Sahabatmu juga menyukai orang yang sama denganmu? Gimana tuh?
Sahira dan Keira sudah berteman cukup lama sejak mereka masih bersekolah di bangku sekolah dasar, namun karena sesuatu hal Keira terpaksa harus pindah dari sekolah tersebut dan berpisah dengan sahabatnya yakni Sahira dalam waktu cukup lama.
Bertahun-tahun kemudian, Sahira sudah remaja dan mendapat beasiswa untuk bersekolah di sekolah menengah atas terfavorit di kota tempat ia tinggal. Disana Sahira memiliki banyak teman baru yang dapat membuatnya melupakan Keira sahabat lamanya itu.
Tidak hanya sahabat, Sahira juga bertemu dengan seorang pria dingin idaman para wanita di sekolahnya yang selalu membuat dirinya jengkel dan sial setiap kali bertemu dengan pria bernama Elargano itu.
Lambat laun Sahira merasakan sesuatu yang berbeda pada Elargano, ya gadis itu rupanya jatuh cinta. Sayang sekali Sahira tak tahu bahwa Elargano juga adalah pria yang disukai oleh Keira alias sahabat masa kecilnya.
Baca yuk kisah selanj
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekolah lagi
#SangPemilikHati Episode 28.
•
•
Keira sudah rapih mengenakan seragam sekolahnya dan bersiap untuk berangkat, ia diantar oleh supir pribadinya menuju sekolah seperti biasa.
Gadis itu pun ditemani oleh mamanya alias Zahra sampai ke depan rumah, ia berpamitan sejenak lalu mencium tangan mamanya sebelum mulai beranjak menuju mobil.
"Mah, aku sekolah dulu ya?" ucap Keira.
"Iya sayang, hati-hati ya! Bekalnya jangan lupa dimakan, ingat loh kamu itu kan gak boleh telat makan sayang! Nanti kalau kamu sakit lagi, kan kita semua yang cemas!" ucap Zahra tersenyum.
"Iya mah, aku pasti ingat kok! Yaudah, aku masuk ke mobil ya? Dadah mama!" ujar Keira melambai.
"Dadah sayang! Pak Gibran, hati-hati ya bawa mobilnya! Jangan ngebut bahaya!" ucap Zahra mengingatkan supirnya.
"Baik Bu!" ucap pak Gibran sang supir.
Setelahnya, Keira pun melangkah ke depan dan masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah dibuka oleh Gibran.
Sementara Zahra tersenyum masih berdiri disana sampai mobil yang membawa putrinya itu sudah keluar dari rumah dan tak terlihat lagi, ia hanya ingin memastikan putrinya baik-baik saja.
Tak lama kemudian, Lingga muncul dari dalam dan tampak cemas menemui istrinya.
"Sayang, Keira mana?" tanya Lingga.
"Ya Keira udah berangkat dong, mas! Emang ada apa sih? Kenapa kamu cariin Keira sambil panik kayak gitu?" ujar Zahra keheranan.
"Eee ini barusan El kirim pesan ke aku, katanya dia mau jemput Keira. Makanya aku panik lah sayang, sekarang Keira udah jalan lagi! Gimana kalau El kesal nanti?" ucap Lingga.
"Duh, kenapa kamu gak bilang daritadi sih, mas? Sebelum Keira berangkat, jadinya kan aku gak minta pak Gibran buat antar Keira!" ucap Zahra.
"Ya mana aku tau sayang? El aja baru kirim pesan ke aku barusan, gimana caranya aku bilang sama kamu daritadi?" ujar Lingga.
"Haish, ini gimana dong ya?" ujar Zahra bingung.
"Entahlah, kita berharap aja semoga El ketemu sama mobilnya Keira di luar!" ucap Lingga.
"Aamiin!" ucap Zahra sangat berharap.
"Yaudah masuk yuk! Sarapan aku belum habis tuh, kamu juga kan masih ada sisa nasinya sedikit!" ucap Lingga merangkul istrinya.
"Iya mas," ucap Zahra.
Mereka akhirnya memutuskan masuk ke dalam, walau suasana hati keduanya masih belum bisa tenang memikirkan apakah Keira akan bertemu dengan Elargano di depan atau tidak.
❤️
Benar saja sesuai yang diharapkan Lingga serta Zahra, ternyata mobil Elargano sudah berhasil mencegat mobil yang berisi Keira serta supirnya tepat setelah mobil itu keluar dari rumah.
Ya Elargano pun langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Keira sambil tersenyum manis.
"Keira, sayang kamu turun dulu dong!" ucap El.
Sementara itu, Keira merasa heran mengapa Elargano bisa ada di depan rumahnya. Ia sangat malas sekali harus meladeni pria itu saat ini.
