Area 21+ banyak konflik berat
Yua adalah gadis yatim piatu yang diasuh oleh paman dan bibinya, mereka tidak memperlakukan Yua dengan baik, mereka juga mencoba untuk mencelakai Yua dengan membayar seseorang untuk menabrak Yua dengan mobil agar mereka mendapat uang asuransi.
Namun, Yua masih selamat, hanya saja kecelakaan itu menyebabkan wajah cantiknya memiliki luka yang besar. Karena luka itu semua orang menghinanya dan mengatainya seperti monster.
Di sekolah dia dirundung oleh pangeran sekolah yang tampan dan kaya raya, meski semua orang menyukainya, Yua sangat membenci dia.
Hingga suatu saat, Yua sedang menangis sebuah layar sistem muncul dan mengatakan dapat merubah hidupnya. Apalagi, seorang anak baru yang berasal dari keluarga konglomerat datang masuk di kelas Yua, memberikan perhatian pada Yua.
Yua tidak tau, jika dia sedang berada diantara dua lelaki yang keduanya adalah musuh satu sama lain, dan mereka berdua adalah putra dari kelompok mafia yang sedang berseteru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee hwang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekarang belum saatnya
.
.
SRET
Yua segera menghentikan tangan Chris yang sudah membuka tiga kancing, menatap Chris dengan tatapan datar.
“Kenapa sayang?” tanya Chris, dengan tatapan menggodanya, yang membuat Yua kembali berdebar, sial sekali!
Tidak sekarang.
Kendalikan emosimu, nafsumu, kau tidak bisa berbuat lebih, ingat itu Yua! Kau hanya bisa memancing saja, tidak boleh lebih.
Yua menangkap tangan Chris yang nakal itu dan menjauhkannya dari tubuhnya “Kau tidak boleh nakal, aku belum siap”
Setelah itu Yua kembali mengecup bibir Chris, kemudian berdiri, mengancingkan seragamnya hingga kembali rapih, menyambar ranselnya lalu kembali menatap Chris yang terlihat kesal dan kecewa.
“Kau tidak ingin mengantarku pulang? Atau ingin membiarkanku pulang sendiri jalan kaki?” tanya Yua.
“Jalan kaki? Tentu saja tidak! Ayo aku antar”
Yua diam-diam menyeringai, ternyata Chris sekarang bisa dia suruh-suruh, bagus.
Chris sudah memiliki SIM, jadi dia sudah bisa membawa mobil ke sekolah, tapi seringnya Chris membawa motor sih. Akan tetapi, kali ini Chris membawa mobil.
Tumben sekali mobil yang dibawa lebih sederhana dari biasanya. Normalnya mobil yang Chris bawa adalah ferari, lamborghini, yang modelnya mencolok dengan warna yang sama mencoloknya.
Namun kali ini Chris hanya membawa mobil tesla model 3, warnanya hitam biasa. Namun itu saja sebenarnya adalah mobil yang mewah, harganya bisa ratusan juta sampai miliar.
Ngomong-ngomong mobil tesla, kapan mobil dan butler level S milik Yua datang ya? Yua sudah tidak sabar.
[Mungkin sehari lagi]
Awas saja jika butler itu tidak tampan.
[....?]
Chris membukakan pintu untuk Yua, baru setelahnya masuk mobil. Yua agak kesusahan memasang sabuk pengamannya, jadi Chris bergerak untuk membantunya.
“Thanks” kata Yua setelah sabuk pengaman sudah berhasil terpasang.
Yua menatap Chris yang belum bergerak dari posisinya yang condong padanya “Kenapa? Tidak jalan?” tanya Yua.
“Coba lakukan ungkapan terimakasih yang benar” kata Chris.
Makin bingunglah Yua “Memangnya yang benar bagaimana?”
Chris yang tidak sabaran meraih dagu Yua lalu mengecup bibirnya “Seperti ini”
BUGH
Yua memukul lengan Chris kesal “mesum!”
Chris terkekeh pelan lalu memasang sabuk pengamannya sendiri lalu mulai melajukan mobilnya.
“Bagaimana jika kau tinggal bersamaku saja? heum?”
“Tidak”
“Langsung menolak? Coba pikirkan dulu”
“Tidak”
Chris berdecak, lama-lama dia sudah kebal dengan penolakan Yua. Namun bukannya menyerah, Chris malah semakin ingin mengejarnya. Padahal biasanya Chris yang dikejar-kejar oleh para gadis, lalu Chris menolak mereka mentah-mentah.
Namun, sekarang yang terjadi malah sebaliknya.
Dari mulai Yua masih disebut jelek hingga sekarang sudah cantik, Yua tetap saja, menolaknya terus.
“Aku tinggal bersama Angela sekarang, jadi untuk apa tinggal denganmu? Ingat, Angela membenci kakakmu” kata Yua kemudian.
“Aku tau, kakakku memang bodoh dan keterlaluan, dia sangat terobsesi dengan Angela, tapi tidak tau harus mendekati dengan cara seperti apa, jadi dia melakukan hal itu” balas Chris.
“Aku salut kau dan Stevan mampu memutar otak untuk membalik keadaan” kata Yua lagi.
“Tentu saja, jika tidak seperti itu, aku akan kalan dalam pertarungan, menjadi keluarga Geordo tidak semudah itu, musuh kami juga bukan cuma Rivez, belum lagi musuh perusahaan. Memang aku masih belum ikut mengurusi perusahaan, tapi bukan berarti aku aman” kata Chris.
