NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:20.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisy Arbia

"Jika kekasihku selingkuh, seumur hidup aku tidak akan mau menikah dengan pria lajang," - Callista

"Call, jangan sampai lo kemakan dengan omongan sendiri. Kalau nggak nikah dengan pria lajang, lo mau nikah sama siapa?" - Kayana

"Duda tak masalah, asal setia," - Callista

Agaknya omongan sesat yang diucapkan Callista terkabul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Restu

"Kak Vigor siap untuk bertemu Mama?" Zelene berusaha memastikan agar pria yang sangat disayanginya itu tidak ragu menghadap sang Mama.

"Siap, Ze. Apapun yang terjadi, kita harus selalu bersama," pinta Vigor. Selama kepergian Zelene, dia seperti seorang pria yang tidak memiliki ketertarikan terhadap wanita lain. Hatinya terkunci pada Zelene.

Melihat situasi sudah kondusif, sepasang suami istri beda generasi muncul di hadapan mereka.

"Apa rencanamu selanjutnya, Ze?" ucap Kakaknya yang duduk di sofa bersama istrinya.

"Kami akan meminta restu pada Mama Jelita, Kak. Menurut kakak bagaimana?" Zelene meminta pendapat Sean.

Bahkan pernikahanku saja tanpa restu Mama, Ze. Kakak belum siap mempertemukan Callista dengan Mama. Apalagi sekarang kamu sedang berjuang mendapatkan restu Mama. Kakak tidak ingin merepotkanmu, Ze.

"Berusahalah! Apapun yang terjadi, kalian harus tetap bersama. Kakak akan membantu semampunya. Kalian tau sendiri, kan. Jika pernikahan Kakak belum diketahui oleh Mama. Sementara jangan sampai Mama tau dulu," Sean memohon pada Vigor dan adiknya.

Eh, mana bisa begitu? Mantan istrinya kan sudah tau? Gawat dong....

"Eh, sayang... Bukankah mantan istrimu sudah tau hubungan kita?" Callista bersusah payah bersikap romantis dan mengingatkan suaminya perihal mantan istrinya itu.

"Hah? Wanita itu sudah tau?" Zelene terkejut. "Ini akan terlihat sangat sulit, Kak. Jika Mama tau dari mulut wanita itu, aku tidak tau lagi akan seperti apa jadinya," Zelene pesimis.

"Biarkan saja, Ze. Sekarang yang paling penting urusan kalian cepat selesai. Kakak akan membuat kakak iparmu lekas hamil. Biar Mama tidak memisahkan kita," ucapan Sean membuat Callista sangat malu.

"Eh, kenapa bawa-bawa aku?" protes Callista.

Zelene menertawakan kakak iparnya yang masih kecil dan sangat lucu itu.

"Kau lucu sekali, kakak ipar... Kak Sean benar. Kakak secepatnya harus hamil. Kami akan membantu memperjuangkan hubungan kalian di depan Mama," Zelene menyetujuinya.

Aku tidak bisa membayangkan betapa sulitnya kakak ipar di usianya yang masih sangat muda harus menikah dengan Duda kepala empat. Apalagi kakakku tipe orang yang selalu membuat orang lain harus menuruti semua kemauannya. Ish, jodoh beda generasi memang unik....

Zelene tertawa.

"Eh, kamu menertawakan kakak?" protes Sean.

"Enggak, Kak. Ze nggak habis pikir kenapa kakak bisa hidup bersama dengan kakak ipar. Menurut pengamatan Ze, kalian berdua berada di zaman yang berbeda...," Zelene mengejek kakaknya.

"Kamu mau tau, Ze? Ada password-nya...," goda Sean memandang wajah istrinya yang bersemu merah.

Ish, Om Sean mau membuka kartu AS-ku? Aku memang sudah bosan dengan pria lajang seperti model Eros Kalandra itu... Eh, kenapa gue keinget sama si brengs*k itu lagi sih? Amit-amit deh....

Vigor dan Zelene penasaran apa yang dimaksud password oleh kakaknya.