"Non, ada den El tuh di luar! Non Keira mau temuin den El dulu apa gimana?" ujar pak Gibran.
"Umm, gausah deh pak! Mending bapak aja yang bicara sama El, bilang kalau aku lagi gak pengen diganggu sama dia!" ucap Keira.
"Duh, saya gak enak non!" ucap pak Gibran.
"Udah gausah gak enak, pak! Bilang aja sama dia begitu, pasti dia ngerti kok!" ucap Keira.
"Ba-baik non!" ucap Gibran gugup.
Pak Gibran pun turun dari mobil, ia menemui El yang sudah berada di dekat mobil tersebut.
"Maaf den El! Tapi, non Keira katanya belum mau ketemu sama den El. Sebaiknya den El pergi saja dulu dari sini, siapa tahu besok atau lusa non Keira sudah mau ketemu sama den El! Soalnya ini kami mau ke sekolah dulu den!" ucap pak Gibran.
Elargano tersenyum mendengar perkataan supir itu, ia beralih menatap Keira yang masih duduk di dalam mobil.
"Pak, mana kunci mobilnya?" ucap Elargano sambil menengadahkan tangan ke arah Gibran.
"Eee buat apa ya, den?" tanya Gibran bingung.
"Biar saya yang antar Keira ke sekolah, bapak balik aja ke dalam! Nanti saya balikin kok mobilnya kesini, cepat pak tolong bantu saya supaya saya bisa baikan lagi sama Keira!" paksa Elargano.
"Eee ba-baik, den! Ini kuncinya, ta-tapi kalau non Keira marah gimana den?" ujar Gibran gugup.
"Tenang aja pak! Keira gak mungkin marah kok, dia pasti malah senang! Bapak gak perlu panik, makasih ya pak!" ucap Elargano.
"Iya den," ucap pak Gibran.
Setelah berhasil mendapat kunci dari Gibran, El pun melangkah menuju mobil itu dan masuk ke dalam menemui Keira.
Sontak Keira terkejut saat melihat yang ada di kursi kemudi bukanlah supirnya, melainkan sosok El alias sang kekasih. Ia langsung menatap heran dan berusaha mengusir Elargano dari sana.
"Hey, kok jadi kamu yang masuk kesini? Ngapain sih kamu ha? Jangan macam-macam deh!" ujar Keira.
"Tenang Kei, jangan takut! Aku ini cuma mau anterin kamu ke sekolah aja kok, anggap ini sebagai bayaran karena kemarin aku gak jemput kamu!" ujar El.
"Dih, aku gak mau diantar kamu!" bentak Keira.
Gadis itu mencoba turun dari mobil, akan tetapi El sudah menguncinya lebih dulu.
"Mau kemana sih? Udah duduk yang manis aja disitu cantik! Kecuali kalau kamu mau pindah ke depan, baru deh aku bukain!" ucap Elargano tersenyum.
"Ogah banget!"
Elargano terkekeh saja melihat ekspresi Keira, menurutnya gadis itu malah sangat menggemaskan dan bukan terlihat seram.
...•••...
Disisi lain, Sahira baru keluar dari kamarnya dan bersiap melaksanakan sarapan bersama Jordan serta Nur yang sudah lebih dulu berada di meja makan menunggunya.
Sahira tersenyum menyapa keduanya lalu duduk di kursi yang masih kosong.
"Selamat pagi bang, kak Nur!" ucap Sahira.
"Iya Sahira, pagi juga!" ucap Nur tersenyum.
"Pagi sayang, makin cantik aja lu!" ucap Jordan memuji kecantikan adiknya.
"Ahaha, paling bisa dah abang!" ujar Sahira tersipu.
Sahira pun mengambil piring dan menuangkan nasi untuk makanannya, ia sedikit senang lantaran bisa kembali bersekolah setelah kemarin libur.
"Wih, kayaknya ada yang seneng banget nih mau sekolah lagi! Pasti karena mau ketemu doi nya ya, cie cie sampe senyum-senyum begitu terus daritadi!" goda Jordan.
"Haish, apaan sih bang? Aku emang senang, tapi bukan karena mau ketemu doi. Lagian aku mana punya yang begituan sih?" elak Sahira.
"Ohh, terus karena apa dong?" tanya Jordan nyengir.
"Ya karena aku bisa ketemu teman-teman sekolah aku lagi, terus aku juga bisa belajar matematika deh! Kebetulan pelajaran pertama abis upacara nanti tuh matematika, bang!" jawab Sahira.
"Waduh, ini anak emang beda! Bisa-bisanya dia malah seneng pelajaran MTK!" ujar Jordan.
"Hahaha..."
Ketiganya tertawa lepas di meja makan, sampai lupa kalau waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
cantik
jd sah.. 🤣🤣
penjahit cantik mampir
semangat!
mampir juga yaa