Sementara itu Yua mendengarkan sambil melihat keluar jendela mobil.
“Stop stop!”
Chris menepikan mobilnya lalu berhenti “Ada apa?”
Yua membuka sabuk pengamannya lalu membuka pintu mobil, mengeluarkan uang lima puluh ribu dari tas ranselnya lalu berbalik pada Chris “Mau beli somay, kau mau juga?”
“Hah? Somay?”
“Kau tidak pernah makan somay?” tanya Yua, Yua pun terkejut saat Chris menjawab dengan gelengan kepala.
“Serius tidak pernah? Astaga Chris! Tunggu, aku akan membelinya untukmu juga” setelah itu Yua buru-buru keluar dari mobil.
Orang-orang terlihat kagum dengan penampilan Yua, bukan hanya cantik, Yua juga baru keluar dari mobil mewah! Sontak orang-orang yang lewat memperhatiannya.
Abang penjual somay juga turut bahagia karena Yua menghampiri gerobaknya, membeli tiga porsi somay, yang satu porsi seharga lima belas ribu. Bukan hanya senang somaynya dibeli sampai tiga porsi, pasti setelah ini orang-orang yang penasaran akan ikut membeli juga. Bahkan sekarang dari yang tadinya somay itu tidak ada yang melirik, tapi saat Yua datang untuk membeli, orang-orang mulai mendekat karena penasaran.
Beberapa orang yang menaiki motor juga ada yang berhenti.
“Semuanya 45 ribu non” kata abang penjual setelah pesanan Yua selesai. Yua memberi abang itu uang lima puluh ribu “Tidak perlu kembalian, ambil saja bang, terima kasih” setelah itu Yua pun pergi, tidak lupa tersenyum pada orang-orang disana.
Setelah itu abang somay pun diserbu pelanggan.
[Perkembangan misi 580/1.000.000]
Bagus, sudah bertambah lagi. Kurangnya masih banyak, tapi itu sudah ada kemajuan.
Yua kembali ke mobil Chris “Aku membelikanmu satu porsi, nanti dimakan di rumahmu ya? Semoga kau suka, kau tidak punya alergi kan? mungkin kacang atau telur?”
Chris menggeleng “Aku tidak memiliki alergi”
“Baguslah, ayo jalan”
“Baik tuan putri”
“Jadi, sekarang aku tuan putri?”
“Benar, putri di hatiku”
“Gombal!”
***
Sampai di apartemen, sudah ada Angela, Lucas dan Felix di dalamnya.
“Yua! Kenapa kau baru pulang?” tanya Felix, dia berdiri dari duduknya lalu menghampiri Yua.
Entah mengapa, melihat Felix begini, membuatnya teringat kembali perbincangan dengan Chris, Stevan dan Sarah. Tentang ayahnya Felix yang bersalah atas kematian oarngtuanya.
Marah? Iya, Yua masih marah.
Tapi Yua harus adil juga.
Felix tidak bersalah atas hal itu.
Jadi, Yua akan mengikuti pendapat Angela saja nantinya, karena Angela kan kakaknya.
“Ada yang ingin kami sampaikan pada kalian” kata Lucas, setelah Felix mengajak Yua untuk duduk di sofa.
Yua meletakkan dua kotak somay yang dia bawa “Sebelum itu, apa kalian mau somay?” tanya Yua.
“Pembicaraan ini sangat penting, jadi makannya nanti saja” usul Felix.
Masalahnya, Yua takut mereka sudah tidak mood setelah perbincangan itu, dan berakhir somaynya tidak dimakan.
“Ku mohon? Kita bisa makan sambil bicara kan?” pinta Yua, dia sudahmemasang wajah imut minta dipungutnya pada Felix.
Felix tersenyum karena gemas, jadi dia pun mengangguk “Baiklah, boleh kalau begitu”
“Thanks, aku akan ke dapur membagi somay menjadi empat” setelah itu Yua pun mengambil kotak somay dan membawanya ke dapur, Angela ikut sekalian untuk mengambilkan minuman.
“Apa kau tau, apa yang akan mereka bicarakan?” tanya Yua.
Angela menggeleng “Tidak tau, tapi Lucas terlihat tegang sekali, mungkin memang pembicaraan itu penting. Mereka tidak berbicara, katanya kau juga harus dengar” kata Angela.
“Begitu ya, oh iya pianonya bagaimana?” tanya Yua.
“Sudah beli kok, warnanya putih, nanti ku tunjukkan, aku sudah tidak sabar membuat siaran langsung untukmu” kata Angela, terdengar sangat antusias.
Setelah minuman dan camilan selesai, mereka membawanya kembali ke ruang tamu.
Felix mencicipi somay itu sedikit “Hmm, ini makanan apa? Enak juga” komentarnya.
“Itu somay, tadi kebetulan ada di jalan jadi aku beli” jawab Yua.
“Oh street food, enak juga juga” kata Felix.
Ternyata Felix juga belum pernah memakan somay.
“Jadi apa yang ingin kalian bicarakan?” tanya Angela.
Yua menghembuskan nafas pelan, semoga tidak ada hal buruk terjadi, tapi – mungkin Angela akan marah.
.
.
.
.
Aku bawa rekomendasi novel yang bagus dan menarik nih, mampir ya ☺️