NovelToon NovelToon
Pendekar Menjadi Dewa

Pendekar Menjadi Dewa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Reinkarnasi / Pendekar / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:43k
Nilai: 5
Nama Author: EON

Raja Manusia adalah seseorang pendekar terhebat di benua tengah, Namun Raja dari dataran lain tidak bisa membiarkan Raja manusia bertambah kuat. Raja benua lain bekerja sama untuk membunuh Raja Manusia. Namun tidak menyangka Raja Manusia Bereinkarnasi kembali di sebuah keluarga sederhana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.28 - Sekte Awan.

“Dia, dia iblis.” Pendekar menengah yang tersisa ketakutan melihat aksi Aura yang dapat membunuh pendekar menengah dengan mudah.

“Hahaha, bagaimana dengan tadi.” Aura menatap pendekar tinggi.

“Cih, jaga sombong hanya membunuh pendekar menengah, aku juga bisa melakukannya.”

“Berarti kau mampu untuk menemaniku bermain?” Aura berbicara dengan nada mengejek.

“Bocah, jangan sombong.” Pendekar tinggi menjadi emosi dan berlari ke arah Aura.

“Tunggu.”

“Apa kamu sekarang ketakuta....”

“Bajingan kau bocah apa yang kau lakukan.” Pendekar tinggi melihat Aura melemparkan sebuah jarum ke arahnya namun hanya melewati pendekar tinggi saja.

“Hahaha, Maaf aku tidak bisa membiarkan teman mu itu.”

Pendekar tinggi tersebut langsung melihat ke arah belakang. “Bajingan.” Pendekar tinggi melihat sebuah jarum yang berada di tenggorokan pendekar menengah.

“Mari kita lanjutkan.” Aura berlari ke arah pendekar tinggi.

Pertarungan terjadi, Aura berhasil menghindari semua serangan yang di berikan oleh pendekar tinggi.

“Hanya sampai sini saja.” Aura melihat pendekar tinggi tersebut mulai kelelahan.

“Bocah brengsek, Jangan jadi orang pengecut yang Cuma menghindari serangan ku.” Pendekar tinggi menjadi kesal atas omongan Aura tersebut.

“Kau terus menyalahkan ku atas kelemahan yang kau punya.” Aura

menggelengkan kepala.

Pendekar tinggi menjadi emosi dan menyerang Aura dengan membabi buta.

“BAM.”

“Uhk!” Pendekar tinggi terhempas jauh akibat pukulan yang di berikan Aura.

“Kamu tidak pantas menjadi seorang pendekar jika tidak bisa menahan emosi”

“Kau!! Ujar pendekar tinggi dari kejauhan.

“Mari kita akhiri saja.” Aura berjalan ke arah pendekar tersebut.

“Haha, Kamu tidak bisa membunuhku dengan muda.”

“Sial.” Aura baru menyadari bahwa pendekar tinggi tersebut sangat dekat dengan keberadaan Jay dan Eva.

“Akan ku bawa kalian berdua mati bersama ku.” Pendekar tinggi mengayunkan pedangnya.

Jay dan Eva menutup matanya.

“Langkah bayangan.”

“Jurus ketiga Potongan kilat.”

“Aku menyera..” Pendekar tinggi belum menyelesaikan ucapannya karena sudah terbunuh dengan tubuh terbelah dua.

“Huf, Hampir saja, Kalian bisa membuka mata sekarang.” Aura berjalan mendekati mereka berdua.

“Apa yang terjadi.” Eva membuka matanya.

“Huek.” Tiba-tiba Eva muntah.

“Seperti aku terlalu berlebihan.”Aura mengetahui alasan Eva tiba-tiba muntah.

Aura berjalan ke arah mayat pendekar tersebut.

“Energi Api, Api Neraka.” Aura mengeluarkan sebuah api di tangannya.

“Pembentukan energi?.” Jay melihat Aura membakar mayat pendekar tinggi tesebut.

“Bagaimana dia bisa melakukan pembentukan energi.” Pembentukan energi merupakan mana yang di ubah menjadi energi alam, seperti angin, air,tanah dan api.

Biasanya pembentukan Energi hanya bisa dilakukan seorang pendekar ahli dan bukan hanya pendekar ahli biasa, Pendekar ahli tersebut merupakan jenis dari segala jenius.

"Dia masih di tahap pendekar tinggi sudah bisa melakukan Pembentukan Energi." JAy memandang Aura dengan kagum.

“Aku pergi dulu.” Aura mulai menjauh.

“Tunggu saudara, Bolehkah saya tahu nama saudara?” Ucap Jay kepada Aura.

“Kamu bisa memanggilku Aura.”Aura membalas.

“Saudara Aura terima kasih sudah menolong kami berdua.” Jay berniat berlutut.

