin susu
Gaboleh minta di suapin makan
Gaboleh... "
"Pak arvin sebenarnya mau ga sih gendong riski?" Ucap zakiya memotong ucapan arvin, zakiya sangat pusing kalau arvin sudah mulai kumat absurdnya, pasti pembicaraan nya akan panjang-panjang dan nyeleneh.
Lagi pula setiap bayi pasti akan meminta hal-hal yang tidak arvin bolehkan.
Arvin memandang si kecil riski dengan tatapan malas, baru sedetik ia menatap riski, ia membuang tatapannya lagi.
Tapi arvin memandang riski yang kedua kalinya, rasanya cara riski menatapnya seolah-olah bayi itu minta untuk digendong.
Bayi kecil itu bisa saja merayu dirinya dengan mata imutnya.
"Iya iya" ucap arvin pasrah.
"Bentar ya, kiya akan pasang gendongannya di bahu pak arvin"
Zakiya melepas tali gendongannya, dan mengambil riski, ia akan menyuruh arvin untuk menggendong riski terlebih dahulu.
Saat zakiya ingin mendekatkan tubuh riski ke arvin....
"AAAA AAA AAAA" Teriak arvin saat bayi mungil itu zakiya lengketkan ke dadanya, arvin benar-benar tidak suka bayi.
"AAAAA SINGKIRKAN BENDA KECIL ITU DARI HADAPANKU"
"Pak arvin riski bukan benda, dia manusia"
"AAA KAU TAHU, MELIHATNYA SAJA PERCIS SEPERTI BONEKA BAYI YANG DIJUAL DI TOKO"
"Itukan boneka, ini versi manusia"
"Tetap saja saya gamau! Aaaa itu sangat geli kau tahu? Aku tidak suka bayi!"
"Pak arvin katanya mau gendong riski" ucap zakiya mendekatkan Riski di wajah arvin.
Riski memegang wajah arvin dengan kedua tangan mungilnya, ia pun mencubit wajah arvin gemas.
"Heiii! Bayi kecil, apa yang kamu lakukan pada wajahku? Wah kamu kecil-kecil sudah berani menjadi monster yang suka menganiaya orang lain.
Kiya sejak kapan kamu melatih bayi kita menjadi bayi yang suka mencubit orang lain? "Protes arvin.
"Pak arvin, itu tandanya riski gemas sama pak arvin, dia pengen disayang-sayang pak arvin"
"APAA! GAMAU! SINGKIRKAN SI KECIL ITU DARI HADAPANKU!"
Lebih dari 30 menit mereka berdebat hanya karena riski, padahal tadi arvin yang meminta untuk menggendong riski, tap saat di dekatkan arvin menolaknya mentah-mentah.
Tapi syukurlah, hasil perjuangan lebih dari 30 menit, akhirnya arvin mau menggendong riski.
Melihat ekspresi arvin yang seperti itu membuat zakiya tertawa terbahak-bahak.
Lucu sekali ekspresi suaminya.
Arvin menggendong riski di depan dadanya, dengan kepala riski yang menghadap dirinya.
Arvin menggendong bayi seperti ini :
"Pak arvin jaga riski baik-baik ya" ucap zakiya memperingatkan arvin.
"Hemm" arvin hanya membalasnya dengan berdeham.
Pertama kalinya arvin menggendong bayi dan rasanya seperti...
"Kiya ini rasanya aneh, rasanya geli saat kulitnya bersentuhan dengan kulitku"
"Justru kulit bayi adalah kulit yang paling bagus pak arvin"
"Riskii sayaang, hari ini kamu sama papa arvin ya, kalau papa arvin nya jahat cubit aja. Gapapa ko dia gabakalan marah" ucap zakiya mencium pipi riski berkali-kali.
"Yak! Itu tidak adil"
"Pak arvin, kalau riski nangis susu nya udah kiya buatin tinggal pak arvin kasih aja ya"
"Hemm" arvin hanya membalas berdeham.
"Yaudah kiya lanjut nyapu dulu"
"Hemm"
"Hehehe" zakiya terkekeh saat melihat suaminya yang terlihat sangat tersiksa, zakiya mendekatkan dirinya dan mengecup bibir arvin singkat.
"Kecupan untuk penyemangat hari ini" ucap zakiya tersenyum.
"Ga! Terlalu singkat, terlalu cepat, dan ga berasa apa-apa, rasanya seperti angin berlalu aja" protes arvin lagi, padahal dalam hatinya senang.
Zakiya memukul bahu arvin gemas "belajar berlatih jadi papa hari ini, akan ada bonus tambahan" ucap zakiya menggoda arvin, ia pun berjalan meninggalkan arvin yang berteriak kepadanya.