"Kalian berdua memang jodoh. Lihat saja muka penasaran kalian mengenai password yang kakak maksud," Sean sengaja membuat keduanya terus penasaran. Sean tidak akan mengatakan jika Callista menukar perjanjian kontraknya dengan sebuah uang unlimited. Biarlah menjadi rahasianya dengan istrinya.

"Hemm, kakak selalu saja begitu," balas Zelene.

"Ze, lekaslah ke rumah Mama. Mintalah restu malam ini. Secepatnya kabari kakak. Kakak yang akan mengurus pernikahan kalian," Sean mengusirnya secara halus. Dia ingin secepatnya bisa bermanja dengan istrinya.

"Kau mengusirku, Kak?" canda Zelene. Dia tau jika mood kakaknya sedang terlihat kurang baik saat ini. Entah apa yang sedang dipikirkan pria itu?

"Tidak! Kakak hanya ingin secepatnya mendapatkan jawaban kalian," ucap Sean santai.

Zelene dan Vigor undur diri. Keduanya bergegas ke rumah utama untuk memperjuangkan hubungannya. Vigor mengendarai mobilnya dengan kecepatan standar. Dia ingin menata hatinya terlebih dahulu.

"Kak, apa kau yakin ini akan berhasil?" tanya Zelene memecah keheningan.

Entahlah, Ze! Aku pesimis menghadapi Mama Jelita. Semoga saja aku tidak keder menghadapi wanita paruh baya itu.

"Kak, kenapa kau diam? Jika kakak tidak yakin, kita balik lagi ke apartemen Kak Sean. Aku takut mendapatkan penolakan dari Mama," Zelene seakan tau kekhawatiran yang dihadapi dirinya dengan Vigor.

Mobil mulai memasuki halaman rumah utama yang sangat luas itu. Perasaan Vigor semakin tidak menentu. Dia tetap akan memperjuangkan gadis pujaannya.

Setelah membukakan pintu untuk Zelene, Vigor menggandeng erat tangan gadis itu. Dia berharap bisa menyalurkan kekuatan untuknya.

Keduanya masuk ke ruang tamu. Di sana dia disambut oleh pelayan rumah utama.

"Mbak, Mama di mana?" tanya Zelene pada pelayan wanita itu.

"Nyonya di dalam kamarnya, Non," jawab pelayan.

"Mbak, tolong panggilkan Mama. Aku tunggu di ruang tamu," pinta Zelene.

Sementara pelayan sedang memanggil Mamanya, Vigor dan Zelene duduk berdampingan di kursi.

"Ze, siap ya?" ucap Vigor menguatkan.

Mama Jelita muncul dari dalam. Dia melihat pemandangan yang tak biasa itu mengenai putrinya dan asisten anaknya, Sean.

"Ada apa ini, Ze?" Mama Jelita duduk di hadapan mereka.

Aku ingin menikah dengan Kak Vigor, Ma. Aku harap Mama merestuinya....

"Ze, ada apa? Kenapa malah diam?" tanya Mama Jelita lagi.

"Mama, sebenarnya kami ingin meminta restu untuk menikah," ucap Vigor nekat. Dia sudah tak peduli lagi hasil akhirnya.

Mama Jelita melotot tajam kepada kedua orang di hadapannya itu. Dia tidak bisa menerima kenyataan ini, jika putri bungsunya lebih memilih Vigor yang notabene hanya seorang asisten dari anak sulungnya.

"Apa yang kau punya hingga berani mengajak putriku menikah?" Mama Jelita sengaja membuat Vigor mundur dari rencananya itu.

"Kami punya cinta, Ma," Zelene menjawabnya.

"Persetan dengan cinta, Ze! Kau tidak akan kenyang dan bahagia hanya bermodalkan cinta. Hidup itu realistis, Ze! Gaji seorang asisten apa cukup untuk membuatmu bahagia?" Mama Jelita sengaja menjatuhkan harga diri Vigor di hadapan putrinya.

Jeduar!

Zelene dan Vigor tak habis pikir, jika Mrs. Perfeksionis itu masih memandang sesuatu dengan harta, tahta, dan tanpa cinta.

Ma, kau jahat sekali! Sampai kapan putrimu ini akan lekas menikah? Jika permintaanmu selalu seperti itu. Aku mencintai Vigor, Ma....