“Apa yang kami lakukan, Aku Cuma lewat saja.” Aura menahan Jay untuk berlutut.

“Aku ingin mengajak saudara datang ke sekte ku untuk berterima kasih.”

“Tidak perlu.” Aura mulai melangkah.

“Hey, Apa kau tidak dengar, kakak ku ingin berterima kasih pada mu.” Eva berbicara.

“Eva apa yang kamu katakan.” Jay membentak Aira.

“Maaf saudara Aura, Adik saya terlalu dimanjakan kakekku.” Jay takut Aura kesal dengan ucapkan Eva.

“Tidak apa-apa”

“Saudara tunggu, Aku ingin minta Bantuan kepada saudara.”

“Bantuan?”

“Iya aku ingin saudara mengawal kami berdua ke sekte awan, aku akan memberikan imbalan”

Jay berfikir ada pembunuh lain yang dikirim oleh tetua besar.

“Sekte awan? Kebetulan aku juga ingin ke sana, jika begitu mari kita pergi bersama.”

“Jika mengetahui ada imbalan baru kau menyetujuinya.” Ucap Eva.

“Kenapa kau bicara seperti itu Eva.” Jay berbicara dengan tegas.

“Kenapa kakak malah membela.” Eva bersikap seperti itu setelah Eva melihat mayat yang di bunuh Aura. Mayat tersebut mati dengan sadis.

“Saudara Aura, Makan adik saya sekali lagi, aku akan memberikan dia hukuman.” Ucap Jay.

“Tidak perlu, Sebelum berangkat sepertinya kita harus membersihkan diri.” Baju Aura, Jay dan Eva bersimbah darah.

Setelah setengah jam berlari, Aura melihat sebuah danau dan singgah ke danau tersebut.

“Apa yang kau tunggu, pergi sana, Jagan mencoba untuk mengintip ku.” Eva menatap Aura.

“Saudara Aura, Maafkan adik ku.” Jay merasa tidak senang dengan perilaku adiknya.

“Aku akan pergi mencari tempat lain, setengah jam lagi kita berkumpul.” Aura mulai menghilang di hadapan mereka berdua.

“Aih apa yang kau lakukan, Jangan membuat masalah terus.’ Ucap Jay kepada Eva.

“Kakak dia itu pembunuh berdarah dingin, akan berbahaya jika kita terus bersama dia.” Eva berusaha menyakinkan Kakaknya.

“Di dunia luar seperti ini biasa, Ada juga pendekar yang membunuh orang dengan wajah tersenyum, Kamu harus minta maaf kepada Saudara Aura, kita seharusnya jangan menyusahkan dia yang sudah membantu kita.”

“Tapi kakak..”

“Tidak ada tapi, Jika kamu tidak mau minta maaf, Kakak akan meninggalkan mu disini.”Jay berbicara dengan tegas.

“Kakak Aura, Maafkan aku, Aku berkata buruk kepadamu.” Eva meminta maaf tidak meminta maaf dengan tulus.

“Sejak kapan dia begitu baik.” Batin Aura.

“Tidak apa-apa.” Aura mengelus kepala Eva.

“Apa yang terjadi kepadaku, Perasaan apa ini.” Eva merasakan jantungnya berdegup dengan kencang ketika Aura menyentuk kepalanya.

“Jika begitu mari kita berangkat.” Ujar Aura.

Mereka bertiga terus berlari selama tiga hari, ada juga beberapa hambatan seperti beberapa bandit, dan juga sifat Eva kepada Aura tidak lagi seperti sebelumnya, Karena Eva sekarang menganggap Aura seperti menganggap Kakaknya.

“Kakak Aura ini sekte awan, Bagaimana menurutmu.” Eva menunjukkan wajah yang sombong.

“Tidak buruk juga.” Aura memandang papan nama sekte awan.

BERSAMBUNG>>>

1
Shah Dian
789 big up... maaf cm saran aja Thor... bisakah? nama MC nya d ganti... rada aneh aja ...
Bariton Triono
ha ha selesai thor tggl tggu up
[ Azuya ]
makan diganggu = beli tempat makannya
Mas Rolis
Jangan sampai Haitus
Mas Rolis
Menunggu 🆙
Mas Rolis
Lanjuttttttt ➡️
Mas Rolis
Josssss gandossssss thor 👍
Mas Rolis
Jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍
Mas Rolis
Top Markotop Thor 👍
Mas Rolis
Jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍
Mas Rolis
Top Markotop Thor 👍
Mas Rolis
Jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍
Mas Rolis
Top Markotop thor 👍
Mas Rolis
Jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍
Mas Rolis
Lanjut thor 👍
Mas Rolis
Top markotop thor 👍
Mas Rolis
Jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍
Mas Rolis
Top markotop thor 👍
Mas Rolis
Hemmmmmmmm
Jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍
Mas Rolis
Top markotop thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!