Sejak pertemuan pertama kita duniaku kembali berwarna rasanya memandang mu dari kejauhan sudah menjadi candu bagiku
Hingga pada akhirnya kau pergi tanpa tanda menghilang bagai debu dan malapetaka kembali masuk ke dalam hidupku
Setelah semuanya berhasil mengubahku takdir mempertemukan kita kembali
Hydrangea arella dapatkah kita memulai awal baru berama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulac ryu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pilihan Untuk Menjebakmu
🌱 Happy reading ya guys🌱
.
..
Gerakan tersebut cukup menghantamnya kasar hingga membuat gio mengerang kesakitan
Lalu sepersekian detik suasana kembali hening gadis itu seolah menunggu sesuatu yang seharusnya terjadi
Tetapi beberapa menit telah berlalu apa yang ditunggu tidak kunjung menampilkan tandanya membuat gadis itu semakin bingung
Pasalnya dirinya tidak menyangka gerakan reflek yang dibuatnya akan membuat pria bertubuh kekar itu mengeluarkan suara yang cukup keras
Keduanya masih terdiam gadis itu terus menatap bayangan hitam samar-samar dari pria yang tertidur tepat dihadapannya saat ini
'Apa aku berlebihan?'
'Ohh tidak gea, memang disini. Gio lah yang salah' gea terus bergelut dengan pikirannya
'Jelas!! karena cara bercandanya kali ini sudah melewati batas'
Kini gea menyapu setiap sudut ruangan ia menyadari lampu kamar yang sedari awal dimatikan untuk membuatnya merasa nyaman
Ketika tidur dimalam hari malah membuatnya menyesal dengan kebiasaannya itu yang ternyata hampir mengirimnya ke tepi jurang dengan tidak memperhitungkan berbagai kondisi yang mungkin saja terjadi
Memang benar bahwa ia telah mengunci pintu kamarnya tetapi ia melupakan sesuatu yang terpenting
bahwa ini rumah gio yang itu artinya akan sangat mudah baginya untuk membuka pintu tersebut dengan cara apapun
Menyadari hal itu gea menghela nafasnya kasar mengingat beberapa waktu kebelakang dimana ia telah tinggal bersama gio tanpa terjadi hal apapun
Mampu membuatnya lengah dengan kepercayaan bahwa gio tidak akan berbuat hal yang tidak sepantasnya
Kenyataan itu membawanya kembali kedunia nyata dimana pria bertubuh kekar ini masih terdiam tanpa sepatah kata
Membuat gea kembali menghela nafas entah ia harus merasa tenang atau sebaliknya
Cahaya yang masuk melalui ventilasi udara semakin menghalangi pandangan gea
Ia berusaha melihat mimik apa yang gio tampilkan saat ini
Gea menautkan keningnya 'Apa dia tertidur?'
Walaupun jarak keduanya dekat tetapi wajah gio sedikit tertunduk membuat gea sedikit ikut menundukkan tubuhnya mencoba memeriksa kondisi pria yang kini berada tepat dihadapannya
'dari mana keberanian itu?' gumam gea
Di tengah malam dengan berani menyelinap masuk ke kamar seorang gadis hanya untuk melakukan hal konyol yang berakhir berdampak buruk pada sang pelaku
Dengan hati bimbang gea mulai mengulurkan tangannya untuk menepuk pelan punggung gio "sakit sekali?"
Tetapi pertanyaannya tidak dijawab seperti biasa membuat gea merasa dipermainkan dan tidak dihargai
"K kaau!!? Kenapa suka sekali mengerjai ku, tidak ada kata lain kali untuk hal seperti ini camkan itu?!!" tegas gea penuh penekanan
Masih tidak ada jawaban apapun 'apa bayi besar ini marah?' gea menghela nafasnya kasar diikuti memutar kedua bola mata
"Sebaiknya tuan kembali ke kamar"
"Akan sangat tidak pantas, jika yang lain sampai menyadari bahwa tuan. tengah malam malah berada di kamar saya"
'Sial. rasanya ingin mengubur diriku sendiri ke dalam lubang, seharusnya aku tidak pernah mendengarkan rencana mereka' runtuk gio dalam hati
"Dan karena saya tahu anda dalam keadaan tidak sadar maka akan saya lupakan begitu saja kejadian malam ini"
'Lupakan?! enak saja, dari pada seperti itu lebih baik aku lanjutkan saja sekalian' gumam gio
Gea melihat sedikit pergerakan yang membuatnya reflek terperanjat mencoba menjauhkan tubuh mereka
"Manis sekali?" ucap gio senarik kedua sudut bibirnya
"Tunggu dulu!!? kita akan bahas ini besok sebaiknya anda kembali ke kamar" perintah gea
"Pasti, setelah melakukan apa yang aku inginkan" tutur gio sambil mengangkat tangannya
"Apa yang kalian lakukan berdua dikamar?" suara bariton yang sangat ia hafal betul
Sepersekian detik lampu kamar menyala menampilkan seseorang orang yang berdiri tepat dibibir pintu
Gio pun langsung mendudukkan tubuhnya diikuti gea yang langsung menatap bingung
"Jawab gio, apa yang sedang kalian melakukan?"
"TI TTIIDAAAAK!!! tentu saja tidak terjadi apapun" tegas gea tanpa sadar kakinya turun dari ranjang
Melangkah mendekati bunda lidya yang masih mematung di tempatnya dengan perasaan bingung gea menangkupkan kedua tangannya
Sebagai permohonan maaf yang seharusnya dilakukan oleh pria yang sedari tadi masih terduduk tanpa bersuara
Terdengar beberapa suara langkah kaki menaiki anak tangga yang semakin membuat gea kelimpungan
Gea membalikkan tubuhnya "tuan kenapa anda hanya diam saja?" tanya gea yang mulai merasa panik
"Kau ingin aku menjelaskan tentang apa?" seolah gio mulai menikmati pertunjukan ini
'Apa?!! pertanyaan macam apa itu?' runtuk gea dalam hati
"Jika semuanya benar maka besok adalah hari yang tepat untuk menggelar sebuah pernikahan" tutur bunda lidya
Yang seketika membuat otak gea berhenti bekerja 'Ya tuhan apa salahku pada gio di kehidupan yang lalu'