"Mama tidak akan merestui...," ucap Mama Jelita akhirnya. Dia tidak mau berbelit-belit untuk memberikan harapan palsu pada calon menantu yang tidak diinginkannya itu.

Tanpa melihat persetujuan anaknya, Mama Jelita beranjak dari tempat duduknya untuk kembali ke dalam.

"Tunggu, Ma! Jika Mama tidak memberikan restu, kami akan memilih kawin lari. Dengan atau tanpa restu Mama, Ze tidak peduli lagi...," Zelene sangat lelah menghadapi sikap Mamanya yang semaunya sendiri.

Mama Jelita menengok sejenak pada putrinya dengan senyum mengejek.

"Jangan macam-macam, Ze... Lusa calon suamimu akan datang ke rumah utama. Jangan sekali-kali kau berani keluar dari rumah ini atau memikirkan untuk kawin lari. Mama tidak segan akan membuat kehidupan kalian berantakan!" ancam Mama Jelita. Kemudian wanita paruh baya itu berlalu meninggalkan ruang tamu.

Zelene dan Vigor bagaikan disambar petir. Niatnya untuk mendapatkan restu malah berujung kekecewaan yang didapat.

"Kak, bagaimana ini?" Zelene khawatir pada Vigor.

"Kau jangan khawatir, Ze. Sementara ikuti saja permainan Mama Jelita. Aku akan meminta pendapat Bos Sean. Tunggulah di sini!" Vigor berdiri kemudian memeluk Zelene.

Aku berjanji akan mendapatkan restu dari Mama Jelita, Ze. Tunggulah!

1
Linda Liddia
Lo jadi bini jgn bego2 amadlah udh tau ulet bulu masa lalu dtg lg bukan gimana gitu malah masih menye2 aja lo
☠️⃝🖌️M⃤ Muppin🍓: ✨ Halo Sahabat Pembaca! ✨
Aku baru saja merilis cerita terbaru berjudul “SCARLET MEMORIES” 🖤
Kisah tentang Diana— yang diusir oleh orang tuanya, dikhianati, dihancurkan, dan ditinggalkan dalam kondisi hamil.

Saat ia mulai sembuh karena satu pria yang tulus…

lelaki dari masa lalunya kembali,
membawa rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.

✨ Baca SCARLET MEMORIES sekarang.
Berani jatuh cinta, berarti siap terluka lagi.
❤️ Like & komentar kalau kamu siap ikut terseret dramanya.
total 1 replies
Ais NSP
seancalista awal cerita yang menegangkan tapi berakhir bucin happy ending semua tokohnya sukses selalu emak othor/Good//Rose//Kiss/
Eni Etiningsih
calista yg nanya ke sean tapi aku yg oleng, jus lemon aku baca jus melon..🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
𝕾𝖊𝖗𝖊𝖓𝖆𝖉𝖊 𝕰𝖚𝖓𝖔𝖎𝖆: semangat. semoga suka🥰
total 1 replies
Eni Etiningsih
benang kusut..
Eni Etiningsih
aamiin.. ma..
Eni Etiningsih
awal yg seru thor..
HADIJAH MALAPO
bagus ceritanya
Ulifatun Nafirotin Nafirotin
Luar biasa
Farida
Lumayan
Anonim
Cerita ini tu kayak masih blm mendalamii cerita,anak polos tp engk nunjuki kepolosannya
Truss si bos yg kaya rayaa berasa engk ada harga dirinya di mata karyawannya
Kurang gemezz thoor
Rika Fitria
Luar biasa
Emy Bareto
bagus, sudah dua kali aku membacanya
Dysha♡💕
terlalu kekanakn,aku pikir si call bakal sedikit dewasa,,,
Dysha♡💕
sat set bener si Sean🤣
Dysha♡💕
mantap si Vigor🤭👍
Chuzaefah Chuzaefah
Luar biasa
Anonim
keren
Devi Handayani
dalam waktu dua hari callista udah jadi nyonyah Sean....mantulll👏👏👏😁😁
Herlina Adhil
Luar biasa
Neneng Tejaningsih
bagus cerita'y sukses trs untuk author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!