"APA BONUSNYA?"
"Rahasia" zakiya tersenyum yang tidak di ketahui arvin.
Zakiya menyapu lantai membersihkan hasil karya arvin yang tadi.
*****
Arvin menjauhi zakiya dan duduk menuju sofa, ia memandang riski yang terus menggeliat, bermain dengan dirinya sendiri.
"Hei"
"Ssuutt"
"Ssuutt"
"Apa kamu senang di gendong olehku? Harusnya begitu, karena kamu satu-satunya bayi yang beruntung di gendong pria tampan seperti ku"
Riski memandang arvin sambil tersenyum manis, ia menepukan kedua tangannya senang.
"Kenapa kamu tersenyum begitu? Aku tau aku tampan, hei makhluk kecil bisa kah kamu lebih dewasa sedikit, semisalnya seperti jangan mengganggu acara berduaan ku bersama kiya.
Hampir 80% waktunya selalu dihabiskan untukmu" curhat arvin panjang lebar.
"Dan juga, hemm hemm.. seharusnya kamu mendukungku agar bisa ada tambahan adik lagi"
"Apa kamu haus? Dari wajahmu seperti nya iya, tapi mungkin juga tidak.
Aku tidak bisa membaca pikiran kamu haus atau tidak, kamu ingin susu? "
"Aahh, oke akan aku ambilkan" arvin mengambil dot yang berisi susu bayi untuk riski.
"Apa setiap hari kamu minum susu? Ah andai saja kamu bisa minum kopi. Aku akan mengajakmu bersantai di cafe sambil minum kopi" ucap arvin polos, arvin sama sekali tidak mengetahui soal bayi.
Arvin mendekatkan botol dot itu ke dalam mulut riski, riski menerima nya antusias, ia pun meminum botol dot pemberian arvin.
Riski yang merasa sangat senang memegang tangan arvin.
"Yak! Singkirkan tanganmu dari sana, kamu tahu…
Aaaahhh tanganmu kenapa rasanya seperti slime yang menempel.
Aku tidak suka bayi oke! sekarang lepaskan tanganmu! " oceh arvin yang sama sekali tak riski mengerti.
Riski semakin mencengkram tangan arvin karena senang.
"Ahh bukankah sudah ku peringatkan untuk singirkan tanganmu! Ku hitung sampai tiga"
"Satu......."
"Dua...."
"Awww" teriak arvin saat riski mencubit tangannya gemas.
"Hei seharusnya kamu berterima kasih padaku, karena menyuapkan mu susu.
Wah kamu benar-benar bayi yang sangat menjengkelkan "
Riski tidak lagi mencubit tangan arvin melainkan menggenggamnya dengan penuh kasih sayang.
"Kamu ini susah di peringatkan, oke hari ini aku membiarkan kamu menyentuhku.
Tapi besoknya ga lagi oke!
Ga ada acara sentuh-sentuhan seperti ini lagi. Kamu mengerti?"
Riski hanya diam tak mengerti omongan arvin, ia hanya sibuk meminum susu di dotnya.
Arvin memandang riski yang terlihat menggemaskan, ia merasa jantungnya berdebar-debar.
Entahlah, tapi rasanya aneh sekali berdekatan dengan seorang bayi seperti ini.
*****
Zakiya sudah selesai membersihkan semua ruangan, ia kembali menghampiri arvin yang sedang duduk di sofa.
"Pak arvin, kiya udah sele..." ucapan zakiya terhenti saat melihat arvin yang telah tertidur lelap, botol dot kosong bekas riski pun terjatuh di bawah lantai.
"Tadi pak arvin memberikan riski susu?" Zakiya semakin mendekatkan dirinya lagi, dan melihat bayi mungil itu pun juga tertidur di dalam gendongan arvin.
Zakiya tersenyum saat melihat moment seperti itu, ia mengambil handphone di saku celana nya dan memfoto arvin dan riski yang sedang tertidur.
Zakiya tersentuh, ini terasa seperti ayah dan anak.
Zakiya tersenyum saat melihat hasil jepretannya, ia mendekatkan wajahnya ke wajah arvin yang tertidur pulas di bangku sofa.
Zakiya mencium pipi kanan arvin dengan penuh kasih sayang, arvin telah bekerja keras hari ini.
* cast arvin diganti jin BTS ya. Soalnya jin BTS sama-sama lucu:)
kalian bebas mau bayangin siapa aja:) semisalnya gasuka sama cast nya :)
Thanks for read:) semoga suka